9-1-1

9-1-1

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

9-1-1 S03E15 Eddie Begins 720p WEB-HD x264-Pahe in
A Commentary by wah_ibnu
Dilarang upload ulang, silahkan resnyc sendiri. Jangan lupa rate!

Tags

web
x264
720p
720
HD
Published on: 2021-03-06
Downloads: 117
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayo! Satu dorongan lagi!

Ya, bagus!

Anak laki-laki!

Lihatlah.

Kita punya anak lelaki.

Dia manis sekali.

Seperti ibunya.

Kau ingin memotong tali pusarnya, Tuan Diaz?

Tidak apa-apa, kau saja. Aku hanya...

Kau tentara medis, tapi ini membuatmu takut?

Ayo, Ayah. Kau tak akan menyakitinya.

Ya, Ayah.

Aku suka mendengarnya.

Memotong tali pusar? Tak semudah kedengarannya.

Ayahmu tidak merasakannya. Dia di Galveston saat kau lahir.

- Saat Sophia lahir, kau di... - Di Gulfport.

Kemudian persalinan Adriana operasi sesar darurat.

Ayahmu lolos tiga kali.

Tapi aku selalu tepat waktu untuk bagian terbaik.

Bagian ini. Coba kulihat anak ini.

Lihat dia! Lihat dirimu, Jagoan.

Ibu!

Ibu datang!

Ibu tak akan melewatkannya. Putriku punya bayi.

Ibu langsung bergegas ke sini.

Kau tampak cantik. Bagaimana kabarmu?

Kabarku sangat baik.

Aku sehat dan punya payudara baru.

- Ibu! - Aku serius.

- Payudaramu bagus. - Terima kasih.

Panggil aku Nenek Seksi.

Siapa nama jagoan kecil ini?

Christopher.

Kau ingin menggendongnya, Janet?

Kau di sini sampai kapan, Eddie?

Dia kembali ke Afghanistan pekan depan.

Lebih cepat berangkat, lebih cepat tugasku selesai...

...dan benar-benar pulang.

Aku memegang janjimu. Kami berdua.

Tidak apa-apa, Sayang.

Apa ini?

St. Christopher.

Santo pelindung perjalanan. Itu akan melindungimu.

Juga pengingat ada keluarga yang menunggumu.

Aku mencintaimu.

Aku cinta kalian berdua.

Apa pun yang terjadi, aku akan berjuang pulang ke keluargaku.

Ini Diaz. Ada yang mendengarku?

Ini Eddie.

Aku masih hidup.

Aku masih hidup di sini!

Aku masih hidup di sini!

Siapa saja?

Pemadam Kebakaran Diaz, apa kau mendengar?

Jelas sekali, Kapten. Ganti.

Chimney, lapor.

Sangat jelas.

Aku melihat Hen yang kuduga salah memesan kopiku.

Enak saja.

Satu macchiato kelapa kayu manis, empat espresso, setengah vanila.

Ya, radioku berfungsi. Ganti.

Tidak ada kayu manisnya!

Buck, laporan.

Kita kedatangan tamu, Kapten.

Buck, esensi pengujian ini adalah bicara ke radio.

Kita kedatangan tamu, Kapten.

Apa aku lulus? Ganti.

Lumayan.

Ayah!

Hai, kalian.

Lima alarm sekolah berbunyi.

Dia harus memberi tahu Bu Flores bahan ceritanya Jumat nanti.

Jadi dia memaksamu mampir ke sini.

Aku tak bisa menolak wajah imutnya.

Baiklah. Hari bercerita, ya?

Ayah pikir kau membawa hamster barumu.

Hamster itu berita lama.

Seseorang membuka lemarimu.

Diaz! Diaz!

Apa itu seperti yang kupikirkan?

Itu bintang perak. Karena ayahku pahlawan.

Tanpa medali pun kita tahu dia pahlawan.

Apa kau pernah memakainya?

Aku tidak punya pakaian yang cocok dengan ini.

Kalau aku punya medali, pasti kupakai terus.

Kami tahu.

Kau yakin ingin membawa ini untuk cerita hari Jumat?

Ayah juga harus bercerita.

Apa cerita itu layak didengar oleh anak kelas empat?

- Tidak juga. - Kumohon, Ayah.

Baik. Ayah akan pikirkan sesuatu.

Ayah janji?

Ya, Ayah janji. Kau dan Ayah. Jumat pagi.

Ceritakan kisah perang yang cocok untuk anak kelas empat.

- Ayah sayang kau. - Aku juga.

Apa kasusnya?

Anak hilang. Dua anak bermain di lapangan.

Ibu mereka menyuruh pulang. Hanya satu yang muncul.

