The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
SERIAL INI MENYANGKUT SKANDAL FINANSIAL TERBESAR DALAM SEJARAH JERMAN.
CABLECASH INC. TIPU INVESTOR DAN NEGARA HINGGA RUGI MILIARAN EURO.
KEMIRIPAN DENGAN KASUS PENIPUAN LAIN ADALAH KETIDAKSENGAJAAN.
Ada satu kesamaan semua orang.
Mereka ingin mencapai puncak.
Namun, dengan tiap langkah naik,
ada orang lain yang berusaha mendorongmu turun.
Manusia hanyalah makhluk primata.
Semua ingin untung, tetapi tak ada yang mau dirugikan.
Begitulah cara kerja kapitalisme.
Asal semuanya kaya, kau bisa terus menipu.
Namun, begitu buat satu kesalahan kecil,
kau yang rugi.
Jika ingin sukses, kau harus selalu waspada.
Karena makin tinggi dirimu, makin jauh jatuhnya.
Tak enak sekali jika mati sekarang. Begitu dekat dengan garis finis.
"Rekan CEO."
Pekerjaan yang pantas kau peroleh. Bos dari perusahaan publik.
Memang apa yang bisa terjadi? Selain kecelakaan pesawat, tentunya.
Wajahmu bahkan tak akan masuk berita karena tak ada yang tahu keberadaanmu.
Tn. Armand, kita akan mengalami turbulensi selama proses turun,
harap tetap duduk dan kenakan sabuk pengaman.
Tak enak sekali jika mati sekarang.
Kau yang pegang satu-satunya salinan presentasi besar terakhir sebelum IPO.
Jika salinan itu tak selamat, semuanya sia-sia.
Alex, aku salah taruh USB presentasi.
- Ini tak pernah terjadi... - Pak.
...tetapi mungkin kau bisa cek apa ada di komputerku?
Harap duduk. Kau tahu aturannya.
Kadang ada hal lebih penting daripada aturan.
- Tak aman. - Harus temukan dahulu.
Pak, kumohon.
Ada banyak turbulensi. Kau bisa terluka.
Tn. Armand, kau melanggar aturan penerbangan.
Pak, kau membahayakan dirimu. Tolong berhenti!
USB ini lebih penting dari hidup atau mati.
Jika tak kutemukan, lebih baik kecelakaan saja.
Pak, kumohon, kau bertindak gegabah.
Duduk sekarang.
- Pak! - Tn. Armand, harap tenang.
Ini Felix Armand,
dan ini hari terpenting dalam hidupnya.
Felix adalah Wakil Presiden Teknologi di CableCash,
kedengarannya lebih keren dari aslinya.
Sepuluh tahun lalu, sebagai ahli komputer kelas teri,
dia buat perangkat lunak.
Kini perusahaannya akan IPO dalam sepekan.
BELI - JUAL
Hari ini, seluruh dunia
akan dengar soal jabatan baru Felix.
CEO.
Chief Executive Officer.
Dengan kata lain, bos atas semuanya.
Dengan begitu, dia akan mencapai semua impiannya.
Namun, tentu saja ini hanya terwujud jika USB itu ditemukan.
- Mungkin di koper uang? - Tidak.
Coba periksa kardus dari kabinet lamaku.
- Pasti dibawa saat pindah. - Baru kuperiksa. Tak ada.
Tak apa, aku sudah tiba. Biar kucari sendiri.
Ini perjanjian sewa untuk lantai dua.
Jika kau beri aku kuasa hukum, kau tak perlu tanda tangan semua sendiri.
Tak sembarang tanda tangan. Kubaca dahulu.
Ya, nanti kau harus percaya orang lain. Jangan sampai terjadi.
Mau tahu kenapa?
Karena nanti hal macam ini terjadi.
Apa?
Magnus pakai Helvetica, aku Arial.
Aku akan disorot. Semuanya harus benar.
Tak ada yang tahu bedanya, Felix.
Permisi! Halo.
Maaf. Ada yang aneh?
Ini. Fon hurufnya.
Tentu. Satunya Arial, satu lagi Helvetica.
Terlihat dari huruf "a".
Terima kasih.
- Lihat? Ada yang sadar bedanya. - Ya.
Aku harus sapa teman sebentar.
- Lalu cari USB... - Tidak, kau ada wawancara dahulu.
Ayo, ke arah sana.
- Lima menit! - Ya.
MARCO AKU ADA RAPAT LAIN.
Posisi asisten eksekutif CEO
sangat cocok dengan kualifikasiku.
Aku ingin merasa bisa mengubah dunia lewat pekerjaanku.
Makanya ingin masuk perusahaan rintisan.
Hanya kalian perusahaan di Eropa yang bisa menyaingi perusahaan di Valley.
Aku tak kuliah delapan semester di Harvard
hanya untuk tenggelam dalam birokrasi firma besar.
SIARAN LANGSUNG MALAM INI
Maksudnya Deutsche Bank.
Benar?
Felix?
Kau yakin USB itu tak ada di mejaku?
