The first 200 lines.
=Surgeons= =Brought to you by GoldenEto=
Alih Bahasa =GoldenEto=
Anak Zheng Yan Hua leukimia di usia 4 tahun.
Da Wei merasa Ia tak berguna karena tidak bisa menjadi penerusnya.
Lalu Ia pergi dan bertemu denganku.
Punyaku sejak lahir sudah bermasalah. Kau pikir Ia akan menerima anak itu?
Jika ia tidak menerima anakku, maka hidupku akan hancur.
Dr. Lu...
Aku sekarang ...
melepaskan perawatan.
Mengerti ?
Jangan buru-buru membuat keputusan.
Boleh aku mendiskusikan ini dengan si ayah ?
Kalau kau memberitahu kondisi anak padanya, aku akan kehilangan segalanya.
Jangankan cuma si anak, Ia mungkin tidak akan membayar biaya rumah sakit lagi.
Lalu aku harus bagaimana ?
Kau bisa memikirkan cara untuk bicara dengan si ayah, tapi anak ini tidak bisa menunggu.
Dengan melakukan bedah tepat waktu dan perawatan paska operasi yang baik, kemungkinan besar anak ini bisa sembuh total.
Dia tidak perlu berakhir cacat.
Aku akan jujur padamu.
2 bulan lalu, setelah USG, aku mencaritahu di online.
Aku tahu betapa seriusnya kondisi ini.
Meskipun operasi, jika ada komplikasi, maka akan jadi jurang tanpa akhir !
Ia mungkin tidak dapat jadi anak sehat selamanya.
Sedikit uang yang diberikan Qi Da Wei tidak akan cukup memberikan perawatan yang Ia butuhkan.
Liu Ling.
Aku tahu kau tidak percaya penuh padaku.
Berikan aku waktu.
Aku akan buktikan padamu.
Bagaimana ?
Karena ibu si bayi sudah menyerah dan kau sudah berusaha, maka kau harus respek pada keputusannya.
Kau dengar aku ?
Aku tahu kau pernah bilang, kalau aku terus ikut campur, terutama saat privasi pasien terlibat, maka akhirnya aku harus keluar.
Aku akan menulis surat pengunduran diri.
Besok pagi-pagi sekali sebelum Kepala dan Dirut memprosesnya.
Sebelum itu, aku akan berusaha sekali lagi.
Kenapa kau berpikir soal mengundurkan diri lagi ? Bisakah jangan libatkan emosimu dalam mengambil keputusan ?
Aku sudah jadi dokter 10 tahun.
15 tahun jika termasuk sekolah kedokteran.
Aku selalu yakin kalau dokter, haruslah menyelamatkan jiwa orang.
Aku memulai karierku dengan keyakinan ini.
Aku rela memegang teguh keyakinan ini sampai akhir.
Aku ingin menggunakan seluruh data, termasuk privasi pasien dan mengikuti emosiku sekali lagi.
Aku lebih suka diseret oleh sekuriti daripada harus mencabut sendiri peralatan yang tersambung pada bayi dan berkata menyesal.
Kau tidak perlu menemaniku. Lajutkan pekerjaanmu.
Jangan lupa makan.
Kepala, aku sedang mengatur data yang bersangkutan dengan platform alat diagnosis awal.
Aku bersiap memberimu laporan mendalam.
Mereferensikan data dari luar memang baik, tapi memahami situasi lokal juga merupakan hal penting.
Kau benar sekali.
Langkahku selanjutnya adalah menyelidiki rumah sakit besar di sini.
Tidak perlu.
Aku membawa kelompok dari Komite Ahli Penanganan Darurat .
Ada beberapa kolega yang sangat tertarik pada proyek ini dan ingin bicara denganmu.
Kau menghubungi mereka ?
Itu artinya ... kau mendukung proyek ini ?
Aku mendukungnya tapi bukan berarti, permohonan dana akan langsung disetujui.
Dukunganmu sudah cukup !
- Pak tua ! - Punggungku ! Punggungku !
- Aku cinta padamu setengah mati ! - Pelan-pelan !
Rawat punggungmu baik-baik.