Kemungkinan penculikan. Lokasi tak jauh dari jalan.

Itu masuk akal.

Tapi kemudian aku mewawancarai ibunya.

Menanyakan pertanyaan biasa. Lalu aku lihat ini.

Foto lama rumah ini.

Aku tak lihat kincir angin saat tiba.

Dirobohkan bertahun-tahun lalu. Tadinya pembangkit pompa air.

Ada sumur terbengkalai di properti ini.

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Menyebar!

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Hayden!

Kawan-kawan, kemari!

Bantu aku.

Kapten, sepertinya kami temukan sesuatu.

Hayden!

Hayden, bisa mendengarku?

Baiklah, kita butuh visual.

Tiga puluh kaki.

Tiga puluh lima kaki.

Berapa dalamnya benda ini?

Kita capai 40 kaki, Kapten. Kabelnya hanya 50 kaki.

Bisakah seorang anak selamat setelah jatuh sedalam itu?

Sumurnya sempit, banyak gesekan untuk memperlambat jatuh.

Tapi jika dia sungguh di dalam sana...

- Itu. Di sana. - Dia masih hidup.

Lihat posisinya terjepit.

Lengan di depan, dada tertahan, terengah-engah.

Empat puluh lima kaki. Sedalam itu, oksigen sedikit.

Kapten, kita harus segera beri kompresi udara.

- Baiklah. - Kalian menemukannya?

- Dia masih hidup. - Anakku.

Baik, Komisaris, apa yang kita hadapi?

Permukaan air sumur ada di kedalaman 50 kaki.

Dialiri dari waduk di sini, sekitar setengah mil.

Saat ini, anak itu terjebak di kedalaman 45 kaki.

Jika jatuh lima kaki lagi, dia tenggelam.

Tak bisa menariknya dari atas.

Mustahil mengakses dari samping waduk.

Mungkin ada simpangan pipa penyalur di bawah sana.

Mungkin terowongan drainase.

Tapi, terus terang, sistem ini ada sebelum dipetakan.

Kami tak bisa tahu.

Jadi bagaimana kita mengeluarkannya?

Kita gali.

Kita pasang alat bor di bagian selatan sumur.

Kita gali terowongan paralel. Lebih lebar, agak lebih dalam.

Lalu kita turun, gali horizontal dengan tangan,...

...dan mengakses sumur. Semoga kita bisa keluarkan dia.

Gali horizontal dengan tangan?

Itu jauh sekali untuk kedalaman 40 kali.

Jika digali lebih dekat maka berisiko merusak pipa sumur.

Jika pecah, bisa runtuh seluruhnya.

Tepat di atas anak itu.

Sersan, kami butuh kau di Divisi.

Diterima, Operator.

- Kau tangani panggilan lain? - Ya.

Tapi kutugaskan beberapa petugas untuk mengendalikan massa.

Massa apa?

Kabar tersebar saat mereka mencari alat bor.

Ini baru stasiun TV lokal. Saat terdengar skala nasional...

Seolah masalah kita belum cukup.

Kau akan baik-baik saja?

Aku rasa itu tergantung prakiraan cuaca.

Kekhawatiran petugas adalah cuaca yang mengarah ke sini.

Cuaca yang harusnya ke utara dan hilang di lautan,...

...kini berubah arah serta menuju ke Los Angeles County.

Dengan hujan lebat dan angin kencang semalaman,...

...akan menjadikan penyelamatan rumit berpotensi kian berbahaya.

Baiklah, siap mengebor. Bagaimana keadaannya?

Cukup lama tak bergerak. Mungkin tertidur di bawah sana.

Radio siap diturunkan.

Seberapa dalam hingga kita kehilangan sinyal?

Entahlah. Turunkan 40 kaki dan kita lihat yang terjadi.

Siap.

Jadi aku bisa bicara dengannya?

Kau mungkin tak bisa mendengarnya tapi semoga dia mendengarmu.

Agar dia tahu kau di sini dan bantuan segera datang.

Radio di kedalaman 40 kaki, Kapten.

Baiklah. Mari lakukan. Semua matikan radio.

Hayden, ini Ibu.

Buck, angkat radionya, tak ada sinyal.

Hayden, bisa dengar Ibu?

Hayden, Ibu mohon.

Tolong mendongak.

Baiklah, kini dia bisa mendengar kita.

Ibu tahu sekarang menakutkan. Di dalam sana, sendirian.

Tapi semua akan baik-baik saja. Mereka akan menjemputmu.

Ibu!

Sayang, maafkan Ibu. Aku tak sanggup.

Biar kutangani.

Hei, Hayden. Namaku Eddie. Aku pemadam kebakaran.

Aku di sini bersama ibumu dan banyak orang lainnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left