The first 197 lines.
Menyeberangi Lautan untuk Menemuimu
Episode 14 -
Hei, Guoguo, aku tidak suka caramu berbicara. Aku bergantung pada apa di industri kita?
Satu kata: Kesetiaan.
Bisakah kau tidak menyamakan aku dengan para gadis materialistis, tidak setia, dan menjilat siapa saja?
Aku paling mengenal Tony.
Apa kau tahu bahwa ini strategiku?
Apa kau ingat orang yang menjadi sorotan tahun kemarin?
Dia ada di beberapa drama historis.
Ah. - Dia...
Berapa banyak proyek yang dia terima tahun lalu?
Rahasianya terbongkar, bukan?
Tapi penonton menjadi bosan. Makanya dia langsung diturunkan, kan?
Hubunganku dengan penggemarku sekarang: Hubungan yang tidak terlalu dekat maupun terlalu jauh adalah lebih normal.
Tidak terlalu dekat atau terlalu jauh itu bagus.
Yang kau lakukan sekarang adalah menghilang dan muncul kembali tiba-tiba.
Hei, di mana Ye Lisa?
Apa? Mau bertengkar?
Bertengkar apa? Memangnya aku kurang kerjaan?
Apa yang dia maksud dengan ucapannya terakhir kali? Apa ini tentang anti penggemar? Dan grafik popularitas?
Oh, aku sudah membantumu menyelidikinya.
Hanya beberapa anti penggemar yang menyebarkan isu. Tapi jangan cemas, dengan kemampuan kita, mereka takkan bisa mempengaruhimu.
Mengapa perusahaan tidak mengeluarkan pernyataan untuk melindungi artisnya?
Apa kau bodoh? Kenapa ada orang yang berusaha menghancurkan reputasimu?
Kau populer. Kenapa aku tidak melihat ada yang berusaha merusak reputasi Ye Lisa?
Bukankah perusahaan tidak mau menarik perhatian? Jika masalah ini mencuat, tidak mudah menyelesaikannya.
Mereka sebenarnya mengatakan aku jelek. Kaulah yang jelek! Seluruh keluargamu jelek!
Bandingkan saja kedua foto ini.
Bukankah foto "tampilan alami" punyaku mampu menghancurkan foto "artistik" punyanya kapan saja?
Guoguo, kau memakai make-up pada foto ini.
Benarkah?
Ini semua tidak penting. Apa kau tahu itu?
Yang perlu kita ketahui adalah positif.
Jauhi energi negatif macam ini. Mari baca lebih banyak pujian yang menyemangati.
Aku cuma ingin melihat yang mereka katakan.
Sekarang aku memilikinya. Ye Lisa ini tidak punya cukup IQ.
Tak usah pedulikan tentang para anti penggemar itu.
Benar. Sangat, sangat benar. Kau tahu itu?
Pemikiranmu semacam ini sangat benar. Kita harus tunjukkan saja pada mereka prestasi kita
biar mereka semua terdiam!
Ayo pergi. Mari melatih kemampuan kita.
Tony, Tony, Tony. Aiyo, ponselku.
Kakak Chu, duduk, duduk.
Duduk. Duduk. - Hei, Kakak Chu,
air. - Ini masih panas.
Pelayanmu sangat takut.
Tidak... tak apa.
Aduh, Kakak Chu.
Proposal yang kau buat sangat bagus.
Bagus.
Lihat betapa berbeda. Tatapan Jiajia padamu sekarang. - Tidak sama.
Matanya bersinar dengan kata "kekaguman" di dalamnya.
Kekaguman.
Katakan, berapa banyak orang di departemen ini yang akan mati karena kecemburuan mereka padamu?
Mati karena cemburu padamu.
Orang yang memiliki bakat dan kepandaian ditakdirkan menderita.
Chu... apa maksudmu?
Berhenti mengutukku.
Chu Chu begitu tersentuh.
Chu Chu begitu tersentu.
Jangan khawatir. Jika atasan memberiku penghargaan, aku pasti takkan melupakan kalian berdua.
Kakak Chu, tak perlu repot-- - Terima kasih. - Apa yang kalian obrolkan?
Kalian mengobrol saja.
Direktur Su.
Aku tidak memakai sepatu hak tinggi hari ini.
Oh...
