The first 200 lines.
"Episode 77"
Kenapa kamu berdiri amat dekat dengan mereka?
Apa yang kamu sembunyikan?
Aku tidak menyembunyikan apa pun.
Aku hanya melihat jam.
Berikan ponselmu.
Apa?
Kamu kira apa yang kamu lakukan?
Tubuh ibumu kaku karena dikurung di kamar,
jadi, aku menyuruhnya memijatnya.
Apa aku butuh izinmu untuk melakukan itu juga?
Kamu memperlakukan kami seolah-olah kami sudah mati.
Jangan marah.
Bukan begitu maksud Ibu.
Kamu juga keluar!
Aku memintamu memijatnya
dan kamu terus melihat ponselmu, memijatnya setengah hati.
Menyingkir dari hadapanku.
Jadi, serahkan hak manajemen Ayah.
Lihat betapa menderitanya Ibu yang rapuh
karena Ayah.
Kukira jantungku mau berhenti.
Aku sebaiknya menghapus riwayat panggilan untuk berjaga-jaga.
Bu Cho.
Jika Anda melukai kakek nenekku,
aku tidak akan memaafkan Anda.
Ibu, kita harus bagaimana? Soo Ho kemari.
Soo Ho kemari dengan polisi.
Pelan-pelan.
Naiklah.
Ada yang bisa kubantu?
Kami menerima laporan
Park Soon Tae dan istrinya
tidak bisa dihubungi dari kemarin.
Tolong biarkan kami menggeledah rumah.
Mereka pergi ke vila di pinggiran kota.
Mereka tidak ada di sini, jadi, tolong pergi.
Aku sudah memeriksa ke semua vila, tapi mereka tidak ada.
Aku tahu mereka di sini.
Kami akan menghargai kerja sama Anda.
Esther jelas-jelas bilang
Soo Ho di sini, bukan?
Cucu kita, Soo Ho? Soo Ho di sini?
Benar.
Tenanglah.
Kita tidak tahu apa yang akan Ae Ra lakukan.
Kalian punya surat izin?
Undang-undang Pelaksanaan Tugas Polisi
memberi kami wewenang untuk menginvestigasi
berdasarkan kebijaksanaan polisi
untuk mencegah dan menghentikan tindakan kriminal.
Pria ini dipecat dari perusahaan karena menggelapkan dana.
Dia dendam dan membuat tuduhan konyol.
Bagaimana bisa kalian membiarkannya menipu kalian?
Anda dan Nam Joon menjebakku.
Aku yakin Pimpinan Park dan istrinya di dalam.
Kita harus menyelamatkan mereka.
Kami hanya akan melihat-lihat.
Kubilang tidak.
Berani sekali kalian.
Bawa surat izin.
Anda amat gigih menghentikan kami,
berarti Anda menyembunyikan sesuatu.
Minggir.
Lepaskan!
Pimpinan! Nenek!
Itu sungguh Dokter Lee.
Soo Ho.
Itu suara cucu sulung kita.
Kita tidak bisa diam saja.
Buka!
Tidak, Pak.
Anda tidak boleh keluar.
Hei, minggir!
Anda tidak boleh keluar.
Itu perintah Bu Cho.
Dasar kamu...
Tidak perlu repot-repot.
Mereka sudah memihak Ae Ra.
Mereka tidak akan mendengarkan kita.
Mereka bisa melukai cucu sulung kita.
Bagaimana jika mereka melukai Soo Ho?
Minggir!
Aku benar-benar tersinggung karena ini.
Kalian memercayai kriminalis
dan memaksa masuk rumah keluarga Aura.
Lantas,
mereka di vila yang mana?
Aku tidak bisa bilang di hadapan pria berbahaya.
Mereka beristirahat,
jadi, mereka bahkan mematikan ponsel.
Apa Anda harus bertindak sejauh ini?
Apa Anda sebegitunya ingin mengambil alih Aura
sampai mengurung mertua Anda yang sudah tua?
Tutup mulutmu.
Minggir!
Pimpinan! Nenek!
Pimpinan!
Apa yang kamu lakukan di depan rumahku?
Nam Joon.
Kejahatanmu tidak ada habisnya.
