The first 200 lines.
Cepat, cepat, cepat.
Hati-hati.
Di dalam hidupmu,
apakah ada orang seperti ini?
Kamu tumbuh bersamanya,
dia mengisi hidupmu.
Kalian sudah seperti saudara,
selamanya tak terpisahkan,
seperti cahaya dan bayangan.
Kamu tahu dia spesial,
tetapi
kamu malah tidak berani
mengungkapkannya di depan umum,
jadi sengaja menghindar.
Tetap diam
sampai remaja,
semangatmu menarik dirimu
ke dalam pelukannya.
Namun,
cahaya dan bayangan
tidak akan pernah bisa bertemu.
Kamu dan dia
tidak akan bisa berjalan bersama.
Lin Ran, bisakah kamu berpikir sedikit masuk akal.
Dia akan lapor polisi, apakah kamu tahu?
Jika tahu akhirnya akan seperti ini,
apakah aku akan tetap memilih jalan ini?
Kak Ran, telepon.
Halo,
kenapa kamu baru angkat?
Apakah kamu tahu buku
Kode Bahasa Tubuh milikku ada dimana?
Di rak bukumu, nomor dua dari sebelah kiri.
Kenapa ingatanmu
begitu bagus.
Kenapa?
Ada saat dimana
ahli psikolog juga tidak bisa menganalisis?
Tidak juga.
Logikanya,
Reaksi ingatan dalam pikiran
akan melibatkan dua subjek neuropsikologis.
Kecerdasan adalah tingkat
pengenalan, analisis, dan pemecahan masalah manusia.
Sudahlah.
Aku tidak peduli alasannya apa.
Aku itu namanya tidak pelupa.
Aku disebut jenius.
Terima kasih.
Kenapa semalam ini kamu masih belum tidur?
Apakah ada terlalu banyak tekanan?
Aku tidak punya tekanan apa-apa.
Jangan tidak mau mengaku.
Kamu lihat bintang di langit.
Cantik sekali.
Jika kamu ingin melihat bintang,
harusnya menggunakan cahaya periferal,
memanfaatkan sel-sel di luar retina.
Tang Weiwei,
jangan menganalisis
semua hal.
Maksudku adalah
bintang malam ini sangat indah,
bisa membuat suasana hatimu lebih baik,
oke?
Aku hanya berusaha belajar di setiap detiknya.
Sudahlah.
Aku tidak ingin berdebat denganmu.
Aku akan bernyanyi supaya kamu tidur.
Selamat ulang tahun.
Jangan bergerak.
Tolong kerja samanya.
Lin Ran.
Ayo tebak,
hari ini hari apa?
Ya ampun, hari ulang tahunku.
Kenapa aku bisa melupakannya?
Ayo.
Aku bawa kamu ke suatu tempat.
Jangan membuat masalah,
aku masih ada urusan.
Maju, maju.
Benar, benar, benar.
Lin Ran, aku benar-benar masih ada urusan.
Kamu sudah pernah memakai alasan ini tahun lalu.
Kamu selalu seperti ini setiap kali ulang tahun.
Apakah kamu tidak kekanak-kanakan?
Tang Weiwei,
aku suka padamu.
Selain itu, aku ingin...
Membawamu serta bunga Begonia
yang kamu tanam ke rumahku.
Menanam bunga Begonia itu di halaman rumah
dan menanammu
dihatiku.
Lin Ran, berhenti.
Lihatlah dirimu,
basah kuyup semua.
Masih tertawa, masih tertawa.
Benar-benar tidak patuh.
Tang Weiwei, apakah tahun ini
kamu sudah bisa menerima pernyataan cintaku?
Kekanak-kanakan.
Tang Weiwei.
Manusia butuh cara berpikir yang dewasa,
sebagian besar pikiran dan perilaku ekstrim kebanyakan orang
disebabkan karena pemikirannya yang tidak dewasa.
Sebelum melakukan tindakan ekstrim
tenangkan diri dan berpikir selama 3 menit
untuk mengendalikan suasana hati.
Ya.
Oleh karena itu, jadilah
pacarku.
Jadi kamu tidak perlu pergi kencan buta lagi.
Kamu semakin lama semakin berani ya.
Sakit, sakit.
Cari mati ya.
Kamu jangan mencari masalah lagi.
Tunggu sebentar.
Aku benar-benar harus pergi berkencan,
jika tidak ayahku akan benar-benar mengambil ijasahku.
Tang Weiwei, lihat ini.
Ayo muntahkan,
muntahkan.
Ayo,
pulang.
Bagaimana?
Kamu tidak perlu pergi.
Bukankah kamu harus berterima kasih padaku?
Jika lain kali kamu menggunakan permen lagi untuk
bercanda,
aku akan menyuapimu 3 kaleng glukosa.
Baik, baik, baik.
Aku akan mengantarmu ke langit.
Tidak ada teganya sama sekali.
Tang Weiwei, lihat
aku sekarang lebih tinggi darimu,
jadi aku bukan anak kecil lagi.
Apakah kamu tidak ingin mempertimbangkan lagi
mengenai pernyataan cintaku.
Lihatlah dirimu.
Menyatakan cinta?
Apakah kamu percaya?
Jika begini,
apakah lebih tulus?
Tulus?
Bagaimana kamu ingin aku percaya pada hari April Mop,
adik yang tumbuh besar bersamaku
menyatakan perasaannya padaku.
Bagaimana jika memang benar?
Benar apanya.
Kapan kamu bisa makan permen,
saat itulah aku akan percaya
bahwa menyatakan perasaan pada saat April Mop adalah benar.
Sana cepat pulang.
Besok kamu masih ada kelas.
Ada pacarku di sini.
Aku harus mengajarinya mengerjakan soal matematika dulu.
Baru-baru ini ada film baru,
ayo kita pergi nonton.
Ayo jalan.
Ini adalah pacarku.
Atau
duluan saja.
Wei Wei.
Bangun.
Saatnya pergi kencan.
Dua orang iblis,
satu berisik di dalam mimpi,
satu mengejar-ngejar di luar mimpi.
Silakan.
Lancar ya,
semoga semuanya lancar.
Sampai jumpa.
Tang Weiwei,
kamu akan mati
jika berani pergi kencan.
Wei Wei.
Aku sudah berdiskusi dengan ibuku.
Kami merasa
kamu adalah calon pasangan
yang cukup memenuhi standard untuk menikah.
Hemat adalah salah satu hal yang baik,
lebih baik kita naik angkutan umum.
Bukan mobil yang ini.
Sekarang yang ini.
Wei Wei.
Tang Weiwei.
Kenapa kamu
begitu tidak punya rencana dalam hidup?
Kamu tidak menepati janji kemarin
dan hari ini kamu juga mengubah jadwal sesukamu.
Padahal aku sudah menyiapkan voucher makan siang.
Ini adalah voucher makan gratis.
Hari ini kadaluarsa.
Kalau begitu kita turun di pemberhentian berikutnya.
Turun?
Aku sudah membayar untuk perjalanan penuh.
Pak,
tolong ikuti mobil di depan.
No comments yet. Be the first to leave one.