The first 200 lines.
Indonesian translated by bstrdgdz Ngambil untung dari sub ini?. Go Fuck Yourself!
[Setelah 6 tahun peperangan berlangsung, Yi Sun-Shin dipecat karena tuduhan spionase,]
[Pada Juli 1597, Angkatan Laut Korea yang dipimpin Won Kyun dikalahkan oleh Jepang.
[Untuk pertama kalinya sejak 1592, tentara Jepang mulai menyerang provinsi Jeolla, Joseon.]
[16 Agustus, di pelabuhan Namwon. 25 Agustus, pelabuhan Jeon-Joo pun diserang]
[Lalu pihak Jepang mencoba dengan buasnya untuk menyerang Ibukota...]
[Yi Sun-Shin akhirnya dibebaskan tanpa gelar militer apapun...]
[...namun beliau tetap merekrut prajurit untuk ikut berperang.]
[Ia mendapat 12 kapal perang yang tersisa dari Perang Chil-Chun...]
[Beliau menempati sisi barat Laut Selatan pelabuhan Byuk-pa, Jindo.]
[Di pelabuhan Uh-Ran yang hanya berjarak 100 mil, sekitar 300 kapal perang Jepang berkumpul...]
Jadi,
...kapan rencana kita bergabung dengan tentara kerajaan, Laksamana?
Maksudmu?
Tentu saja karena sesuai perintah Yang Mulia.
Yang Mulia memerintahkan kita untuk bergabung dengan tentara kerajaan,
...maka, saya ingin tahu kapan waktunya.
Jadi, begitu caramu membaca situasi?
Apa?
Dengarkan saya, Laksamana.
Pasukan musuh memiliki lebih dari 200 laskar,
Apa anda tahu kalau banyak prajurit kita yang melarikan diri?
Dalam 10 hari terakhir, sudah 50 orang yang lari...
Saya harus tahu jawabannya, Laksamana...
Kita tak tahu kapan mereka menyerang, dan itu mungkin saja malam ini.
Jadi saya penasaran, bagaimana cara anda melawan mereka?
Anda boleh coba dengar dari perwira-perwira muda!
Apa kita mampu?
Mampu tidak?!
Jangan takut bicara dengan Komandan sendiri!
Laksamana...
Tolong katakan pada kami...
Disamping cuma sebuah kapal kura-kura, apa lagi rencana anda?
Jaga bicaramu pada Laksamana.
Beraninya kau!
Aku atasanmu! Diam dan dengarkan saja!
Kau itu siapa!
Seharusnya kau malu karena pernah kabur di pertempuran Chil-Chun.
Dengar, Nak. Aku sudah bawakan 12 kapal bersamaku waktu aku kabur!
Kalau tak tahu apa-apa, tutup mulutmu.
Laksamana...
...anda tahu betapa sia-sianya pertarungan ini...
Saya sadari itu di Chil-Chun...
Saya tahu betapa kejam dan buasnya mereka!
Sudah 100,000 prajurit kita yang mati!
Anda ingin melenyapkan seluruh prajurit Angkatan Darat Joseon?
Silahkan pergi, perwira.
Laksamana!
Atasanmu sudah memerintahkan!
Ayo pergi saja.
Lebih baik memeriksa para prajurit dan memperbaiki kapal kita.
Sekarang!
Kita harus menangkap Raja Korea dan mengakhiri perang ini.
Dia tak boleh lolos seperti 6 tahun lalu.
Kita harus menyerang secepat kilat.
- Mari dipercepat! - Baik, Jenderal.
Jenderal Konishi tak boleh menangkapnya lebih dulu.
Saya ingin tahu kenapa Yang Mulia (Toyotomi Hideyoshi) mengirim perwira baru untukku...
...dan menyuruhku untuk menunggu...
Bukankah itu orang-orang Wakizaka?
Ya, sepertinya mereka sudah kembali setelah memata-matai kamp lawan.
Sudah berapa kali?
