Release info

우아한-친구들-Graceful-Friends-E11-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-08-15
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Subtitle bY iQIYI Resynced == ANANG KASWANDI ==

[Tayangan berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 19 tahun]

[Tayangan ini memiliki iklan virtual dan tidak langsung]

[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi]

Aku akan menikah.

Menikah?

Luangkan waktu dan datanglah, ya?

Kau diam saja saat kita bertemu dua bulan lalu.

Tapi apa? Kau akan menikah?

- Apa ini pernikahan tidak terencana? - Benar.

Atau aku tidak akan menikah.

Kau? Pernikahan tidak terencana?

Anggap saja aku tertembak

dengan pistol bernama "cinta" dan jantungku berdebar.

Dokter bilang butuh 3.360 pekan untuk pulih.

Aku harus berhenti menulis puisi.

Kau saja yang menulis puisi.

Aku sudah menulis puisi selama bertahun-tahun,

tapi kau terdengar lebih artistik.

Lalu? Siapa pengantin wanitanya?

Baiklah.

Baiklah.

Apa itu? Apa itu undanganmu?

Kau sudah bersiap.

Dasar berandal.

Kalian semua akan mengenalinya.

Apa?

Nam Jeong-hae?

Nam Jeong-hae yang itu?

[Ahn Gung-cheol dan Nam Jeong-hae Minggu, 17 Oktober 2004, pukul 12.00]

Lihat dirimu. Kau akan menikahi dokter.

Ya. Istriku adalah dokter

yang dikagumi semua orang.

Kau benar. Omong-omong, seperti apa Jeong-hae?

Saat mengingat masa kuliah,

hanya Hae-suk yang kuingat.

- Ya. Baek Hae-suk! - Benar.

Astaga. Aku sangat merindukan Hae-suk.

Aku sangat merindukannya.

Bagaimana dia sekarang, ya?

Hei! Lagi pula, kita tidak bisa berpisah seperti ini.

Kita tidak bisa berhenti setelah satu ronde di hari bahagia ini!

Tentu saja tidak!

Kau mentraktir semalaman, ya?

Baiklah.

Kita akan melakukan apa pun. Aku yang traktir.

Taksi!

Hei.

Bersenang-senanglah. Aku ada urusan pagi-pagi sekali.

Ayolah, Jae-hun. Ikut kami. Sudah lama aku tidak melihatmu.

Maaf.

- Ikut kami. - Lupakan saja.

- Dia tidak mau. - Mari.

- Ayo. - Mari sering bertemu!

- Ikut kami. - Tidak apa-apa. Ayo.

Sampai nanti.

Jae-hun! Aku tahu kau sibuk,

tapi kau harus datang ke pernikahan, ya?

Kau harus datang!

[Ahn Gung-cheol dan Nam Jeong-hae Minggu, 17 Oktober 2004, pukul 12.00]

[Ahn Gung-cheol dan Nam Jeong-hae Minggu, 17 Oktober 2004, pukul 12.00]

Chun-bok akan baik-baik saja, bukan?

Aku harus mencari tahu lebih banyak detail,

tapi kemungkinan besar itu demensia vaskular.

Kita bisa mencegahnya memburuk jika dia rajin diobati.

Syukurlah.

Omong-omong, kau sungguh berhenti bekerja?

Benar.

Kenapa?

Ada apa dalam hidup?

Aku ingin membuat perubahan yang keren.

Terima kasih sudah menyetir.

Aku sakit sekali.

Lain kali bawa mobil lebih besar. Agar bisa meluruskan kaki.

Kalau begitu, kau bisa naik bus.

Dasar berandal.

Terima kasih. Sampai jumpa.

Kalian pasti lelah. Beristirahatlah.

- Sampai jumpa. - Terima kasih.

Sampai jumpa.

Chun-bok, mau kutemani?

Lupakan saja!

Terima kasih.

Profesor Nam selalu membawa orang ke tempat terbaik.

Anggota Majelis Kang pelanggan tetap di sini.

Benarkah?

Bagaimana kau tahu bar seperti ini?

Pemiliknya adalah istri teman suamiku.

Benarkah? Teman suamimu mengesankan.

Staminanya pasti bagus.

Selamat, Profesor Nam.

Astaga.

Ini gratis.

Astaga.

Kenapa kau memberi kami sampanye semahal itu untuk gratis?

