The first 200 lines.
Kammatipaadam
Matahari telah terbit dengan perlahan
Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?
11 ,1 7,18,20...
27,30,
31 ,32
50,
..98, 99, 100. Siap atau tidak, aku datang.
Aku datang.
Tak ada tempat bersembunyi.
Datanglah.
Aku menemukanmu.
Ingin aku datang dan menyentuhmu?
Ingin aku katakan dimana kau bersembunyi?
Begitu banyak lele di air Jangan menutup mata
Tiket
Ernakulam
Kembali?
Jangan menutup mata
Bila kau menutup mata, kau akan mati
Tiket Kembali?
Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?
Matahari telah terbit dengan perlahan
Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?
Terlambat, melihat merak menari di pegunungan di mana tak akan ada merak yang tinggal.
Terlambat, melihat banteng bermain di bukit
emas, di mana tak akan ada banteng yang masuk.
Terlambat, melihat kambing bermain di bukit
perkasa di mana tak ada kambing yang akan masuk.
Terlambat menonton koel bermain di bukit emas di mana tak ada koel.
Terlambat menonton burung bangau bermain di
bukit emas di mana tak ada bangau yang masuk
Terlambat, melihat kuda bermain di bukit perkasa di mana tak ada kuda yang masuk.
Matahari telah tiba, terbit dengan perlahan
Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Pada bulan-bulan panen Setelah menuai di perbukitan
Dengan padi di atas kepala, Oh kepala keluarga, datanglah, mengoyangkan ribuan tangan Pulaya,
Ceritakan kisah bumi Pulaya, sawah dari semuanya,
Ceritakan kami, dengan lidah di mana Saraswati, putri sawah-sawah, menari
Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Bukankah itu kisah Pulaya Yang menghancurkan gundukan bumi?
Memotong alur Dan membajak sawah,
Menabur benih, Dan menanam bakal pohon.
Ceritakan kisah si tua dan mahsyur Biji-bijian berkecambah dan tumbuh....
Kisah itu tersenyum di telinga padi yang terbit seperti sambaran petir
Saat banjir pasang, Cerita bergoyang-goyang di batangnya yang kuat
Memanjat rumah pohon saat petang Menyanyi dan memukul drum
Menakut-nakuti burung, dan harimau-harimau, Kisah penjaga kitab sepanjang malam.
Kisah Neeli Yang keluar dari gerbang
Memetik gulma dan tatapan licik tuan muda itu
Ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan.
Ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan.
Kisah kuno Pulaya Yang memelihara seluruh bumi
Waktu banyak berlalu dan merindukan lantai persemaian masa depan
Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.
Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?
Matahari telah datang, terbit dengan perlahan
Krishnan, tunggu.
Jangan coba menangkapku -Aku akan memukulmu.
Aku akan menemuimu sore ini.
Pushakara, apa yang kau lakukan di sini? Pergi kerjakan salurannya!
Aku coba nyalakan api ini
Bila tapiokanya tidak segera siap, akan ada revolusi di sini.
Balan, bersihkan bagian bawah
Biarkan air sedikit surut.
Kau mungkin bisa menemukan kapal 'Kairali' yang menghilang!
Jangan takut
Hei Pushkara, sini ambil talinya. Biarkan aku mengambil minumannya
Itu bisa menunggu sampai tapiokanya siap.
Ikan gabus, ya?
Hei! Siapa yang mengizinkanmu mengosongkan kolamnya?
Ini tanah umum kan? -Siapa bilang ini untuk umum?
Tanah ini diberikan padaku dari tuan tanah.
Kau bisa periksa itu di kantor desa.
Kenapa aku harus ke kantor desa?
Beraninya kau berkata balik padaku? -Sudahlah kek.
Balan, hentikan!
Balan, hentikan
Sampai jumpa.
Bos,
Apa yang terjadi, Balan?
Anak-anak ini butuh buku catatan empat garis
Aku mau bicara sesuatu denganmu, ayo ke belakang.
Taruh sepedanya di sini.
Kau pukul mereka dengan menyakitkan
Kami butuh orang-orang sepertimu
Minumlah
Kami kehabisan buku empat garis
Mau ini?
Minumlah.
Josa datang!
Josa kasar datang!
Aku harus memperingatkan Bhaskaran!
Keluar dari tempat ini! Josa datang. -Siapa?
Pergi dari sini! -Kenapa aku harus pergi?
Bhaskara, beraninya kau bersaksi melawanku!
