The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Tidak bisakah kamu
"Episode 54"
meninggalkan Jin Ah dalam ingatanmu?
Akulah yang mencintaimu sekarang.
Kemarin,
aku melihat Jin Ah menangis di halte bus,
menggigil kedinginan tanpa tas dan ponselnya.
Dia hanya mengingat nomorku.
Jadi, dia meminjam ponsel orang asing dan meneleponku.
Jin Ah seharusnya juga tidak melakukan itu.
Dia harusnya mencari cara menelepon Pak Choi di saat seperti itu.
Katanya, dia putus dari Pak Choi.
Dia melupakan semuanya dan meninggalkan kampung halaman,
tapi katanya, dia akan kembali ke sana.
Itu artinya dia sudah tidak sanggup lagi.
Itu juga hal yang harus dihadapinya sendiri.
Kamu tidak tahu itu?
Aku tahu.
Tapi matanya kosong, dan tampaknya dia nyaris pingsan.
Bagaimana mungkin aku diam saja melihatnya seperti itu?
Apa kamu tahu?
Sepertinya aku tidak pernah bisa
memisahkan kamu dan Jin Ah.
Aku merasa tidak berdaya, tanpa arah, dan putus asa.
Jika kamu tidak mau berubah,
aku ingin mengakhirinya di sini.
Apa maksudmu?
Kamu tahu bagaimana aku jarang sakit hati?
Aku menyerah sepenuhnya saat keadaan tidak berjalan mulus.
Aku hanya merasa bersalah kepadanya.
Aku merasa bersalah karena hanya aku yang bahagia.
Seung Joo.
Hanya kamu yang ada
di hatiku.
Aku serius.
Jadi, percayalah kepadaku.
Jangan katakan kamu akan meninggalkanku.
Kalau begitu...
bisakah kamu menjanjikan satu hal kepadaku?
Ya.
Jika kamu harus menemui Jin Ah lagi,
biarkan aku ikut denganmu.
Baiklah. Aku berjanji.
Aku sulit meyakinkan ayahku. Kini kita harus bagaimana?
Aku akan menemui Pak Han dan menjelaskannya.
Dasar bodoh. Jika kamu mengatakan teman perempuan masa kecilmu
bertengkar dengan pacarnya
dan menggigil di halte bus tanpa ponsel,
lalu kamu mendatanginya, kamu pikir
ayahku akan bilang, "Benarkah? Tindakanmu benar."
Lalu aku harus bagaimana?
"Choi Si Woo"
Apakah
kamu tahu di mana Jin Ah?
Hei. Apa yang kamu lakukan kepada Jin Ah?
Ayo kita bertemu dan bicara.
Kenapa kalian menatapku seperti itu?
Di mana Pak Ahn? Kamu menghajarnya?
Sudah kubilang, dia lemah.
Dia akan menemui seseorang, lalu kembali.
Kamu tersenyum lagi. Kamu tampak sangat cantik.
Pak Koo, kamu memang jeli terhadap kecantikan.
Pak Lee, kamu sudah menentukan kainnya?
Aku akan membuat sampel dengan dua tipe kain
yang kita lihat di rapat terakhir dan memilih salah satunya.
Hei. Ada artikel berita terbaru.
- Tentang apa? - Tentang Han Mi Ra.
"Han Mi Ra Cantik Akan Kembali"
"Han Mi Ra, mantan aktris dan model papan atas,
menghilang tujuh tahun lalu dan akan tampil di peragaan busana Hyunkang.
Direktur Utama Choi Soo Hee dari Grup Hyunkang mengatakan
akan membawa Han Mi Ra kembali sebagai model mereka
dan berharap meningkatkan penjualan produk mereka.
Itu menunjukkan ambisinya."
Artikel tentang itu akhirnya muncul.
Tampaknya pemenangnya akan ditentukan pada kontes kedua.
Tapi kita belum tahu hasil penjualannya.
Semua yang dia pakai selalu laku. Kurasa kamu tidak tahu.
Begitu dirilis, ini akan laku seperti kue.
"Banyak orang mengatakan partisipasinya di peragaan busana
adalah tanda bahwa dia berencana kembali ke industri hiburan.
Mata semua media tertuju pada topik ini saat ini."
Sudah kuduga. Kebanggannku, Bu Choi, tidak pernah mengecewakanku.
Nona Kim, cari pabrik yang bisa memproduksi
dalam jumlah besar lebih dahulu.
Baik, Pak Jang.
Omong-omong, ada apa, Nona Seo? Kamu sakit?
Ya, rasanya aneh melihatmu diam saja.
