The first 200 lines.
SEBUAH FILM KARYA WANG BING
HU ZUGUO 19 TAHUN DARI XUANCHENG, PROVINSI ANHUI
KOTA ZHILI, LOKAKARYA 93 LIMIN ROAD
Aku menang!
LU SHENGNAN 20 TAHUN, DARI ANQING, PROVINSI ANHUI
Aku menang, aku menang!
-Aku mengalahkanmu! -Tidak, aku yang pertama selesai.
Ya, benar, Zuguo.
Aku juga sudah selesai.
Aku tak peduli. Pemenang mendapatkan hadiah.
-Aku yang pertama selesai, Shengnan. -Usaha yang bagus.
Aku sudah menyelesaikan jahitan terakhir.
Tapi, aku sudah selesai saat kau memanggilku.
Aku menang, ya? Kau mendengarnya!
Aku yang lebih dulu bilang selesai.
Sebelum dirimu.
Aku selesai lebih awal.
Aku juga, tapi aku memang juga sudah mengatakannya.
Bodoh.
Kau tahu aku selesai lebih awal.
Terima saja, Zuguo.
-Baiklah, pilih hadiahmu. -Para pria itu pecundang.
Baiklah. Pilih hadiahmu.
-Biarkan aku memikirkannya... -Katakan apa yang kau mau.
Aku masih belum tahu.
Begitu? Baiklah, aku yang akan mengambil hadiahnya.
Kau bisa ambil setengah.
Periksa kotak pesanmu.
Aku mengirimkanmu pesan.
Ada banyak pesan masuk.
Telepon aku.
Berapa nomor teleponmu? 1-8 berapa? 187?
187?
Biarkan aku memeriksanya.
Apa itu 18767253150?
Tunggu.
Tidak, aku 1836726... seperti itu.
6726...
Aku tak bisa menemukannya.
...8404.
Tidak, itu nomorku.
Berapa nomormu?
Nomormu 18767253150.
18767...
Milikku adalah nomor lama, 182
182!
Kalau begitu, 18268207742.
Sudah?
Apa yang kau inginkan?
Berbelanja tentunya.
Tidak, aku bisa belanja di internet.
Menggunakan ponselku.
Tapi, apa mereka bisa mengirimkannya padaku?
Tentu saja.
Aku tidak ingin pergi keluar sekarang.
-Mandilah sekarang. -Kenapa?
-Ayo, kau boleh mandi lebih dulu. -Baiklah.
Hei, hati-hati!
Siapa di dalam?
Siapa yang ada di toilet?
Ini aku.
Lu Wei sudah pulang. Tempat tidurnya sangat berantakan.
Aku sendirian di asrama.
-Aku akan mandi dahulu. -Baiklah.
Itu air panasmu.
Ambillah.
Oh, tidak, di sini.
Aku akan turun.
Ambil saja milikku.
Zuguo!
Ayo, cepat!
Apa?
Keluarlah.
Jangan hanya bicara padaku, keluar.
Kenapa kalian tak mandi bersama?
Atau haruskah aku mandi denganmu?
Kau tak membuatku takut.
Baiklah, buka bajumu.
Ayo, buka.
Oh, terdengar dengan jelas, Fang Lin.
Ayo mandi bersama.
Ayolah, 5 menit!
Aku butuh 100 menit.
Coba saja, aku akan mendobrak pintunya.
Selalu menelepon, tak pernah berhenti.
Kau pria yang bebas, 'kan?
Ada teman kencan?
Kau seharusnya pergi menginap.
Ke mana dia pergi?
Aku tak bisa melihatnya.
Kue beras kukus?
Goreng.
Aku mau satu.
Apa nomormu menang?
"Coba lagi."
Biarkan aku melihatnya.
Coba lagi, 'kan?
-Kalau begitu, buang saja. -Aku bisa menukarnya.
Atau haruskah aku menyimpannya?
Aku akan mengembalikannya besok. Kau pikir aku akan menjualnya?
Waktunya makan, aku lapar.
Giliranmu, Shengnan.
-Apa? -Aku sudah selesai mandi.
DU MENG 16 TAHUN, DARI XUENCHENG, PROVINSI ANHUI
Kau bilang pukul 10.
Apa aku mengatakannya?
Jika aku mengatakan itu...
Kau lupa?
Aku tak bisa mengirimkannya sebelum pukul 11.
Tapi, aku bisa mencobanya.
