The first 200 lines.
Tunggu.
Dengan tenang.
Aku mencium aroma mu, Juru tempa.
Menarik sekali.
Tidak banyak orang bisa membaui pendidikan.
Ini bukan pendidikan.
Ini sebuah kutukan.
Ini mudah untuk dideteksi.
Kau hanya harus tahu seperti apa aromanya neraka.
Dan kau tahu bagaimana aromanya neraka?
pernah membauinya, pernah mencicipinya, pernah melihatnya.
Kau juga seorang yang beriman, bukan begitu?
Mungkin seorang Sufi, Aku rasa?
Semacam itu.
Kesetiaan ku sudah jadi bahan interogasi selama beberapa tahun,
dan reparasi dari hati ku sangat jauh.
Kalau kau memiliki Tuhan,
maka kau juga mungkin memiliki Iblis.
Dan kalau Tuhan menciptakan segalanya,
maka Dia juga menciptakan neraka.
Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda,
"Satu hari nanti tidak ada umat manusia yang tersisa di Neraka."
Mungkin aku sedang melakukan pekerjaannya
dan nanti akan tiba masanya ketika kesetiaan ku disempurnakan.
Bagaimana caranya kolektor yang sederhana ini
bisa melayani anda malam ini, Juru Tempa?
Di dalam perjalanan ku, Aku mendengar kabar
bahwa kau memiliki sebuah cermin transmisi besar Carpathian.
Ohh.
Sayang sekali aku harus katakan bahwa beberapa tahun yang lalu.
Telah dibeli dari ku oleh sepasang pasangan dari Kolkata
yang tidak keluar selama siang hari,
Kalau kau paham maksud ku.
Aku paham.
Sial.
Tapi aku punya suatu yang lain yang mungkin bisa menarik.
Sebuah cermin jauh.
Itu cerdas, kalau itu bisa membanggakan.
Itu akan membaca pikiran mengarahkan mata bathin mu.
Saat aku mengarahkan,
ucapkan nama mu dan tepukkan tangan mu.
Dan benda itu suka dipanggil "tuan."
Cermin itu ingin dipanggil tuan?
Bukan aku yang membuat aturannya.
Aku hanya menjalankan toko.
Tuan! Kau akan mematuhi perintah
dari orang berikutnya yang menyebutkan namanya.
Isaac.
Tuan Cermin, lihatlah keinginan ku.
Ha!
Betul seperti itu! Apa kau masih bernapas, pengkhianat?
Bagus.
Tuan Cermin, ada dimana kita?
Hmm.
Aku tidak mengenali tempat ini.
Tuan Cermin, kastil siapa yang kau tunjukkan padaku ini?
Carmilla.
Jadi inilah Styria.
Apa ini benda yang berguna?
Aku berterima kasih pada mu dengan sangat.
Hmm. Bawalah cermin itu. Itu jadi milik mu.
Kau akan memberi pada ku barang seberharga itu sebagai hadiah?
Aku berikan.
Aku merasa kau tidak banyak mendapat hadiah dalam hidup mu,
dan itu membahagiakan ku untuk memperbaiki keseimbangan itu.
Juga, Aku benar-benar berharap untuk pergi ke neraka satu hari,
dan itu akan jadi situasi dimana aku akan senang
untuk dihutangi balas budi oleh seorang Juru Tempa.
Kita akan temukan sebuah kapal.
Kami tidak akan mengangkut pembawa ilmu mistik dan iblis.
Kau akan keluar dari kota ini sekarang juga,
atau hadapi konsekuensinya.
Memang itu niat ku.
Aku jalan ke pelabuhan untuk temukan kapal sekarang.
Tidak. Kau akan tinggalkan kota ini.
Ya, dengan perahu.
Satu kata lagi dan kau akan mati, dan berikutnya monster mu. Jalan!
Aku telah dimanjakan oleh satu perbuatan keramahan di kota ini.
Dan aku berusaha keras agar bisa masuk akal, jujur dan penuh kedamaian .
Ini bertentangan dengan sifat alami ku.
Hal bodoh untuk mengharapkan hal lain selain kebencian dari mu.
Aku tetap membuat kesalahan yang sama.
Aku seharusnya lebih tahu.
Aku tidak butuh mayat-mayat ini untuk ditempa.
Kau boleh makan mereka.
Ahh.
Membosankan.
Percepat keledai mu!
Aku bosan dan aku ingin pergi ke tempat lain.
Meskipun kita berlayar ke suatu tempat lama dan sering dikunjungi dan membosankan...
setidaknya kita berlayar ke suatu tempat.
Teman ku dan aku butuh sebuah kapal untuk membawa kami ke Genoa.
Yah, inilah kapal ku disini.
Kalau begitu mungkin kami ambil yang ini.
Bisa. Sangat bisa.
Aku lihat semua teman-teman kecil mu yang bergigi-tajam,
dan aku sudah mengapung cukup lama untuk tahu mereka itu apa.
Kalau begitu kenapa kau masih berbicara pada ku?
Karena aku tertarik.
Dan aku suka berbisinis.
Dan kau katakan pada ku kau butuh kapal.
