The first 200 lines.
Sang Hyuk, maafkan aku.
Aku sangat mabuk hari itu.
Kamu sudah tidak marah lagi kepadaku?
Min Kyung.
Mari kita bercerai.
Sang Hyuk.
Aku ingin kamu bahagia.
Kamu tidak perlu terikat denganku.
Aku ingin kamu hidup bebas dan bahagia.
Tidak, Sang Hyuk. Kamu salah paham.
Maafkan aku. Bisakah kamu memaafkanku sekali ini saja?
Ini terdengar tidak tahu malu, tapi bisakah memberiku kesempatan lagi?
Aku sedang bangkrut, jadi, aku tidak bisa memberikan apa pun.
Aku sepakat untuk tidak menerima warisan dari orang tuaku.
Tapi aku akan menjanjikan ini kepadamu.
Saat aku sukses, aku akan memberi tunjangan sebanyak yang kamu mau.
Aku akan memberimu cukup agar kamu tidak mencemaskan tentang uang
selama sisa hidupmu.
- Sang Hyuk. - Mungkin ini
adalah akhir dari hubungan kita,
tapi aku tetap ingin kamu sukses.
Kamu bisa hidup bebas dan melakukan apa yang kamu sukai.
Aku doakan kamu terus sukses
sebagai model maupun sebagai aktris.
Dan tentu saja, aku juga harus sukses.
Jika kita kebetulan bertemu satu sama lain,
semoga kita dapat saling menyapa sambil tersenyum.
Sayang, kamu pasti terkejut.
Aku tidak tahu Sun Jung akan ada di sana.
Aku juga sangat terkejut.
- Apa kamu marah? - Jangan sentuh aku!
Kalian terlihat sangat bahagia.
Kalian bertiga pasti tampak sempurna jika aku tidak ada di sana.
Benar, bukan?
Maafkan aku.
Aku benar-benar tidak tahu bahwa ibuku mengundang Sun Jung.
Kamu tidak tahu?
Itu sama seperti yang kamu katakan waktu itu.
Bagaimana kamu bisa memberiku alasan yang sama?
Apa kamu mengungkitnya lagi?
Sudah kubilang tidak terjadi apa pun!
Kalian menghabiskan malam bersama. Hanya kalian berdua.
Aku melihat kalian minum anggur
dan bersenang-senang. Bagaimana kamu bisa berbohong kepadaku?
Bagaimana mungkin tidak terjadi apa pun
saat kamu menutup tirai dan menghabiskan malam bersama?
Aku berlari ke pantai karena aku berpikir lebih baik mati saja.
Tapi aku tidak bisa melompat
karena aku ingin memercayaimu bahkan pada saat itu.
Aku ingin percaya bahwa kamu tidak melakukan apa pun
dan teman-temanmu memang kembali seperti yang kamu ceritakan padaku.
Aku ingin percaya kamu tidak akan bermalam bersamanya berduaan.
Jadi, aku tinggal di pantai sampai keesokan paginya
dan kembali ke sanggraloka.
Kalian sedang sarapan,
dan saling menyuapi dengan mesra.
Tidak ada satu pun temanmu yang kamu sebutkan berada di sana.
Hanya ada kalian berdua.
Kamu pembohong.
Baiklah, itu memang bohong.
Pak Kim tiba-tiba tidak bisa datang,
jadi, Sun Jung datang mewakilinya.
Jadi, hanya ada aku, Hyuk Jin, Min Kyu, dan Sun Jung.
Kami berempat bermain golf bersama.
Kami memiliki janji main golf lain keesokan paginya,
jadi, kami sepakat untuk mengadakan pesta barbeku
dan bermain poker sepanjang malam.
Tapi tiba-tiba, Min Kyu mendapat telepon dari Pak Kim
mengenai masalah soal klien, dan mengajak Hyuk Jin bersamanya.
Dan dia mengatakan kepada kami akan kembali sebelum tengah malam.
Sun Jung dan aku tidak punya pilihan
selain menunggu di sanggraloka berdua saja.
Ya, kamu menyebalkan.
Kami akhirnya makan malam setelah begitu lama menunggumu.
Kami berdua tidak bisa mengadakan pesta barbeku.
Aku bahkan tidak tahu cara membuat perapian.
Kalian bisa melakukannya begitu sampai di sini.
Kami akan menyiapkan beberapa hidangan.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Apa mereka akan lama?
Tidak, mereka hanya perlu membantu klien.
Tempatnya tidak terlalu jauh dari sini.
Hyuk Jin dan Min Kyu selalu seperti itu.
Mereka selalu terlambat menghadiri janji mereka
dengan membuat beberapa janji sekaligus.
Kali ini, semua karena sesuatu yang mendesak soal klien mereka.
Mereka bilang akan kembali
setelah mereka bertemu dan mengajari klien cara menangani masalahnya.
Berarti kita bisa minum anggur dan menghabiskan waktu bersama.
Itu bagus.
Aku bisa memiliki orang yang paling kusukai
untuk diriku sendiri.
Astaga, jangan bercanda lagi.
Hei, Sayang.
Aku di sanggraloka golf.
Sudah kubilang aku punya janji main golf hari ini.
