The Boy and the Beast

The Boy and the Beast (バケモノの子)

Download Indonesian Subtitle

Release info

[Anti] Bakemono no Ko (1280x720 Blu-Rays AAC) [4855C1A7] Track03 srt
A Commentary by undeathx
Beri rate kalau memang bagus, kami bukan IDFL.

Tags

Blu-ray
blu-ray
720
Blu-Ray
Published on: 2016-03-08
Downloads: 120
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kalian ini benar-benar orang yang menyusahkan.

Tapi bila kalian memang ingin tahu, kami akan menceritakannya.

Hayo, duduk tertib dan dengarkan baik-baik.

Pada zaman dahulu kala ...,

belum terlalu lama juga, sih.

Peristiwanya terjadi belum lama ini.

Ada banyak kota monster di dunia ini,

khususnya di kota terpadat Distrik Surga Binatang ini,

monster yang tinggal di lembah berbentuk kerucut ini mencapai 100.000 jiwa.

Mahaguru monster yang menemani mereka bertahun-tahun lamanya,

akan mendeklarasikan dirinya untuk menjadi Dewa saat pensiun.

Entah menjadi dewa apa nantinya,

bila sudah ditentukan, maka mahaguru yang baru akan dipilihnya.

Semua orang mempersiapkan dirinya untuk hal tersebut.

Kekuatan dan martabat adalah persyaratan utama sebagai penerusnya.

Lalu yang namanya paling naik saat itu adalah monster bernama Iouzen.

Tenang dan pemberani,

orang besar ini memiliki banyak murid.

Setidaknya bagi Ichirouhiko dan Jiroumaru, dia juga adalah orang tuanya.

Tidak diragukan lagi, dialah calon mahaguru berikutnya ...

... menurut rumor orang-orang.

Tapi ada satu monster lagi yang menjadi kandidat.

Namanya, Kumatetsu.

Sama seperti namanya, dia berpenampilan beruang.

Dengan gerakan selincah kera, dan staminanya yang tak terhingga,

dia mengayun-ayun pedang kebanggannya.

Kalau cuma dari segi kekuatan, dia sudah melampaui Iouzen.

Soal itu reputasinya cukup tinggi.

Omong-omong, monster ini agak menyusahkan.

Karena dia kasar, angkuh, tidak sopan, dan egois,

dia tak punya satu pun murid.

Apalagi memiliki seorang putra.

Bakemono no Ko A

Nah, sini.

Jangan mendekat. Hentikan.

Kalian masih di bawah umur, 'kan?

Enggak, kok.

Lari dari rumah, 'kan?

Sudah kubilang, bukan!

Anak tikus?

Atau ....

Kau kecil sekali.

Bentar, ya.

Nih.

Makanlah.

Apa kau juga kabur dari suatu tempat?

Aku juga ... sendirian.

Oi, tunggu dulu.

Baik.

Dari sini ke sana.

Ayah, kau sedang di mana?

Kau sedang apa?

Kenapa tidak ada di saat seperti ini?

Ren, sebentar lagi kita harus pergi.

Anu, ini diletakkan di mana?

Ah, biar kami yang membawanya.

Ren, aku tahu kau sedih karena Ibumu meninggal tiba-tiba,

tapi kecelakaan lalu lintas tidak bisa ditebak.

Kepala keluarga akan membawa dan menjadi walimu. Mengerti?

Kamu itu satu-satunya anak laki-laki di keluarga kami, sekaligus pewaris.

Mulai sekarang kami akan membesarkanmu dengan baik.

Ren, jawab kami bila kaupaham!

Kenapa Ayah tidak datang?

Lupakan saja Ayahmu itu.

Kenapa?

Ayah adalah ayahku.

Kamu sudah tahu kalau dia telah cerai dengan Ibumu, bukan?

Pengadilan pun sudah mengakui kami sebagai pemegang hak asuh.

Dia sudah dianggap orang asing.

Kalau begitu, aku akan hidup sendiri.

Memang anak kecil bisa apa?

Mana bisa kamu lakukan itu, bukan?

Sendirian pun aku bisa hidup.

Aku akan menjadi kuat dan membuktikannya pada kalian.

Berani sekali mulutmu itu!

Ren, kamu itu ....

Aku benci!

Aku sangat benci kalian dan Ayahku!

