Release info

Aroused-by-Gymnopedies-2016-Semua-BRRip-BluRayRip-480p-720p-1080p-WWW HIBURANGRATIS COM
A Commentary by ProiD
Manual Translate | Support saya di : trakteer.id/proid

Tags

brrip
BluRay
720p
720
1080
480p
480
Published on: 2019-08-14
Downloads: 70
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebuah Film Oleh Isao Yukisada

Ingin donasi? Bisa via Pulsa/GoPay/OVO Top Up ke nomor 0857 1707 0474

AROUSED BY GYMNOPEDIES

Hati-hati di jalan!

"Senin"

Pak Sutradara!

Ini kopinya.

Terima kasih.

Apa kau baik-baik saja? Ini film pertamamu, kan?

Biarpun film kecil, tetap sulit kan.

Tidak, aku senang bekerja bersama bapak. Aku selalu mengagumimu.

Kau sudah menonton karyaku?

Sudah.

Apa saja?

Aku suka "A Missing Day in June."

Yang terpenting dalam pembuatan film adalah pikiran.

Untuk kalian para kru, dan para pemain juga.

Jika semuanya berpikiran luas, pasti nanti akan lancar.

Namamu Asako, kan?

Ya, Namaku Asako.

Kau...

Pak Sutradara...

Maafkan aku.

Tolong pegang ini.

Ada apa?

Anri sepertinya tidak senang.

Kenapa?

Dia tidak suka dengan lawan mainnya.

Apa-apaan dia.

Bukankah mereka sangat akrab saat makan malam?

Mungkin karna itu.

Dimana produser?

Sedang berdiskusi dengannya.

Pak Sutradara!

Ada apa sebenarnya dengan wanita itu?

Aku sudah diet makan ayam dan minum dalam seminggu untuk hari ini.

Tapi apa?

Yang benar saja, bung.

Jujur saja, aku tak mau memainkan peran ini, bukan karna aku tak mau.

Wanita ini memang tak memiliki bakat.

Aku tak mengerti sama sekali.

Dan juga skripnya...

Ini beneran film?

Ini sama sekali tak pantas disebut film.

Pak Sutradara...

Oh, Pak Sutradara.

Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa bekerja sama dengan Yanagida.

Pak, kalau begitu kita rubah saja jalan ceritanya.

Ayo pergi.

Aku tak mau bekerja sama dengannya.

Kita tak bisa buang-buang waktu seperti ini.

Apa?

Jadi perasaanku tidak penting?

Kita sudah tidak punya uang.

- Uang? - Ya.

Jangan bercanda.

Aku muak dengan semua ini.

Apa kau benar-benar ingin bangkrut?

Menurutmu siapa yang nanti paling menderita?!

Berisik! Diam lah. Simpan suaramu untuk akting nanti.

Jangan salahkan aku.

Masalah uang bukan urusanku. Dan juga, jangan abaikan perasaanku.

Persetan dengan perasaanmu.

Hentikan.

"Walaupun modalnya kecil, tapi film ini berwawasan luas."

Itu yang kau bilang padaku.

Waktunya syuting.

Dasar bodoh!

Tunggu, Anri!

Cepat kejar dia, Kudo!

Hei.

Jangan seperti itu, Furuya.

Percuma saja, dengan artis kelas tiga seperti dia.

Jangan bodoh. Aktris sekarang tidak ada yg mau beradegan telanjang lagi.

Mereka dapat sponsor atau semacamnya...

Masalahnya adalah kita tidak mampu membayar lebih untuk aktris lain.

Ini salahmu karna tak memperlakukannya dengan baik.

Kalau Hayakawa tidak mengakuimu, kau tak akan bekerja seperti ini, Shin.

Pada akhirnya, proyek film yang dia hasilkan...

...bukan sebuah film sungguhan.

Kau bilang uang bukan masalah, jika filmnya berwawasan luas.

Sebelumnya kau tak pernah ambil pusing, walaupun modalnya kecil.

