A Couple of Cuckoos

A Couple of Cuckoos (カッコウの許嫁)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Kakkou no Iinazuke S01E03 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-05-07
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Di rumah megah begini?

Berduaan dua pekan?

Kenapa jadi tiba-tiba tinggal berdua?

Kau terkadang mengeluarkan suara aneh ya.

Sepertinya ini properti milik ayah.

Rumah sewa yang sudah dilengkapi perabotan.

Kupikir aku diantar naik mobil, ternyata ditinggalkan di sini.

Ini namanya penculikan!

Ada yang salah dengan orang tuamu!

Orang tuamu juga, kan.

Benar juga.

Dari dulu ayah sudah begitu.

Tak ada celah untuk membangkang.

Kalau itu sih mungkin hanya kau saja.

Ini sih tak bisa jalan kaki.

Ibu sudah dengar!

Baik-baik ya sama Erika dua minggu!

Syukurlah biaya makan berkurang.

Wah!

Semangat!

Orang tuaku juga sudah tahu!

Ya, kan.

Mati kau, mati kau, mati kau, mati kau!

Ada juga pesan aneh dari Sachi.

Kalau begitu aku harus berontak secara langsung.

Kasih tahu nomor orang tuamu.

Rasanya mustahil sih.

Maaf ya tiba-tiba membawamu.

Kita diskusi dengan santai nanti.

Dari orang tua aslimu.

Sudah menyerah sekarang?

Untungnya besok hari Minggu.

Aku mau tidur.

Aku pakai kamar lantai dua, jangan mengintip ya.

Mana ada!

Sekarang kau tahu, kan?

Ayahku itu,

orangnya begitu.

Sepertinya.

Kalau kita bertunangan,

kita akan dipaksa menikah.

Makanya, mari kita buat aturan di rumah ini.

Tak boleh terlibat satu sama lain.

Bagaimana?

Ide bagus.

Kalau begitu selamat tidur.

Sialan.

Dua pekan lagi itu,

sudah hari Uji Kemampuan.

Bentar, tunggu.

Jangan-jangan, kondisi ini...

Aku takkan diganggu siapapun,

di tempat tanpa kekurangan.

Aku bisa fokus belajar!

Terlebih lagi dua pekan!

Ada alat tulis juga.

Baju ganti juga!

Buku referensi bisa pakai HP.

Dengen begini, Uji Kemampuan berikutnya...

(Perinkgat Terpadu Uji Kemampuan, Peringkat 1, Nagi Umino)

Hebat, Umino!

Kau lebih pandai dariku!

Aku suka kamu.

Baiklah!

Berisik!

Maaf!

Pertama kalinya bisa tidur sampai jam segini.

Biasanya dibangunkan dengan paksa oleh keluarga.

Amano!

Seseorang tolong!

Cepat keluar!

Di sini?

Eh?

Tidak!

Kenapa kau masuk? Tak bisa dipercaya!

Habisnya kau teriak!

Aku pikir ada maling yang masuk!

Masuk!

Ini loh.

Aku ingin mandi setelah bangun tidur, tapi ada dia.

Tidak mungkin!

Makhluk hidup berkecepatan tinggi yang tak terkira arah geraknya,

aku tak bisa! Maaf!

Sudah jangan mandi!

Eh?

Melihatmu begitu aku jadi terpaksa melakukannya.

Maaf.

Untungnya sih semua bahan makan ada.

Tapi cuma bikin seporsi repot juga ya.

Amano sudah makan belum ya?

Kegunaan HP itu,

bukan cuma untuk media sosial loh.

Tunggu tunggu tunggu!

Tolong dong HP!

Tanpamu aku tak bisa belajar!

Oh iya charger!

Aku cuma bawa badan mana mungkin bawa charger!

Ya!

Paket.

Uh, buku paket dan buku tulis kan alat belajar.

Aku juga sudah bawa charger HP.

Padahal harusnya tak perl kirim sampah beginian.

Tak boleh terlibat satu sama lain.

Tolong. Biarkan saya belajar dengan itu.

Hah?

Apa?

Sampah itu adalah tumpukan benda berharga bagi saya!

Aku tak bisa melewatkan hari libur yang berharga ini tanpa buku paket!

Kalau Anda tak menggunakannya, tolong pinjamkan pada saya!

Bukannya tidak boleh terlibat?

Tidak masalah sih.

Hanya saja...

Eh?

Kurang kanan.

Yang benar dong tangkap cahayanya!

Ah.

Maaf.

Kenapa jadi begini?

Kalau kau tak niat aku buang sampahnya.

T-tolong jangan...

Oke, berikutnya Nagi ambilkan foto dari sudut atas kursi.

Ini demi buku paket!

Ambil seolah aku selalu menantikan hari libur.

Apa sudut ini tidak apa-apa?

Tapi memang...

Dia agak manis.

Tak heran dia populer di media sosial.

Kau tadi lihat, kan?

Aku buang beneran loh!

Ini...

- Yang disebut... - Sudah jangan bilang!

Kita ubah tempat.

Kali ini kita foto dengan alam!

M-masih ada?

Bagus sih bagus,

jelek juga tidak.

Yang mana jadinya?

Bisa-bisa sampai malam ini.

Hei.

Sekarang kita ke bawah pohon.

Eh?

Apa yang kau lakukan?

Aku hanya ingin cepat selesai.

Hebat.

Seolah bukan aku.

Beda orang yang motret bisa sebeda ini ya.

Ini pasti akan viral nanti!

Nagi, tolong fotokan lebih banyak!

Tidak mau.

Janjinya bukan begitu tadi.

Sudahlah, cepat fotokan!

Tidak mau!

Cepat!

Aku bilang tidak mau!

Hentikan!

Dasar!

Hei!

Makan ini!

Kenapa aku jadi main-main...

Gawat!

Foto yang tadi benar-benar viral!

Aku akan terkenal lagi, nih.

Ah, iya, iya.

Sampah yang kujanjikan.

Sudah kutaruh depan kamarmu.

Ya.

Oh iya.

Kenapa Nagi ingin belajar sekeras itu?

Eh?

Kalau itu sih...

Awal mulanya.

Bukan dari lahir, kan?

Ah, kalau itu...

Kau sudah lihat rumahku, kan?

Suatu saat, aku ingin membuat hidup orang tuaku lebih mudah.

Kenapa?

Tidak kok.

K-kalau begitu,

kenapa Amano tergila-gila pada media sosial?

Eh?

Aku?

Dengar Nagi,

internet itu menghubungkan orang-orang dari seluruh dunia.

Tahu?

Apa juga menghubungkan dengan selain dunia?

Kalau kita terkenal,

bisa jadi suatu hari tersampaikan.

Aku ingin sampai pada seseorang apapun yang terjadi.

Siapa?

Rahasia.

Bentar, bukannya harusnya tak boleh terlibat?

Ah.

Kelihatan enak!

Ajaran Keluarga Umino.

Balas utang budi berkali-kali lipat.

Makan sendiri-sendiri juga jatuhnya lebih mahal.

Setuju sih.

Enak!

Oh iya, barang-barangmu sudah sampai di kotak paket.

Eh?

More Indonesian subtitles for A Couple of Cuckoos

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left