Release info

[Parasit - Sang Bidal] 07 Terpaan Malam Kelam
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jangan bergerak!

Salah orang?

Jadi, bukan dia, ya.

Tapi, bagaimanapun juga, dia sama-sama monster, 'kan?

Ta-Tahan dulu!

Kau kenapa, Migi?

Dia masih punya otak manusianya.

Apa?

Wah, agak aneh juga, nih.

Hanya di tangan saja, ya?

Wah!

Ya-Yang begitu masih dibilang punya otak manusia?

Tenang dulu! Apa yang dia bilang itu benar, kok!

Serius-

Ini betulan, lo. Betulan!

Memang begitu kenyataannya, Shinichi.

Otaknya masih utuh.

Kemungkinan, yang diambil alih adalah bagian bawah wajah sampai ke lehernya,

malahan, sampai ke bagian dadanya.

Benar.

Jadi, kita rekanan, ya!

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

we are absolute predators

kita adalah predator alami

we do not even have any enemies

kita pun tak mempunyai musuh

maybe there are other animals watching us

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

and thinking that someday "we will beat them down"

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, we have the brains to think hard

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

wear our favorite clothes

dengan berpakaian sesuka kita

we are at no doubt human beings

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

many small lives

akan banyaknya kehidupan kecil

they were born with the fate of dying for someone

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

a human baby

bayi manusia

when will they find out

kapankah mereka 'kan mengetahui

that at the point they were born, we are

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

winners of earth

sang penguasa bumi?

aa hitori naiteita

ah, diriku menangis seorang diri

tonari no kimi ga tooikakeru

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

dakara bokura yorisoi ikiru

maka dari itu, kujalani hidup ini

kirameku made

segemerlap mungkin

for what have I been living for?

untuk apa aku hidup selama ini?

when will I find out the answer?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

an answer that is only for you

jawaban yang hanya untukmu

what will myself and (the) first scenery I saw

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

Terpaan Malam Kelam

Setahun setelah menikah,

aku ditinggal kabur istriku.

Dia sama sekali tak bilang apa-apa,

tebakanku sih, dia sudah lelah dengan sifatku yang santai dan tak tegas.

Tapi, aku sendiri tak berani buat bunuh diri.

Indahnya.

U-Ular?

Pergi sana!

Hus! Hus!

Lalu, setelahnya...

Biar aku yang jelaskan.

Tangan kananmu juga pasti punya ingatan soal semacam ini.

Sejak awal, target kami adalah "mengambil alih otak",

makanya, aku juga berusaha langsung menuju bagian otak.

Tapi, nyatanya...

Kenapa ini?

Inangku tak bernapas.

Kalau begini, sekujur tubuhnya bisa mati.

Aku urungkan saja niat ambil alih otaknya.

Kalau tidak, aku bisa ikut mati juga.

Jadi, aku harus gabungkan diriku dengan tubuhnya di saat dia sekarat,

lalu...

Begitu, ya.

Menarik juga.

Ya, jadi, begitulah aku.

m 0 0 l 210 0 l 210 100 l 0 100 l 0 0

Aku juga ingin bicara.

Saat kuberikan kau kendali pada tubuh bagian atasku,

aku jadi tak leluasa bergerak pas bicara, tahu!

Berisik!

Tapi, aku benar-benar kaget, lo.

Pas dia bilang, "Salah satu rekanku mendekat,"

aku kira monster macam apa yang bakal datang.

Tapi, setelah lihat kondisimu, aku jadi lega.

Ya, tak kusangka ternyata ada orang lain sepertiku!

Eh, ceritakan dong,

soal tangan kananmu itu!

Ya, aku juga penasaran.

Boleh saja.

Tapi, sebelum itu, bisa kita pindah tempat dulu?

Aku Shinichi Izumi.

Dan dia Migi.

Soalnya, aku tak boleh lama-lama berada jauh dari tempat itu.

Ah, aku Mamoru Uda.

Kalau dia, cukup panggil saja Parasit.

Ya, Parasit juga cukup.

Dia tak ada di sini, ya.

Kira-kira ke mana, ya?

Kejam!

Terlalu kejam!

Jadi, itu sebabnya selama ini kau tetap berjaga di dekat RS ini?

Pasti berat, ya.

Kalau aku jadi kau, pasti sudah tak kuat.

Ya.

Dia ini kok gampang sekali menangis, ya?

Aku sama sekali tak mengerti jalan pikiran manusia.

Terkadang, aku juga merasa begitu.

Migi-mu itu, bicaranya benar-benar sopan, ya.

Eh? Oh.

Mungkin, karena dia selalu baca buku setiap hari.

Aku belajar bicara dari obrolan di TV, lo.

Dia senang menonton film, sih.

Malah bisa sampai menangis.

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left