Release info

❤❤Mama Fairy and the Woodcutter E11
❤❤Mama Fairy and the Woodcutter E09
❤❤Mama Fairy and the Woodcutter E10
A Commentary by katy_belekeme

Tags

other
Published on: 2018-12-11
Downloads: 48
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Follow my IG

@

@k

@ka

Apa kabar kalian semua?

Aku dalam perjalanan ke Profesor Jung.

Dia mengundangku makan malam.

Geum!

Kau mau pergi?

Ke kampus. Kau sendiri?

Professor Jung mengundangku makan malam.

Kau juga sebaiknya ikut.

Jangan pergi.

Apa ada yang terjadi?

Apa kau yakin Professor Jung...

pria yang kau tunggu selama ini?

Mungkin saja bukan dia.

Ya ampun, di sini rasanya panas.

Apa yang kau...

Bikin kaget saja.

Ya ampun.

Apa yang dia lakukan?

Apa dia memakai itu untuk menggodanya?

Tentu saja!

Sesuatu akan terjadi jika kita tidak bertindak.

Kita harus beritahu Ibu Peri.

Ibu Peri, bahaya.

Ini penting. Masuklah segera!

Geum, aku harus segera masuk.

Ke rumah? Maksudmu ke tempatmu?

Bukan, ke tempatmu.

Jadi kau datang membawakanku sup rumput laut?

Kau tahu yang paling mengherankan?

Faktanya aku yang membuat semua ini.

Aku akan menikmatinya, tapi...

sebentar nanti.

Kenapa kau harus bersikap aneh pada waktu seperti ini?

Aku ada tamu penting yang akan datang.

Waktunya hampir tiba, jadi tolong pergi.

Akan aku makan makanan yang kau bawa.

- Apa yang kau lakukan? - Tolonglah, sekali ini saja.

Apa kau mengusirku? Siapa memangnya yang akan datang?

Itu...

Bikin kaget saja.

Geum, kenapa kau di sini?

Itu...

Ini malam yang indah.

Silakan dinikmati meskipun tidak ada nasi yang tersisa.

Apa-apaan ini? Timur ketemu barat?

Selamat menikmati.

Ini lumayan enak kok.

Sial.

Asin, bukan? - Berhenti mengejekku.

Aku mengikuti resep online dengan benar.

Apa kau mencicipinya selagi memasak?

Tentu saja.

Aku kira semuanya sudah pas.

Ini lumayan kok.

Ibu Peri, berbohong akan membuatmu sakit perut.

Kalian ini.

Yang ini enak.

Tentu saja. Aku sendiri yang membuatnya.

Balutannya... Maksudku sausnya.

Aku menyiapkan dengan baik semua bahan yang aku masukkan.

Ini enak sekali.

Bukankah kau mau ke lab?

Aku bilang padanya bahwa aku bertemu denganmu.

Katamu ada urusan mendesak di lab.

Kim Geum, apa terjadi sesuatu?

Kenapa kita tidak minum?

Minum? Kenapa tiba-tiba minum?

Bukankah kau mau ke lab?

Setelah aku pikir-pikir, aku tidak mesti pergi.

Aku tidak bisa memberinya minuman di hari pertamanya datang.

Selain itu, Nona Soen mungkin saja bukan peminum.

Apa kau tidak apa-apa?

Ya, tidak apa-apa.

Tunggu, itu punya ibumu.

Kita habiskan dulu yang terakhir aku beli.

Ayo kita minum.

Kau sama sekali tidak punya sense.

Tunggu.

Penuhi gelasnya lalu refleksikan bulan ke minumannya.

Cahaya bulannya begitu terang, bawakan anggur hwawol.

Mizar.

Anggur hwawol buatanmu memang yang terbaik di alam peri.

Soal surat cintamu.

Maaf aku membacanya.

Kau tak punya keberanian memberikan surat itu,

lalu kenapa kau masih menyimpannya?

Aku yakin...

kau pun tahu alasannya.

Apa maksudmu?

Kau sama sepertiku.

Kau masih menyimpan suratnya...

tanpa bisa memberikannya ke orang itu.

Aku tidak salah, kan?

Beraninya kau.

"Dalam mimpi yang sia-sia,"

"Aku menanam bunga yang tidak akan mekar."

Itu lagunya...

Perisai Peri yang sedang populer di dunia peri sekarang ini.

Menanam bunga yang tidak akan mekar...

adalah hal bodoh dan menyedihkan.

Meskipun tidak mekar,

aku tetap memilih menanamnya.

