Release info

Kammatti Paadam DVDRip (Malayalam)
A Commentary by kwonskii
Subtitle Indonesia Kammatti Paadam (Kisah Darah dan Api) Versi DVDRip, disertai teks kuning. Diterjemahkan dari Tim DRC, mohon maaf bila masih banyak kesalahan.

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
Published on: 2017-10-24
Downloads: 53
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kammatipaadam

Matahari telah terbit dengan perlahan

Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?

11 ,1 7,18,20...

27,30,

31 ,32

50,

..98, 99, 100. Siap atau tidak, aku datang.

Aku datang.

Tak ada tempat bersembunyi.

Datanglah.

Aku menemukanmu.

Ingin aku datang dan menyentuhmu?

Ingin aku katakan dimana kau bersembunyi?

Begitu banyak lele di air Jangan menutup mata

Tiket

Ernakulam

Kembali?

Jangan menutup mata

Bila kau menutup mata, kau akan mati

Tiket Kembali?

Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?

Matahari telah terbit dengan perlahan

Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?

Terlambat, melihat merak menari di pegunungan di mana tak akan ada merak yang tinggal.

Terlambat, melihat banteng bermain di bukit

emas, di mana tak akan ada banteng yang masuk.

Terlambat, melihat kambing bermain di bukit

perkasa di mana tak ada kambing yang akan masuk.

Terlambat menonton koel bermain di bukit emas di mana tak ada koel.

Terlambat menonton burung bangau bermain di

bukit emas di mana tak ada bangau yang masuk

Terlambat, melihat kuda bermain di bukit perkasa di mana tak ada kuda yang masuk.

Matahari telah tiba, terbit dengan perlahan

Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Pada bulan-bulan panen Setelah menuai di perbukitan

Dengan padi di atas kepala, Oh kepala keluarga, datanglah, mengoyangkan ribuan tangan Pulaya,

Ceritakan kisah bumi Pulaya, sawah dari semuanya,

Ceritakan kami, dengan lidah di mana Saraswati, putri sawah-sawah, menari

Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Bukankah itu kisah Pulaya Yang menghancurkan gundukan bumi?

Memotong alur Dan membajak sawah,

Menabur benih, Dan menanam bakal pohon.

Ceritakan kisah si tua dan mahsyur Biji-bijian berkecambah dan tumbuh....

Kisah itu tersenyum di telinga padi yang terbit seperti sambaran petir

Saat banjir pasang, Cerita bergoyang-goyang di batangnya yang kuat

Memanjat rumah pohon saat petang Menyanyi dan memukul drum

Menakut-nakuti burung, dan harimau-harimau, Kisah penjaga kitab sepanjang malam.

Kisah Neeli Yang keluar dari gerbang

Memetik gulma dan tatapan licik tuan muda itu

Ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan.

Ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan.

Kisah kuno Pulaya Yang memelihara seluruh bumi

Waktu banyak berlalu dan merindukan lantai persemaian masa depan

Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Ceritakan, ceritakan, ceritakan Oh ceritakan. Ceritakan kisahnya, ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan, ceritakan, ceritakan, Oh ceritakan.

Mengapa matahari, Terbit begitu terlambat hari ini?

Matahari telah datang, terbit dengan perlahan

Krishnan, tunggu.

Jangan coba menangkapku -Aku akan memukulmu.

Aku akan menemuimu sore ini.

Pushakara, apa yang kau lakukan di sini? Pergi kerjakan salurannya!

Aku coba nyalakan api ini

Bila tapiokanya tidak segera siap, akan ada revolusi di sini.

Balan, bersihkan bagian bawah

Biarkan air sedikit surut.

Kau mungkin bisa menemukan kapal 'Kairali' yang menghilang!

Jangan takut

Hei Pushkara, sini ambil talinya. Biarkan aku mengambil minumannya

Itu bisa menunggu sampai tapiokanya siap.

Ikan gabus, ya?

Hei! Siapa yang mengizinkanmu mengosongkan kolamnya?

Ini tanah umum kan? -Siapa bilang ini untuk umum?

Tanah ini diberikan padaku dari tuan tanah.

Kau bisa periksa itu di kantor desa.

Kenapa aku harus ke kantor desa?

Beraninya kau berkata balik padaku? -Sudahlah kek.

Balan, hentikan!

Balan, hentikan

Sampai jumpa.

Bos,

Apa yang terjadi, Balan?

Anak-anak ini butuh buku catatan empat garis

Aku mau bicara sesuatu denganmu, ayo ke belakang.

Taruh sepedanya di sini.

Kau pukul mereka dengan menyakitkan

Kami butuh orang-orang sepertimu

Minumlah

Kami kehabisan buku empat garis

Mau ini?