Sebelum mengajukan permohonan dana, ayo kita berkumpul untuk diskusikan konsep ini dan dengar pendapat yang lain dalam bidang ini.
Ayo lakukan malam ini . Kau harus hadir.
Baik, baik. Bisa besok ?
- Kenapa ? - Malam ini aku sibuk.
- Apa ? - Makan malam dengan rekan-rekan IGD.
Siapa yang pergi ?
Huang Dong Dong, Bai Xue, Wu Yue, Li Xiao Wen, dan itu saja.
- Yang Yu tidak pergi ? - Pergi.
- Lalu kenapa tidak kau sebut namanya ? - Aku lupa.
Katakan sejujurnya.
Kau melakukan proyek ini demi promosi agar kau bisa mendekati Yang Yu ?
Kata siapa ? Siapa yang menyebar gosip soal aku ?
Sudah jelas karena aku tidak mau mengecewakanmu yang sudah memupukku selama ini.
Hentikan.
Nak, tak apa meskipun kau melakukan ini demi wanita.
Tidak ada konfik antara karier dan cinta.
Kau tidak menilai motivasiku salah?
Kau tahu kenapa aku sekolah kedokteran untuk jadi dokter ?
Kenapa ?
Karena bibi Qiao berkata
dia suka lelaki yang memakai jubah putih.
- Nakal sekali ! - Kau !
Dr. Lu.
Xiao Lu? Sedang apa disini ?
Kepala Fang.
Aku minta maaf, Kepala Fang.
Aku buru-buru membuat tabel ini.
Aku ingin bicara dengan Liu Li lagi.
Kau tidak perlu mengerjakannya disini.
Suasana hati Liu Ling sangat tidak stabil.
Aku takut dia akan meninggalkan bayinya saat aku tidak ada.
Kau disini untuk mengawasi pasien atau kebidanan ?
Tidak, bukan itu maksudku.
Maksudku, jika ia menolak memberi ijin dan memaksa ingin pergi dari rumah sakit
apa kalian bisa menghentikannya ?
Jika kami tidak bisa, apa kau bisa ?
Bukankah aku terkenal sebagai kepala panas dan impulsif ?
Jika tidak, aku tidak akan di depak dari bedah toraks.
Aku akan impulsif sekali lagi.
Mengatakan itu sudah cukup impulsif.
Baiklah, lanjutkan.
Xiao Kang, ambilkan kursi buat Dr Lu.
Tidak, tidak, aku tidak apa-apa disini.
Baiklah, sesukamu.
Tak usah!
Dr. Zhuang.
Ini data yang kau inginkan mengenai bayi kelainan kerongkongan. Aku membuat salinannya untukmu.
Apa itu ?
Lihat.
Ini dikirim oleh keluarga setelah anak itu sembuh total.
Persuasif sekali, kan ?
Itu ... tidak perlu.
Ini tidak tergantung pada penilaian publik. Angka dan data akan lebih efektif.
Ini operasi yang menurut Dirut dan Kepala kemungkinan sembuhnya kecil, tapi tetap di operasi oleh Dr Lu ?
Ya, Anak itu 2 hari lalu datang untuk pemeriksaan kesehatan.
Tinggi, pendengaran dan bobotnya semuanya normal.
Dia juga berbicara artikulari dan mulai bicara lebih cepat dibandingkan anak-anak lainnya.
Bagus.
Bawa itu kembali.
Nanti datanglah denganku dalam rapat bedah toraks mingguan.
Baik.
Bukankah itu Dr Lu ahli bedah toraks ? Kenapa dia kerja di lorong kita ?
Dia sudah tidak di bagian toraks lagi. Dia dipindahkan ke IGD.
Mustahil. Aku dengar soal dia saat baru memulai praktek klinik. Katanya Ia ahli dalam bedah kerongkongan.
Dia tahu seluruh seluk belum rumah sakit.
Hanya pandai operasi saja tidak cukup.
Semua orang tidak menyukainya. Dia selalu komplain soal segalanya.
- Sungguh ? - Ya
Kau mau kemana sepulang kerja ?
