Release info

강남 스캔들 Gangnam Scandal EP115 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Episode 116 segera menyusul.

Tags

other
Published on: 2019-05-08
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 115"

Cepatlah pulih.

Cepatlah pulih.

Dengan senang hati aku berbagi separuh waktuku dengannya.

Jadi, kumohon biarkan pria ini tetap hidup.

Seharusnya ketua di sini untuk lihat betapa kalian saling mencintai.

Sedang apa kamu di sini?

Apa kamu gila?

Pikiranku sangat jernih seperti biasanya.

Dia tidak bisa menemuimu sekarang. Kamu harus pergi.

Seo Jun.

Keluar!

Aku kemari bukan untuk menemuimu.

Aku kemari untuk bertemu menantuku.

Tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu,

jadi, silakan pergi.

Mungkin tidak ada yang ingin kamu bicarakan, tapi aku ada.

Kamu bisa bicara denganku.

Astaga.

Bagaimana jika terjadi sesuatu saat kita bertengkar di luar?

Apa kamu bercanda?

Ayo keluar. /- Astaga.

Kini kamu sedang dimabuk cinta, sehingga mungkin tidak mau apa pun.

Tapi apa kamu tahu seperti apa beratnya hidup orang tua tunggal?

Seorang temanku menjadi orang tua tunggal,

dan hidupnya jadi sangat sulit setelah itu.

Bisakah kamu keluar? /- Astaga, hentikan.

Seo Jun, kamu tidak akan tahu apa yang mungkin terjadi padamu.

Tidakkah kamu harus memastikan So Yu bisa jalani hidup yang pantas

andai akhirnya dia menjadi orang tua tunggal?

Jadi, izinkan aku merekammu dengan ini.

Katakan kamu akan wariskan semua kekayaanmu padanya.

Astaga.

Orang tua tunggal?

Apa?

Kamu belum beri tahu ayahnya?

So Yu.

Keluar. Aku mohon keluar.

So Yu.

Maafkan aku.

Apa maksudmu?

Kenapa kamu minta maaf?

Kenapa hal ini harus disesalkan?

Astaga, Soo Kyung.

Sedang apa kamu di sini?

Aku datang untuk menjamin hidup yang lebih baik untuk So Yu

dan menyampaikan kabar baik kepada ketua.

Tidak, jangan!

Tolong jangan katakan apa pun.

Hal ini harus ditangani oleh orang dewasa.

Keluar.

Apa yang terjadi? Seo Jun, ada apa?

Apa yang kamu... /- Usir wanita ini.

Keluar. Aku bilang, keluar!

Kenapa kamu berteriak kepadaku?

Apa kamu tidak dengar dia?

Aku kemari untuk beri tahu sesuatu kepadamu, Pak.

Apa yang kamu lakukan? Seret dia dari sini.

Baiklah. Apa kamu sudah gila?

Aku sama sekali tidak gila.

Bisakah kamu dia? Kenapa kamu buat keributan di sini?

Bisakah kalian dengarkan aku?

Diam! /- Astaga.

Apa? Apa yang baru saja dia katakan?

Aku kemari untuk beri tahu ketua bahwa dia akan memiliki cucu.

Apa? Cucu?

Astaga.

Kamu tidak lihat dia berbaring di ranjang?

Itu lagi?

Aku tahu kamu tergila-gila dengan uang,

tapi apa kamu harus datang ke sini di saat begini untuk katakan itu?

Kenapa dia masih di sini?

Baiklah. Keluar. /- Tidak, tunggu...

Tolong keluar dari sini. /- Astaga, hentikan.

Astaga. /- Astaga.

Apa kamu harus ajak dia ke sini di saat seperti ini

dan membuat keributan?

Ini sebabnya aku sangat membencimu.

Itu bukan salahnya.

Aku bahkan tidak ingin melihatmu, jadi keluarlah dari sini.

So Yu.

Jangan berpikir untuk berhubungan dengan orang seperti dia.

Beraninya dia mencoba

mengambil uang dari orang sakit.

Apa adik Yoon Tae ke sini untuk meminta uangmu?

Tidak.

Jangan bohong pada Ayah.

Kurasa saudara kandung itu sama.

Dia tidak bisa dipercaya.

Astaga, aku tidak mau buang waktu membicarakan mereka.

Kita fokus pada Seo Jun.

Seo Jun, cerialah.

Kamu harus kuat, ya?

Bisa bawa So Yu ke sini?

Sudah Ayah bilang jangan pedulikan soal anak nakal itu!

Berapa kali aku harus bilang berhenti sebut dia "anak nakal"?

Seo Jun ingin bertemu dia.

Seo Kyung, panggil dia.

Ayo.

Seo Jun mencarimu.

Ada yang ingin aku katakan pada So Yu.

Apa?

Apa kamu

minta kami untuk pergi?