Proposalmu lumayan. Kau harus bekerja lembur beberapa malam agar bisa menyelesaikannya.
Aku tidak sehebat itu. Aku menghabiskan tiga jam saja untuk menyelesaikannya.
Sungguh? Berhubung kau merasa kemampuanmu setinggi itu,
kalau begitu mari pergi bersama untuk memeriksa lokasi.
Apa ini dianggap penghargaan?
Itu benar. Penghargaanmu adalah kau tidak perlu tinggal di kantor untuk melakukan pekerjaan tidak penting.
Lagipula, meninjau lokasi wisata adalah tugas departemen kita.
Kau juga akan pergi? - Tentu.
Duduk. Duduk.
Bukankah kau mengatakan aku seharusnya tidak cuma melihat ke bawah dari atas?
Aku juga harus berdiri di level dasar dan melihat jauh. Sebagai pemimpin,
aku harus melakukan sesuatu sendiri, dan membuat diriku jadi panutan bagi yang lainnya. Bukan begitu?
Kau benar-benar cepat belajar.
Ini adalah proyek penting bagi perusahaan.
Hampir semua karyawan di departemen kita akan dikirim.
Jika kalian terus menguping seperti itu, kalian akan jatuh.
Direktur Su.
Cepat siapkan barang-barangmu. Kenakan pakaian simpel dan ringan.
Tempat yang akan kita tuju agak terpencil. Dan juga, kita ke sana untuk bekerja, bukannya bersenang-senang.
Baik.
Ingat untuk membawa kuaci.
Bukankah kaulah yang akan membawa itu? - Lalu apa yang akan kau bawa?
Aku akan bawa keripik kentang.
Kau juga harus bersiap-siap.
Aku seharusnya tetap pakai sepatu hak tinggi.
Ditenun dan diimpor dari Perancis,
penyangga pegas lembut yang sangat bagus
untuk Chu Chu.
Ini edisi terbatas spesial oleh Guoguo.
Kak, - Ya.
bagaimana menurutmu?
Cukup bagus, tapi
kenapa kau mencetak gambar pada kasur?
Itu karena aku takut Chu Chu takkan bisa melihatku dan ketika dia melihat gambar ini, dia akan memikirkan aku.
Bahkan di dalam mimpinya, akan ada jejakku.
Mengembangkan perasaan seiring berjalannya waktu. Perlahan,
aku akan menjadi kekasihnya di dalam mimpinya.
Dari mana kau belajar taktik ini? Aku bisa menjamin bahwa dia takkan menerimanya.
Aku tahu.
Makanya aku memohon padamu.
Kak, jika kau memberikannya pada dia, dia takkan menolak.
Aku takkan melakukan tugas yang sulit dan tanpa pamrih. Siapa yang mengatakan bahwa
kita seharusnya tidak saling mencampuri hubungan asmara satu sama lain?
Jika kau mau memberikannya, berikan sendiri.
Tunggu! Jangan bilang kau memanggilku ke sini karena itu, kan?
Baiklah. Kau tak mau bilang, kalau begitu aku pergi dulu.
Hei, Kak, Kak! Aku akan katakan, oke?
Beberapa hari lalu, aku bertengkar dengan Ayah.
Ibu ingin aku datang ke rumah hari ini. Ikutlah denganku.
Oh, Nona Tang,
kau bisa takut juga? Satu hal menjinakkan yang lain.
Dengan watak Ayah, siapa yang bisa menjinakkan dia? Seolah-olah kau tidak takut padanya.
Itu bukannya takut. Itu karena aku tidak ingin pulang dan berdebat dengannya, oke?
Bagaimana jika begini? Berikan kasurnya atau pulang ke rumah denganku. Kau harus pilih salah satunya.
Kalau begitu aku berikan saja kasurnya.
Aku akan pergi berperang sekarang. Sampai nanti.
Mengurus bunga-bungamu, ya?
Hei, iya. Oh, Xiao Zheng.
Aku baru saja mencarimu.
Ada apa? - Aku ingin meminta bantuanmu untuk sesuatu.
Begini.
Putriku akan menikah bulan depan.
Selamat! Oh, maaf. - Terima kasih. Terima kasih.
Kudengar kau sangat berpengetahuan tentang perabotan dan peralatan rumah.
