The first 200 lines.
Aku pernah mendengar syair ini.
"Tak ada yang melihat kehidupan melebihi matahari terbenam."
"Semua orang menatap matahari terbenam."
"Jika kau tetap di sana, menunggu sedikit lebih lama,"
"Matahari kembali terbit,"
"Tapi ada siapapun di sekitar."
"Tak satupun di sekitar."
Penutupnya masih terpasang.
Astaga.
Dermaga Santa Monica!
Jangan sedekat itu. Ayolah. Buat aku terlihat bagus.
Wow.
Tak ada yang seharusnya melihat ini.
- Matikan jika kau melihat ini. - Semua orang akan melihat ini.
Marilyn!
- Halo. - Kau sangat cantik.
Kau sangat cantik.
Oke, cukup.
Aku baru tahu kami takkan menikah.
- Astaga. - Itu agak mematahkan hatiku.
Setidaknya ini terekam.
- Itu hal yang bagus. - Jangan sekarang.
Oke, baiklah. Aku sudah kenang. Aku tak harus memakan itu.
Kau mau membeli susu kocok?
Apa?
- Kau mau beli susu kocok? - Ya.
- Kau mau bagi dua denganku? - Aku tak mau susu kocok.
- Aku akan melihatmu. - Tidak.
Baiklah.
- Kau merekam dirimu sendiri? - Aku merekam diriku sendiri,
Agar saat aku pulang, kau bisa menonton ini.
- Astaga. - Dan kau bisa berpikir aku tampan.
Hanya bermenit-menit rekaman kau senyum di kamera.
Dia melakukannya lagi.
Hai, Sam. Saat aku pulang,
Kau bisa menonton ini saat kau merindukanku dan kau bisa bahagia.
- Terinspirasi Dari Kejadian Sebenarnya - Aku tak ingin mencoba lagi.
- Kalau begitu pakai aplikasi kencan. - Tidak, jelas tidak.
- Aku unduh itu. - Tidak! Astaga, Megan.
- Megan! - Tidak, hentikan. Berhenti.
Dan kata sandinya.
Kata sandinya seharusnya, "Megan si bodoh".
- Oke, aku akan melakukan itu. - Oke, bagus.
Lalu pilih tiga foto terseksimu.
- Mudah. Sudah. - Kita bisa unggah lima foto.
Oke, oke, oke.
Astaga.
Oke.
Ya Tuhan. Lihatlah anak ini.
Dia manis.
Lihat? Kau bisa berterima kasih padaku nanti.
Kurasa ini akan seru.
- Hai. - Hei.
Kau bilang tak begitu suka telepon, jadi kupikir mungkin Facetime.
Facetime seperti komunikasi dasar ketiga.
Kau sedang apa?
Tidak sedang apa-apa
Kau terlihat menakjubkan.
Kau juga.
Aku disini hanya tinggal beberapa hari lagi,
Dan kupikir kita bisa bergaul.
- Bergaul? - Ya.
Kita lihat nanti.
Aku ingin menghubungimu dan bicara denganmu...
...tentang sesuatu sebelum kita bergaul.
Oke, contohnya?
Seperti apa yang aku lakukan di sini.
- Kurasa aku sudah tahu. - B enarkah?
Maksudku, tak ada orang di bawah 35 tahun...
...tinggal di Malibu selama beberapa bulan.
Itu pasti semacam rehab.
Apa aku benar?
Gadis cerdas. Gadis yang sangat cerdas.
- Terima kasih. - Tapi secara teknis, ini bukan rehab.
Tapi fasilitas bantuan hidup bebas mirasantika. Oke?
Apa bedanya?
Rehab seperti pengawasan super intens 24 jam.
Tanpa pedoman dan kontak dengan dunia luar.
Tapi, kau tahu, rehab atau fasilitas bantuan mirasantika,
Itu lebih didasari pertanggung jawaban.
Masih banyak peraturan,
Tapi secara teknis, aku bisa bergaul dengan seseorang.
Itu jika kau masih ingin.
Aku tak tahu jika itu mengganggumu atau semacamnya.
Astaga, sekarang pukul 03:30. Bagaimana itu terjadi?
- Wow, kita sudah berbincang lama. - Ya.
Aku sebaiknya pergi. Aku harus kerja besok.
Ya, aku juga sebaiknya tidur.
Baiklah.
- SMS aku saat kau bangun. - Tentu.
Oke, SMS aku kapanpun kau inginkan besok.
Oke, akan kulakukan.
- Selamat malam, Sammy. - Selamat malam.
JJ.
Hei, JJ.
Kau bicara dengan siapa?
- Hei, Tn. Carroll. - Hei, ayolah. Panggil aku Billy.
Semua orang bisa melihatmu senyum. Lihatlah senyuman itu.
Aku bisa melihatmu senyum dari empat blok jauhnya.
- Siapa orangnya? - Aku bicara dengan Ibuku.
Oke, biar aku lihat Ibumu. Aku mohon.
Ibu-mu manis.
Berapa umurnya, 2 tahun ketika dia melahirkanmu?
