The first 171 lines.
Selamat malam, Kirishima-kun.
Kebetulan sekali, ya.
Iya, kebetulan.
Gadis yang manis, ya.
Apa dia pacarmu?
Tunggu, kayaknya kamu salah paham...
Apa kalian berdua saling kenal?
Ya, kami teman sekelas dan duduk bersebelahan.
Kirishima-kun enggak bisa ditinggal sendirian.
Baru saja pindah, dia sudah dapat pacar semanis ini...
Himeko, dia ini Haruki.
Haruki, ini Himeko.
- Haru-chan...? - Hime-chan...?
DIBUAT OLEH HIMEKO
- Nikaido-san, kamu enggak apa-apa? - Kalau ada apa-apa, bilang, ya.
Enggak apa-apa, kok.
Aku cuma kesulitan tidur semalam.
Dia ini...
Haru-chan makin cantik aja!
Aku sama sekali enggak sadar, jadi kaget rasanya.
Penyamaranku lumayan juga, kan?
Iya, aku beneran ketipu!
Aku kira Haru-chan itu dulunya cowok, lo.
Kakakku juga bilang kalau kamu enggak berubah.
Malah, tenaganya lebih kuat seperti monyet yang berubah jadi gorila!
Hayato!
Ini kehitung utang, ya!
Seperti yang Kakak bilang, Haru-chan masih sama seperti dulu.
Oh iya, Haru-chan. Kita tukaran kontak, yuk?
Aku punya HP, nih. Enggak kayak kakakku.
Ayo! Lagian, Hayato aneh banget enggak punya satu.
Dari dulu, ya, kakakku itu
cuma masak makanan kesukaannya Kakek Gen dan teman-temannya.
Iya. Kadang, pikirannya Hayato kolot juga.
Pasti itu karena kita keasyikan chatting di HP sampai tengah malam, kan?
Dia enggak bisa tidur tadi malam,
terus sekarang, dia kelihatan senang. Jangan-jangan...
Tunggu.
Bukannya aneh, ya, apalagi dia masih belum ada yang punya?
Aduh, ini utangmu ya.
Selamat pagi, Nikaido.
Kamu senang banget lihat HP-nya.
Udah dapet cewek, ya?
Ce... Cewek? Eng... Enggak, itu...
Kirishima-kun, anu...
Oh iya!
Lihat. Dia manis, kan?
Kami ketemu lagi untuk pertama kalinya sejak masih kecil,
lalu semalam kita asyik mengenang masa lalu...
Oh, jadi gitu, ya.
Dia... manis, ya...
Gemas!
Kalian akrab, ya.
Anak-anak, pelankan suara kalian.
Makasih, ya.
Jangan berlebihan.
RUANG PERSIAPAN
Aku tertolong, Hayato!
Aduh, aduh! Jangan kasar-kasar, dong.
Eh?
Itu apa?
Aku beli ini di toko 100 yen, tapi harganya 200 yen, sih.
Nah, ini buat kamu.
Ini dari toko 100 yen, tapi harganya 200 yen? Kok bisa?
Oh iya, uangnya...
Enggak apa-apa. Anggap ini utang budi.
Tapi aku punya sedikit permintaan, nih.
Aku... mau Hayato...
Apa?
Yang begitu...
kamu mau aku yang ucapkan?
Habisnya pagi ini aku bangun kesiangan!
Aku belum sarapan, apalagi beli buat makan siang!
Ya elah...
Ini utang budi, ya?
Makannya bisa dibagi, sih, tapi sumpitnya cuma satu.
Aman aja.
Di tasku masih ada sisa sumpit dari konbini, kok.
Begitu.
Hanya makan frozen food dan yang dibeli di konbini...
Hamburg steak penuh sayur ini enak banget!
Ini kamu juga yang bikin?
Aku sempat buat banyak terus aku bekukan.
Termasuk bekal Hime-chan juga?
Begitulah. Lebih gampang kalau bikinnya barengan.
Begitu, ya. Aku anak tunggal, sih, ya.
Hime-chan enak, ya.
Si Himeko itu,
pagi ini dia bangun telat, aku benar-benar kerepotan.
Ya ampun. Kalian ngobrolin apa aja, sih, sampai larut malam begitu?
Banyak, deh.
Hime-chan paham betul soal brand pakaian dan kosmetik,
sementara aku enggak tahu apa-apa.
Pulang sekolah nanti ngumpul di rumahku, ya.
Hime-chan juga ikutan.
Oke.
Tapi enggak nyangka, ya. Padahal penyamaranmu sebagus itu.
Aku cuma pura-pura jadi anak baik, kok.
Lagian...
Haruki.
Enggak, enggak ada apa-apa.
Aku enggak tahu keadaannya. Sulit ikut campur.
Tapi...
Hayato, kamu ngapain?
Haruki...
Iya.
Kamu banyak berubah, ya.
Masa?
Iya. Jadi kurang ajar.
Hah? Apa coba.
Apa aja boleh.
Anak itu siapa?
Seragam itu dari SMP sana, kan?
Lah, Himeko?
Haru-chan!
Hime-chan?
Ayo cepetan!
Jarang sekali Nikaido-san janjian begini.
Padahal, dia kayak gak suka nongkrong sama orang.
Jadi orang populer itu ribet, ya.
Panasnya...
Panas parah!
Tuh, Hayato sudah datang! Hei!
Kakak, tangkap Haru-chan!
Kenapa ini?
Hayato pengkhianat!
Aku masih bingung. Jangan marah-marah.
Tenang, dong, Haruki.
Kak, langsung aja bawa Haru-chan ke dalam lagi.
I... Iya.
Bunuh aku!
Haru-chan,
ini semua paket lengkap: serba gelap, kuno, polos lagi.
Ditambah lagi sudah belel.
Ukuran baju-baju ini enggak cocok lagi buat kamu, kan?
Ini, sih, baju yang kalau kotor masih aman.
Semuanya bikin aku teringat sama baju-baju waktu kecil, deh.
Sebuah keajaiban kita bisa bertemu di konbini, ya.
Iya.
Hah? Separah itu?
Enggak apa-apa, kok.
Meski selera bajumu masih kacau seperti dulu
dan bikin aku ogah jalan bareng kamu,
Haru-chan tetap jadi Haru-chan.
Semuanya baik-baik aja.
Begitu, deh. Gimana?
Baik, Sensei!
Kakak. Sabtu nanti, aku boleh pinjam Haru-chan?
Ya sudah. Lihat-lihat HP-nya masih bisa Minggunya.
Baju!
Aku akan pergi beli baju buat Haru-chan!
Himeko-sama?
Kalau sudah diputuskan, kamu harus bersiap diri.
Itu saja.
Aku jadi haus karena banyak ngomong.
Oh iya, aku belum ngasih minum, ya.
- Mau teh aja? - Boleh.
Kakak, memang benar, sih, Haru-chan sama kayak dulu,
tapi dia tetap aja cewek, lo?
Omonganmu nyelekit, tahu.
Tuh. Kakak bantuin, sana.
Iya...
Haruki, aku bantu, ya.
Haruki...
Ah, Hayato. Ini, sih... Ya, begitulah.
Begitu itu, maksudnya... Maksudku...
Ayo, Haruki.
Tunggu, Hayato!
Tunggu, kita mau ke mana?
Kakak, Haru-chan kenapa?
Himeko. Mampir dulu ke supermarket, baru kita pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.