Aku ingin membeli satu set aksesoris tempat tidur. Bagaimana jika kau memberiku beberapa rekomendasi?
Aksesoris tempat tidur? Yang paling penting adalah kasurnya.
Kasur yang bagus bisa meningkatkan kualitas tidur seseorang.
Materialnya bisa dibagi ke dalam empat jenis.
Ada kasur lateks, busa, pegas, dan udara.
Tapi menurut pendapatku, jenis busa lebih sesuai bagi orang lebih muda.
Hati-hati. - Dari ketiga itu, selama materialnya lembut dan menangani berat dengan baik, semua boleh juga.
Aku akan memilih kasur udara, karena itu lebih nyaman saat bergerak.
Xiao Zheng, aku percaya padamu.
Bawa ke depan.
Mengenai hal lainnya, aku tak bisa mengerti itu.
Penyakit pekerjaan. Penyakit pekerjaan. - Zheng Chu!
Hah? - Hati-hati.
Kenapa kau di sini?
Temanku.
Apa kau pindah?
Hari ini aku jadi pekerja untuk pindahan. Aku ke sini untuk menyelesaikan misiku.
Guoguo memberikan ini untukku?
Benar. Ini agak ekstrem, tapi takkan masalah jika kau memakaikannya seprai.
Bisakah aku menolaknya?
Jika kau tak mau, kau bisa katakan sendiri padanya.
Oh, iya, Paman Wang!
Bukankah kau bilang kau ingin membeli kasur?
Lihat yang ini. Ini kasur impor asli.
Bahkan ini edisi terbatas selebriti. Putrimu pasti akan menyukainya.
Kau... ini... Kau memberikan ini padaku?
Anggap saja sebagai hadiah pernikahan untuk putrimu.
Tak perlu sungkan denganku.
Bagaimana bisa aku menerima itu? Aku akan membayarnya.
Mana bisa begitu? - Tidak. Tidak. - Mari, Pak.
Tolong bantu aku membawa kasur ini ke atas.
Paman Wang, tunjukkan mereka jalannya. - Ini...
Terima kasih. Terima kasih. - Sama-sama.
Pak, ikuti aku.
Pelan-pelan... - Pelan-pelan.
Hati-hati.
Kau tidak khawatir nanti jadi masalah? Saat Guoguo datang, jelaskan sendiri kepadanya.
Memberikan kasur mendapatkan penggemar. Dia harus berterima kasih padaku.
Aku tak berperasaan? Kau bilang aku tak berperasaan?
Kutanya padamu. Mengapa dia sakit?
Mengapa sekarang dia terbaring di rumah sakit?
Apa karena aku? Katakan! Apa karena aku?
Itu karena karma yang dia ciptakan sendiri di masa lalu. Dia pantas mendapatkannya.
Shanshan,
Ayah sedang dalam operasi. Dapatkah kau datang melihatnya?
Aku sedang di lapangan. Tidak sempat ke sana.
Bagaimana?
Operasinya berhasil.
Setelah efek anastesinya berlalu, dia bisa kembali ke kamarnya dan kau boleh mengunjunginya.
Terima kasih, Tang Ming. Kau telah bekerja keras.
Ya.
Pintu putar tidak dipelihara bertahun-tahun dan telah rusak parah.
Lobi dalam renovasi namun tetap digunakan untuk menerima tamu.
Mereka jelas tidak memiliki personel yang memadai di meja depan.
Menempatkan pot tanaman di lantai bukan hanya merusak pemandangan tapi juga mudah membuat tamu tersandung.
Apa ini? Elevatornya tidak memiliki tanda yang jelas.
Ada apa?
Apa kau sudah selesai? - Aku...
Ini hostel. Kau kira ini hotel bintang lima?
Kak Chu, ini penyakit akibat kerja. Kau sebaiknya segera mengobatinya.
Kebiasaan. Aku tak akan melakukannya lagi lain kali.
Nanti saat kita naik ke atas, jangan berkeliaran memeriksa ini itu. Bertemu di lobi setelah setengah jam.
Jiajia,
Periksa di dekat sini apakah ada hotel yang layak.
Juga urus masalah akomodasi untuk pemandu wisata.
Gu Yuan dan Ella,
kalian pergi dan buat pengaturan makanan untuk tim.
No comments yet. Be the first to leave one.