Aku sangat benci semuanya!

Ren!

Tunggu, Ren!

Sangat benci.

Sangat benci.

Sangat benci. Sangat benci.

Sangat benci.

Sangat benci!

Sangat benci.

Sangat ... benci ....

Sangat ... benci ....

Chiko?

Aku baik-baik saja. Terima kasih.

Astaga, apa maksudnya tadi?

Yang penting lebih kuat dari Iouzen, bukan?

Martabat? Aku tak paham maksudnya.

Yang dikatakan Mahaguru juga tidak masuk akal.

Butuh berapa lama sampai orang terakhir di tempatmu kabur?

Sebulan?

Seminggu?

Atau sehari, ya?

Cuma setengah hari, tahu!

Aku benci orang yang suka berleha-leha!

Memangnya kaupunya waktu buat pilih-pilih?

Kalau begini caranya,

bagaimana kalau manusia itu kaujadikan muridmu?

Begitu, ya?

Baiklah.

Aku bercanda.

Jangan dianggap serius!

Hei!

Aku bicara denganmu!

Kau itu hidup atau sudah mati, sih?

Berisik.

Kalau bisa bicara, berarti masih hidup, ya.

Mana Ibumu?

Berisik.

Kalau Ayahmu?

Tutup mulutmu.

Katakan!

Ke mana Ayahmu?

Berisik! Berisik!

Sekali lagi bicara, kau akan kubunuh!

Siapa yang mau kaubunuh, bocah?

Tunjukkan wajahmu.

Monster ....

Tidak buruk.

Sudah cukup, bukan?

Apa kau mau ikut bersamaku?

Apa yang kaukatakan, Kumatetsu?!

Tadi itu apa?

Mimpi?

Hei, apa kamu lari dari rumah?

Le-Lepaskan!

Anak kecil berkeliaran malam-malam di luar itu tidak baik, bukan?

Lepaskan aku!

Apa ada kontak dari walinya?

Mereka akan menjemputnya.

Ogah.

Nah, sini.

Ogah ... banget!

Tunggu sebentar!

Hei, tunggu!

Tunggu!

Hei!

Oi!

Mana dia?

Ke mana dia?

Di sana?

Bukan, sebelah sini.

Apa ini benar-benar Shibuya?

Lo?

Lo?

Lo?

Aduh!

Lo? Lo?

Jalan barusan menghilang?

Jalan keluarnya di mana?

Lepaskan!

Siapa ini?

Anak manusia, ya.

Kenapa ada di sini?

Pas banget.

Lepas kulitnya lalu kita jual ke warung Shamisen, yuk.

Atau dikeringkan lalu kita jadikan pipihan ikan saja?

Atau lebih baik ....

To-Tolong aku!

Hentikan, begundal!

Jangan ucapkan hal berdosa begitu.

Cih, sombong sekali.

Jangan khawatir.

Mereka cuma muka dan mulutnya saja yang bengis.

Tak ada yang perlu ditakutkan.

Namaku Hyakushuubou.

Seperti yang kamu lihat, aku ini penuntut ilmu.

Distrik Surga Binatang ini ...

... bisa didatangi bila memutari rute yang sudah ditakdirkan.

Kami, monster yang terbiasa hidup bersama Dewa,

dan manusia yang tak terbiasa dengannya, pastinya hidup di dunia yang berbeda.

Pastinya hatimu ketakutan karena tak sengaja tersesat kemari.

Nah, akan kuantar kamu ke dunia asalmu.

Yo!

Kau benar-benar datang, ya!

Ah!

Seperti yang kutebak.

Aku makin suka padamu!

Sini.

Apa yang kamu lakukan?

Dia itu anak tersesat.

Perlakukan lebih lembut!

Lebih lembut?

Biksu sepertimu cuma bisa bicara manis, ya.

Yang kumaksud itu jangan perlakukan dia dengan kasar!

Memang kenapa kalau aku kasar?

Dia bukan anak tersesat.

Mulai sekarang dia adalah muridku.

Murid?

Sudah kubilang, 'kan? Apa kaulupa?

Kamu berniat menjadikan anak manusia sebagai muridmu?

Manusia atau penggosok bukan masalah!

Kalau kubilang "murid" berarti "murid"!

Tunggu, tunggu, tunggu!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left