The Legendary Tycoon (传奇大亨)

The Legendary Tycoon (传奇大亨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

传奇大亨 The Legendary Tycoon E 01
传奇大亨 The Legendary Tycoon E 02
传奇大亨 The Legendary Tycoon E 03
传奇大亨 The Legendary Tycoon E 04
传奇大亨 The Legendary Tycoon E 05
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Viki Version] Perfectly Synced for all version. Selamat menonton:) Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-10-24
Downloads: 3
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Segmen dan Alih Bahasa dipersembahkan oleh Gone with the Shirt Team @ Viki

Sang Konglomerat Legendaris

Episode 1 -

Kau merekamku?

Kenapa kau masih merekamku? Berhentilah.

Berhenti merekam.

Berhenti merekam aku.

Artis terbaik adalah Meng Biaochan oleh Mei Gui. Silahkan naik ke atas panggung.

Hari ini, Meng Biaochan memberiku kesempatan untuk menjadi pemain utama untuk pertama kalinya dan memenangkan gelar artis terbaik.

Aku telah bertemu seseorang yang sangat penting dalam hidupku.

Aku ingin berterima kasih pada orang itu,

karena tanpa dia,

tidak akan ada Mei Gui yang berdiri di atas penggung hari ini.

Terima kasih, Tuan Gu Yanmei.

Aku tidak mau dengar lagi.

Tidak ada gunanya membicarakan semua ini lagi.

Besok aku akan menikah.

Sudah terlambat.

Film ini bagaikan pengalaman...

yang tidak mungkin kulupakan.

Pada abad ke-20, tahun 1930an,

industri perfilman berkembang pesat di Shanghai.

Gedung opera kami terkena imbas berat sehingga nyaris tidak ada lagi penonton yang datang.

Karena itulah ketiga abangku sangat khawatir.

Saat itu adalah tahun dimana mimipiku tentang film dimulai.

Nona, kau tidak apa-apa?

Bisa naik sepeda tidak sih?!

Maafkan aku.

Lupakan saja. Lihat gaunku ini.

Tapi...sepeda yang satu lagi...

Apa?

Aku mohon maaf sekali.

Apa aku bisa pergi sekarang?

Tidak bisa.

Lihat gaunku. Sobek begini.

Bagaimana kau bisa pergi?

Jadi aku harus bagaimana?

Ganti rugi untuk gaunku.

Baiklah. Berapa harganya?

Lima ribu yang.

Lima ribu yang?

Tahu tidak, lima ribu yang itu sama saja uang sekolahku?

Tapi... Tapi gaunku ini kan mahal.

Sungguh aku mohon maaf, nona. Tapi gaunmu itu terlalu mahal jadi aku tidak sanggup menggantinya.

Kalau kau tetap memaksa aku membayar, aku harus mohon maaf lagi. Maaf sekali.

Aku permisi dulu. - Kau tidak boleh pergi!

Kita sekarang sudah impas.

Bola basket itu sekarang membosankan.

Kau selalu menang.

Bukan masalah sih.

Kalau kau tidak menyukainya, aku akan mentraktir kalian menonton.

Nonton film?

Lebih baik dari film.

Apa menonton opera di teater keluargamu lagi?

Kali ini mereka mengubah ceritanya. Naskah dan aktornya sangat bagus.

Aku ingin menonton film Amerika malam ini.

'Gold Rush'?

Ya.

Bukankah kau sudah menontonnya?

Ini yang tidak kau mengerti. Orang tidak akan bosan menonton film berulang kali.

Benar.

Memangnya bagus sekali?

Tentu saja. Kau tidak mengerti kalau kau belum menontonnya.

Tapi sekedar menonton saja kurang menarik. Lebih menyenangkan lagi menonton orang membuat film.

Kau pernah melihatnya? Bohong.

Pamanku bekerja sebagai juru kamera di Perusahaan Film Longcheng (Kota Naga). Kalau aku ingin melihat orang syuting film,

aku kan bisa datang saja kesana kapanpun?

Benarkah? Apa aku juga boleh ikut?

Itu dia.

Paman.

Kenapa kau kesini lagi? Lokasi syuting bukan taman bermain.

Kau harusnya datang sendiri, kenapa membawa teman-temanmu?

Kami mau menonton sebentar lalu pergi.

Baiklah, tapi jangan mengganggu orang yang sedang bekerja.

Oke.

Lihat. Lihat.

Aku mau ke kamar kecil.

Kau kenapa? Menyebalkan sekali.

Tunggu sebentar.

Ayo.

Lalu kenapa kau tidak mencari penggantinya? - Baik, tuan.

Sutradara, aku sudah selesai dirias dari tadi.

Kau tunggu apa lagi?

Sebentar lagi kami siap. Ada masalah kecil.

Pergilah istirahat.

Ayo. Duduk. Cepat duduk. - Kalau kita tidak mulai syuting, riasanku akan berantakkan.

Baiklah.

Cut!

Kenapa?

Sudah berapa kali kita mengulang adegan ini?

Kameranya jelas di sebelah sini, tapi kau terus saja ke arah sana! Kenapa kau tidak mengerti?

Maafkan aku.

Lap keringatmu.

Maaf. Aku berniat untuk jalan terus tadi. Tapi kalau mengenakan ini, kau tidak bisa melihat jalan.

