The first 146 lines.
Setiap astronot harus menjalani latihan penerbangan dengan pelatih T-38.
Tentu saja, Mohri, Noguchi dan Hoshide sudah lulus.
Sementara para murid bernilai tinggi mendapat instruktur yang paling hebat,
aku malah berurusan dengan
Deneil Young.
Dan aku selalu yang paling bawah.
Sudah tahu.
Pokoknya, tak ada satu murid pun yang tahan dengan gaya terbangku.
Kalau kau bisa tahan denganku,
kau bisa berkembang 1,5 kali lebih cepat daripada yang lainnya.
Akhirnya, aku
terbang juga!
Waktunya pertunjukan.
Perasaanku tak enak.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#66 Dua Buku Catatan
#66 Dua Buku Catatan
Ketat sekali.
Eh, Paman Young.
Bukankah ini g-suit, ya?
Kalau 4-g, kita butuh ini?
Sepertinya kau sudah pelajari materinya.
Tulis itu di buku catatan yang ada di kepalamu.
Kalau kau tak memakainya, darahmu akan terkuras dari kepala ke kakimu.
Kau bisa black out nanti.
Oh.
"Black out" itu istilah yang artinya pingsan.
Kau sudah tahu?
Sudah tahu, kok.
Memangnya harus begini untuk penerbangan pertamaku?
Kau sedang apa, Paman Young?
Sip.
Ayo.
AsCan yang lain tak ada yang memakai g-suit.
Mereka tak perlu itu.
Kau jangan "hahahaha" saja.
Kalau aku tak butuh, kenapa aku harus pakai?
Karena kau itu beruntung, Mutta.
Hanya sedikit astronot yang memakai g-suit, tahu.
Hibito lah salah satunya.
Bagaimana? Mau dilepas?
Mana mungkin.
Aku yakin kau sudah baca semua ini.
Kru pemelihara itu bertugas untuk menjaga pesawat tetap dalam keadaan sempurna.
Tapi, pemeriksaan terakhir itu menjadi tanggung jawab si pilot.
Pertama, kau periksa luarnya.
Tolong pegangkan ini sebentar.
Hah?
Coba kulihat.
Lalu buat apa tongkat ini?
Sepertinya aku tak bisa percaya dengan orang ini.
Aduh.
Mutta, kau periksa pesawatnya.
Aku yakin buku catatan di kepalamu punya daftar tempat yang harus diperiksa.
Tentu.
Waktu memeriksa pesawat, jangan pernah lewatkan ujung-ujungnya.
Bisa-bisa nanti pilot mengalami benturan dan kru pemelihara akan dapat masalah.
Tulis itu di buku catatan yang ada di hatimu.
Pastikan kau tulis di buku yang benar, Mutta.
Aduh.
Akhirnya aku terbang juga!
Hari ini aku akan menjadi bocah terbang.
Bocah Terbang
Tidak, perasaanku masih tak enak.
Ah, sial.
Aku harusnya tanya Amanti dulu soal nasibku.
Nah, ayo kita bawa pesawat ini!
Eh, tunggu dulu!
Waktunya pertunjukan!
Itu pasti Deneil.
Benar. Bahkan dia melepaskan asap tanpa sebab.
Tak ada ampun sepertinya buat anak baru itu.
Dia pasti pakai 6,5 g.
Si-Sialan kau, Paman!
Aduh.
Baru pertama kali, langsung akrobatik?
Kepalaku masih berputar-putar.
Kau tahu, Mutta?
Semua orang langsung muntah setelah penerbangan pertama denganku.
Tulis itu di buku catatan yang ada di kepalamu.
Harusnya kau bilang dari tadi.
Permulaan ini terlalu berat buatku.
Oh? Sudah menyerah?
Aku mau melakukannya seharian.
Setelah penerbangan pertama Hibito...
Paman Young...
Sekali lagi!
Setelah muntah, dia menenggak senyum sambil meminta sekali lagi.
Tulis itu di buku catatan yang ada di hatimu.
Nah, bagaimana, Mutta?
Kau sendiri yang harus menghentikan, meneruskan, atau mengendalikan.
No comments yet. Be the first to leave one.