The first 200 lines.
- Kupotret sekarang. - Baik.
Senyum sedikit.
Mana yang lebih cantik?
Kurasa kedua ini terlihat bagus.
Bagaimana menurutmu?
Apa kabar?
Aku juga menyukainya.
Halo, aku datang untuk menyerahkan profil.
Taruh di sini saja.
Baiklah. Terima kasih.
Aku sehat.
Kukira aku akan memikirkanmu setiap hari,
tapi mungkin karena aku sibuk,
itu tak terjadi.
Aku memikirkanmu...
sesekali.
Terkadang saat berjalan-jalan...
Terkadang saat makan.
Baik, cut.
Sekali lagi.
A-jung.
- Maaf. - Kau tak berlatih?
Aku berlatih.
Aku akan mencobanya lagi. Maaf.
Astaga...
- Ayo ulangi lagi. - Baik.
Terkadang saat bekerja...
- Maaf. - Tidak apa-apa.
...atau saat istirahat,
aku memikirkanmu sesekali.
Berkat momen-momen itu,
kurasa aku baik-baik saja,
aku bisa bertahan.
Sepertinya akan segera hujan.
Jadi,
kuharap kau juga baik-baik saja.
Direktur Choi Min-woong dari LJ Hotel dan Choi Seung-a, Pusat Perbelanjaan LJ,
bekerja sukarela lagi tahun ini untuk menghormati mendiang ibu mereka.
Ini penampilan resmi pertama mereka sejak Choi Jung-chan,
mantan presiden LJ, ditangkap atas penggelapan
dan mantan ketua mengundurkan diri.
- Skandal - Terry.
seputar keluarga LJ Group...
Sampai nanti.
Itu disebutkan lagi.
Namun, tak seperti tahun lalu, opini publik lebih positif.
Ada pendukung pemilik sebelumnya
dan situasinya telah berubah.
Tokoh politik dan keuangan berfokus pada berapa lama ini...
EPISODE TERAKHIR
Kukira semuanya akan datang besok pagi.
Aku tak menyangka bertemu denganmu.
Aku datang untuk menemui ibumu.
Aku hampir menjadi menantunya.
Aku merasa tak enak berpikir dia mungkin menyalahkanku
karena merusak putranya.
Aku tak bilang apa-apa.
Maksudku...
Kupikir kau mungkin salah paham dan berpikir...
"Dia mau bertemu?
Dia masih belum melupakanku?"
Itu salah paham?
Rasanya seperti kemarin meski aku ke sini tahun lalu.
Namun, Do-han di New York. Apa ada orang lain yang datang?
Kakek datang beberapa waktu lalu.
Dia sehat?
Ya.
Aku dengar kabarnya dari Pak Kim dan Taek.
Aku sudah lama tak menemuinya. Namun, tampaknya dia baik-baik saja.
Dia tampak berbeda.
Itu bagus.
Bagaimana kabar keluargamu?
Mereka sehat.
Terlalu sehat, kurasa.
Oh, ya. Ji-oh masuk SD.
- Dia sudah SD? - Ya.
Ji-oh genius!
Sepertinya dia mirip aku.
Ayah!
Jangan bilang begitu!
Maksudku otakku, bukan rambutku.
Itu lebih buruk. Setidaknya rambut bisa ditransplantasi.
Kalian berdua sangat jahat kepadaku.
Kumohon!
Kumohon, jangan berisik.
- Ji-oh boleh berisik. - Baik.
Kalian tahu penulis kesulitan saat kehabisan ide.
Astaga, kau membuat ribut.
Jika kau tak bisa fokus, bantu kami memisahkan akar taoge.
Membuat ribut, Ibu?
Aku dapat ratusan ribu pembaca per bab!
Proyek lama kita untuk transplantasi rambut Ayah. Hanya butuh satu bab.
Nilainya 50 juta won!
Ya, baiklah. Pak Penulis, silakan terus menulis.
Kami akan tetap diam.
Terima kasih.
Gila, 'kan?
Dasar bocah itu.
Kesuksesan Tae-min lebih mengejutkan
daripada rambut baru ayahku. Dia berubah begitu banyak dalam setahun.
Namun, yang lebih mengejutkan
adalah Taek dan Ji-ae.
Benar. Mereka berdua.
Tidak, Tinkerbell-ku!
Tunggu.
Kau sedang hamil. Biar aku saja.
Duduk saja dan istirahat, mengerti?
- Kenapa kau begitu cantik? - Hentikan!
Tunggu. Biar aku saja.
Pikirkan saja yang baik-baik
dan istirahat dengan nyaman.
Makanannya siap.
Makanlah sebelum dingin.
Tunggu, kau tidak terbang, 'kan?
Ayolah!
- Ini, Ji-ae. - Terima kasih.
Ayo makan.
Kelihatannya enak.
Apa itu?
Kau juga ikut mual pada pagi hari?
Itu tak masuk akal.
Makan dengan hati-hati.
Ini lezat.
Mustahil. Sungguh?
Dia bahkan ikut mual pada pagi hari.
Haruskah kubereskan saja?
Tidak, makan saja.
Ini enak.
Hamil sebelum menikah?
Aku terkejut dengan Taek.
Seperti itulah Kak Ji-ae.
Tetap saja, aku senang mereka semua baik-baik saja.
Benar.
Apa ada orang lain?
- Ada. - Siapa?
Kita.
Mari bicarakan kita, bukan orang lain.
Apa kabar, A-jung? Apa kau sehat tanpa aku?
Aku...
sangat sehat.
Aku populer akhir-akhir ini.
Aku dapat peran besar di drama TV.
Aku melihatmu.
Benarkah?
Kau kira aku tinggal di suatu tempat tanpa TV?
Namun, aku tak selalu menontonmu.
Aku hanya lihat di TV.
Kau pacar pemeran utama pria.
Di TV...
Namun,
aku mantannya, bukan pacarnya.
Baik.
Itu pemeran utama wanita.
- Baiklah. - Kau bahkan
tak menontonnya baik-baik.
Aku terlalu sibuk.
Aku memulai bisnis dengan Taek.
Kau dengar, 'kan?
Itu berjalan
lebih baik dari dugaanku.
Kami mungkin akan menyaingi LJ.
Sepertinya kau juga sehat.
Kukira kau akan sedih tanpa aku.
Aku memikirkanmu sesekali.
Aku harus pergi sekarang.
Aku terlambat.
Mau kuantar pulang?
Tidak, manajerku menunggu di bawah.
Aku hanya mampir sebelum ke suatu tempat.
Kau punya manajer.
Ini.
Aku punya satu lagi di mobil.
Bawalah.
Selalu bawa payung, mengerti?
Kau benci hujan.
Aku pergi.
- Dia datang. - Hei.
Bibi datang!
- Aku datang. - Kau sudah pulang.
Selamat datang di rumah, Superstar.
Salam.
Lucu sekali.
Bibi!
Ji-oh!
Kau beri tanda tanganku ke teman-temanmu?
Ya.
Namun, mereka masih tak percaya Bibi adalah bibiku.
Apa?
Kenapa anak-anak begitu penuh keraguan?
Sebaiknya dia berfoto denganmu.
Apa foto akan cukup?
Lain kali Bibi akan menjemputmu dari sekolah.
Ya! Hore!
Kumohon!
Kumohon, jangan berisik.
Kau boleh berisik, Ji-oh.
Aku kesulitan fokus dan baru menulis satu baris, tapi A-jung tiba-tiba...
Kau yang paling berisik di sini, Tae-min!
Sudah cukup.
- Astaga. - Kerja bagus, Sayang.
No comments yet. Be the first to leave one.