The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Hei, Nona.
Kau teler?
Tidak.
Aku hanya menatap jurang hidupku.
Itu lukisan terakhirku.
Aku menyukainya. Minimalis.
Maka itu sempurna.
Ibu menjalani kehidupan kecil dan sepele di bawah bayang-bayang pecandu alkohol.
Ayolah, Ibu. Semua orang mencemaskanmu.
Kami tak mau Ibu pura-pura mati sendirian. Kembalilah ke pemakamanmu.
Coyote punya kisah yang harus Ibu dengar.
Semuanya Frankie. Tak ada Grace yang terlibat.
Apa ini tentang Coyote dan Jessica bersama?
Ya.
Itu bukan cerita yang bagus.
Ibu hanya ingin sendirian.
Tapi Ibu akan melewatkan hal besar yang akan kami lakukan.
- Apa? - Baiklah.
Akan kuberi tahu.
Sekarang.
- Kabar baik, dia turun. - Baiklah.
Kabar yang lebih baik, kalian akan menikah hari ini.
Maafkan aku, Sol.
Tidak, ini bukan salahmu.
Hanya saja…
jika malam seperti itu…
malam yang mengubah seluruh hidup kita bisa hilang…
Aku takut kau juga akan kehilangan ingatan tentangku.
Dengar, kau benar. Aku punya masalah.
Kita akan menemui dokter seperti yang kau inginkan.
Maaf aku…
keras kepala soal itu.
Kau memang keras kepala.
Hanya itu caraku memintanya datang ke sini.
Dan dia akan memimpin.
- Aku sungguh tak nyaman dengan ini. - Aku tahu.
Setidaknya kami harus bisa memilih pemimpin sendiri.
Rodman?
Kami pilih Dennis Rodman.
Lakukan pernikahan yang sebenarnya nanti. Ini hanya untuk pertunjukan.
Pemakaman palsu kini menjadi pernikahan palsu?
Mereka mengarang hari raya palsu. Itu cocok.
Lakukan saja. Ini tak nyata. Agar Ibu senang.
Seperti Abad Pertengahan?
Aku berjanji, Jessica…
pernikahan kita hari ini sama sekali tidak berarti bagiku.
Ini argumen penutupmu?
Tidak.
Aku butuh lebih dari satu pernikahan untuk menampung semua cintaku.
Penyelamatan bagus.
- Sol, di mana konfeti bungaku? - Akan kucari.
Bagaimana kita kehabisan vodka? Bukankah Grace tinggal di sini?
Naiklah.
Dia punya vodka kamar mandi, vodka kamar tidur, dan vodka lorong atas.
Sesuatu yang biru.
Tidak.
- Sesuatu yang tua? - Tidak.
Kenapa semua orang masih di sini?
-Pemakaman seharusnya sudah usai. - Pemakaman sudah usai, Sayang.
Frankie pergi.
Kini, kami coba mengadakan pernikahan untuk melihat apakah sesuai keinginannya.
Pernikahan sungguhan?
Belum jelas saat ini.
Hei, kau mau ke mana dengan vodka lantai atasku?
Hei. Aku baru saja menelepon Taneth,
dan sepertinya ada perampingan.
Barry.
Kau juga lajang dan menganggur?
Tidak. Pekerjaanku sangat aman, syukurlah.
Tapi Mallory tak lama lagi akan keluar dari perusahaan.
- Kau bercanda? - Tidak.
Aku akan berhenti sebagai protes, tapi ada banyak pergolakan
- di hidupku saat ini. - Karena aku batalkan
mentega mata? Akan kujelaskan pada Taneth. Berikan ponselmu.
- Dia takkan menjawab dari nomorku. - Bukan karena itu.
Dia hanya berpikir Mallory lemah.
Katanya, dia pemimpin yang lemah.
Taneth adalah monster pendendam.
Bukan dalam arti baik.
Baiklah.
Akan kutangani ini. Jangan bilang apa pun pada Mallory.
Benar.
Aku tak pandai berbohong.
Kau harus pergi.
Tapi aku harus berbohong soal alasanku pergi.
Astaga, aku mulai lepas kendali.
- dari semua kebohongan beracunku… - Astaga. Barry! Pergi saja dari sini.
Maksudku, merupakan tanggung jawab pemberi warisan
untuk memberi tahu pewarisnya izin apa yang dia berikan.
Kau harus hentikan itu.
Ya? Pertama, aku kehilangan pendengaranku. Kedua, kau pria dewasa.
Satu-satunya yang bisa memberimu izin untuk apa pun adalah kau.
Kau benar. Aku tidak perlu meminta izin.
- Aku memberi izin. - Ya.
Aku pemberi izin.
Hei, Allison.
Coba tebak.
Aku bisa melakukan apa pun. Aku bahkan bisa berhenti bekerja.
Tidak. Kau butuh izinku untuk itu.
Aku tak mau bicara denganmu.
Aku tak mau bicara padamu sebelum kau tak mau bicara padaku.
Itu mustahil.
Karena aku baru saja bilang aku tak mau bicara padamu.