Dihitung dengan serangan semalam, sepertinya sudah... 3x.
Tapi...
Saya ingin tahu siapa perwira baru yang membuat anda menunggu ini?
Tentunya, seseorang yang menguasai medan perang.
Tampaknya cuma dia yang bisa melawan Yi Sun-Shin.
[Mengingat kurangnya prajurit anda, akan lebih baik jika anda bergabung dengan tentara kerajaan.]
- Ayah! - Kenapa menghunus pedang?
- Kudengar kita semua akan dibunuh! - Tentu saja begitu!
Ayah! Ayah!
Demi Para Dewa, akan kubunuh kau!
Tidak!!!
Ma'af karena menggunakan penembak jitu-ku pada tawananmu.
Karena memang sulit memandangnya.
Apa kau perwira baru yang dikirim oleh Kanselir?
Mereka Angkatan Laut Iyo dari Ehime...
Angkatan Laut apanya?. Mereka itu 'kan bajak laut.
Ayo berangkat!
Tentara Jepang mulai berlaku mencurigakan.
Mereka sudah punya 200 kapal perang. Isinya adalah suplai makanan dan kuda curian.
Kalau ada yang melawan akan dibunuh dan dipotong hidungnya. Anak-anak digunakan sebagai target latihan.
Begitulah perlakuan mereka pada daerah jajahannya.
Apa benar sekitar 250,000 prajurit Jepang datang dari daerah Jeon-Joo?
Ya, sepertinya benar.
Saya dengar mereka berseloroh bahwa Angkatan Laut Joseon itu sepele dan akan segera menyerang Ibukota.
Kalau dibiarkan saja, Ibukota pasti akan terbakar.
Sampaikan ini pada Junsa dan pastikan kau bawa balasannya.
Baik, Laksamana.
Bagian atas selesai!
Sayangku...
Jimat lagi?
Sudah berkali-kali kulakukan.
Jangan terlalu khawatir, tapi pasti akan kusimpan.
Aku pergi.
Jaga diri baik-baik, sayangku.
Dia menolak perintah lagi?
Beliau percaya kalau hal ini benar.
Kalau dia melanggar titah Yang Mulia lagi, tak akan ada ampun untuknya!
Pelabuhan Namwon dan Jeon Joo sudah dikuasai musuh.
Tentara jepang menyerang dari selatan...
Dan juga, Angkatan Lautnya memutar ke selatan dan menyerang Ibukota. Apa yang akan terjadi nanti?
Dengan hanya 12 kapal, bagaimana taktik perangnya?
Lalu kenapa anda minta kami bergabung?
Beraninya kau! Apa kau tahu kalau kesehatan Laksamana sedang buruk?
Siapa yang menyebabkannya?
Apa kau tahu bagaimana rasanya disini?
Si iblis Kato Kiyomasa sudah didepan mata. Bantuan sekecil apapun sangat penting!
Hentikan dia!
Tolong, Jenderal. Berikan kami senjata dan prajurit. Angkatan Laut Joseon butuh bantuan anda!
Ikuti perintah, pasti kuberikan.
Tegakah anda mengabaikan permohonan Laksamana Yi?
Benar-benar kurang ajar kau! Cepat, tahan dia segera!
Jenderal, tolong!. Jenderal!
Laksamana berpesan pada anda...
Kalau anda mengabaikan laut, artinya anda mengabaikan Joseon!
Sudah kutunggu setengah hari. Begini cara kalian memperlakukan tamu?
Kami telalu sibuk memikirkan taktik perang hingga lupa pada tamu penting. Ma'afkanlah.
Baiklah...
Bisakah kami dengar rencana dari Raja Perompak tentang penangkapan Raja Joseon?
Dalam perjalanan kemari, Aku melihat jalur perairan mereka.
Jika kita menyerang pagi-pagi ke Jindo,
Kita bisa menyuplai tentara kita di malam hari dan menyerang Ibukotanya.
Akan cuma makan waktu satu setengah hari untuk meruntuhkan Ibukota mereka.
