Sense8

Sense8

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Sense8 S02E06 Isolated Above 720p WEBRiP x265 ShAaNiG
A Commentary by anomaly_the_resyncer
Diterjemahkan oleh : Mannaserro fb.com/mannaserro

Tags

webrip
web
720p
720
BRip
x265
Published on: 2019-10-15
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kenapa mereka tidak membuat kereta seperti ini lagi?

Generasi kita tidak pantas mendapatkan hal-hal yang bagus.

Sudah waktunya minum pil blocker lagi.

Aku tidak mengira akan berkata seperti ini, tapi ini membuatku merindukan heroin.

- Ya Tuhan, aku merindukan... - ...hal ini.

Aku juga.

Hidup dengan pil penahan... tidak bisa disebut dengan kehidupan.

Apa?

- Kita tidak sendirian. - Dari semalam?

Benar, dari semalam.

Walaupun apa yang membuatku bertindak ceroboh seperti itu, aku tidak tahu.

- Aku Riley dan ini Will. - Oh, usaha yang bagus.

Tapi kau boleh memanggilku... kakek Hoy.

Siapa namanya?

Dia tidak mempercayai kita.

Tentu saja aku tidak mempercayaimu.

Aku kabur dengan susah payah dengan kepala utuh dari tempat diskomu.

Kami juga.

Sepertinya kau meminum blocker mu di waktu yang sama dengan kami.

Ya, mungkin benar bahwa kau berhasil kabur sepertiku dengan tidak kehilangan rambutmu itu.

Atau mungkin, hanya mungkin, kau memang dipersilakan kabur.

Dia pikir konsernya adalah jebakan dari BPO.

Aku sudah punya banyak pengalaman.

Kau tidak begitu saja bisa bebas selama 30 tahun karena mudah mempercayai orang.

Sekarang, entah aku salah atau benar mengenaimu,

kurasa kita akan bertemu lagi secepatnya.

Dia sudah pergi.

Aku harus pergi.

Aku tahu.

Aku sudah mempersiapkan ini.

Makanan, pakaian, dan sejumlah uang.

Aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih.

Tidak ada yang kulakukan dalam hidupku yang melebihi kebanggaanku menjadi gurumu.

Kadang, aku memergokinya menatap ke arah gerbang.

Aku tahu dia sedang menunggumu.

Aku janji, aku akan kembali.

Kami akan menunggu di sini.

- Aku kelaparan tapi... - Tapi apa?

Kau keluar sepanjang hari, tidur di sofa...

Apa kau marah denganku?

Tidak.

- Atau kepadaku? - Aku marah pada semua hal akhir-akhir ini.

Kebanyakan kepada diriku sendiri.

Bukan, ini salahku. Aku... terlalu memaksa.

- Aku terlalu bersemangat dengan beberapa hal. - Tidak, tidak. Ini salahku.

Aku seharusnya tidak membahas tentang surat undangan itu.

Tidak ada yang perlu minta maaf. Kumohon Dani, duduklah.

Ya Tuhan! Baunya enak sekali!

Aku melakukannya lagi, benar bukan?

Kami suka melihatmu bersemangat.

Benar.

Keluargaku, aku punya suatu hal penting yang ingin kusampaikan.

Ini adalah omelet spesial ibuku.

Dia akan memasak ini untuk ayahku ketika dia akan pergi meninggalkan spanyol.

Kalian berdua cukup mengenalku untuk mengetahui bahwa ketika aku marah,

aku tidak bisa mendengarkan siapapun atau apapun.

Oh, Ya.

Tapi tadi malam, aku mendengar sebuah suara...

dan suara itu bicara padaku sejelas dentuman lonceng.

Dia bilang apa?

Dia bilang, "Kemasi barang-barangmu, keluargaku.

karena kita akan pergi ke São Paulo!"

Yes!

- Kau. - Apa maksudmu?

Hallo.

- Hallo. - Aku... mencari sebuah keberanian.

Aku dengar, ada yang mencariku di kantor, kemarin.

- Seharusnya aku tidak ke sana. - Tidak. Orang-orang yang kau temui itu brengsek.

Mereka adalah anak orang kaya yang bermain-main dengan jurnalistik

karena dengannya mereka bisa mudah membuka percakapan.

Percayalah, jempol kirimu lebih bernilai

- dibandingkan tiga orang itu dijadikan satu. - Terima kasih.

Mereka bilang bahwa saat kau masih di kampus... kau...

Ya, aku memang pernah mencintai wanita.

Itu benar. Tapi aku juga pernah mencintai pria.

Aku jatuh cinta dengan seseorang, bukan jenis kelaminnya.

Yang mungkin terdengar aneh bagimu.

Tidak.

Tidak sama sekali.

Lihat, aku bukanlah seseorang yang biasanya bicara seperti kartu ucapan, tapi...

akhir-akhir ini, aku melihat bahwa keberuntungan adalah sesuatu

yang bisa mengingatkanmu betapa indahnya dunia ini.

Itulah bagian di mana aku mungkin membutuhkan sedikit keberanian.

Aku tidak terlalu merasa beruntung sejak bertemu denganmu.

Apa yang kau lakukan?

Mencoba menjadi seorang pemberani.

Aku belum pernah berkencan dengan orang yang mempunyai begitu banyak buku.

Aku belum pernah berkencan dengan pengemudi matatu.

Kita memang hidup di dunia yang berbeda.

Malam ini tidak.