Aku tak bisa memberitahumu sebelumnya karena aku tak mau bicara padamu.
Kudengar kau meninggalkan pemakamanmu.
Aku tak sanggup mendengar semua hal indah yang semua orang katakan tentangku.
Hanya aku.
Kau tak disebut sekali pun.
Bagus. Di usiaku, aku selalu menghargai
saat namaku tak disebut di pemakaman.
Bagaimana rapatnya?
- Kau sudah memeriksa pesanmu? - Tidak.
Luar biasa.
Tidak, lebih baik.
Lebih dari bagus.
Tapi kau meninggalkan pesan. Kenapa kau meneleponku?
Jelas untuk menyombongkan diri.
Aku tak percaya padamu, dan aku akan memeriksa pesanku.
Andai aku bisa menemukan ponselku
- sebelum aku meninggal. - Sial.
Baik, terima kasih.
Sampai jumpa.
- Kau bicara dengan siapa? - Dokter penyakit dalamku.
Kita punya janji untuk menemuinya,
dan dia sudah memberiku nama ahli saraf.
Kita harus mulai membahas soal menyiapkan rumah kita
untuk yang akan terjadi.
Kita akan menempel catatan untuk mengingatkanku pada semua hal
seperti mematikan kompor.
Lalu kita akan menonton Memento lagi, melihat bagaimana Guy Pearce melakukannya.
Kita harus membuat rencana perawatan masa depanku
agar semua bebannya tak jatuh padamu.
- Aku bertindak. - Kulihat itu.
Bahkan, tampaknya kau langsung bertindak dari menyangkal.
Ya, begitulah caranya.
- Kita melewatkan bagian sedih dan muram. - Kini kau mengerti.
Tapi aku paling ahli dalam itu.
Hei.
Kau baik-baik saja? Aku sempat mencemaskanmu tadi.
Aku baik-baik saja.
Itu hanya semacam kejang perasaan.
Tapi…
terima kasih…
kau menaruh lenganmu di sekelilingku.
Jadi, Mal, kau sungguh bahagia dengan pekerjaanmu?
- Apa? - Sudahkah kau pikirkan
apa lagi yang ada di luar sana untukmu?
Kenapa kau terdengar seperti perekrut Herbalife?
Aku hanya berpikir kau disia-siakan di Say Grace menjadi pelayan Taneth.
Maaf, tapi aku bukan pelayan lagi.
Ya? Manajemen atas melihatku sebagai komandan berkuasa.
Benar. Tapi kau orang yang kreatif sepertiku.
Orang seperti kita akhirnya selalu diabaikan
- di lingkungan perusahaan. - Aku tak merasa diabaikan.
Kurasa tidak lama lagi.
Jadi, aku harus berhenti dari pekerjaan hebatku untuk bekerja sendiri sepertimu.
Itu menarik.
Karena kau tak butuh Taneth.
Kau tahu yang kupikirkan? Kurasa kau menderita sekarang
dan kau iri akan kesuksesanku dalam pekerjaanmu yang dulu.
Kini kau mau aku sengsara sepertimu.
Astaga.
Kau takkan pernah semenderita aku.
Hanya karena ini bar terbuka, bukan berarti kau harus memanfaatkannya.
Aku tak mengemudi.
Aku tinggal di atas.
Kau mungkin butuh orang untuk mengantarmu ke atas.
Tentu saja, selalu di tempat yang paling logis.
Ibu, upacaranya dimulai dan kau memulainya.
Aku datang.
Frankie, angkat teleponmu.
Aku tak bisa menyanyi tanpamu.
Kita punya peluang membuat kesepakatan ini.
Tatapan apa itu?
Ini tatapanku yang berarti "wah, wah, wah".
Kukira itu tatapan "mungkin perutku kembung".
Keduanya mirip.
Tapi ini tatapan "seseorang tak bisa mendapat kesepakatan tanpa Frankie".
Selamat datang.
Hari ini, kita merayakan komitmen Coyote dan Jessica.
Bagaimana kau dapat pekerjaan ini? Kau tak paham komitmen.
Mari kita berdoa agar Coyote dan Jessica
akan menjadi rekan sejati yang selalu saling mendukung.
Mari kita juga berdoa Jessica tak mengkhianati pasangannya.
Dan mereka akan selalu ada untuk satu sama lain.
Seperti jika Jessica mendapati dirinya sekarat,
Coyote akan berpikir dua kali tentang meninggalkannya untuk pergi ke rapat.
Bagaimana jika Coyote sudah ditinggalkan Jessica di hari yang paling penting
di karier mereka?
Kurasa percakapan ini
agak mengganggu alur pernikahan.
Maaf, hadirin pernikahan,
tapi Grace hanya getir karena dia tahu bahwa kariernya
tak bisa bernyanyi sendiri.
Aku tak pernah bisa membuatmu berhenti bernyanyi.
Tapi saat aku butuh kau bernyanyi, kau tak bisa ditemukan.
Wanita itu merusak mesin karaokeku dan menyalahkan cucunya.
Kau bisa menyalahkan anak-anak?
Itu tidak disukai.
No comments yet. Be the first to leave one.