Release info

[Indo]CandleInTheSun-PlerngPrangTian-Eps10-PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Translated by VIU - Reupload by PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2020-12-23
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Channel 3 Dan Good Feeling Company Limited

"Mempersembahkan"

"Candle in the Sun"

Aku ingin Nyonya Chor Aueng meminta obat dariku dengan sopan.

Aku menyerah. Tolong berikan obatnya.

Tiankhum dan aku tidak bisa ada di dunia yang sama.

Antara aku atau dia yang harus mati.

Kamu pasti tidak tahu siapa aku.

Aku yang paling kejam.

Di mana Tiankhum?

Bawa dia kepadaku.

Aku merasa

aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi.

Kita akan bertemu lagi.

Tusuk kondeku hilang. Aku tidak bisa kembali tanpa itu.

Ini tusuk kondemu, Tiankhum.

Obat apa yang kamu berikan kepada Tuan Wiangsawan?

Ada apa?

Aku punya firasat

aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi.

Jika kamu percaya takdir

maka suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi.

Suatu hari nanti.

Di mana pun kamu berada

Kuharap kebaikanku

akan menjagamu tetap aman, Lin.

Api.

Sampai jumpa, Tiankhum.

Dokter, minggir.

Aku harus membawa wanita ini.

Apa kesalahannya? - Kamu tahu perbuatannya.

Dia tidak melakukan kesalahan.

Itu tergantung penyelidikannya.

Tapi dia meninggalkan tempat ini.

Dia tidak akan kembali. Tolong biarkan dia pergi.

Tidak bisa. Jika kamu berkeras bahwa dia tidak bersalah,

kamu akan membiarkannya ikut denganku

untuk membuktikan dia tidak bersalah.

Lari.

Louis, aku akan kembali.

Pergi.

Cepat.

"Gerbang Suan Dok"

Kita tidak gila, bukan?

Kita sudah sampai sejauh ini.

Tidak apa-apa jika ternyata memang begitu.

Lilin di ruang doa basah,

tapi apinya masih menyala.

Itu sebabnya aku berharap Lin akan kembali.

"Gerbang Suan Dok"

Jaga dirimu, Louis.

Lin.

Lin.

Lin.

Lin.

Lin.

Louis.

Lari.

Lari.

Duduklah.

Kamu orang asing,

tapi kamu punya niat buruk.

Kamu berkomplot dengan budak

untuk membahayakan para bangsawan.

Tidak. Aku tidak pernah menyakiti siapa pun.

Tuan Wiangsawan sudah mati.

Karena itu,

kamu juga harus mati.

Penggal dia!

Louis!

Lin. - Ben.

Ben, aku mengkhawatirkan Louis.

Aku baru selesai berbelanja. Aku akan segera kembali.

Ben?

Ya. Ben bilang Lin sudah sadar.

Tunggu, Parn.

Ada apa, Nim?

Aku hanya ingin menelepon dan bilang

aku merindukanmu.

Aku juga merindukanmu.

Aku akan segera kembali setelah menyelesaikan urusanku di sini.

Baiklah.

Jaga kesehatanmu, Nao.

Kamu sudah makan malam?

Belum.

Jangan lupa makan sesuatu. - Baiklah.

Bagaimana denganmu? Bagaimana kelasmu hari ini?

Baik-baik saja. Semua murid sudah berusaha keras.

Tapi punggungku agak sakit.

Begitukah?

Kalau begitu, kamu juga harus menjaga kesehatan.

Baiklah. Aku akan berkemas sekarang.

Baiklah. Sampai jumpa.

Ayo.

Aku mengkhawatirkan Louis, Ben.

Itu hanya mimpi, Lin.

Tapi bagiku,

mimpi menceritakan begitu banyak kisah.

Mimpi membawa kita kembali ke masa lalu.

Sampai sekarang, mimpi juga peringatan bagiku.

Semua hal dalam mimpiku menjadi kenyataan.

Tapi kurasa hal buruk tidak akan terjadi kali ini.

Selamat datang, Lin.