Memang. Ini rasanya cocok.
Aku rasa aku akan membunuh semua orang-orang mu dan mengambilnya.
Kau bisa. Kau sangat-sangat bisa.
Tapi kalau kau lakukan semua pembunuhan dan perampasan itu,
siapa yang akan tersisa untuk membuatnya berlayar?
Berlayar dengan perahu tidaklah sulit.
Kalau itu memang tidak sulit, lalu kenapa harus ada pelaut?
Kenapa sebuah kapal butuh kru?
Kau ada benarnya.
Tapi aku sudah membuat kesalahan malam ini
karena mengharapkan manusia untuk membuat keputusan penting.
Mungkin kau tidak menawarkan mereka koin.
Aku tidak menawarkan kau koin.
Ya, benar.
Kau menawarkan koin untuk kapal ku dan keahlian kami,
dan janji mu bahwa teman-teman baik mu tidak akan memakan kru-kru ku.
Janji ku?
Kau baru saja bilang kau sudah dikecewakan
oleh manusia yang membuat keputusan yang tidak layak.
Itu membuat ku percaya bahwa kau orang yang bisa dipegang kata-katanya.
Kau pria yang aneh.
Aku bosan.
Berlayar dengan anda, Tuan Juru Tempa,
akan memberikan banyak hal,
tapi aku ragu itu akan membosankan.
Apa anda akan naik, malam ini?
Nama ku Isaac.
Siapa nama mu, Kapten?
Nama?
Hanya Tuhan yang tahu. Sudah lama aku lupakan.
Tidak masalah. Aku sang Kapten.
Hanya itu yang kau perlu tahu, dan yang kau perlukan hanyalah memanggil ku.
Apa aku bisa dapatkan janji mu, Isaac?
Kau dapatkan.
Dan koin-koin mu, Aku rasa?
Oh, ya.
Kalau begitu mari kita jabat tangan,
sebagai pengembara yang telah membuat kesepakatan untuk berlayar bersama
Tanpa ancaman atau rasa takut.
Setuju.
Atau dimakan oleh binatang buas.
Kau tidak akan dimakan oleh binatang buas ku.
Bagus.
Anak-anak! Kita ada tamu!
Kita berlayar ke Genoa!
Aku memilikinya!
Apa yang kau miliki?
Masa depan.
Oh, Aku tak sabar menunggu ini.
Dia baru saja pulang lima menit
dan dia sudah membawa masa depan tergulung di bawah tangannya.
Masa depan sepertinya tidak terlalu mudah dibawa.
Yah, itulah masa depan, bukan begitu?
Kau belum bisa melihatnya, jadi aku kira itu tidak bisa terlalu ditimbang.
Aksi komedi mu sudah meningkat saat aku pergi.
Aku sudah bawa masuk si pembuat peta.
Kesinilah dan lihat ini.
Ini kita.
Kita belum pernah bisa untuk membangun kekuatan barat kita.
Terlalu banyak bangsa-bangsa kuat.
Tapi kalau kita melihat ke timur...
kita akan melihat seluruh wilayah terpecah dan hancur
oleh aksinya Dracula.
Dari sini sampai Braila.
Perjalanan kami dari sana kemari menemukan sebuah zona yang tidak stabil
dengan tidak ada susunan pemerintahan atau organisasi.
Itu pastilah wilayah seluas Delapan Ratus Mil
sebagaimana terbangnya burung gagak.
Aku mau kau menganggapnya sebagai Perluasan Styria.
Sebuah ruang bagi negara.
Kau sudah gila.
Kelompok vampir di ruangan ini
terpecah belah dalam keadaan putus asa
dan sepertinya banyak berkurang jumlahnya oleh pertempuran di Braila.
Para manusia dalam kekacauan,
bersembunyi di dalam desa-desa dan diculik
oleh mahluk-mahluk malam yang tersesat di lapangan.
Oh. Oh, tunggu. Aku rasa aku mengerti.
Itu kandang, iya kan? Sebuah kandang untuk hewan ternak?
Benar sekali.
Kita tutup perbatasan disini dengan semua manusia di dalamnya.
Morana benar. Kau memang gila.
Bagaimana kita bisa mengawasi perbatasan yang begitu panjang?
Kita kehilangan begitu banyak tentara di Braila
bahkan aku sampai tidak yakin kita bisa menahan serangan
dari para tetangga kita sekarang.
Kita punya Hector si Juru Tempa di sel kita.
Hector bisa membuatkan mahluk malam.
setidaknya itu yang bisa dilakukan berandal itu
faktanya dia bisa membuatkan kita pasukan dari resimen dari neraka itu sendiri.
Dan begitulah caranya kita mengontrol perbatasan
dan memerangkap diri kita dalam kawanan ternak...
yang akan memberi kita makan selamanya.
Itulah hal bagusnya tentang manusia.
Tinggalkan sekelompok dari mereka selama lima menit
dan mereka akan membuat lebih banyak manusia-manusia kecil.
makanan yang bisa mereplika-sendiri.
Jadi, itulah rencana ku.
Kuasai tanah yang berpagar panjang, mengelilinginya,
No comments yet. Be the first to leave one.