Release info

어느-날-우-리[Doom-At-Your-Service EPS04]NEXT-VIU 🖤
A Commentary by KUMO
Selamat menyaksikan (っ.❛ ᴗ ❛.)っ

Tags

other
Published on: 2021-05-18
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua tokoh, lokasi, organisasi, agama"

"Dan insiden dalam drama ini adalah fiksi"

Rencanaku adalah mencintaimu.

Dengan begitu, aku bisa hidup

tanpa kehilangan apa pun.

Kalau begitu, mari lakukan dengan benar.

Cintai aku sampai kamu ingin menghancurkan dunia untukku.

Bagaimana menurutmu? Haruskah aku menciummu sekarang?

Ke mana perginya gadis yang bersedia mempertaruhkan nyawanya?

Aku tidak akan lupa.

Aku tidak akan melupakan kejadian hari ini.

Aku akan mengingatnya

dan membalas persis seperti yang kamu lakukan kepadaku.

Yang mana?

Bagaimana aku mencoba membunuhmu atau menyelamatkanmu?

Keduanya.

Ternyata kunciku di sini.

Masuklah.

Atau kamu boleh kabur.

Itukah keinginanmu?

Aku bertanya apakah itu adalah keinginanmu?

"Doom at Your Service"

Rencanaku adalah mencintaimu.

Apa yang kamu lakukan?

Aku bertanya.

Ini selimut. - Kenapa kamu menaruhnya di sana?

Ayo tidur bersama.

Kamu bilang kamu tidak tidur, bukan?

Kalau begitu, mari berbaring bersebelahan.

Bawa bantalmu.

Kamu benar-benar bertingkah.

Kenapa? Apa kamu takut

aku mungkin melakukan sesuatu kepadamu?

Kamu yang seharusnya takut

kalau aku mungkin melakukan sesuatu kepadamu.

Aku tidak takut.

Kamu tidak bisa mencintaiku.

Tidak ada manusia yang pernah mencintaiku sebelumnya.

Aku bisa.

Semua orang membenciku atau menginginkanku.

Tidak ada yang mencintaiku.

Aku akan mencintaimu karena harus melakukannya.

Kalau begitu, ikuti aku.

Kamu masuk ke sini dengan sukarela.

Jangan menyesalinya.

Memang kenapa jika aku menyesal?

Aku tetap akan mati.

Hei.

Kamu sudah tidur?

Belum.

Apa yang kamu pikirkan?

Aku berpikir kalau kamu arogan.

Kamu tidak berarti.

Kamu cukup berani untuk bertingkah padahal akan mati.

Itu yang aku pikirkan.

Bagaimana denganmu?

Aku berpikir bahwa aku pasti sudah gila

dan aku bisa saja mati lebih awal.

Itu yang aku pikirkan.

Aku juga berpikir

bahwa caramu menatapku tadi

sangat dingin dan menakutkan.

Aku juga merasa lucu karena menyukai

betapa hangatnya sekarang.

Kamu sadar apa artinya punya rasa iba?

Kamu sering tersenyum dan merasa kasihan kepadanya, bukan?

Perasaanmu akan tumbuh.

Kenapa dia berlagak tahu semuanya?

Semoga dia gagal dalam ujian.

Ini menyebalkan sekali.

Aku tidak mau bekerja.

Tugas kelompok?

Terserah. Mereka bisa mengerjakannya tanpa aku.

Apa dia gila?

Apa yang dia lihat?

Rasa iba. Omong kosong.

"Dunia akan berakhir"

Kita harus bersiap untuk hari itu.

Kehancuran ada di depan mata.

Kamu serius?

Apa?

Kamu sungguh ingin dunia berakhir?

Dunia tidak berakhir hanya karena kita menginginkannya.

Itu semua karena dosa kita...

Dunia harus berakhir.

Dengan begitu, aku, yang terpilih,

akan terlahir kembali dan hidup bahagia.

Siapa bilang kamu yang terpilih?

Kamu tahu? Jika itu benar, semuanya akan jauh lebih mudah.

Ini salahmu.

Kamu seharusnya lebih putus asa.

Apa yang kamu bicarakan?

Kamu ingin tahu satu rahasia?

Tidak ada kehidupan berikutnya.

Kamu hanya hidup satu kali.

Itu tidak benar.

Dewa telah memberi kita kesempatan

untuk menjalani kehidupan lain.

Menurutmu apa yang akan terjadi kepada perantaranya

jika semua orang yang dia tangani menghilang?

Bukankah dia juga akan menghilang?

Itu yang aku pertaruhkan.