Bagus. Terima kasih.
Kami akan beri kabar, ya?
- Tahu jalan keluarnya? - Ya.
Terima kasih banyak. Baik, dah.
Sampai jumpa.
Felix...
Felix, kaulah yang butuh asisten, bukan aku!
Apa isi pikiran mereka saat kau sibuk dengan celana dalammu?
- Tak ada yang mau jadi asistenmu. - Semuanya mau.
- Ayolah! - Tidak, tak ada!
Bagaimana dengan dia?
Dia dari Telekom.
Maaf! Permisi. Bisa tolong kemari? Cepat!
Kau pasti mau bekerja di keuangan.
- Aku bahkan tak punya Abitur. - Tak ada yang punya di sini.
Aku punya gelar doktor.
- Sudah tak lagi. - Karena tak ada Abitur.
Kalau tak menganalisis puisi seharian, tak butuh Abitur.
Aku punya Abitur dan MBA, jadi...
Ya, Magister Omong Kosong dan Bajingan.
Ya. Lückenroth tak masuk hitungan.
Dia konsultan dari Steeler Consulting.
Lihat yang bisa kulakukan dengannya.
Jika dia hancur, bisa digantikan saja.
Aku putus sekolah pada usia 17, dan mulai sore ini,
aku akan menjadi Rekan CEO perusahaan dengan pendapatan tahunan 200 juta.
Aku butuh asisten pribadi. Kau mau pekerjaannya? Apa sanggup?
Aku punya kontrak dengan Telekom.
Baik, ini Alex, kepala pengacara kami.
Nyalinya lebih besar dari Rudy Giuliani dan Robert Kardashian.
Dia akan bantu.
- Beres, bukan? Bagus! - Gila!
- Selamat datang di CableCash. - Bagus.
Kami mungkin tak selicin dan sekeren perusahaan lain,
tetapi kami adalah keluarga.
USB-nya di rumah.
Sial!
Ya, ada di rumahku.
- Bisa menyetir? - Tentu.
Bagus sekali.
Ayo jalan!
Apa isi USB itu?
Presentasi terpenting yang pernah dibuat perusahaan kami.
Untuk meyakinkan kaum elite finansial global
untuk beli saham kami saat go public.
Maaf, Marco, mendesak.
Kami menjual solusi pembayaran digital via internet di 40 negara,
tetapi untuk dokumen internal, kami pakai stik USB.
Jika mau data aman di daring, jangan taruh di daring. Sederhana.
Apa itu?
Ahli geomansi Magnus menemukan arus Bumi dalam lift,
jadi, hanya boleh digunakan saat darurat.
Ini darurat, sialan.
Bos kita agak esoteris.
Kukira dia bosnya.
Tidak.
Pria inilah bosnya.
Ya, Ayah adalah pangeran.
Ariane!
Ini adalah Magnus Cramer.
Inovator visioner. Hartawan.
Sederhananya, CEO CableCash.
Selama 40 tahun pertama hidupnya, dia pecundang.
Dia bertekad menjadi pemenang di 40 tahun berikut dalam hidupnya.
UANG
Lihat dia. Luar biasa, bukan?
Bukan CEO yang kau bayangkan
untuk penyedia jasa keuangan Jerman.
Namun, dibanding para CEO dari generasinya,
dengan mobil dan roket yang menyerupai penis,
dia justru tampak lumayan normal.
Aku harus pergi!
Dengan CableCash, dia merencanakan IPO terbesar dalam sejarah Jerman.
Kini dia mencari istrinya, Ariane.
- Ariane! - Magnus?
Ariane! Aku harus pergi!
Aku di sini!
Kau CEO, tetapi tak bisa urus bayi sendiri.
Kau dari mana? Aku harus segera naik panggung.
Masturbasi bantu atasi demam panggung.
- Itu saran perias wajahmu yang gila? - Ya, kulayani dia saat aku gugup.
Magnus?
Aku tahu IPO ini penting bagimu.
Namun, bahkan jika ini tak berhasil, kita masih bisa pakai uang ayahku.
Jangan sampai!
Jangan lupa melepaskan ketegangan.
Ayo, lebih cepat!
Di depan sana.
Parkir di sana!
- Terima kasih. - Tentu.
Yang benar saja.
Saudari, keponakan. Alex.
- Halo! - Mereka tinggal denganku.
Sedang apa di sini?
Aku lupa USB-ku.
Entah kenapa, aku agak kebingungan, tak bisa bilang kenapa.
Tunggu! Aku tahu kenapa!
Karena saudariku yang bodoh pindah kemari dengan putranya yang menjengkelkan
pada hari terpenting dalam hidupku!
Kupikir kau gugup karena perusahaanmu dituduh
bekerja dengan pedagang manusia dan pemerkosa.
- Dengar di mana? - Google Alert.
Kuikuti berita mereka tentangmu.
Lihat, ada "Felix Armand gay", "Felix Armand kriminal",
dan "Felix Armand mati".
Ini isi "kriminal".
No comments yet. Be the first to leave one.