The first 200 lines.
Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino
Namaku Anthony Sadler.
Kau mungkin bertanya kenapa orang sepertiku...
...bergaul bersama kedua orang ini.
Tapi percaya aku, mereka berdua teman terdekatku.
Biar aku kenalkan padamu.
Ini Alek Skarlatos, sang robot.
Dia orang yang kuat.
Dia selalu membantumu setiap kau dalam masalah.
Dan ini Spencer Stone.
Kau tak perlu khawatir dia akan membantumu...
...karena aku yakin dia yang pertama tahu.
Tampaknya kami bertiga sudah saling membuat terlibat masalah sejak SMP.
Tapi biar aku bawa kau kembali dan tunjukkan bagaimana semua bermulai...
Sacramento, California
Hai!
Bu Eskel?/ Ya, hai.
Aku Ibunya Spencer Stone. Ini Heidi, Ibunya Alek Skarlatos.
Maaf, kupikir kita baru bertemu jam 15:15.
Benar,
Kami punya kekhawatiran serupa. Jadi...
Kupikir kami akan satukan kekuatan.
Aku...
Kurasa kami khawatir dengan anak-anak memasuki SMP.
Itu sangat benar./ Ya.
Kami tahu ada perundungan dari teman sekelasnya,
Dan kami khawatir itu mungkin mempengaruhi kegiatan sekolah mereka.
Ny. Eskel, Ny. Skarlatos. Boleh aku jujur?
Spencer tertinggal dalam membaca.
Sangat tertinggal.
Dan Alek sangat mudah teralihkan.
Apa ada yang pernah membicarakan GDP dengan kalian berdua?
Menurutku, baik Spencer dan Alek...
...menderita sesuatu yang disebut "Gangguan Defisit Perhatian, GDP.
Tidakkah kau terlalu cepat menarik kesimpulan?
Ini bukan kesimpulan asal, Ny. Eskel.
Seperti yang aku sebutkan sebelumnya,
Spencer tak bisa berkosentrasi dengan bacaannya.
Itu mungkin salahku.
Karena sekarang aku tahu dia tertinggal, aku bisa...
Dan Alek banyak habiskan harinya menatap keluar jendela.
Maaf, apa kau bilang jika Alek "menatap keluar jendela"?
Benar.
Hanya ingin memastikan,
Apa anak lain tidak melihat keluar jendela?
Ada beberapa hal yang bisa kau lakukan untuk membantu mereka fokus.
Ada banyak pengobatan yang bisa sangat membantu...
Pengobatan?/ Joyce, tak apa.
Tidak. Maaf, aku hanya ingin berusaha mendapat kepastian darimu.
Jadi maksudmu aku harus memberi anakku obat...
...untuk membuat tugasmu lebih mudah.
Pengobatan ini akan membantu mereka fokus,
Dan itu akan lebih mudah untuk anak-anak...
Jika kau tak mengobati mereka sekarang,
Mereka nantinya akan mengobati dirinya sendiri.
Menurutmu ini solusi yang bagus?
Memberikan obat-obatan terhadap suatu masalah?
Kalau begitu kita pergi.
Kau tahu, anak-anak dari ibu tunggal, itu sesuai statistik.
Tapi secara statistik,
Mereka punya kemungkinan mengembangkan masalah.
Tuhanku lebih besar dibandingkan statistikmu,
Jadi aku tak peduli apa yang kau katakan.
Aku dengan bangga untuk mengatakan bahwa...
...kita takkan melakukan pemeriksaan kutu lainnya besok.
Dan hasil untuk pemilihan kelas kita sudah diterima.
Ketua OSIS baru kita adalah...
Ini saatnya, manajer kampanye. Momen penentuan.
Marie Hodge. / Hore!
Selamat bagi semua yang telah mencalonkan diri,
Dan selamat bagi ketua OSIS kita yang baru.
Mungkin itu kesalahan.
Tak apa.
Bagus, pecundang.
Ayolah, Spencer, kau tak selalu menang.
Ini tak bekerja seperti itu.
Kau tidak mengerti.
Tak ada yang mengerti.
Aku berusaha untuk membaur di sini. Aku berusaha.
Mereka tak mengizinkan aku.
Kau membaur denganku!
Aku memahamimu.
Ibuku berpikir aku lebih baik pindah ke sekolah Katolik.
Yang ada, ini seperti kelas gereja,
Orang yang sama dimana-mana. Setiap waktu.
Aku benci itu!
Anak-anak, lonceng sudah berbunyi, kalian seharusnya berada di kelas.
Sedikit pengakuan akan sangat membantu.
Baik, kau terlambat masuk kelas. Dimana izin berada di lorong kalian?
Izin berada di lorong.
Ini izinku.
Cepat. Kantor Kepala Sekolah. Ayo.
Cepat!
Seperti yang kukatakan, Pak, itu takkan terulang lagi.
Sampaikan salamku kepada istrimu.
Kenapa kalian dikirim ke sini?
Keliaran di lorong saat jam pelajaran.
