The first 200 lines.
Baik, tahan meja tiga dan empat. Buah anggur siap disajikan.
Ambil hidangan pertama dan tolong percepat focaccia itu.
Bisa ambilkan juga kaldu untuk meja dua dan ikan untuk meja empat?
Tolong mulai masak hidangan ketiga.
Percepat cannoli dan berikan ke pengantar. Tolong dan terima kasih.
- Ayo antar focaccia... - Aku butuh angka, Koki.
cannoli, dan tulang T untuk meja 20.
Antar lagi focaccia itu. Tolong dan terima kasih.
Ke kursi bar satu dan dua.
Aku perlu pengantar, tolong.
Itu untuk meja 42.
Ada focaccia lagi untuk meja tiga orang.
Kursi bar tiga dan empat.
Buah anggur untuk meja empat,
bucatini untuk meja empat, dan cannoli untuk meja empat.
- Itu untuk meja 21. - Cannoli sedang dimasak, Koki.
Baiklah.
Bisa tolong masak tiga tulang T dan dua bucatini juga?
Kawan-Kawan, ini pergantian pertama kita.
Malam ini penuh, kondisi kita baik, akan kita selesaikan semuanya.
Semuanya merasa baik?
- Ya, Koki! - Terima kasih. Baiklah.
Ada berapa cannoli hari ini, Koki?
Kulihat ada pesanan untuk enam.
Lalu enam dan enam lagi.
Baiklah, ayo berusaha, kita kirim semua makanan ini.
Bisa tolong antar focaccia ini? Untuk meja 40.
Terima kasih banyak.
Koki Sydney, cannoli. Berapa jumlah totalnya?
Baiklah, ada apa?
Lihat meja isi enam ini? Langsung suruh duduk saja?
Entahlah, akan kubicarakan dengannya.
Baik, ayo berusaha, masak semuanya, paham?
- Ya, Koki. - Ya, Koki.
Tolong antar.
Tanpa noda jari. Terima kasih.
Baik, ada pesanan masuk. Dua bucatini, dua tulang T, Para Koki.
Bagaimana menurutmu?
Menurutku? Ini hal terbaik.
- Ya? - Nat, ya.
- Menurutmu dia akan suka? - Dia akan sangat menyukainya.
Baiklah.
Sial. Lampu di atas Jimmy terlalu panas.
Sugar?
Terima kasih.
Jimmy. Bagaimana semuanya?
- Semuanya luar biasa, Kawan. - Bagus sekali.
Hei, kau pun tampak tampan, Anak Muda.
Terima kasih banyak, Paman.
- Donnie, terima kasih kau sudah mampir. - Senang bertemu.
Ya, sampai jumpa sebentar lagi. Aku akan ke sana.
- Bagaimana anggurnya? - Lumayan.
- Lumayan? - Ada yang lebih enak di rumah.
Itu Cru Beaujolais. Dasar menyebalkan.
Hei. Apa kataku? Kau kularang ke belakang sana.
Lalu? Kau ke belakang.
- Ayolah, Kawan. - Jangan kau lakukan lagi.
Claire Bear. Bagaimana semuanya?
- Sepupu, ini luar biasa. - Terima kasih, senang kalian datang.
- Aku Richie, omong-omong. - Kelly. Senang bertemu.
- Sama-sama. - Aku dengar banyak hal tentangmu.
Semoga semuanya hal baik.
Ya. Claire dan aku tumbuh besar bersama.
- Benar. Dia sepupu Carmy. - Aku memang sepupunya, ya.
Kau tahu dia amat mencintaimu.
Kau tahu? Aku pun sangat mencintainya, tetapi jangan beri tahu dia.
- Aku janji. - Baiklah.
Aku akan segera kembali.
Tuan-Tuan, bagaimana pendapat kalian?
Ini hebat sekali. Ini indah, aku sangat kagum.
Senang mendengarnya. Terima kasih.
- Putrimu sangat penting bagi kami. - Bagiku juga.
Aku hanya mau mengabari minuman sedang diantar.
Kau baik sekali, tetapi aku penyuka soda. Aku tak minum.
Kami tahu, Pak.
Layanan Soda The Bear, Pak Adamu.
Aku merasa agak kewalahan, mau bertukar denganku?
Tidak, kau baik-baik saja.
- Tidak? - Kau baik-baik saja.
- Baik. - Kau baik-baik saja, ya?
- Ya. - Teruskan.
- T? - Ya, Koki.
- Kemarilah. - Bisa minta mangkuk kaviar?
Bantu Sydney dengan tiket pesanan, Josh akan mengerjakan posmu.
- Jeffrey. - Ya.
Entah Josh pergi ke mana.
Apa maksudnya?
Maksudnya, aku tak tahu dia pergi ke mana.
Baiklah, tetap di posmu. Josh kugantikan.
- Marcus! - Ya, Koki.
- Tolong antar. - Syd. Tolong tiket pesanan.
- Ya, Koki. - Terima kasih, Koki.
- Saat selesai... Maaf. - Maaf.
Aku butuh talenan!
Saat masakan selesai, taruh saja di piring yang sesuai.
- Ya, Koki. - Itu untuk meja 42.
