The first 200 lines.
"Episode 31"
Panggilan Anda dialihkan.../- Kenapa dia tidak menjawab?
Astaga. Dia membuatku gila.
Ikuti aku.
Ikuti aku!/- Se Joon...
Jangan lakukan ini. Tunggu sebentar. Ibu mohon!
Tenanglah.
Semuanya demi kamu. Ibu melakukannya demi melindungimu!
Ibu melakukannya demi aku?
Hentikan omong kosong Ibu.
Ibu membunuh seseorang yang amat kusayangi,
tapi semua itu demi aku?
Se Joon, akan ibu jelaskan semuanya.
Jangan marah. Tolong dengarkan ibu.
Tidak perlu.
Masuk. Masuk ke mobil!
Mau ke mana?/- Menemui Nenek!
Apa?
Dia membunuh nenek Se Joon?
Apa maksudnya?
Bersihkan secara menyeluruh.
Baik, Bu./- Baik, Bu.
Baiklah. Yang ini...
Kamu belum selesai bekerja?
Astaga, Kakak!
Aku baru saja mau pulang.
Kenapa kemari pukul sebegini?
Kakak melihatku bekerja keras, bukan?
Apa model terbarunya?
Kakak harus menjadi orang pertama yang meningkatkan penjualanmu.
Kakak...
Yang emas./- Emas?
Ini./- Astaga.
Ini hadiah sebagai perayaan kamu menjadi sekretarisku.
Hadiah?/- Ya.
Pasti sulit bagimu tiba-tiba bekerja di perusahaan.
Duduk dan santailah.
Anggap saja mesin pemijat ini aku.
Bukankah ini mahal?
Memang mahal. Jadi, gunakanlah sering-sering.
Terima kasih.
Aku cemas kamu terkena masalah
karena memintamu menjadikanku sekretarismu.
Jangan bilang begitu.
Karena kamu ada di sisiku,
aku merasa senang dan bahagia.
Kamu pasti sudah merasa lapar.
Padahal sudah lama sejak ciuman terakhir kami.
Ayah juga akan pulang terlambat hari ini?
Aku sangat merindukan Ayah. Kenapa Ayah belum pulang?
Bekerja itu melelahkan, ya?
Aku akan menyanyikan sebuah lagu, jadi, cerialah.
"Ayah, cerialah"
"Ah Reum ada bersama Ayah"
"Ayah, cerialah"
"Ah Reum bersama Ayah"/- Siapa...
Eun Hyang pelakunya.
"Cerialah"/- Apa?
Mantan istrimu, Eun Hyang, yang melakukannya!
Apa maksudmu?
Apa-apaan ini?
Kamu
membunuh Ah Reum, bukan?
Kamu membunuh putriku dengan pemantik ini!
Kenapa kamu membunuhnya?
Kenapa kamu membunuh putriku?
Apa maksudmu?
Untuk apa aku membunuhnya?
Aku tidak mengetahui apa pun.
Aku tahu ini pemantikmu.
Kamu menyalakan lilin dengan pemantik ini! Bukan begitu?
Aku tidak mengetahui apa pun.
Ah Reum menyalakan lilinnya sendiri.
Jangan bohong!
Aku menemukan pemantik ini
di bawah tempat tidur Ah Reum.
Tapi tanpa rasa bersalah sedikit pun,
kamu menyalahkan anak yang tewas itu.
Seakan-akan membunuhnya belum cukup,
beraninya kamu menjebak gadis malang itu?
Kamu menyebut dirimu ayah?
Ah Reum sangat menyayangimu.
Teganya kamu melakukan itu!
Api! Kebakaran!
Padamkan apinya segera! Tidak. Telepon 119!
Kita bisa saja terbakar sampai mati jika begini terus.
Api! Padamkan apinya!
Astaga, mataku perih.
Kenapa kamu bermain dengan api?
Kamu hampir saja membunuhku.
Kamu setakut itu pada kematian?
Kamu tidak bisa menahan rasa panas ini dan panik.
Bayangkan sesakit apa menjadi Ah Reum!
Dia memohon diselamatkan di tengah-tengah kobaran api.
Dia tewas dalam bara api mengerikan.
Apa yang kamu lakukan
saat dia sekarat?
Saat putrimu menunggumu untuk menyelamatkannya,
kamu sedang membeli pakaian dalam untuk Se Kyung
dan merasa bersemangat karena akan bersenang-senang.
Dasar hewan menjijikkan!
Tapi kamu masih ingin hidup?
Kenapa kamu masih ingin hidup?
Kenapa kamu hanya menyalahkanku?
Kita berdua meninggalkannya di rumah itu sendirian.