Amatiran.
Berdiri. Cepat.
Hei, sedikit saran? Menjauh dari anak itu.
Dia menawan, tapi dia akan membuat kalian terlibat masalah dalam sekejap.
Tentu saja jika kau di sini, kau sudah dalam masalah.
Kenapa kita berpakaian seperti A-Team?
Baiklah, ayo. Selamat lagi.
Itu sangat nyaring.
Berkumpul, cepat.
Baik, jika kalian belum tahu,
Aktivitas hari ini adalah bola basket.
Semoga kau sudah mendengar itu.
Aku akan membagi kalian menjadi dua tim hari ini.
Paham? Kau mendengarkan? Dua tim.
Baik, jika nama belakangmu dimulai dengan A hingga M,
Kau akan menjadi satu tim. Kalian di sebelah sana.
Jika itu berawalan huruf N hingga Z, kau di sini. Mengerti?
Jika ada pertanyaan, jangan tanyakan aku.
Aku janji aku tak punya jawabannya.
Baiklah, ayo./ Ayo, teman-teman. Sebelah sini.
Ya, ayo!
Sebelah sini.
Hei, bukankah itu anak dari kantor kepala sekolah?
Ya. Ya, itu dia.
Hei, apa kabar? Aku Stone. Nama depan Spencer.
Aku Skarlatos. Nama depan Alek.
Kau selalu perkenalkan dirimu seperti itu?
Tidak. Hanya untuk tunjukkan kau kita di tim yang sama.
Kita anak-anak dari kantor Kepala Sekolah Akers.
Itu benar.
Maaf, aku banyak habiskan waktu di sana.
Apa kau punya kartu izin di lorong yang baru?
Aku Sadler. Nama depan Anthony.
Jika kau butuh kartu izin, aku bisa urus itu untukmu.
Keren.
Apa-apaan, sialan?
Ayolah!
Kau tahu bicara seperti itu tak diizinkan di sini. Apa yang kau lakukan?
Kau dalam peringatan, mengerti?
Apa kau serius, sialan?
Oke. Baiklah, pergi.
Kau ke kantor kepala sekolah. Sekarang. Pergilah.
Sadler keluar.
Kalian pikir itu lucu? Kalian juga mau pergi?
Ya, kenapa tidak? Hari yang menyenangkan.
Siapa lagi? Siapa lagi yang mau pergi?
Silakan, aku sedang berbaik hati. Aku bisa lakukan ini seharian.
Baiklah, ayo.
Apa kau serius?
Aku tak tahu kalian sekeren itu.
Apa? Kami memang keren.
Ya. Kami sangat keren.
Kurasa penampilan kalian menunjukkan sebaliknya.
Tunggu dulu. Baju kamuflase itu keren.
Tunggu. Bukankah kamuflase itu keren?
Serius? Tidak.
Sadler!
Kantorku. Sekarang.
Jangan memutar matamu padaku.
Bukankah aku sudah peringatkan kalian berdua soal anak ini?
Cepat, cepat, cepat. Berjalan lebih cepat.
Cepat, melangkah lebih cepat.
Baik, apa yang kau katakan?
Ini sekolah Katolik!
Anthony!/ Stone, temanku.
Hai!/ Hai.
Wow. Itu menyenangkan.
Senang bertemu denganmu, Ny. Eskel.
Kau juga. Kau sangat manis. Selamat bersenang-senang.
Anthony, ayo. Aku mau tunjukkan kau kamarku.
Alek dan aku akan bermain Airsoft diluar.
Kau mau memilih senjata?
M16.
AK./ Astaga!
Ini adalah senjata bola cat.
Beberapa pistol.
Bagus.
Jika menurutmu itu keren,
Ini adalah senjata besarnya.
Itu untuk berburu.
Kau pernah melihat senjata asli?
Tidak. Tidak yang asli.
Kau tak pernah berburu?
Tidak. Orang kulit hitam dia pergi berburu.
Itu bukan sesuatu yang kami lakukan di waktu senggang.
Ayo, kita cari Alek dan bermain perang-perangan.
Kau tahu, aku punya ide yang lebih baik untuk perang-perangan.
Baiklah.
Halo?
Hai, Alice, bagaimana...
Itu mungkin anak-anak sekitar sini.
Kau mau aku kirim Spencer ke sana untuk membantumu...
Itu tidak mungkin.
Astaga, Bu, ibu tak bisa mengetuk pintu?
Ini rumahku. Ibu tak butuh izinmu untuk masuk.
Baiklah, maaf.
Ibu baru menerima telepon dari Alice,
Dia bilang jika anak kurus kulit hitam dan anak gemuk kulit putih...
...baru saja mendekorasi rumahnya dengan tisu toilet.
Aku minta maaf.
Kupikir dia tak melihat kami./ Jadi itu membuatnya bisa diterima?
Kau bisa lakukan apapun yang kau inginkan selama kau tak tertangkap?
Tidak, Bu. Aku tak bermaksud begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.