Tidak apa-apa.

Aku ada rencana untuk membantumu.

Bagus! Adegan berikutnya!

Istirahatlah.

Maaf. Karena aku, pekerjaanmu jadi tertunda.

Ini pertama kalinya kau ikut syuting. Kesadaran kameramu cukup baik.

Aku banyak bertemu aktor-aktor profesional.

Hanya dengan mengikuti suara saja, mereka masih melenceng keluar jangkauan kamera.

Tapi aku tidak suka akting.

Kudengar dari mereka kau ini penggemar berat film.

Tapi aku ingin menjadi sepertimu, mengoperasikan alat

untuk merekam semua adegan yang indah.

Cara berpikirmu itu terlalu sederhana.

Kalau kau bisa menangkap semuanya dalam kamera,

maka tidak akan kelihatan bagus.

Kenapa begitu?

Lihat. Contohnya,

aku ingin...mengambil gambar sebuah pot bunga.

Lakukan seperti ini.

Saat ini, kotak yang kau buat dari tangan ini adalah jangkauan pandang kamera.

Kalau kau melihat pot bunga dari aspek ini, kau akan sadar bahwa

kalau kau tempatkan pot bunga beserta semuanya dalam satu gambar,

maka adegannya akan kelihatan berantakkan.

Tapi, kalau kau mengganti sudut kameranya. Perbesar mendekati bunga-bunganya.

Ambil gambar bunganya saja.

Maka seluruh gambarnya akan kelihatan lebih bersih.

Kelihatan lebih bagus kan?

Menarik sekali.

Ini.

Ini adalah negatif film yang sudah dipotong edit.

Aku boleh melihatnya?

Ambil saja, aku tidak memerlukannya.

Hal yang membuat film sangat menarik bagi penonton

adalah kau bisa merekam banyak hal yang indah melalui lensa kamera.

Karena keindahan inilah

begitu banyak orang ingin melihatnya.

Baiklah, aku harus kembali bekerja.

Jangan lupa lepaskan kostum sebelum kau pergi.

Terima kasih, Tuan Lei.

Kau mau apa?! - Jangan kabur!

Kau...aku memang menabrakmu, tapi kalau hanya untuk gaun...

Tolong aku! Aku dikejar orang yang ingin membunuhku! -... tidak usah berlebihan begini?

Lari!

Cepat masuk!

Cepat

Segmen dan Alih Bahasa dipersembahkan oleh Gone with the Shirt Team @ Viki

Kapan kita bisa keluar dari sini?

Tunggu sebentar. Aku akan menarik ekorku dulu.

Cari di sana. - Oke.

Tapi aku ingin pergi sekarang.

Kenapa?

Tidak, aku harus keluar--

Jangan bicara keras-keras nanti mereka bisa mendengar.

Cepat.

Kita mau kemana? - Kesini.

Siapa mereka?

Mereka kesini menagih hutang.

Kau bilang gaunmu itu harganya lima ribu yang, jadi keluargamu seharusnya tidak kekurangan uang.

Kenapa kau bisa punya hutang?

Benar...bukan aku yang berhutang.

Tapi temanku, Xiao Fen. Ayahnya suka berjudi.

Lalu kenapa mereka mengejarmu?

Mereka...

Mereka kira aku dia.

Jadi aku akan mendampingimu untuk menjelaskan pada mereka.

Tidak, tidak, kita tidak usah menjelaskannya.

Mereka mengerikan sekali. - Kenapa tidak?

Mereka tidak akan mau dengar. - Cari di sana.

Di sana! - Cepat, kita pergi!

Jangan lari! - Jangan lari!

Sebelah sini. Pegang ini.

Kau mau apa? - Cepat naik!

Jangan lari!

Berhenti!

Sudah selesai?

Kenapa kau tadi mengenakan ini?

Aku sedang syuting film.

Aku bermain jadi harimau.

Ekor harimaunya sudah copot.

Kau sedang apa di sana?

Aku?

Aku...

Aku sedang mencari Xiao Fen.

Xiao Fen, menjahit kostum di lokasi.

Dia tidak sengaja merobek sebuah gaun.

Aku membantunya memperbaiki. Aku baru saja mengantarnya.

Hubungan kalian berdua baik sekali. Kalian sekelas?

Kami bukan teman sekelas.

Keadaan keluarga Xiao Fen kurang baik.

Ayahnya selalu saja berjudi.

Karena itu dia tidak punya kesempatan belajar.

Setelah lulus sekolah dasar, dia sudah berhenti sekolah.

Kau bilang keadaan keluarganya sulit

dan ayahnya penjudi. Dia pasti sangat sedih.

Tidak, aku ini orang yang optimis.

Setelah tidur nyenyak, aku akan baik-baik saja.

Kau?

Aku?

Aku orang yang sangat optimis.

Jadi rasa optimisku itu menular pada Xiao Fen.

Xiao Fen jadi lebih optimis.

Sudah cukup soal dia. Bagaimana denganmu?

Kau suka nonton film?

Apa bagusnya film?

Bukankah hanya masuk ke ruangan gelap yang kosong?

Ruangan gelap itu hanya suasana saja. Sebetulnya, begitu kau masih bioskop,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left