Specials

Release info

비켜라운명아 It'sMyLife E96 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-20
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

"Episode 96"

Kalian mau ke mana?

Bukan urusanmu.

Apa semua selesai jika kamu pergi seperti ini?

Kamu pernah berkata

aku sudah merebut semua yang kamu punya.

Setelah kupikirkan,

kita tidak saling merebut

atau memiliki sesuatu yang direbut.

Kita

hanya pria sedih

yang tidak bisa bertemu dengan ibu kandung mereka

selama 30 tahun.

Bukankah lebih baik

bagimu?

Setidaknya,

akhirnya kamu bertemu dengan ibu kandungmu.

Bukankah lebih buruk

karena kita baru tahu sekarang?

Untuk kita berdua.

Ini.

Apa ini, Ibu?

Itu gajimu dan biaya hidup yang ibu simpan.

Itu tidak seberapa, tapi akan cukup untuk membeli seserahan Seung Joo.

Aku punya uang, Bu.

Ibu ingin melakukan ini untuk Seung Joo.

Dia belum setuju untuk menikahiku.

Belum? Kenapa?

Kurasa karena Bu Choi.

Pasti sulit baginya

menerima Bu Choi. Aku tahu kepribadiannya.

Kamu benar.

Sekarang, dia memiliki dua mertua.

Siapa yang akan dengan mudah menerima keadaan ini?

Jika Seung Joo merasa ini terlalu sulit,

ibu bisa kembali ke Oepo.

Lagi pula, ibu tidak punya hubungan darah denganmu.

Seung Joo bilang hanya akan menerima Ibu sebagai mertuanya.

Kenapa Ibu pergi?

Ibu merasa ini bukan tempat ibu

saat ibu kandungmu di sini.

Ibu merasa semua akan beres jika ibu pergi.

Ibu membesarkanku sendiri.

Apa orang lain melahirkanku?

Dengan perginya Si Woo,

bagaimana jika Bu Choi melukai dirinya?

Aku akan pergi bekerja, Bu.

Bagaimana Si Woo?

Dia sungguh pergi?

Dia pasti butuh waktu untuk berpikir.

Dia tidak mungkin pergi untuk selamanya, bukan?

Dia akan datang ke kantor.

Jangan terlalu cemas.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Saat kamu di rumah sakit dan tidak tahu apa-apa,

Bu Choi mencoba melompat dari atap rumah sakit.

Dia hidup untukmu selama 30 tahun.

Meskipun orang lain menghujatnya, kamu tidak bisa melakukan itu.

Orang macam apa kamu?

Tidak bisakah kamu lebih seperti manusia?

Bukankah wajar kamu marah,

berteriak, dan berkelahi dalam situasi ini?

Aku juga ingin melakukannya,

tapi apa gunanya?

Bu Choi adalah ibumu.

Dia melahirkanku, tapi dia bukan ibuku.

Seorang ibu akan menaruh handuk di dahiku saat aku sakit,

membuat kimchi jjigae yang disukai putranya,

dan memotretku bersama bunga-bunga di wisudaku.

Harus ada memori indah seperti itu.

Namun, Bu Choi dan aku tidak memiliki memori

untuk dikenang.

Kamu adalah bagian

dari semua memorinya.

Aku yakin

dia berusaha keras melalui keadaan ini.

Sekarang mungkin sulit,

tapi kita harus menerimanya juga.

Apa kamu

memberikan levermu

bahkan setelah tahu semua ini?

Kita bersaudara.

Aku tahu sesulit apa hidupmu

karena kasih sayang rumit Bu Choi.

Jadi, aku merasa bersalah kepadamu.

Kamu tidak perlu merasa bersalah karena ini.

Aku yang seharusnya meminta maaf.

Hidupku berkecukupan,

tapi kamu harus banting tulang.

Hidup seseorang tidak berbeda.

Kita makan tiga kali sehari.

Meskipun tidak punya uang,

aku tidak kekurangan apa-apa berkat ibuku.

Tiap hari dipenuhi kesenangan dan kenangan abadi.

Hasil kontes akan segera diumumkan, bukan?

Meskipun aku menjadi penerus perusahaan,

aku akan menyerahkannya.

Apa maksudmu?

Kamu penerus Hyunkang.

Kamu yang Kakek inginkan sebagai penerusnya.

Jangan konyol.

Aku tidak mau pekerjaan itu.