Aku sedang minum-minum bersama teman-temanku sekarang.
Dengan siapa kamu minum-minum?
Pak Kim, Hyuk Jin, dan Min Kyu.
- Benarkah? - Kami akan berpesta malam ini.
Aku mungkin tidak bisa pulang malam ini. Semoga kamu mengerti.
Sampai jumpa.
- Ini. - Baiklah.
Kamu mengalahkanku hari ini,
jadi, aku akan mengalahkanmu besok.
Pukulan bagus.
Pukulan bagus.
Hyun Joon, bagaimana bila kita menutup tirainya?
Aku merinding bila melihat kegelapan di luar sana.
Rasanya hantu sedang mengawasi. Itu membuatku takut.
Hantu itu tidak ada. Jangan manja begitu.
Tapi aku masih membenci gelap.
Baiklah.
Sudah aku katakan berkali-kali bahwa tidak ada yang terjadi.
Aku hanya tidak memberitahumu
bahwa aku sendirian bersama Sun Jung karena aku tidak ingin kamu cemas.
Ya, aku ingin memercayai kata-katamu.
Tapi teman-temanmu tidak pernah muncul.
Kamu bilang mereka akan kembali, tapi itu tidak pernah terjadi.
- Kenapa demikian? - Itu...
Sesuatu tidak berjalan dengan baik, jadi, mereka tidak bisa kembali.
Hanya itu yang aku tahu.
Apa kamu pernah menemui Sun Jung sejak saat itu?
Sayang!
Bukankah itu sebabnya dia datang hari ini?
Kenapa kamu tidak percaya kepadaku?
Apa kata-kataku tidak ada artinya bagimu?
Berapa kali aku harus mengulanginya agar kamu percaya kepadaku?
Itu tidak masuk akal!
Setiap kali aku bertanya kenapa mereka tidak pernah kembali,
kamu selalu tidak bisa menjawabku.
Dan kamu masih berpikir aku harus memercayaimu
tanpa syarat?
Lupakan saja.
Hei, kenapa kalian tidak datang?
Apa kalian tidak akan kembali?
Kapan kalian akan datang?
Benarkah?
Tolong cepatlah.
Terasa canggung hanya berduaan bersama Sun Jung.
Baiklah, sampai jumpa.
Apa mereka tidak datang?
Mereka akan datang terlambat.
Kenapa mereka menyelesaikannya begitu lama?
- Ini menyenangkan. - Astaga.
Aku menyukaimu sejak aku masih kecil.
Bagaimana menurutmu bila kita melewati batas hari ini?
Hei.
Apa kamu mabuk?
Aku serius.
Aku tidak akan kehilanganmu ke tangan Kyung Shin
jika aku tidak sekolah keluar negeri.
Berhentilah bercanda.
Aku tidak akan berkencan dengan anak kecil sepertimu.
Kamu hanya delapan tahun lebih tua dariku.
Kita berdua sudah dewasa sekarang.
Astaga. Lihatlah. Kini kamu sudah dewasa.
Masuk dan tidurlah.
Anak yang baik harus selalu tidur lebih awal
dan bangun pagi. Kamu tahu itu, bukan?
Itu yang biasanya dikatakan ayahku.
Jangan khawatir.
Aku tidak pernah mencoba merayu pria beristri sepertimu.
Omong-omong, bagaimana kamu bisa bergabung bersama kami hari ini?
Apa Pak Kim memintamu untuk pergi menggantikan dia?
Ya. Ibumu meneleponnya.
Dia mengajaknya untuk bertemu dan memintanya
untuk mengirimku bermain golf sebagai gantinya.
Dia rupanya memberi tahu Pak Kim kamu ingin bermain golf bersamaku.
- Aku mengatakan itu? - Memangnya tidak?
Itu yang Pak Kim katakan kepadaku.
Aku pikir Pak Kim yang mengatur acara golf hari ini.
Soal itu.
Aku pikir dia ingin membahas bisnis bersamamu.
Tapi ibumu sepertinya memberitahunya bahwa dia akan mengurusnya.
Lalu dia meminta kepadanya
untuk mengirimku ke sini sebagai gantinya.
Hei, Min Kyu.
Aku ingin kamu jujur.
Di mana kamu sekarang?
Apa? Seoul?
Ini. Coba ini.
- Apa kamu yang membuat ini? - Ya.
Apa Ibu meminta Pak Kim mengumpulkan kami untuk main golf
dan membuat semua orang pergi meninggalkanku bersama Sun Jung?
Ibu tidak melakukan apa pun.
Tolong jangan lakukan itu.
Kyung Shin datang jauh-jauh ke sana.
Dia sangat kesal.
Dia mengejar kalian?
Bagaimana dia tahu?
Tolong jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi.
Astaga.
Kenapa dia cemburu bila dia bahkan tidak bisa hamil?
Bercerailah saja dan menikahlah dengan Sun Jung.
Bibi tidak perlu membawakanku makanan seperti ini.
Bibi harus memakannya sendiri.
Kamu harus makan makanan bergizi saat hamil.
Aku tidak pandai memasak, tapi aku harap kamu menikmatinya.
No comments yet. Be the first to leave one.