Ketika aku bersamamu...

semua aturan...

dan logika kehidupan sehari-hari...

hal-hal yang penting bagiku...

hilang begitu saja.

Dan yang kurasakan...

adalah betapa cepatnya jantungku berdetak...

setiap aku bersamamu.

Apa kau yakin?

Tidak terlalu buruk untuk sebuah mesin, bukan?

Apa?

Kau hanya perlu memencet tombol dan... ini?

Ini keajaiban.

Selamat pagi.

Terima kasih.

Aku suka kopi negara kita.

Ini adalah salah satu hal terbaik yang bisa dihasilkan oleh Kenya.

Ketika aku di Inggris, aku merindukannya.

Memang, tapi teh mereka benar-benar enak.

Kau pernah ke Inggris?

Aku melihat banyak film.

- Kau lapar? - Ya.

Selamat pagi sayangku.

Aku harus segera bekerja.

Semalam adalah mimpi yang jadi kenyataan.

Sampai ketemu nanti.

Jadi, mereka datang ke rumahku, bicara tentang hal itu, lalu pergi.

Tunggu, apa kau sedang mengatakan bahwa Partai DRP datang ke rumahmu

- dan memintamu mencalonkan diri melalui partai itu? - Ya.

Terdengar gila, bukan?

Dan kau belum menemui mereka lagi?

Maaf, kukira kau akan menganggap cerita ini lucu.

Aku pernah mewawancarai Koman Nyagah. Dia adalah orang yang sangat pintar dan serius.

Kenapa kau tidak mau bertemu dengannya?

Zakia, aku adalah seorang pengemudi matatu.

Itulah mengapa kau harus mencalon diri dan kenapa orang-orang akan memilihmu.

Aku ada di saat protes itu. Dan aku melihat wajah-wajah mereka.

Mereka mempercayaimu, Capheus.

Itu konyol.

Aku ikut membayar sebagian dari yang dibutuhkan olehmu atau orang-orang yang tinggal di Kibera

agar air dan listrik bisa menyala.

Kami bilang tidak ada yang lebih mahal selain menjadi orang miskin.

Kenapa? Karena pemerintahan kita, seperti halnya pemerintahan yang lain,

tidak peduli dengan orang-orang miskin atau daerah seperti Kibera.

Tapi kau peduli.

- Zakia, aku-- - Setidaknya,

bertemulah dengan mereka.

dengarkan mereka.

Lito!

- Itu sambutan yang meriah. - Hallo.

Lito Rodriguez!

- Hallo. - Hallo.

Astaga, apa kabarmu?

Hallo.

- Terima kasih! - Ya Tuhan! Aku salah satu fans beratmu!

- Terima kasih banyak. - Oh di mana-- oh ya.

- Aku sangat mencintaimu! - Terima kasih.

Jadwal seluruh evenmu ada di tas ini.

- Baiklah. - Paradenya dimulai setelah kau berpidato.

Pidato?

Hanya kalau kau mau melakukannya. Sepenuhnya terserah kepadamu.

- Baiklah. - Baiklah.

- Lito! - Lito Rodriguez!

- Hallo. - Hallo.

Terima kasih banyak.

Terima kasih.

- Bolehkah kami selfie denganmu? - Ya.

- Terima kasih! - Kami merasa terhormat.

Hei, Van Damn.

Hei, anakmu ada di sini.

Hei, aku melihatmu di YouTube.

Kau luar biasa, sungguh luar biasa.

Tapi berhati-hatilah, Van Damn, orang-orang mulai mengamati.

Kalau begitu, uh...

Hallo, Bu.

Hallo, Nak.

Hmm... Kulihat makan malam yang kusiapkan untukmu masih ada di sini.

Sepertinya diantara kita berdua, tidak ada yang tidur di rumah tadi malam. Lagi.

- Haruskah aku merasa khawatir? - Tidak.

Haruskah aku yang khawatir?

Aku terkejut.

Apa kau pikir ibumu sudah tidak menarik lagi?

- Ibuku akan selalu cantik. - Lalu kenapa?

Pria Kenya... kita berdua tahu bahwa mereka tidak terlalu terbuka.

Itu benar.

Sedikit mengejutkan.

Tidak sebanyak yang kau pikirkan.

Apa kau pernah ingin tahu kenapa Silas begitu mudah mendapatkan obat-obatan yang kubutuhkan?

Kita berdua mengidap virusnya.

Terlebih lagi, dia bilang padaku bahwa, sebentar lagi, mereka mungkin akan menemukan penangkalnya.

Kenapa kau menangis?

Karena aku kadang lupa bahwa...

hidup itu tidak hanya penuh dengan kejutan.

Tapi juga penuh dengan berkah.

Benar.

Ya Tuhan.

Apa?

Ini luar biasa.

Tempat-tempat terlupakan di dunia bawah tanah

orang-orang menggunakannya sebagai kamar hotel mereka.

Lebih seperti kemah.

Aturan yang sama, kau mencoba meninggalkannya lebih baik dari sebelum memakainya.

Kalau pertunjukanku bagus, aku selalu berusaha meninggalkan hadiah di suatu tempat.

- Seperti apa? - Mm...

Uang. Obat-obatan. Musik.

Darimana kau mendapatkan itu?

Stasiun kereta.

Kukira kita bisa memakainya untuk menutupi jendela.

Agar tidak ada yang mengintip.

Sudahkah kusebutkan betapa aku sangat mencintaimu?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left