The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 90"
Kita bertemu lagi.
Kamu datang lebih cepat dari dugaanku.
Mari lakukan ini.
Ya.
Kamu kedatangan tamu?
Ada klien tadi.
Maksudmu, perusahaan yang mau membeli Pangan Gangin.
Benar.
Kamu bersumpah tidak akan menjual Pangan Gangin,
tapi kamu memanfaatkan para direktur untuk mengarang kebutuhan menjual,
menemukan pembeli,
dan kini menemui perwakilan dari sana.
Pangan Gangin
spesial bagiku seperti bagimu.
Kekhawatiranmu tidak akan terjadi,
jadi, jangan terlalu sensitif.
Ji Sup. Kamu berusaha memotong Pangan Gangin,
yang sudah seperti tali pusar kakekku.
Perbuatanmu ini gila.
Kamu kira dia akan tinggal diam setelah pulih? Tidak.
Akan kuhancurkan rencanamu sebelum itu,
jadi, berhentilah sekarang.
Jika kamu sudah selesai bicara, tolong pergi.
Ada banyak dokumen yang harus kutinjau.
Hari kamu menjual Pangan Gangin
akan menjadi harimu meninggalkan posisi itu.
Ingat itu.
Kenapa Anda pulang amat larut?
Tolong ke dapur.
Kenapa? Ada apa?
Astaga.
Hae Rim, apa yang kamu lakukan?
Hentikan sekarang juga!
Aku tidak bisa meminumnya, jadi, lebih baik kubuang saja.
Ada apa denganmu?
Ibu bertingkah seolah-olah peduli
dan membawakanku tonik setiap habis makan,
lalu aku pun selalu meminumnya
seperti orang bodoh.
Tapi ternyata aku meminum racun
selama ini.
Apa maksudmu?
Tonik ini mencegah kehamilan.
Hae Rim.
Walaupun ini untuk membalas kematian Jae Wook,
tindakan ini terlalu hina.
Saat Ibu bilang akan berada di dekatku dan menyiksaku
seumur hidupku,
apakah ini maksud Ibu? Akankah Ibu terus hina begini?
Lepaskan!
Lepaskan!
Apa yang Ibu lakukan?
Ibu memberikanmu tonik itu untuk membalas dendam
atas Jae Wook?
Tentu.
Setiap memikirkan kalian yang telah membunuh Jae Wook,
hati ibu seperti tercabik-cabik
dan darah ibu mendidih, bahkan sekarang.
Tapi jika ibu menyiksamu,
akankah itu membangkitkan Jae Wook?
Jika bukan karena balas dendam, kenapa Ibu melakukannya?
Ibu tahu aku ingin hamil.
Ibu tahu betapa aku
amat menginginkan bayi ini!
Ibu tidak mau kamu hamil!
Apa?
Sudah ibu bilang,
jangan percayai Ji Sup.
Seperti yang dia lakukan terhadap ibu,
dia akan menusukmu dari belakang!
Itulah alasan ibu melakukannya.
Karena takut kamu sengsara!
Kenapa Ibu takut?
Kenapa Ibu mengkhawatirkan kehidupanku?
Kenapa, padahal kita bahkan tidak sedarah?
Karena...
Karena kamu putri ibu.
Apa?
Ibu
tidak pernah menganggapmu orang asing.
Sejak kamu kecil,
ibu menganggapmu anak sendiri.
Setelah yang terjadi kepada Jae Wook,
kita terpisah,
tapi ibu tetap
menganggapmu anak ibu.
Apakah Ibu sungguh
menyebut itu alasan sudah membuatkanku tonik
yang mencegah kehamilanku?
Jangan anggap aku anak Ibu.
Anggap aku orang asing. Tidak.
Bahkan memberikan tonik seperti itu kepada orang asing pun jahat!
Hae Rim.
Kenapa kamu... Kamu sudah gila?
Benar. Aku gila.
Beraninya kamu memberikan tonik ini kepada menantuku?
Jika bukan karena Wakil Pimpinan,
kami sudah tertipu dan dia sudah minum semua!
Apa maksudmu?