Jangan cemaskan aku.

Kamu sudah melihatku mencapai tekadku.

Aku akan berhasil apa pun yang kukerjakan.

Jadi, jangan khawatir.

Kuharap kamu akan memimpin Hyunkang dengan baik

seperti yang Kakek inginkan.

Tidak, aku tidak bisa membiarkannya.

Aku ingin meminta tolong kepadamu.

Tolong jaga anggota timku.

Kamu pergi ke mana begitu sampai kantor?

Aku bicara dengan Si Woo sebentar.

Kemarin baik-baik saja? Pak Choi marah, bukan?

Ada pengumuman, Pak Ahn.

Hasil kontesnya akan diumumkan besok.

Aku gugup.

Kita tidak akan kalah, bukan?

Kita tidak tahu. Penjualan tim lain sangat besar di akhir.

Siapa pun yang menang, hasilnya pasti ketat.

Sebelum hasilnya keluar,

bukankah kita harus mengungkit mereka menimbun barang sendiri?

Itu tidak penting. Apa pun hasilnya,

akan kupastikan kalian tidak dipecat.

Ya, Bu Heo.

Ada masalah besar, Nam Jin.

Sepertinya Bu Yang kembali ke Oepo.

Apa maksud Anda?

Sudah berapa lama?

Satu jam?

Aku akan ikut.

Nam Jin.

Aku juga di sini, Ibu.

Ibu, apa Ibu ingat?

Saat sedih, kita minum susu pisang ini

sambil duduk di bangku depan toko.

Benar.

Itu membuat perasaan kita lebih baik, bukan?

Ibu akan kembali ke Oepo?

Kalau begitu, aku juga harus membeli tiket.

Belikan untukku juga.

Astaga. Kalian mau ke mana pada jam kerja?

Sudah kubilang aku akan ikut jika Ibu pergi.

Aku juga.

Ada apa?

Ibu tidak akan memberitahuku?

- Bu Yang. - Ya?

Ada yang ingin kukatakan.

Apa?

Maafkan aku,

tapi tidak bisakah kamu tinggal di Oepo untuk sementara?

Kenapa tiba-tiba ke Oepo?

Aku ingin dekat dengan Nam Jin.

Tapi mungkin karena kamu,

dia tampaknya tidak membiarkanku ada di dekatnya.

Tetap saja, bagaimana bisa kamu memintaku kembali ke Oepo?

Aku tahu itu permintaan besar.

Tapi aku harus mencoba segalanya.

Aku tidak bisa terus jauh darinya.

Bantulah aku, Bu Yang.

Kenapa Anda diam saja?

Apa mungkin karena Bu Choi?

Apa Bu Choi meminta Anda kembali ke Oepo?

Tidak.

Aku hanya merindukan Oepo. Itu saja.

Aku akan kembali beberapa bulan lagi.

Jika Ibu pergi karena merindukan Oepo,

Ibu bisa memberitahuku lebih dahulu.

Ibu tidak akan seperti menanggung beban dunia sendiri.

Jika sulit mengatakannya, Ibu tidak perlu memberitahuku.

Jika Ibu ingin pergi, pergi denganku setelah hasilnya diumumkan.

Ayo pulang, Ibu.

Apa Ibu ingin aku berhenti bekerja

dan kembali ke Oepo?

Tidak!

Ayo pergi, Ibu.

Ayo.

- Pak Jo. - Ya?

Laporan ini memuat penjualan selama dua pekan terakhir, bukan?

Kita belum mendapat penjualan toko.

Aku bisa menyelesaikan laporan penjualannya malam ini.

Santai saja. Kamu belum pulih benar.

Kontes ini akan diumumkan besok.

Semua penjualan harus dimasukkan ke skor akhir.

Kita tetap harus tahu jumlah penjualan kita.

Agar kita bisa melihat apa skornya dihitung dengan benar.

Kalian tidak makan siang?

Kami tidak sempat makan sebab Pak Choi terlalu menekan kami.

Jin Ah, hentikan dia.

Sudah saatnya.

Makan sianglah.

Pak Choi dan Jin Ah, ikutlah bersama kami.

Aku membeli bubur untuk Pak Choi. Kami akan makan di sini.

Kalian seperti pengantin baru.

- Aku iri. Kalian tidak? - Ya, aku iri juga.

Kamu tidur di mana semalam?

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left