Katakan saja selagi kami di sini.

Ayah tidak akan lagi biarkan anak nakal itu membodohimu...

Sudah kukatakan berulang kali berhenti sebut dia seperti itu!

Baiklah, Seo Jun. Jangan marah.

Jin Bok, ayo kita pergi dan jangan buat dia marah.

Kita semua harus pergi.

Ayo, Jin Bok. Kita pergi. Kumohon, Jin Bok.

Ayo. Cepat.

Kenapa

kamu tidak bilang padaku?

Aku tidak mau kamu merasa sedih.

Aku tidak mau kamu merasa menyesal.

Dan aku tidak mau kamu khawatir.

Ini sebabnya aku tidak bisa mengatakannya padamu.

Seharusnya kita

menyambut bayi ini dengan tangan terbuka.

Tapi aku cemas kamu akan

sibuk mengkhawatirkan aku

dan akhirnya lebih merasa menyesal dibanding bahagia.

Ayo kita sambut bayi kita dengan senyuman

dan berterima kasih padanya karena telah datang kepada kita.

Kamu pasti bisa melaluinya, apa pun itu.

Kamu tidak bisa meninggalkan kami begitu saja.

Astaga. /- Kemari. Kamu sangat...

Halo.

Apa? Kamu sudah pulang bekerja?

Ya, aku sudah menantikan untuk bisa bekerja denganmu.

Tentu saja. Aku jauh lebih berpengalaman dan...

Ada apa?

Kupikir kalian berdua adalah perwakilan perusahaan.

Tapi seolah hanya dia pimpinannya.

Tunggu saja.

Aku akan segera menghancurkannya.

Kamu ingin merekam wasiatnya?

Apa Seo Jun akan meninggal?

Pengobatan yang dia terima hari ini

mungkin akan membuatnya trauma.

Dan kamu bilang So Yu mengandung anaknya?

Berarti jika Seo Jun meninggal

dan bayi So Yu meneruskan silsilah keluarga,

Ketua Choi pasti akan sangat senang.

Kita harus minta uang padanya sebelum itu terjadi.

Tapi aku gagal merekam wasiatnya

karena Yoon Tae ikut campur.

Tapi kenapa kamu mau meminta uang?

Aku harus maju karena So Yu tidak melakukan apa-apa.

Jika So Yu mendapatkan villa mewah,

kamar kita akan jadi lebih besar.

Dan jika dia dapatkan toko pakaian LX,

kita akan bisa mengelolanya.

Sungguh cara hebat untuk maju.

Apa?

Aku hanya bicara soal temanku.

Tunggu. Sekarang aku paham.

Astaga, dia sungguh pandai bicara.

Apa kamu coba merayu dia? /- Apa?

Bagaimana bisa dia hamil di tengah semua ini?

Kapan? Di mana?

Bagaimana caranya?

Itu artinya dia sudah hamil setidaknya satu bulan.

Jadi, pikirkan lagi apa yang terjadi sebulan yang lalu.

Seo Jun merasa putus asa dengan penyakitnya

dan pergi ke Sokcho sendirian.

Dan aku rasa

So Yu pergi menemui Seo Jun untuk beri dia kabar baik

soal pengobatannya meski itu ternyata palsu.

Dia pasti dihamili di Sokcho.

Mereka pasti bercinta ditemani suara ombak.

Aku iri.

Kapan dia hamil itu tidak penting.

Kenapa kamu terus mencampuri perbincangan kami?

Keluar.

Aku hanya menerima perintah dari atasanku.

Bisakah kalian diam?

Jadi maksudnya kamu ingin katakan pada ayah mertuaku

bahwa So Yu hamil?

Ini waktu yang terbaik

karena dia tidak tahu kapan putranya akan meninggal.

Kasarnya, dia pasti mau memberikan apa pun yang kita minta.

Kamu selalu bicara terus terang.

Dasar berengsek.

Bisakah kamu berhenti mengubah pokok pembicaraan?

Jadi sebenarnya apa yang ingin Ibu rekam dari Seo Jun?

"Ini adalah anakku."

"Karena itu, aku ingin berikan semua kekayaan pada bayi ini."

Kamu pasti gila. /- Kenapa aku gila?

Seharusnya kamu bantu aku mengumpulkan

semua saham keluarga Choi

agar aku bisa menghancurkan Se Hyun.

Tapi kamu justru ingin membuat dia membagikannya?

Itu satu-satunya cara kita bisa mendapat sesuatu dari itu.

Katamu aku tidak akan mendapat apa pun darimu.

Tidakkah kamu tahu bahwa darah lebih kental dibanding air?

Kamu benar-benar harus menggunakan otak.

Menurutmu apa yang lebih menguntungkan?

Kesuksesanku atau So Yu?

Gangnam Scandal subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Gangnam Scandal

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left