Kamu mengubahku menjadi Do Kyung
dan mencuri hidupku selama lima tahun penuh
serta kini kamu mau
mengeklaim posisiku sebagai cucu sulung?
Lalu, karena sudah mau tertangkap,
kamu mengurung Pimpinan Park dan Nenek?
Pergilah.
Jadi?
Kamu puas?
Kubilang pergilah.
Jalani saja hidupmu sendiri dengan benar
alih-alih menginginkan kehidupan orang lain.
Jangan berusaha mengeklaim hidup yang kamu dapat karena keturunan
dan jalanilah hidupmu sebagai Lee Soo Ho.
Astaga.
Soo Ho sayang.
Di mana cucu sulung kami?
Dasar jahat...
Ayah, Ibu amat ingin menemui Soo Ho.
Sebaiknya biarkan dia.
Teken saja surat kuasa
untuk mengalihkan semua hak Ayah ke Nam Joon dan semua akan berakhir.
Mimpi saja kamu!
Langkahi dahulu mayatku.
Aku tidak akan menyerahkan Aura ke orang menjijikkan sepertimu.
Aku menyerahkan laporan DNA dari polisi
dan mendaftarkan Nam Joon sebagai keluarga.
Apa? Apa maksudnya?
Secara sah,
aku akan menjadi cucu sulung kalian.
Sebagai ahli waris tunggal keluarga ini,
aku berhak mewarisi Aura.
Apa...
Kita tidak punya waktu
untuk menunggu Ayah meneken surat kuasa.
Kita harus membujuk para pemegang saham utama
dan mengamankan suara pada rapat pemegang saham.
Hanya itu caramu menjadi pimpinan.
Kita tidak bisa menyerah soal surat kuasanya.
Aku membutuhkan itu untuk menjadi pimpinan berikutnya dengan aman.
Tidak, jangan lakukan itu.
Kamu harus menghentikan Nam Joon masuk ke kartu keluarga kita.
Soo Ho kita... Cucu sulung kita hidup dan sehat.
Bagaimana bisa monster keji itu
menjadi cucu sulung kita?
Astaga.
Antar dia baik-baik.
- Apa... - Ya, Pak.
Hei! Apa yang kalian lakukan?
Kamu mau membawanya ke mana?
Aku hanya berusaha membantu Anda
mengurangi stres.
Anda harus meneken surat kuasa ini
jika mau melihatnya lagi.
Pimpinan.
Jangan cemaskan aku.
Kamu tidak boleh menyerah.
Bawa dia.
- Ya, Pak. - Pimpinan.
Hei!
Dengar.
Aku yang paling memperlakukanmu dengan manusiawi
di rumah ini.
Aku memberikanmu cinta dan merangkulmu.
Teganya kamu melakukan ini terhadapku?
Kekeraskepalaan Anda
juga menghancurkan hatiku.
Pikirkan Nyonya Besar.
Apa itu?
Mereka akan melakukan itu juga terhadap Do Ri dan aku.
Buatlah alasan
untuk keluar sekarang juga.
Apa dia bodoh?
Ibu mengawasiku seperti elang.
Apa kamu bodoh?
Aku tadi hampir tertangkap basah. Hentikan ini.
Bagaimana jika aku tertangkap?
Kamu membutuhkanku di dalam untuk memberimu informasi.
Apa yang terjadi pada Nenek dan Kakek setelah aku pergi?
Kamu menuang bensin ke api.
Ibu dan Nam Joon panik
mau membuat Kakek meneken surat kuasa untuk menyerahkan aset.
Mereka memanfaatkan Nenek sebagai jaminan untuk mengancamnya.
Cho Ae Ra, Kim Nam Joon.
Apa yang harus kulakukan?
Ditambah lagi, keduanya
merencanakan rapat dengan pemegang saham utama.
Pemegang saham utama?
Aku harus kembali.
Kubilang aku mau pergi ke ekstrakurikuler Do Ri.
Kamu juga harus pergi.
Do Ri bisa tidak sengaja bilang kepada Ibu bahwa dia melihatmu.
Tunggu.
Jangan menelepon, ya?
Aku akan meneleponmu saat bisa.
Ada kemungkinan Ibu akan memeriksa ponselku.
Cepat.
Berikan ini kepadanya kumohon.
Soo Ho!
No comments yet. Be the first to leave one.