Kamu berharap aku selalu cerewet?
Dia menangis di halte bus tanpa jaket.
Dia bahkan tidak membawa tas dan ponselnya.
Sudah kubilang,
aku tidak akan memaafkanmu jika kamu membuatnya menangis.
Ini urusan kami.
Ini bukan urusanmu.
Jin Ah mengatakan ingin kembali ke rumah.
Kamu menyadari
apa artinya itu?
Itu artinya dia akan merelakan semuanya.
Di mana dia sekarang?
Kenapa kamu ingin tahu?
- Untuk membuatnya menangis lagi? - Ada kesalahpahaman.
Aku harus menjelaskannya langsung.
Tolong beri tahu aku di mana dia.
Itu tidak akan terulang lagi.
Aku berjanji.
Ini kartu hotelnya.
Mata Jin Ah
terlihat hampa.
Bagaimana matanya bisa hampa jika memang mencintai seseorang?
Itu membuatku takut.
Bagaimana jika dia melukai dirinya?
Jin Ah, ini aku.
Aku tahu kamu di dalam.
Bukalah.
Biarkan aku masuk, dan kita bisa bicara.
Jin Ah.
Jin Ah.
Tolong pergilah, Pak Choi.
Aku tidak ingin bicara lagi.
Jadi, tolong
tinggalkan aku sendiri.
Jin Ah.
Maafkan aku
telah membuatmu stres.
Maafkan aku telah mengirimmu ke sana sendirian.
Aku juga minta maaf
telah membiarkanmu terluka dengan siksaan verbal seperti itu.
Jadi, tolong buka pintunya.
Jin Ah.
Jin Ah!
Lepaskan aku!
Kamu lihat,
aku akan baik-baik saja tanpa kamu dalam hidupku.
Kamu pikir siapa dirimu?
Kenapa aku harus menahan hinaan seperti itu?
Seberapa sempurnanya dirimu?
Kenapa aku harus diperlakukan lebih rendah daripada hama?
Pukul aku sampai kamu merasa lebih baik.
Tapi jangan katakan kamu akan meninggalkanku.
Tidak.
Kini semuanya sudah berakhir.
Kamu sebaiknya meneruskan hidup dalam duniamu.
Aku akan melakukan hal yang sama.
Aku tidak bisa.
Jika kamu pergi, aku akan ikut denganmu.
Aku membencimu.
Aku sangat membencimu.
Mari kita akhiri ini di sini.
Mari kita putus.
Masuklah.
Ada apa kamu kemari?
Aku ingin bicara denganmu.
Aku ingin mengundang reporter
dan fotografer untuk babak kedua kontes itu.
Pak Heo... Maksudku,
bisakah kamu mengizinkannya sebagai CEO?
Kontes ini bukan untuk dibeberkan ke publik.
Boleh kutanya alasannya?
Nona Han Mi Ra
telah setuju untuk tampil di peragaan busana itu,
tapi dia menolak wawancara atau dipotret.
Terus terang,
apa gunanya membawanya ke panggung?
Kami harus menjual pakaian yang dia kenakan dan mendapat keuntungan.
Jadi, apa maksudmu?
Kami akan memotretnya untuk iklan selagi dia di panggung.
Karena dia memakai satu pakaian, tajuk rencana tidak bisa dibuat,
tapi bukankah kita bisa mendapatkan foto
dan video untuk tujuan pemasaran?
Benar.
Kirimkan daftar fotografernya dan reporter ke pihak manajemen.
Akan kuminta mereka membuatkan kartu pas pengunjung.
Kamu pasti kecewa.
Apa?
Karena Nona Han berpartisipasi dalam peragaan busana tim kami
sudah jelas kami yang akan menang, bukan?
Aku tidak akan mengatakan itu sudah jelas.
Sebaliknya, ini menjadi makin menarik.
Tim Satu memang memenangi babak pertama kontes itu,
tapi Tim Dua jelas menang dalam penjualan,
jadi, kuanggap itu seri.
Hasil dari babak kedua
akan menjadikan babak ketiga makin menarik.
Aku ingin direstui ibuku,
tapi aku telah keliru.
Aku berjanji
itu tidak akan terulang.
Aku tidak mau merusak hubunganmu dengan ibumu.
Jadi,
biarkan aku melakukan keinginanku.
Aku tidak mau.
Kamu berjanji
tidak akan pernah meninggalkanku apa pun yang terjadi.
Lepaskan tanganmu. Itu sakit.
Maafkan aku.
Lepaskan saja aku seperti ini.
No comments yet. Be the first to leave one.