Tak mungkin aku bisa melakukannya.
Jadi, apa yang kau lakukan di sini?
Hanya menghabiskan waktu.
Lepaskan, lepaskan! Minggir!
Jika kita harus berhenti, berhenti.
Mustahil kita bisa selesai sebelum jam 11.
Aku bahkan belum mengerjakan semua kantong belakang!
Sama sekali belum ada yang selesai.
Gila.
Kita butuh dua sampai tiga jam.
Aku butuh tiga jam.
Bergegaslah!
Baiklah, kalau begitu, 30 menit.
Mustahil!
Kerah akan memakan waktu selama itu, di luar jahitannya.
Apa bagian tengah menyatu?
Ya.
Ini tak mudah.
Jahitlah di atasnya.
Aku hanya bertanya satu hal, sisanya mudah.
Dia harus menyelesaikan bagiannya.
Bukan hal yang rumit.
Cukup kerjakan bagian ini.
Lihat? Hanya dua hari.
YAN YOUYUN, AYAH SHENGNAN Bantu aku.
Aku sudah berjanji akan menyelesaikan bagian ini dulu.
Jika dia keluar sekarang,
LU LANZHI, IBU SHENGNAN
aku tak bisa menyelesaikan bagian ini tahun ini.
Chen Hao mengecewakanku.
Aku sudah memperingatinya. Dia takkan kembali.
Jika kau mau dibayar, lakukan pekerjaanmu.
Tak bekerja, tak ada bayaran.
Aku takkan lagi jadi seorang dermawan.
Aku paham, dia harus menyelesaikan bagiannya.
Tapi dengar, usia kandungannya sudah dua bulan.
Kami kehabisan waktu, dia harus melakukannya dalam dua hari.
Dua hari, baiklah, tapi aku butuh bantuanmu.
Apa dia akan melakukan aborsi di rumah?
Silakan!
-Tolonglah, dengarkan aku. -Katakan padaku.
Dia tak bisa lagi menyembunyikannya,
itu sudah terlihat jelas.
Kami takkan mengatakannya pada siapa pun.
Jika dia pulang untuk melakukan aborsi,
orang tuaku akan terkejut.
Mereka berdua punya riwayat tekanan darah tinggi.
Kalau begitu gunakan uang sakumu dan lakukan itu di sini!
Cukup mendapatkan cairan salin, dan tinggal beberapa hari di klinik.
Ambillah hari libur, tak masalah!
Tapi, dia harus menyelesaikan pekerjaan ini dahulu.
Lalu dia bisa bersantai, bekerja dari rumah.
Dia harus tetap tinggal di sini, di Zhili, ya?
Kami bisa mengantarnya ke klinik.
Dengar, begini. Keluarga Zuguo...
Mereka tak punya...
Kau tahu, apa yang kita punya.
Tapi, Shengnan bukan pelacur, kau tahu?
Tentu saja!
-Dia seperti putriku sendiri. -Tentu saja.
Bos tahu itu, 'kan?
Kau juga, aku tak perlu menjelaskannya.
Jika Shengnan menikah, dia tak boleh bekerja.
Kami tahu, kami tahu!
Semua orang tua pasti mengerti. Kau tak perlu menjelaskannya.
Jika dia anak yang liar,
aku takkan peduli dengan siapa dia akan menikah.
Baiklah, kami paham.
Jadi, kau akan melakukan aborsi?
Ya.
Aku sudah bilang ke Zuguo, mungkin aku terlalu cemas,
tapi kemarin aku siap
untuk membantunya melakukan aborsi.
Aku bilang, "Aku menunggu seharian untuk mendengar jawabanmu."
Hari ini dia bilang, "Tidak. Dia harus mempertahankannya."
Aku bilang, "Apa kau punya hak?"
Aku mengatakan bahwa dia belum menikah dengannya,
jadi itu bukan haknya.
Dia masih putriku.
Apa kau punya hak untuk mengaturnya?
Aku bilang, masih ada kesempatan,
dia takkan melakukan aborsi hari ini.
Orang tuamu akan datang,
dengar apa yang akan mereka katakan,
apakah Ibumu benar menolaknya.
Hari ini, aku berencana membawa Shengnan ke klinik.
Tapi, aku masih menunggu.
Ibunya menghubunginya,
jadi aku memberi tahunya hal yang sama.
Aku mengatakan padanya...
No comments yet. Be the first to leave one.