Biar kutuangkan segelas untuk kalian.

Terima kasih.

- Mari bergabung. - Baiklah.

- Ayolah. - Terima kasih.

Ya. Mari kita minum.

Ya. Sekarang,

dia bukan sekadar dokter, tapi seorang profesor. Bukankah begitu?

Kau benar.

Kalau begitu, mari bersulang untuk Profesor Nam.

- Tentu. - Ide bagus.

Profesor Nam!

Selamat!

Terima kasih.

Jeong-hae.

Kau di mana?

Aku baru tiba di tempat parkir bawah tanah.

Benarkah?

Kalau begitu, bisa jemput aku? Aku agak mabuk.

Kau di mana?

Aku di bar Gyeong-ja.

Baiklah.

Aku akan segera ke sana. Beri aku waktu sebentar.

Baiklah.

Kurasa Profesor Nam terlalu banyak minum.

- Benar. Dia senang. - Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Dia manis sekali.

Profesor Nam, Gung-cheol datang.

Astaga, aku merasa senang.

Astaga.

Selamat datang.

Kupikir kau tidak menghubungi dia. Kapan kau meneleponnya?

- Ya, halo. - Beri salam.

Ini Pimpinan Oh Sun-jeong.

Halo, aku banyak mendengar tentang Anda.

Aku suami Jeong-hae, Ahn Gung-cheol.

Ya, aku juga banyak mendengar tentangmu.

Silakan.

[Asosiasi Medis Korea, Pimpinan Oh Sun-jeong]

Aku meninggalkan kartu namaku di mobil.

Kau bisa memberikannya kepadaku lain kali.

Dan kau sudah punya perwakilan yang solid di sini.

Benar. Ya.

Lama tidak bertemu. Kalian sehat?

- Tentu saja. - Ya.

- Silakan duduk. - Duduklah.

- Duduklah. - Kenapa menaruhnya di sana?

Astaga.

Gung-cheol, kau harus mentraktir kami minum malam ini.

Selamat sudah menjadi suami profesor.

Apa?

Minumlah.

Astaga.

Selamat, Gung-cheol.

Kau pantas dipuji karena mendukungnya sampai sekarang.

Bukankah begitu?

Ya, tentu saja.

Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apa pun.

Astaga, dia juga rendah hati.

Minumlah lagi.

Tamu Anda sudah tiba.

Astaga, Dokter Jung, kau di sini.

Dia pria yang bermain golf dengan kita, termasuk Profesor Nam,

dan aku mengundangnya ke sini untuk minum bersama.

Dokter Jung, duduklah.

Tentu.

Terima kasih sudah datang jauh-jauh kemari.

Duduklah.

- Minumlah. - Terima kasih.

Terima kasih sudah datang.

Kenapa kau tidak minum?

Tolong tambah minumannya.

Bukankah dia mencerahkan tempat ini?

Dokter Jung sungguh

sangat berbakat dan tampan.

- Tae-uk! - Apa? Ya.

Mereka menemukan keberadaan Seo Ju-won.

Benarkah? Di mana dia? Ayo.

- Baik, Pak. - Ayo.

Kalau begitu, kalian berteman?

Ya, kami sudah berteman sejak kuliah.

Itu berarti Profesor Nam dan Dokter Jung,

kalian pasti sudah saling mengenal selama ini.

Namun, kalian berdua bersikap seolah baru bertemu hari itu.

Astaga.

Itu pertemuan pertama karena pekerjaan.

Mungkin itu alasannya.

Kurasa mungkin begitu.

Astaga, kalian berdua sangat profesional.

Bu Pimpinan, apa dia pria yang hanya ingin Anda perkenalkan

kepada Profesor Nam?

Ya, kalian berdua juga harus bertemu dengannya.

Ya. Dia direktur Klinik Urologi Jeongrip

dan dia akan segera menjadi direktur RS Universitas Yeongang

Bu Pimpinan?

Bukankah kita di sini untuk merayakan Profesor Nam hari ini?

Benar, maaf. Maafkan aku.

Astaga, jangan duduk saja. Mari kita minum bersama.

- Ya. - Ayolah.

Baiklah.

Selamat dan senang bertemu denganmu!

- Selamat. - Selamat, Profesor Nam.

Astaga, dia manis sekali.

Terima kasih sudah datang.

Aku suka suasana di sini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left