Aku bisa membohongi diriku terus menerus, tapi aku sudah tidak muda lagi.

Kau tahu? Aku selalu menantikan film-film yang kau buat.

Misalnya,

ceritamu tentang seorang wanita yang mencari lukisan ayahnya.

Aku yakin, kau akan bertemu dengan seseorang yang akan membantumu mewujudkannya.

Oh ya,

Kau butuh seekor kucing untuk film itu.

Ada satu kucing di taman dekat rumahku.

Kucingnya sangat lucu. Kau ingin melihatnya?

Kau harusnya tak mengakuiku juga.

Kenapa kau seperti ini?

Maaf. Aku sepertinya akan pulang pagi.

Maafkan aku.

Ryuhei sudah tidur?

Aku kurang tahu, Tapi besok aku akan pulang lebih cepat.

Benarkah?

Sudah ya, nanti kita bicara lagi dirumah.

Oke, jaga dirimu.

Aku dibutuhkan di set.

Ya, terima kasih.

Hei!

Jangan begitu.

Suamimu sangat mencintaimu.

Dia pria yang baik.

Aku sudah tidak muda lagi.

Ya kan?

Kau sama sekali tidak berubah.

Kau masih egois.

Ketika aku...

...masih muda waktu itu.

Aku takut.

Aku menginginkan pria yang tak pernah bisa kumiliki.

Pria sepertimu, Shin.

Apa tak enak seperti sebelumnya?

Tidak.

Aku hanya capek.

Kau tak apa?

Soal apa?

Uang.

Kau tak apa?

Aku tak mau kau mengkhawatirkan aku seperti itu.

Tapi kurasa...

Kau tidak mau membuat film itu.

Pasti berat untukmu kan.

Kau sudah tidur?

Ada apa?

Kita ketiduran.

Bukankah jadwal kita jam 8 pagi?

Aku kru kostum.

Maaf. Aku ketiduran.

Aku mengerti.

Hei.

Anri keluar dari film.

Jangan bercanda.

Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Kurasa aku akan berkeliling sejenak.

Sampai jumpa.

Jaga dirimu, ya.

"Selasa"

Pak Profesor!

Sepagi ini bapak sudah diluar.

Kau juga. Sedang apa kau?

Acara malam. Aku baru mau pulang ke rumah.

Kalau bapak? Syuting film?

Sudah tidak lagi.

Kenapa?

Aku tahu.

Ada masalah di set lagi?

Cepatlah pulang sana.

Mau mampir?

Sudah dekat?

Pak? Lewat sini.

Masuklah.

Kau cukup kaya.

Orangtua-ku sih.

kau pria pertama yang kuajak kerumahku.

Pembohong.

Benar kok.

Bukankah kau pacaran dengan Araki?

Ya, benar sih.

Tapi aku tak pernah mengajaknya kesini.

Kenapa?

Kupikir dia tidak begitu penting.

Kalau aku?

Kau sangat spesial.

Benarkah?

Aku mau tidur.

Kau boleh makan apapun yang ada di kulkas.

Bagaimana kalau...

...pinjamkan aku uang?

Hei.

Telfonmu terus berdering.

Jam berapa ini?

Jam 5 lewat.

Aku tidur sangat pulas.

Kau tidak mencoba melakukan apapun.

Haruskah?

Itu sebuah ide yang buruk.

Datang ke seorang murid.

Itu hanya akan mempersulit semuanya.

Kau menciumku.

Pak Profesor, pelan-pelan.

Tolong hentikan.

Kenapa?

Aku tak mau menyesal mempercayaimu.

Berhenti bermain-main denganku.

Tidak!

Pak Profesor...

Lakukan denganku.

Ini pertama kalinya untukku.

Tapi bapak bisa menjadi yang pertama untukku.

Bapak ambekan sekali.

Kau tahu, aku tidak menyukaimu.

Aku tak keberatan.

Aku menginginkan bapak sekarang.

Kenapa...

Kenapa kau menatapku seperti itu?

Pak Profesor!

Aroused by Gymnopedies subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left