The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
BENSIN XLX
Apa kau pernah tak melewati perbatasan?
Aku selalu berhasil. Terkadang aku dipenjara selama 10 tahun.
Astaga.
Itu mereka!
Apa-apaan? Di mana Frankie?
Aku tak tahu siapa Frankie.
Tapi Jennifer Nightingale berguling ala Navy SEAL di sisi lain.
- Kau biarkan dia melompat keluar? - Aku tak punya pilihan.
Dia ambil papan seluncur Duncan dan pergi.
Kau serius? Aku baru memasang bannya.
Jangan cemas. Beli yang baru dengan uang hasil penjualan bubuknya.
Senang berbisnis denganmu! Semoga harimu baik!
Terima kasih sudah membantu dengan penyelundupan!
Toilet wanitanya sangat bersih.
Terima kasih. Aku tidur siang di sana.
Elsbeth?
- Halo, Grace. - Apa?
Aku tahu itu kau. Ada tisu menempel di sepatumu.
Frankie dalam bahaya besar.
Ya, dia di suatu tempat di Meksiko tanpa paspor atau ponsel.
Dia tak apa. Kau akan bertemu dengannya 20 menit lagi di Tijuana Tony's.
- Kenapa dia kembali ke sana? - Untuk makan tiga taco manis besar.
- Baik, terima kasih, Elsbeth, aku harus… - Tunggu.
Ada kabar buruk untuk Frankie. Kuharap kau bisa sampaikan.
Tidak. Dia menampar wajahku
saat kubilang One Direction akan bubar.
Ya, tapi dia harus menerima ini hari ini.
Apa yang lebih penting daripada menemukannya?
Aku dapat penglihatan akan hal yang terjadi pada Frankie tiga bulan lagi.
- Beri tahu dia dalam tiga bulan. - Aku tak bisa, itu akan terlambat.
Kau sekarat?
Bukan aku, tapi kau makin dekat.
Maksudmu, Frankie akan mati?
Itu tak profesional jika kukatakan. Itu sebabnya kau yang memberitahunya.
Itu tak masuk akal. Tak mungkin kau bisa tahu itu.
Kau benar. Lagi pula, aku tidak pandai dalam hal ini.
- Tuhan memberkatimu. - Apa?
Sial.
Kau mau mulai dengan sudoku atau teka-teki silang?
Yang membuatku bisa menyalakan TV lagi.
- Kenapa kita melakukan teka-teki silang? - Untuk meningkatkan ingatanmu, ingat?
Ya, aku ingat kau bilang kita akan melakukannya,
dan aku ingat memiliki bantahan yang cerdas.
- Kau punya bantahan cerdas? - Benar.
Apa itu, kalau begitu?
Ulangi bantahannya.
Aku tak mau.
Ulangi bantahannya, Robert.
Baik, aku tak punya. Aku ingat aku tak memilikinya.
Jadi, tak ada yang salah dengan ingatanku.
Kau tak ingat bahwa kau tak ingat lirik
"Luck Be a Lady"?
Aku aktor yang melampaui dialognya.
Bahkan itu istilahnya. Senormal itulah.
Kau menaruh topimu di kulkas.
Aku hanya ingin topi dingin.
- Kau lupa mematikan kompor hari ini. - Kau mau main itu?
Bagaimana saat kau meninggalkan rumah tanpa celana?
Itu celana pendek. Itu biasa dipakai.
Tentu, pemain sepak bola dan pemalas Prancis.
Ini bukan tentang aku.
Dengar, aku akan memberitahumu rahasia kecil otakku.
Aku punya berkas penting dan berkas tak penting.
Yang kedua adalah tempat hal-hal yang tak penting bagiku saat ini.
Itu mengkhawatirkan.
Namun, tak setingkat dengan mematikan kompor
dimasukkan ke berkas tak penting.
Sistem ini cair, dan terkadang ada masalah.
Baiklah.
Jadi, aku bisa berasumsi hari jadi kita ada di berkas penting?
Tentu saja.
Aku ingat kita menikah di rumah sakit pukul 16.43…
Bukan hari jadi pernikahan kita. Hari jadi yang lain.
Hari jadi ciuman kita.
Benar juga. Tentu saja.
Aku tak menyimpannya di "Hari Jadi Ciuman"
karena aku tak sehomoseksual kau.
Bagus kalau begitu.
Karena aku merencanakannya tiap tahun, tahun ini giliranmu.
Dengan senang hati.
Kau ingin merayakannya di hari apa?
Pada hari yang tepat saja.
Bagus. Rencana yang bagus.
Astaga.
Kau benar-benar di sini.
Kau menemukanku.
Kau sulit dilewatkan.
Terima kasih.
Ayo, makan taco itu.
Ada satu mobil penuh Bonida menunggu kita di sisi lain.
Astaga, kita berhasil.
Saus untuk semua orang, kutraktir!
Kita harus pergi.
Bayinya sudah di keranjang.
Satu margarita untuk merayakan?