Kudengar ada sale lingerie di Mall Bai Hua.
Diskon beli satu gratis satu.
Hanya pandai operasi tidak ada gunanya ?
Lalu yang berguna apa ?
Apa bergosip itu penting ?
Selaku dokter training, kalian bukannya proaktif bergabung dalam diskusi rencana perawatan pasien Koriokarsinoma yang baru masuk
kalian cuma menunggu waktu pulang untuk membeli lingerie merk ternama.
Buat apa perduli ?
Jika tidak mau jadi dokter, pergi saja menikah mumpung masih muda.
- Kami salah. - Kami salah.
Kalian bisa pulang.
- Profesor Chen. - Cepat !
Kau sedang apa ? Kau tahu cara membuat tabel ?
Kau hidup di era apa ? Kau masih menggunakan kalkulasi manual ?
Tidak penting bagaimana caranya selama hasilnya benar?
Kau sedang belajar untuk ujian ? Kalau begini kau pasti gagal.
Saat kau selesai, kau tidak punya waktu melakukan hal lain.
Kau disini untuk mengunjungi anak atau istrimu ?
Urus saja urusanmu, paham ?
Aku sudah ingatkan ini berkali-kali.
Jika mereka tidak mau jadi dokter, tidak usah disini.
Bagaimana Kepala Fang ?
Ya, ya, kau benar, Prof Chen.
Siapa itu ? Bukankah Yang Zi Xuan?
Yang Zi Xuan!
- Profesor Chen ! - Kemarilah
Aku datang !
Prof Chen, maaf mengganggumu.
Aku kenalkan.
Yang Zi Xuan.
Magang di Farmasi Xian Feng bagian Departemen Penelitian.
Dia melakukan perbandingan lengkap dan prakiraan.
Gaya pengobatan koriokarsinoma dalam 20 tahun terakhir untuk penelitian choriocarcinoma.
Senang bertemu denganmu, aku Yang Zi Xuan.
Halo.
Selaku orang yang belajar matematika
dia sangat perduli pada ilmu statistik penelitian medis, patologi dan juga faktor sosial.
Ia bahkan lebih baik dibandingkan beberapa residen kita.
Mulai sekarang, makalahnya akan jadi standar.
Jika kalian tidak bisa menyamainya, jangan ikut berkeliling denganku.
- Mengerti ? - Mengerti.
Prof Chen, sudahlah.
Siapa itu ?
Ah ... dia...
Aku tidak tahu.
Lalu kenapa kau nyaman sekali ngobrol dengannya ?
Aku melihat tabelnya berantakan, jadi mau kuajari.
Itu Lu Chen Xi.
Lu Chen Xi?
Tabelnya memang berantakan.
Dia sedang apa disini ?
Juga ada operasi Lin Sen.
Kami sudah bicara dengan keluarga.
Keluarga setuju operasi, tapi hanya jika ahli bedahnya Dr Lu.
Operasinya dilakukan besok.
Liu Ling, wanita hamil yang dinding dadanya infeksi abses telah operasi caesar pagi ini karena pecah plasenta.
Kondisi dadanya tidak serius, namun bayinya mengalami kelainan kerongkongan.
Sudah dipastikan dengan tes ?
Ya, sudah dipastikan.
Terbentuk fistula antara kantong kerongkongan bawah dan trakea.
Apakah pembedahan fistula sudah dilakukan ?
Keluarga masih belum memutuskan.
Aku meminta perawat NICU tetap memperhatikan pernapasan dan penyedotan setiap 15 menit untuk menarik dahak agar tidak terjadi aspirasi pnemonia.
Harus sangat berhati-hati dalam operasi bayi yang baru lahir.
Kau harus respek pada keinginan keluarga.
Kau sudah menulis progres ibu dan anak ke dalam tabel ?
Pagi ini terjadi insiden tidak terduga. Kepala Fang memanggilku.
Ada perkembangan dan catatan konsultasi.
Dokumentasi di bagian bedah toraks sudah menjadi kebiasaan.
Kita gagal dalam tiap pemeriksaan Urusan Medis setiap tahun.
No comments yet. Be the first to leave one.