Aku senang sekali kamu sudah bangun.

Aku juga senang.

Tapi Louis... - Lin.

Kamu baru bangun.

Jangan stres.

Ada apa? - Tidak ada apa-apa.

Kamu masih takut aku tidak percaya padamu, bukan?

Lin.

Maafkan aku

karena tidak mendengarkan perkataanmu.

Maksudmu,

kamu percaya padaku sekarang?

Ya.

Kami melihat fotomu di buku sejarah.

Kamu ada di pasar itu.

Apa?

Kami juga pergi menemui Chao Paw Nam Thip.

Chao Paw Nam Thip?

Dia bilang apa?

Dia pernah bilang,

ada urusanmu yang belum selesai di kehidupan lampau.

Dia bilang kamu harus mengurusnya,

agar kamu bisa tenang

tanpa ada dendam di hatimu.

Urusan yang belum selesai?

Ya.

Chao Paw Nam Thip mengatakan

ini tentang seorang wanita bernama Tiankhum.

Ada hal-hal yang ingin dia lakukan

tapi dia tidak pernah sempat melakukan itu.

Kamu tahu hal apa itu?

Astaga.

Ada banyak hal.

Tapi hal-hal yang paling kamu inginkan dariku

adalah mengembalikan Tuan Tewarit kepada Nona Wongduen, bukan?

Ya.

Dan juga serahkan In kepada Ti.

Aku tidak menginginkan In, Parn.

Aku pasti akan mengembalikan In kepada Ti.

Aku hanya perlu memikirkan caranya.

Apa maksudmu?

Lakukan saja dan minta maaf kepada Ti.

Apa aku juga harus membungkuk di hadapannya di kehidupan ini?

Kamu hanya mengulur waktu.

Tenanglah, Lin.

Fakta bahwa kamu tidak ingin kembali kepada In berarti

hal-hal yang dikatakan Chao Paw Nam Thip sudah tercapai.

Benar.

Dengan niat baik, hal baik akan mengikuti.

Jangan bertengkar.

Jadi,

kamu harus memikirkan

apa lagi urusan Tiankhum yang belum selesai.

Apa yang paling ingin dia lakukan.

Jangan khawatir.

Aku akan menari untuk roh-roh suci.

Kita berdua akan aman, Ayah.

Kenapa kamu melakukan itu?

Kamu...

Cepat Tiankhum. Musiknya hampir selesai.

Cepat Tiankhum.

Musiknya sudah selesai.

Tiankhum sangat menyayangi ayahnya.

Kurasa urusannya yang belum selesai

pasti pertunjukan tarian sebagai persembahan kepada roh suci.

Aku akan mewakili Tiankhum dan menari menggantikannya.

Apa kamu bisa menari?

Tidak.

Tapi aku yakin roh Tiankhum

akan membimbingku.

Semua roh suci yang melindungi Phra That Sri Chom Thong,

di kehidupanku yang sebelumnya,

aku gagal memenuhi sumpahku.

Seseorang harus mati demi melindungi sumpah itu.

Hari ini,

aku mewakili roh Tiankhum.

Aku akan menampilkan tarian ini untuk Phra That Sri Chom Thong.

Semoga kamu mengasihaniku

dan mengangkat sumpah itu.

Lin menari dengan baik.

Aku tidak pernah melihat Lin menari dengan begitu indah.

Seperti kata Lin,

mungkin orang yang bersama kita

bukan hanya jiwa Lin.

Tatapan itu bukan tatapan Lin.

Jika kamu Tiankhum,

kini kamu bisa melakukan apa yang kamu inginkan.

Lin menangis.

Jangan katakan apa pun untuk sekarang, Parn.

Ayah.

Aku datang untuk membebaskan Ayah dari sumpah itu.

Meskipun sudah terlambat,

tapi aku melakukan yang terbaik untuk Ayah.

Tiankhum. Pelayan. Budak. Wanita murahan.

Dia kabur lagi.

Kenapa kamu tidak memakai Mantra Marakali padanya

seperti yang kamu lakukan kepada Tuan Wiangsawan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left