The first 200 lines.
Jasad Lee Soo Ho?
Dia ditemukan di jalan tol sekitar 5 km dari Hotel Aura.
Orang yang menyurvei area itu untuk pembangunan menemukannya.
"Rumah Duka"
Astaga. Di mana San Ha mungkin berada?
Dia bahkan mematikan ponselnya.
Kuharap Kakak hanya menjernihkan pikiran karena frustrasi.
Itu bagus.
Ibu tidak bisa tinggal diam lagi.
Ibu harus mencarinya.
Kamu mau ke mana?
Duduk di sini tidak akan membuahkan hasil.
Tetaplah di sini. Akan kulaporkan orang hilang.
Apa? Sayang...
Putri sulung kami pergi kemarin
dan kami tidak bisa menghubunginya.
Kami sudah menanyakan semua orang, tapi tidak ada yang tahu...
Putri sulung Anda? Dia ke kantor polisi kemarin malam.
- Apa? - Apa?
San Ha ke kantor polisi?
Kenapa?
Dia bertanya di mana jasad suaminya ditemukan.
Apa?
Ini ibunya San Ha.
Ya?
Kamu sudah mendengar kabar darinya?
Kurasa dia pergi ke sana.
Ke sana?
Tempat suaminya ditemukan.
Aku terlalu cemas.
Bisakah kamu ke sana?
Aku sudah menuju ke sana.
Lokasi kecelakaan tempat Esther dan Nam Joon membawaku
juga berada di sekitar sini.
Aku yakin ada di sekitar sini.
Di mana
kamu, Soo Ho?
Apa kamu sendirian
di tempat kosong dan dingin?
Soo Ho...
Soo Ho...
San Ha.
San Ha!
San Ha!
Maaf.
Maaf aku terlambat.
Aku
tidak tahu kamu di sini.
Pasti
amat dingin di sini sendirian.
Kamu pasti amat kesepian dan ketakutan.
San Ha.
San Ha!
"Gerbang Masuk Desa Seokji"
Bukan yang ini?
Apa aku salah?
"Gerbang Masuk Desa Seokji"
San Ha!
Apa yang kamu lakukan di sini sendirian? Ini berbahaya.
Berdirilah.
Semua orang menunggu. Ayo.
Jangan ganggu aku!
Tolong jangan lakukan ini.
Memangnya kenapa?
Kamu menyuruhku merelakan Soo Ho seperti ini?
Aku akan mencari tahu kebenaran
di balik kematiannya yang tidak adil ini.
Tidak adil?
Polisi bilang
mereka tidak tahu penyebab kematiannya...
Tidak.
Do Kyung bilang kepadaku
dia rasa
Soo Ho bersamanya saat kecelakaan lima tahun lalu.
Aku akan berusaha semampuku
mengembalikan ingatan Do Kyung.
Apa yang kamu...
Setelah ingatannya kembali,
kebenaran yang tersembunyi akan terungkap.
Aku akan mencari tahu
kebenaran itu.
Kenapa suamiku
harus tewas
dan bagaimana dia bisa tewas di sini.
San Ha.
San Ha...
San Ha.
San Ha!
Sadarlah!
Melakukan ini tidak akan mengubah fakta bahwa suamimu sudah tiada.
Ingatan Do Kyung
mungkin tidak akan pernah kembali.
San Ha!
Aku harus tahu.
Walaupun tidak ada yang tahu,
istrinya harus tahu bagaimana dan kenapa dia mati!
Dia segalanya bagiku.
Aku bersumpah akan mencari tahu
siapa yang merampas Soo Ho,
hidupku, serta impian kami,
dan menghancurkannya.
Ke mana San Ha pergi?
San Ha.
Aku baru saja dengar soal Soo Ho.
Kamu ke mana? Kenapa tidak di dalam bersama keluargamu...
Di mana Do Kyung?
Suamiku?