Josa, tolong dengarkan...
Minggir!
Tidak Josa...
Tolong jangan sakiti dia!
Kau pikir kau akan lolos begitu saja?
Josa, tolong dengarkan kami!
Tak seorangpun bersaksi melawanku!
Minggir
Kemari
Semuanya, dengarkan!
Inilah yang terjadi bila kalian main-main dengan Josa!
Minggir dari jalanku!
Dia adalah raksasa! Setinggi pos listrik!
Kau akan ketakutan, bila ia menatapmu langsung!
Tapi kita harus melawan pandangan itu...
Itulah yang Balan Chettan lakukan!
Balan chetta, ia datang!
Pergi kalian semua
Kau mau kemana? -Aku pergi
Tunggu, Aku juga ikut. -Naik.
Siapa kau? -Pukul dia Balan,
Apa yang kau inginkan?
Tidak...
Datang padaku kau b*jingan.
Pukul dia Salim!
Sini ba*i
Balan,
Balan,
Aku tak bisa tidur malam itu.
dan malam-malam berikutnya.
Aku sangat takut.
Ada doa yang kau sebut saat kau takut...
Rama.. Rama..
Bukan...
'Arjunan Phalgunan Paarthan Vijayanum'
'Vishruthamaayaper Pinee Kireetiyum'
'Shwetavahanan Dhananjayan Jishnuvum'
'Bheetheeharam Savyasaachi Bheebhalsuvum'
'Arjunan Phalgunan Paarthan Vijayanum'
Halo.
Halo Krishnan,
Ini Ganga.
Aku ingin meneleponmu.
Ada yang salah.
Seseorang membuntutiku.
Siapa?
Hantu.
Jangan khawatir. Aku akan berhati-hati. Aku hanya ingin mengatakan ini padamu.
Kau kembalilah tidur.
Kau kembalilah tidur. Pergilah tidur..
Bagaimana kabar Anda Tuan Pendulkar? -Sangat baik
Bagaimana kabarmu Krishnan? -Baik
Sangat baik. Ada berita mengenai Tuan Rawat?
Ia di sana. -Pergi tangkap dia
Seharusnya dia mengadakan pesta untuk kita kan?
Bagaimana denganmu?
Kau membodohi kami semua!
Semua janji-janji kosongmu! Lahir seorang cucu
Kau dapat tentara m*ras di rumah... -Bukan seperti itu bung
Aku tak sabar melihat anak itu
Aku capai kereta malam dan pulang ke rumah
Jangan khawatir. Minggu ini kita akan berpesta di rumahmu
Di mana hari ini? - Hari ini bangunan Pancharatna
Dari sana kita bawa berlian-berliannya ke MlTC
Berapa banyak nilai barang itu? -50 crore.. 100 crore...
Bila aku adalah kau... -Kau akan mencurinya? Omong kosong
Kendaraannya datang. -aku datang
Minggu, jangan lupa. Di tempatmu
Katakan padaku. -Dimana kau?
Aku mengemudi
Aku ingin melihatmu
Pulanglah. Aku akan ke sana. -Sampai jumpa nanti malam
Cut. Cut. Siapa yang menahan aksi latar?
Bodoh! Asisten sutradara, lihat.
Kembali ke posisi awal!
Mengabaikan pesan Whatsapp-ku adalah menghina
Jika kau sibuk, katakan saja padaku kau sibuk
Kurasa aku tidak pantas marah
Kau terlihat cantik mengenakan saree
Kawan-kawan Patil memberikan ini
Bagaimana pekerjaannya? -Pekerjaan apa?
Kau dibayar untuk tidak melakukan apapun
Tubuhku belum bekerja selama bertahun-tahun
Apa kau membuat sesuatu hari ini?
Seperti biasa
Kau perlu berhubungan baik dengan Patil, untuk menjalankan apapun di sini
Kau berikan nomorku ke Ganga?
Kau membuat segalanya jadi lebih buruk untukku!
Harusnya kau pikirkan urusanmu sendiri!
Dia meneleponku tengah malam dan minta nomormu
Apa yang harus kukatakan? Kalau aku tidak tahu?
Kau masih minum arak s*alan ini?
Ini arak pemerintah yang bagus. Bukan miras yang lama!
Cobalah
Akhirnya, kau adakan pesta untuk kami
Rawat, kau adalah pria beruntung
Putramu menikah
dan sekarang dia punya anak
No comments yet. Be the first to leave one.