Betapa tidak tepercayanya kamu
sampai Wakil Pimpinan menyuruhku mengajukan analisis untuk toniknya.
Apa?
Aku akan melindungi menantuku sekarang, jadi, jangan ikut campur.
Apa? Menantumu?
Kamu tinggal di parit sebagai wanita mata duitan.
Beraninya kamu bilang
dia menantumu?
Apa?
Kamu hanya ibu beromong kosong. Beraninya kamu bicara begitu.
Ibu beromong kosong?
Kamu
tidak akan pernah memiliki Hae Rim sebagai menantumu.
Kamu kira aku akan membiarkan seseorang sepertimu
menjadi mertua Hae Rim?
Punggungku.
Dia mendapat medali emas di Olimpiade untuk lempar cakram.
Astaga.
Buah ini amat manis.
Amat manis. Enak.
Pimpinan!
Ji Sup.
Kamu kira aku akan membiarkanmu hidup
dengan putriku, Hae Rim?
Berandal sialan itu.
Apa? Hae Sol?
Ya. Kukira dia bermain di sini, tapi aku tidak melihatnya.
Dia tadi di sini, menggambar untuk PR-nya.
Ayah kira dia pergi ke kamarmu.
Aku ada tamu, jadi, aku berbincang dengan tamuku.
Mungkin ibumu mengajaknya ke pemandian atau semacamnya.
- Ibu? - Coba hubungi dia.
Baik.
- Nomor yang Anda tuju... - Dia tidak mengangkat.
Dia tidak akan bisa jika sedang mandi.
Tunggulah sebentar.
Ayah yakin dia tidak pergi jauh sendiri
setelah kamu bicara dengannya.
Baik.
- Ibu. - Kenapa kamu dingin-dingin di luar?
Hae Sol di mana? Dia tidak pergi dengan Ibu?
Hae Sol? Dia tidak ada di rumah
Apa?
Kamu sakit?
Aku pasti salah makan saat siang.
Aku tidak enak badan.
Hai, Suh Ra.
Tidak apa-apa.
- Halo? - Anda ayahnya Hae Sol?
- Siapa ini? - Aku sopir taksi.
Gadis kecil bernama Hae Sol meminta kuantarkan ke kantor ayahnya.
Anda sekarang di mana?
Hae Sol menghilang?
Aku sudah memeriksa di sekitar, tapi tidak bisa menemukannya.
Apa menurutmu Ji Sup atau Hae Rim mengambilnya?
Aku akan ke sana.
Ayah!
Hae Sol.
Hae Sol.
Aku menemukannya.
Di mana?
Di kantor.
Di kantor? Aku akan ke sana.
Apa yang terjadi? Di mana Hae Sol?
Dia baik-baik saja.
Di mana dia?
Siapa yang membawanya kemari?
Ji Sup, bukan? Pasti.
Hae Sol datang sendiri.
- Apa? - Dia naik taksi kemari sendiri
dan meminta sopir mengantarkannya ke Kang Jae Wook,
Wakil Pimpinan Grup Gangin.
Hae Sol, apa maksudmu?
Bisakah aku tinggal dengan Ayah?
Aku mau tinggal dengan Ayah.
Kamu merindukan Ibu.
Kamu mau pulang.
Kenapa kamu berubah pikiran?
Jika aku tinggal dengan Ibu,
dia tidak bisa menikahi Paman In Wook.
Lantas, Ibu dan Paman In Wook
akan sedih.
Hae Sol, siapa yang bilang begitu?
Wanita menyeramkan yang tinggal di rumah Ayah
datang ke rumah kami.
Katanya jika Ibu mau menikahi Paman In Wook,
dia harus meninggalkanku.
Ibu bilang
dia tidak bisa meninggalkanku.
Waktu itu Bibi Hae Rim bilang
jika aku tinggal dengan Ibu,
hidup Ibu akan sulit
dan bibi itu pasti benar.
Ayah.
Aku akan menuruti Nenek.
Aku tidak akan memanggil ayah
di depan orang-orang.
Aku akan memanggil paman di depan orang-orang.
No comments yet. Be the first to leave one.