Kenapa kamu tiba-tiba menanyakannya?
Aku tahu kamu,
Do Kyung, dan Soo Ho
bersama saat kecelakaan lima tahun lalu.
Apa maksudmu?
Siapa yang bicara omong kosong seperti itu?
Suamimu, Do Kyung.
Sungguh?
Aneh, bukan?
Kamu dan Do Kyung kembali hidup-hidup,
tapi hanya Soo Ho yang tewas.
Aku tidak bisa mengadakan pemakaman seperti ini.
Aku akan mencari tahu
kenapa suamiku, Lee Soo Ho,
harus tewas.
San Ha!
Sayang, San Ha sudah kembali.
- San Ha di sini. - Dia di sini?
Ayah. Ibu. Aku harus bilang sesuatu.
Aku akan menunda pemakaman sampai bisa mengetahui
alasan dia tewas.
San Ha.
Menundanya entah sampai kapan?
San Ha! Itu konyol!
Jasadnya adalah satu-satunya bukti bagaimana dia mati.
Jika mengkremasinya sekarang,
kita tidak akan pernah tahu bagaimana dia mati.
Bagaimana bisa kamu mencari tahu jika polisi saja tidak tahu.
Itulah alasanku harus mencari tahu.
Aku harus melakukan itu demi Soo Ho dan membebaskannya dari dendam!
Ada apa denganmu?
Kamu seharusnya lega menemukannya walaupun itu tulang-belulangnya.
Sampai kapan kamu hidup hanya demi Soo Ho?
Ini saatnya berhenti.
Kak, aku setuju. Ini tidak benar.
Ayah juga.
Tidak. Aku akan pergi
menemui orang dari rumah duka.
Akan kubatalkan kremasi yang dijadwalkan besok
dan nisan di rumah abu.
Aku akan segera kembali. Soo Ho.
Astaga.
Dia tidak bisa dikendalikan. Sayang.
Sayang. Lakukan sesuatu.
San Ha!
- Ayah! - Astaga.
Ayah baik-baik saja?
Ya.
"Rumah Duka"
Apa maksud Ayah, kita harus melakukan pemakaman?
Tidak Ayah juga.
Ayah selalu membelaku apa pun yang terjadi.
Benar.
Ayah selalu membelamu.
Tapi kali ini,
turutilah ayah.
Tidak akan.
Ayah yakin
Soo Ho tidak mau kamu menjalani sisa hidupmu
menempel kepadanya.
Bagaimana Ayah tahu perasaannya?
Dia bilang kepada Ayah dahulu
bahwa dia melihat banyak kematian selagi bekerja di IGD.
Serta sebelum tewas,
kata-kata terakhir mereka untuk orang tercinta mereka adalah
"Aku mencintaimu"
dan "Tolong berbahagia".
Menurutmu, apa yang paling Soo Ho inginkan?
San Ha.
Itu kebahagiaanmu.
San Ha.
Mari
relakan Soo Ho.
Tetap saja, bagaimana bisa aku melepaskannya seperti ini?
Soo Ho...
Soo Ho...
- Soo Ho... - Tidak apa-apa.
San Ha.
Ibu membuatkan bubur abalone yang kamu sukai. Makanlah.
Ibu tahu kamu tidak mau makan, tapi makanlah sesuap.
Kamu butuh energi. Ini. Ayo.
Bagaimana kondisi San Ha?
Dia makan sedikit?
Dia tidak mau menyentuhnya.
Bagaimana jika dia sakit karena seperti ini?
Pemakamannya sudah lama.
Dia belum beranjak dari kamarnya selama berhari-hari
dan tidak keluar sama sekali.
Ada orang di rumah?
Nam Joon?
Ada apa kemari sepagi ini?
Aku mencemaskan San Ha dan mampir dalam perjalanan.
San Ha! Keluarlah! Ada Nam Joon!
No comments yet. Be the first to leave one.