Apa kau juga memberi Geum pot yang sama?

Pasien seperti apa yang konseling hari ini?

Kenapa kau ke sini?

Apa kau tidak merasa dingin dengan gaun itu?

Kapan kau akan kembali ke Gyeryong?

Bukankah pakaian itu sedikit ketat untukmu?

Kenapa kau suka berkeliaran di sekitar Profesor Jung?

Apa kau merasa nyaman dengan pakaian itu?

Nyaman kok.

Kaulah yang mengenakan pakaian yang tidak nyaman.

Kau kalah.

Minum ini.

Kau tidak bisa mengulang pertanyaan yang sama.

Apa yang salah denganku?

Tidak, tidak.

Permainannya soal menanyakan pertanyaan secara acak.

Tak ada salahnya menanyakan tentang topik yang sama.

Kau hanya perlu menjebaknya dengan pertanyaan-pertanyaan itu..

Profesor Lee, kau kalah, jadi akui itu dan minum saja.

Aku tidak menyangka kau mudah goyah seperti ini.

Aku tidak pernah goyah terhadap apapun.

Ngomong apa dia?

Astaga, ini rasanya enak.

Kapan kau belajar membuat cocktail?

Biarku bilang padamu.

Jika aku fokus, tak ada hal yang tak bisa kulakukan.

Pria yang kukenal tidak pernah melakuka hal seperti begitu.

Dia menghadapi ketidaknyamanan karena dia terlalu jujur dan kaku,

tapi dia selalu mematuhinya.

Nn. Seon, aku selalu ingin menanyakanmu ini,

siapa pria yang kau cari itu?

Aku tahu kau sedang membahas pria itu sekarang.

Itu benar.

Jadi katakan padaku. Siapa dia?

Suamiku.

Suamimu?

Apa kau tidak mengenali suamimu?

Anggap saja semua pernyataanmu benar.

Tapi kau tidak kenal siapa suamimu?

Itu jauh lebih tidak masuk akal...

daripada fakta bahwa umurmu sekarang 699 tahun.

Bagaimana bisa kau melupakan pria yang sangat kau cintai?

Itu namanya bukan cinta.

Peri Seon, kenapa menangis?

Aku...

Aku tak bisa mengingat wajahnya.

Apa maksudmu?

Berhentilah menangis dan katakan ada apa ini.

Aku masih samar-samar mengingat wajahnya kemarin,

tapi kemudian semuanya menghilang dari kepalaku.

Kau bilang peri akan kehilangan kemampuan mereka...

jika mereka tidak tinggal di dunia mereka untuk waktu yang lama.

Kau menikahi pria itu...

dan sudah hidup di alam baka terlalu lama.

Mungkin, para dewa marah.

Aku juga lupa caranya terbang..

Ayolah, Profesor Lee. Itu terjadi 699 tahun yang lalu.

Jadi bagaimana dia bisa ingat?

Aku juga tidak ingat Mensa Internasional.

Wajah seorang suami bukan seperti matematika.

Kenapa kau bawa-bawa itu?

Hei.

Kurasa aku sedang dihukum.

Aku hanya ditinggalkan dengan luka hati...

dan tidak bisa mmengingat wajahnya.

Bukan begitu..

Bukankah rasanya jauh lebih sakit...

dilupakan oleh istri tercinta dibanding tidak mengingat suaminya?

Kurasa, suamimulah yang sedang kena hukuman.

Apa kau pikir dirimu penyair?

Kau yang usul kita untuk minum, jadi berhenti bicara omong kosong...

dan cepat minum.

Apa kau punya soda?

Tiba-tiba aku merasa tercekik.

Minum soda tidak akan menyelesaikan itu.

Kau seorang dokter. Jangan katakan kau menyimpan soda untuk gangguan pencernaan selama ini.

Baik, aku menaruh doenjang pada luka...

dan minum soda untuk gangguan pencernaan.

Aku meresepkan sup Dongchimi juga...

untuk pasien yang kena asam lambung.

Perilakumu tidak membantu sama sekali.

Cepat beli soda dengan Geum.

Sekarang juga.

Kebiasaan minummu lumayan buruk.

Apa ada yang kau butuhkan, Ibu Peri?

Tidak ada. Hati-hati ya.

Oke.

Kau pasti sangat dekat dengan Profesor Jung.

Maaf menyelamu,

tapi aku menyukainya.

Aku mengerti kau adalah peri...

dan bahwa kau hidup selama 699 tahun.

Tapi tolong tinggalkan dia.

Dia seorang yang membuatku tergila-gila.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left