Baiklah. Hanya satu.
Alfonso!
Ya, Nyonya?
Alfonso sudah baik sekarang.
Aku pesan Terminator.
Kita harus pergi.
Kita harus pergi.
- Ini sudah larut. - Ini sudah larut.
Kenapa kau mengulangi perkataanku?
Kukira kau mengulangi perkataanku.
Kita tak bisa mengemudi begini.
Atau berjalan.
Jika kita tak mengantarkan Bonida pada mereka malam ini,
setidaknya kita harus berswafoto
agar mereka tahu misinya berhasil.
Tunggu.
"Apa Grace sudah memberitahumu, tanda tanya, wajah sedih."
Apa kau bicara dengan Elsbeth?
Benarkah? Ya, kurasa begitu.
Apa katanya?
Aku bahkan tak ingat namaku,
apalagi yang dia katakan tiga jam lalu.
- Aku akan meneleponnya. - Tidak. Tidak.
Kenapa tidak?
Dia mengatakan hal gila yang bahkan tak layak didengarkan.
Untung kau membayar panggilan internasionalku.
Ya. Astaga. Baiklah.
Letakkan ponselnya dan akan kuberi tahu.
Tapi ingat, ini klaim bodoh dan tak berdasar
yang tidak ada artinya.
Baiklah.
Katanya… Ini menurut dia, bahwa kau akan mati dalam tiga bulan.
Itu tak masuk akal.
Tidak, jangan percayai dia. Aku jelas tak percaya. Dia gila.
Dia sudah membuktikan dirinya dua kali hari ini.
Tak ada yang benar sepanjang waktu.
Kapan dia pernah salah?
Selama ini. Satu hal.
Jangan bilang, "Yang membatalkan gol AS di Piala Dunia 2010."
Bolanya masuk.
Baiklah.
Dia bilang kau akan makan tiga taco manis.
Kau hanya makan dua. Bagaimana dengan itu?
Benar, bukan?
Koki membuat terlalu banyak taco manis.
Kau mau?
Astaga, Grace. Aku menginginkannya.
Kau terkejut?
Karena lamaran? Tidak. Karena kulup? Juga tidak.
Itu kisah romantis untuk diceritakan pada anak-anakmu.
- Coyote, ini suratmu. - Terima kasih.
Yang sudah kuterima selama lima tahun terakhir.
Aku berjanji saat pindah ke rumah, aku akan memperbarui alamat posku.
Sayang sekali. Aku suka membaca katalogmu.
Sesuatu dari kantor panitera daerah.
- Ini pasti izin nikah kita. - Boleh kulihat?
Kenapa? Hanya masalah hukum yang membosankan.
Tak ada yang istimewa untuk dilihat di sini.
Tak membosankan bagiku.
Tidak. Itu membawa sial.
Tapi kau baru melihatnya.
Akan sial jika pengantin wanita melihatnya.
- Itu tak benar. - Jelas tak benar.
Baiklah, aku ketahuan.
Aku berencana melakukan sesuatu yang istimewa dengan ini.
Seperti membingkainya.
Tapi kau baru melipatnya menjadi 18 kotak.
Coyote, ayolah.
Aku baru ingat Coyote benar.
Nasib buruk bagimu, pengantin wanita, jika melihat itu.
- Maka, akan kulihat. - Aku menekannya untuk bingkai.
Aku sakit dan harus pergi ke toilet.
Baiklah.
Kenapa tertulis kita tak bisa menikah?
Astaga, kau sudah menikah?
Aku akan memeriksa Allison.
Tidak.
- Tolong. - Halo, Brianna. Ada apa?
Apa ini?
Kopi hitam. Mungkin kopi hitam panggang? Etiopia?
Tidak, Mallory. Ini lelucon yang kau akibatkan.
Apa maksudmu?
Setelah kau bersikeras Adam tak boleh membelikanku kopi,
jika aku tak bekerja di sini, aku membelinya sendiri
dan mereka memberiku bencana ini.
- Apa yang kau pesan? - Seperti biasa.
- Apa yang biasa? - "Adam, pesan yang biasa."
Ini sebabnya aku membutuhkannya sebagai bagian dari pesangonku.
Dia akan membantuku menyesuaikan diri dengan kehidupan sipil.
Bukannya aku tak bisa mengambil cucianku sendiri,
aku hanya tak tahu di mana penatuku.
Dan aku juga tak mau.
Aku tak tergerak.
Apa yang kau tahu?
Kau punya empat anak, itu seperti punya empat asisten.
Kau sungguh tak mengerti menjadi orang tua, ya?
Ayah menghubungiku lewat FaceTime. Itu aneh.
Halo, telinga Ayah. Kenapa pakai FaceTime?
Tidak.
Ayah, bisa putar ponselnya dan lihat?
Di mana Mallory? Kenapa kau menjawab?
Karena Ayah menelepon ponselku.
Ayah menelepon Mallory.
No comments yet. Be the first to leave one.