Ya, ini sebenarnya keajaiban modern.
Kau keajaiban modern.
Kau tahu itu keajaiban bagaimana kau berakhir di sini.
- Ya, ya. Setiap waktu. - Pernah pikirkan itu?
Ya? - Aku sebenarnya hampir selesai.
- Jadi aku bersemangat soal itu. - Ya. Aku bangga denganmu.
- Terima kasih. Oke. - Ayo kita jalan.
Aku tak melihatmu jalan.
Aku jalan. Aku jalan. - Ayo.
Mengenai Jake, ada asisten konselor baru.
Ya? - Aku mendengar kabar jika kau...
Kau sudah mengambil keuntungan dari posisinya sebagai orang baru.
Aku tak tahu soal "keuntungan." Itu kata yang kuat.
Indah, bukan? - Ya.
Bagaimana perasaanmu?
Aku merasa baik. Ya, aku merasa baik.
Hampir mencapai ke akhiran.
Teruslah mendorong maju, JJ. Terus mendorong maju...
...dan tunjukkan keseriusanmu. Aku bangga denganmu untuk itu.
- Terima kasih. Aku hargai itu, Billy. - Aku serius.
Pengadilan di tempat asalmu menghubungiku.
Mereka meminta pendapatku tentang perkembanganmu.
Aku bilang mereka kau sudah membaik.
Terima kasih. Aku hargai itu. Maksudku...
Aku sudah bilang mereka kau masih belum siap.
Tunggu, apa? - JJ, kau butuh...
- Kau menjauhkanku dari anakku? - Kau butuh waktu lagi.
- Tidak, Billy... - Aku memikirkan putrimu.
- Aku sudah di sini 5 bulan! - Aku berpikir tentang Lexi.
Aku berpikir tentang dia, oke?
Dia butuh ayahnya yang 100%.
Dan aku ingin kau... - Aku 100%.
- Itu sebabnya aku disini. - 100% untuk menyudahi ini.
- Itu sebabnya aku di sini, Billy. - Baiklah, hanya sedikit waktu lagi.
Kemari.
Lupakanlah.
Bangun! Bangun!
Bagaimana jika kau ikut pulang bersamaku? Kau bisa bertemu putriku.
Lexi pasti mencintaimu.
Kau mau bertemu dia?
Halo.
Hei, Ibu.
Tak apa.
Aku hanya...
Kurasa mereka beritahu pengadilan aku belum siap untuk hak asuh.
Mereka bilang padanya aku ke mana? Liburan?
Dia bilang dia ingin ikut liburan bersamaku?
Itu sangat manis.
Aku berusaha menghubungi, tapi dia tak izinkan aku bicara dengannya.
Tidak, dia bahkan tak izinkan aku bicara dengannya di telepon.
Tidak ini seperti sia-sia.
Jika aku keluar dari sini untuk Lexi, tapi aku tetap tak bisa menemuinya.
Aku hanya ingin ini selesai.
Dengan semua ini, aku ingin ini selesai.
Oke.
Ya, aku janji.
Aku janji aku akan berusaha untuk bersenang-senang.
Oke. Aku juga mencintaimu.
Baiklah. Dah.
Sam, lihatlah ini. - Hei.
- Ini manis, bukan? - Ya, itu sangat manis.
Berapa ukurannya?
Kecil.
Kau sebaiknya mengambil itu.
- Benar? - Akan kusimpan untuk nanti.
Ya, ya.
Jadi, aku akan pergi keluar bersama pria itu malam ini.
Luar biasa! Kalian akan ke mana?
Masih belum tahu.
Tapi aku punya pertanyaan singkat untukmu.
Oke.
- JJ sedang mengikuti rehab, dan... - Dia mengikuti rehab?
Itu bukan rehab, lebih seperti fasilitas bantuan mirasantika.
Tapi aku tak ingin memberitahumu karena kau tahu kau akan bereaksi berlebihan...
- ...seperti sekarang. - Aku tidak bereaksi berlebihan.
Kurang lebih. Kau bereaksi berlebihan.
Oke, itu tidak benar.
Menurutmu itu tak masalah jika aku pergi minum bersama dia,
Atau itu buruk karena dia sedang rehab?
Kenapa kau bergaul dengan orang yang sedang rehab,
- Jika kau bisa bertemu pria lain? - Karena ini sempurna.
Dia disini beberapa hari,
Kami akan bersenang-senang, lalu dia akan pergi.
Ini tidak serius.
Dia sempurna.
Itu antara ide cemerlang atau tidak waras.
Terima kasih.
Hai. - Hei. Bagaimana kabarmu?
Baik. Bagaimana kabarmu? - Baik.
Kau mau masuk agar kita bisa pergi?
Aku rasa tidak. - Apa?
Aku mau kau keluar dari mobil dan memelukku.
- Apa? Astaga, masuklah ke mobil. - Aku takkan masuk...
...hingga kau keluar dan memelukku.
- Tidak! Masuklah ke mobil! - Kau mau pergi?
Ayo. - Astaga.
Oke.
No comments yet. Be the first to leave one.