Hei, sikapmu kepadaku aneh seharian ini dan aku...
Tidak dan semuanya baik-baik saja.
- Baik. Biarlah. Lupakan. - Ya.
- Bagus, akan kulupakan. - Bagus.
Pengantar, Koki.
Hei, garpunya hampir habis, Koki.
- Sudah terpakai semua, Koki. - Sial.
Di belakang.
- Di belakang. - Baik, ayo mulai masak kaviar.
Natalie.
- Sayang, ketahuilah... - Hei, beri tahu peluangnya.
- Peluang apa? - Peluang dia muncul.
- Kawan... - Apa, Sayang?
Nat, aku mau bilang
betapa spesial, keren, dan hebatnya tempat ini,
aku sangat bangga kepadamu dan...
Itu luar biasa. Terima kasih.
Aku hanya tak mau ekspektasimu terlalu tinggi.
Tidak.
- Natalie. - Peter.
Baiklah, peluangnya 75-25 persen.
- 75 persen dia datang? - 75 persen dia tak datang.
- Sugar? - Paham. Baik, aku akan segera kembali.
- Ini bukan tentang dia, sungguh. - Maaf.
- Bagaimana suasananya? - Menurun.
- Ya? - Makanannya terlalu lama.
- Meja yang mana? - Semuanya.
- Semuanya? - Aku akan bicara dengan Marcus.
- Marcus. - Ya, Koki?
Kita kekurangan 12 set roti. Sekarang juga.
Semua harus diantar sekarang.
Ayahmu di meja 40. Dia aman.
- Terima kasih. - Ya, Koki.
Berapa set roti yang siap?
- Carm. - Ya?
Ingat kau berjanji kita tak akan kehabisan garpu?
- Ya. - Coba tebak apa yang baru terjadi.
- Garpunya habis. - Ya, kita kehabisan garpu.
Kau akan kubelikan kalkulator.
- Gary. - Ya, Koki.
Pergi ke toko terdekat, beli semua garpu mereka punya, Koki.
- Baik. - Syd, aku masih butuh jawaban untuk roti.
- Sepupu. Claire di meja 31. - Baiklah.
- Sapalah dia. - Ya. Nanti.
- Nanti? - Di mana Josh?
- Pergi sajalah. - Ada yang lihat Josh?
Setelah sempat. Aku sedang kesulitan. Jangan ganggu.
- Aku ke sana saat sempat. Apa? - Aku hanya bilang...
- Koki Syd, butuh jawaban! - Kirim ke kursi bar satu dan dua.
Di belakang.
Koki, ini 12 roti, bisa bantu aku? Koki?
Sydney! Kenapa mengabaikanku? Kau marah kepadaku? Apa?
- Kau harus tenang. - Hei.
- Diamlah. - Ya, itu...
Marcus. Pergilah, tolong.
Roti pindah ke urutan ketiga, cannoli keenam.
Baiklah, Koki. Terima kasih.
Astaga, maaf, itu...
Teruskan saja.
Ya. Baiklah. Tolong mulai kirim roti ini.
Focaccia. Pengantar.
- Pengantar! - Kami datang.
Koki.
Bagus. Itu untuk meja 21 dan itu ke meja 52.
- Aku ke meja 21, kau ke 52. - Kuantar ke meja 52.
Maaf. Aku kacau sekali.
Terima kasih kau sangat sabar terhadapku.
Kau selalu kutinggal.
- Sayang, ini lebih mudah. - Apa maksudmu?
- Kau lebih mudah. - Lebih mudah bagaimana?
Karena kau menyukai ini dan kau tak selalu merasa kesal.
Habislah aku lagi.
Baik, kau manis sekali. Aku harus memperbaiki toilet.
Aku mencintaimu.
Aku butuh pengantar untuk tamu VIP di meja 31, tolong.
- Itu Claire. - Sial. Ya, benar.
Tolong menjauh dari meja.
- Baik. Aku saja. - Apa?
Ini waktu terbaik untuk itu?
- Di belakang. - Bagus. Baiklah.
Bisa tolong masak tulang T itu? Tina, bisa kau masakkan untukku?
- Ya, Koki. - Terima kasih banyak.
- Ada yang tahu Neil di mana? - Di sini, Koki.
- Hai, bisa cek ayahku? - Ya, Koki.
Ya, baiklah.
Koki, kau dibutuhkan di toilet.
- Toiletnya rusak. Perbaiki, Koki. - Ya, Koki.
Baiklah.
- Sialan! - Maaf.
Kau tampak cantik. Nikmatilah.
- Hei. - Hei. Ibu tak ada.
Kenapa kau basah?
- Karena toiletnya meledak. - Baiklah.
Kau punya baju ganti apa pun?
- Ya. Baju koki di ruang loker. - Baik, terima kasih.
Kenapa kau lambat sekali?
Di belakang.
Itu salah. Cara masaknya salah.
Koki.
Koki?
Ya, tetapi ini akan memperlambat kita.
Harus kau ulangi. Yang akan memperlambat adalah jika kau...
Tidak, kata Carmy ini caranya...
Kataku kembalikan dan masak ulang. Tolong dan terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.