[Pengadilan Terakhir Kasus Pembunuhan Gusin-Dong Sedang Berlangsung]

"Jaksa Penuntut Menantikan Putusan Hukuman"

Kamu sadar apa artinya punya rasa iba?

Tidak. Tidak sedikit pun.

"Cara untuk jatuh cinta"

"Cara untuk mencintai"

"Aku ingat lirik sebuah lagu"

"Tren datang dan pergi seperti pita Mobius"

"Ada yang bisa menerjemahkan ini untukku?"

"Cara mencintai diri sendiri"

"Saat ini, aku sedang belajar cara mencintai"

"Saat kamu jatuh cinta"

"Saat kamu jatuh cinta"

"Saat kamu merasa lesu"

"Cara memisahkan gelas"

"Cara mencegah kerontokan rambut"

"Teknik cinta"

"Mari berbagi cerita tentang bagaimana kamu tiba-tiba jatuh cinta"

Mari berbagi cerita tentang bagaimana kamu tiba-tiba jatuh cinta.

Saat masih murid SMA,

aku duduk di bangku saat kelas olahraga karena sakit.

Tiba-tiba, sebuah bola terbang ke arahku.

Tapi seorang pria di kelas yang biasanya sangat pendiam,

berdiri dan menghalau bola itu untukku.

Lalu dia bertanya apakah aku baik-baik saja

dan tiba-tiba aku jatuh cinta kepadanya.

Kamu membuat jantungku berdebar. - Luar biasa.

Bayangkan seorang siswa senior

duduk di dekat jendela di perpustakaan memakai kemeja bersih.

Itu sudah menjelaskan semuanya. Dia pacarku sekarang.

Ceritakan lebih banyak.

Ini yang klasik. Melihat pria memundurkan mobil. Permainan berakhir.

- Dan surat tilang di mulutnya. - Aku setuju dengan surat tilangnya.

Gadis-gadis ini mudah jatuh cinta.

"101 Cara untuk Jatuh Cinta, Ditulis oleh Lee Hyun"

"101 Cara untuk Jatuh Cinta, Ditulis oleh Lee Hyun"

Bu Lee, di mana kamu sekarang?

Kamu ingin mencintai seseorang?

Nama. - "Nama"?

Siapa namanya? Katakan.

Kenapa kamu ingin tahu namanya?

Bagaimana menurutmu?

Aku ingin tahu semua tentang kehidupannya.

Namanya...

Kalau dipikir-pikir, aku tidak pernah menanyakannya.

Apa?

Kamu jatuh cinta kepadanya padahal tidak tahu namanya?

Aku tidak jatuh cinta kepadanya. Aku ingin mencintainya.

Sama saja.

Di mana kalian bertemu?

Di mana kami bertemu?

Di rumah sakit? - Rumah sakit?

Dia dokter? - Kurasa tidak.

Dia pasien?

Atau apa rumah duka adalah tempat pertemuan pertama kami?

Rumah duka?

Dia masih hidup... Bukankah begitu?

Beri tahu saja

101 cara untuk jatuh cinta.

Jika kamu merencanakannya, itu bukan cinta.

Tidak semudah itu.

Bagaimana kamu jatuh cinta?

Aku?

Aku hanya...

Itu terjadi dalam sekejap.

Astaga. - Sampai nanti.

Sampai nanti. - Dia manis sekali.

Astaga.

Dia manis sekali.

Aku mencium aroma sabun.

Yang benar saja, Ji Na.

Kamu gadis yang mudah ditaklukkan.

Hei.

Sulit sekali untuk bertemu seseorang

Dengan wajah, tubuh, dan senyuman seperti itu di saat seperti itu.

Tidak mudah.

Itu aneh.

Semua orang berbau keringat, tapi dia berbau sabun.

Mungkin hanya dia yang mandi.

Jadi, terjadi dalam sekejap.

Kalau begitu, apa aku harus menunggu momen itu?

Tidak bolehkah aku menciptakannya?

Aku sungguh tidak punya waktu.

Kalau begitu, ajak dia berkencan. - Tiba-tiba?

Emosi menjadi tidak terkendali

begitu kamu mengakuinya.

Seperti itukah kamu?

Benar, aku seperti itu.

Aku tidak bisa kembali lagi.

Kamu berperan besar.

Apa? Kenapa kamu melibatkanku?

Kamu ingat kali pertama kita bertemu?

Saat kamu datang ke Pulau Jeju untuk wisata kelas?

Na Ji Na.

Na Ji Na.

Kalian bisa mengandalkanku, Anak-anak.

Pertemuan pertama kita luar biasa.

Kamu gadis pertama yang memanjat tembok

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left