Kedengarannya bagus.
Tapi Laksamana Yi Sun-Shin bukan lawan yang mudah.
Kita hrus berangkat melalui terusan besar kearah Jindo.
Merebut Ibukota mereka.
Setelah itu kita bisa bergabung dengan pasukan darat dan melumpuhkan Yi Sun-Shin.
Tahu kenapa Hideyoshi mengirimku?
...Wakizaka?
Kau bilang apa tadi?. Beraninya kau memanggil Kanselir dengan nama!
Akan kuhancurkan Yi Sun-Shin dengan tangan ini.
Atau kau mau biarkan Konishi menyerang lebih dulu?
Ma'afkan perilaku kami.
Ma'afkan aku.
Silahkan duduk, Kurushima.
[Aku bersumpah dengan pedangku, aku akan ditakuti dunia]
[Dengan satu tebasannya, kulukis dunia dengan darah]
Ibu....
Ayah, ini anakmu.
Senang bisa bersamamu.
Ya...
Ayah..
Bicaralah.
Ini peluang bagus 'kan? Kenapa Ayah tak pensiun saja sekarang?
Kita belum bisa membawa pulang abu Nenek karena perang ini...
Serahkan tentara pada Jenderal Kwon Yul dan katakan pada Yang Mulia kalau Ayah sedang sakit keras.
Kau marah pada Yang Mulia.
Dia mencoba membunuh Ayah. Apa Ayah tak marah?
Ayah...
Kita cuma punya 12 kapal...
Pantaskan kita disebut Angkatan Laut?
Walaupun kita mungkin bisa menang...
Raja tentu akan mengabaikan Ayah.
Apa yang Ayah perjuangkan?
Kesetiaan.
Pada siapa? Pada...Raja tak tahu malu itu?
Ada pepatah berbunyi :
"Seorang prajurit harus mengikuti Rajanya..."
"...dan seorang Raja harus mengikuti Rakyatnya."
Bukan Rajanya?
Tak ada negara tanpa rakyat. Tanpa Rakyat, maka tak ada Raja.
Tapi Rakyat hanya ingin bertahan saja. Mereka tak bisa diandalkan.
Selesaikan makanmu. Makanan itu berharga.
Mundur!. Mundur!
Laksamana.
Kalian akan bernasib sama.
Itu...itu kepala Kapten Bae Hong Suk?
Astaga, Kapten Bae...
Sekarang bisa apa?
Astaga!
Suruh mereka pergi!
Pergi!
- Kurushima Michiyuki - 25 tahun
Kau yang mengirim kepala para tawanan pada mereka?!
Hidung dan telinga juga.
Ada pesan terakhir?
Kenapa kau memperumit masalah dengan memancing musuh?
Kalau mereka tangguh, kenapa tidak?
Tapi...
Apa mereka benar tangguh?
Sudah kubilang kalau Yi Sun-Shin bukan lawan biasa!
Aku tahu itu memang benar...
...lalu apa kau tahu banyak prajuritmu yang memujanya?
Jadi, apa memang kesalahanmu di pertempuran Han-San...
...sudah membuat nyalimu ciut?
Bicara apa kau, brengsek!!!
Kukatakan sekali lagi.
Apa kira-kira alasan Kanselir mengirimku?
Itu karena aku berbeda dari kalian yang takut pada Yi Sun-Shin.
Jangan buru-buru mencabut pedangmu...
...atau kepalamu nanti akan menggelinding di tanah.
Sejak adikku, Michiyuki menjadi anjing kanselir dan ikut perang...
Dia sudah membayarnya dengan nyawa.
Kupikir dia begitu karena ingin melindungiku dari amarah Kanselir...
...dengan ikut serta mengambil tempatku di peperangan ini.
Namun dia tewas di tangan Yi Sun-Shin.
Dan juga, Kanselir sudah tua sekarang.
Paling tidak hanya mampu bertahan sampai tahun depan.
No comments yet. Be the first to leave one.