Jadi, kenapa menyalahkanku atas kematiannya?
Kamu masih bersikeras bahwa dirimu tidak bersalah?
Jika kamu mengakui kesalahanmu dan meminta maaf kepadanya,
aku tidak akan putus asa untuk membunuhmu begini.
Dasar sampah!
Karena kamu tetap ayahnya Ah Reum,
aku memberimu kesempatan terakhir untuk meminta maaf kepada Ah Reum.
Apa ini?
Obat untuk menyingkirkanmu dari dunia ini.
Tebus semua kesalahanmu
dan tinggalkan dunia ini.
Apa? Kamu menyuruhku mati?
Kamu sudah gila?
Kenapa? Kenapa aku harus mati?
Pak Pimpinan. Tae Soo
memilih kabur.
Ya, tolong lakukan itu.
Se Joon! Itu berbahaya!
Se Joon! Tolong jangan mengebut.
Ibu tidak punya pilihan.
Ibu bilang semuanya demi dirimu.
Hentikan omong kosong itu.
Kapan kubilang aku mau menjadi ahli waris Gongryong?
Kapan aku pernah mendambakan semua harta Nenek?
Dia segalanya bagiku. Teganya Ibu melakukan itu.
Astaga! Se Joon!
Setelah melakukan itu, Ibu berlagak sedih atas kematiannya.
Jujurlah dan katakan saja bahwa itu karena ketamakan Ibu!
Ibu tidak menyangka dia akan tewas semudah itu.
Itu hanya kecelakaan dan tidak disengaja.
Ibu tidak berniat membunuhnya. Ibu berkata jujur!
Jika begitu, seharusnya Ibu membawa Nenek ke rumah sakit.
Tapi Ibu malah memilih kabur.
Ibu meninggalkan Nenek tewas di lantai yang dingin itu.
Apa itu tidak disengaja?
Ibu takut.
Setelah semua usaha ibu untuk mencapai posisi ini,
ibu takut akan kehilangan segalanya.
Se Joon, tolong pahami ibu.
Tolonglah. Ibu mohon.
Tidak. Ayo mati bersama.
Apa?
Kita akan mendatangi Nenek dan meminta maaf kepadanya.
Aku akan pergi bersama Ibu agar Ibu tidak merasa sendiri.
Aku merasa bersalah kepada Nenek sampai tidak mau hidup lagi.
Tidak, Se Joon!
Awas!
Astaga, kepalaku.
Se Joon! Se Joon, kamu tidak apa-apa?
Bangunlah, Se Joon!
Se Joon...
Kamu baik-baik saja? Coba ibu lihat.
Syukurlah kamu baik-baik saja. Astaga.
Ibu.
Mari jangan mati.
Apa?
Benar, Se Joon. Keputusanmu tepat.
Semuanya akan baik-baik saja jika kamu melupakannya.
Dia sudah meninggal, jadi, ibu tidak bisa apa-apa lagi.
Ibu...
Ibu akan pergi ke kuil
dan berdoa untuk nenekmu agar dia beristirahat dengan damai.
Ibu berjanji, Se Joon.
Mati
sangatlah mudah.
Kurasa Ibu tidak boleh mati semudah ini.
Apa?
Ibu harus mati
setelah dihukum atas perbuatan Ibu.
Aku ingin Ibu merasakan segala kesulitan dan masalah
yang pantas Ibu dapatkan.
Ibu harus disumpahi, dicela, dan dihukum
atas perbuatan Ibu.
Seluruh keluarga harus mengetahui tentang hal ini juga.
Mereka harus mengetahui bagaimana Nenek tewas.
Se Joon.
Kenapa kamu melakukan ini?
Teganya kamu mengatakan hal mengerikan itu.
Se Joon.
Buka gerbangnya./- Ada keperluan apa?
Aku pemilik gedung ini.
Namaku Choo Tae Soo. Aku sibuk, jadi, cepat buka gerbangnya.
Aku belum pernah mendengar nama Anda. Pemiliknya orang lain.
Tolong pergilah.
Kamu tidak mendengarku?
Kubilang aku pemilik gedung ini.
Siapa kalian? Ke mana penjaga yang tadi berjaga di sini?
Bawa dia keluar.
Sedan apa kalian? Lepaskan aku sekarang juga.
Beraninya kalian melakukan ini kepada pemilik gedung.
Akan kupecat kalian semua hari ini.
Berhenti bicara konyol dan pergilah!
Pemiliki gedung ini adalah Pimpinan Geum.
Kamu salah!
Aku membeli gedungnya hari ini!
No comments yet. Be the first to leave one.