Minumlah.

Josa datang!

Josa kasar datang!

Aku harus memperingatkan Bhaskaran!

Keluar dari tempat ini! Josa datang. -Siapa?

Pergi dari sini! -Kenapa aku harus pergi?

Bhaskara, beraninya kau bersaksi melawanku!

Josa, tolong dengarkan...

Minggir!

Tidak Josa...

Tolong jangan sakiti dia!

Kau pikir kau akan lolos begitu saja?

Josa, tolong dengarkan kami!

Tak seorangpun bersaksi melawanku!

Minggir

Kemari

Semuanya, dengarkan!

Inilah yang terjadi bila kalian main-main dengan Josa!

Minggir dari jalanku!

Dia adalah raksasa! Setinggi pos listrik!

Kau akan ketakutan, bila ia menatapmu langsung!

Tapi kita harus melawan pandangan itu...

Itulah yang Balan Chettan lakukan!

Balan chetta, ia datang!

Pergi kalian semua

Kau mau kemana? -Aku pergi

Tunggu, Aku juga ikut. -Naik.

Siapa kau? -Pukul dia Balan,

Apa yang kau inginkan?

Tidak...

Datang padaku kau b*jingan.

Pukul dia Salim!

Sini ba*i

Balan,

Balan,

Aku tak bisa tidur malam itu.

dan malam-malam berikutnya.

Aku sangat takut.

Ada doa yang kau sebut saat kau takut...

Rama.. Rama..

Bukan...

'Arjunan Phalgunan Paarthan Vijayanum'

'Vishruthamaayaper Pinee Kireetiyum'

'Shwetavahanan Dhananjayan Jishnuvum'

'Bheetheeharam Savyasaachi Bheebhalsuvum'

'Arjunan Phalgunan Paarthan Vijayanum'

Halo.

Halo Krishnan,

Ini Ganga.

Aku ingin meneleponmu.

Ada yang salah.

Seseorang membuntutiku.

Siapa?

Hantu.

Jangan khawatir. Aku akan berhati-hati. Aku hanya ingin mengatakan ini padamu.

Kau kembalilah tidur.

Kau kembalilah tidur. Pergilah tidur..

Bagaimana kabar Anda Tuan Pendulkar? -Sangat baik

Bagaimana kabarmu Krishnan? -Baik

Sangat baik. Ada berita mengenai Tuan Rawat?

Ia di sana. -Pergi tangkap dia

Seharusnya dia mengadakan pesta untuk kita kan?

Bagaimana denganmu?

Kau membodohi kami semua!

Semua janji-janji kosongmu! Lahir seorang cucu

Kau dapat tentara m*ras di rumah... -Bukan seperti itu bung

Aku tak sabar melihat anak itu

Aku capai kereta malam dan pulang ke rumah

Jangan khawatir. Minggu ini kita akan berpesta di rumahmu

Di mana hari ini? - Hari ini bangunan Pancharatna

Dari sana kita bawa berlian-berliannya ke MlTC

Berapa banyak nilai barang itu? -50 crore.. 100 crore...

Bila aku adalah kau... -Kau akan mencurinya? Omong kosong

Kendaraannya datang. -aku datang

Minggu, jangan lupa. Di tempatmu

Katakan padaku. -Dimana kau?

Aku mengemudi

Aku ingin melihatmu

Pulanglah. Aku akan ke sana. -Sampai jumpa nanti malam

Cut. Cut. Siapa yang menahan aksi latar?

Bodoh! Asisten sutradara, lihat.

Kembali ke posisi awal!

Mengabaikan pesan Whatsapp-ku adalah menghina

Jika kau sibuk, katakan saja padaku kau sibuk

Kurasa aku tidak pantas marah

Kau terlihat cantik mengenakan saree

Kawan-kawan Patil memberikan ini

Bagaimana pekerjaannya? -Pekerjaan apa?

Kau dibayar untuk tidak melakukan apapun

Tubuhku belum bekerja selama bertahun-tahun

Apa kau membuat sesuatu hari ini?

Seperti biasa

Kau perlu berhubungan baik dengan Patil, untuk menjalankan apapun di sini

Kau berikan nomorku ke Ganga?

Kau membuat segalanya jadi lebih buruk untukku!

Harusnya kau pikirkan urusanmu sendiri!

Dia meneleponku tengah malam dan minta nomormu

Apa yang harus kukatakan? Kalau aku tidak tahu?

Kau masih minum arak s*alan ini?

Ini arak pemerintah yang bagus. Bukan miras yang lama!

Cobalah

Akhirnya, kau adakan pesta untuk kami

Rawat, kau adalah pria beruntung

Putramu menikah

dan sekarang dia punya anak

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left