The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, KASUS
DAN SETING YANG DITAYANGKAN HANYALAH FIKSI
TAHUN 1990
- Tidak apa-apa. - Ayolah.
- Sialan. - Tetap saja…
LOWONGAN PEKERJAAN
Berapa usiamu?
- Maaf? - Ayo kita minum.
Astaga! Apa-apaan kalian?
- Kalian tak boleh begitu. - Memangnya kami berbuat apa?
Aku akan borong semuanya. Berapa harganya?
- Kenapa melihatku begitu? - Mohon lepaskan aku!
Kalian jangan ikut campur.
Apa yang kalian lihat?
Memangnya ini hiburan?
Aku baru bebas dua hari lalu, jadi aku tak boleh berbuat onar.
Aku pinjam payungnya.
Tolong berhenti dan kembali ke kursi kalian.
Sedang apa bocah ini?
Kau sudah gila? Mau cari mati?
- Astaga. - Semoga dia tidak apa-apa.
- Ini akan terasa sakit. - Coba, pukul saja.
- Ayo pukul aku. - "Ini akan terasa sakit?"
Pukul yang benar agar bisa terasa sakit.
Hei, Berengsek. Katanya akan sakit. Hati-hati.
Ya ampun.
- Kau mau ke mana? - Ke toilet.
Kalau begitu minggir kau.
- Tidak apa-apa. - Ayo, pukul.
- Kubilang, minggir. - Ayo pukul aku.
- Sedang apa dia? - Entahlah.
Anak Sekolah, hajar mereka!
Berengsek!
Dasar berengsek.
- Kemari kau! - Kemari!
Hei, keluar dari sini.
Cepat. Pergi dari sini.
Mereka yang pertama memukul. Kami korbannya!
Itu bukan hal yang bisa disombongkan.
Malulah dengan tato di tubuh kalian.
Hei, Nak! Apakah perkelahian tadi disengaja?
Tunggu. Ini pelanggaran hukum pertamamu? Kau tak tahu artinya?
Sengaja apa? Mereka yang memulainya.
Astaga, tapi kau…
memukul terlalu keras.
Park Joon-gyeong!
Kenapa kau di sana?
Halo. Ada keperluan apa?
Aku wali Park Joon-gyeong.
Kau pasti Yoon Hye-rin, CEO dari Bluenet.
Aku diberi tahu jika kau akan datang. Mari.
TERDAKWA, PARK JOON-GYEONG WALI, YOON HYE-RIN
Pernyataan para korban dan penumpang sama,
korban punya catatan kriminal, jadi tak akan ada masalah.
Ini anak yang berkelahi bersama Joon-gyeong?
Ya. Dia baru keluar dari penjara remaja dan tak punya wali.
Jadi, kami perlu menginterogasinya.
Kalau begitu investigasi kasus ini belum selesai, ya?
Ya, tapi Joon-gyeong sudah bebas.
Joon-gyeong,
kembalilah dan minta anak itu keluar untuk interogasi.
Apa?
Anak itu bersama Joon-gyeong, jadi aku akan menjadi walinya saat interogasi.
Hei, namamu… Benar.
Eun Yong.
Kemarilah. Sekarang giliranmu.
- Maaf, Nyonya. Namun… - Kenapa kau diam saja?
Kembali ke sana dan minta dia keluar.
Nyonya, anak itu biar kami urus…
Hei, kau mau ke mana?
Hei.
- Mohon buka selnya. - Kenapa kau mau masuk lagi?
Kau mempersulitnya, Nyonya. Ini sudah larut juga.
Aku sudah biasa lembur.
Aku akan di sini untuk menjadi walinya.
- Bukan itu masalahnya. - Aku bilang, aku yang jadi walinya.
Apa masalahnya?
Mohon jangan mempersulit kami.
Interogasi Park Joon-gyeong sudah selesai, pulanglah dengan anakmu.
Tidak, itu salah.
Ini belum selesai sampai anak itu selesai diinterogasi.
Aku sudah lihat laporannya,
dan anak dibawah umur memerlukan wali untuk menandatangi sesuatu.
Aku yang akan jadi walinya.
Baik. Makanlah.
Makan tahunya agar kau tak kembali ke penjara.
Piyamanya pas. Itu piyama ayah Joon-gyeong.
Nyonya,
aku ini mantan napi yang baru dibebaskan dua hari lalu.
Apa tidak masalah membawaku pulang kerumahmu?
Kau bahkan tak mengenalku.
Kau satu tim dengan kami.
Aku sudah menjadi walimu.
Tidurlah diruang belajar, sudah dihangatkan.
Nanti aku siapkan kamar untukmu.
Tidak perlu. Biar aku yang bersihkan.
Kau membersihkannya?
Nampaknya semua anak pintar punya buku ini.
Sedang apa kau?
Jangan sentuh apa pun, tidur saja.
Kau mau belajar di sini?
Aku di sini untuk mengawasimu.
Kalau kau macam-macam,
kubunuh kau.
Bagaimana dengan ayahmu?
Aku tak punya orang tua.
Ibumu pasti senang karena kau anak yang pandai berkelahi.
Aku akan tidur nyenyak
karena sudah terbiasa tidur di tempat umum.
Itu kali pertamaku
bisa tidur nyenyak,
berpiama seperti orang yang kulihat di TV.
Ketika aku bangun tidur,
ada perasaan aneh, seolah-olah aku ada di surga.
SERTIFIKAT
JUARA PERTAMA
Kau sudah bangun.
Apa kau lapar? Ayo sarapan.
Aku tak memasak banyak.
Karena Joon-gyeong bersekolah dan aku harus bekerja.
Terima kasih atas makanannya.
Putrimu sepertinya murid yang terpandai dan teladan.
- Kenapa kau tak memarahinya? - Dia membela diri. Jadi, untuk apa?
Lantas kenapa kau bisa ditahan?
Aku merampok bank. Aku mencuri sekitar satu miliar won.
Tak kusangka aku memasak sarapan untuk perampok bank.
Supnya. Hampir lupa.
Aromanya asin.
Mari makan saja.
Jika alasanmu berbuat kriminal adalah mata pencarianmu, hentikanlah.
Aku punya perusahaan.
Jika kau perlu pekerjaan, aku bisa carikan kerja di pabrik.
- Apa gajinya besar? - Itu tergantung kinerjamu.
Boleh kusimpan kartu namanya?
Untuk apa membuat kartu nama kalau aku memintanya kembali?
Asin, ya?
Rasa sup harus asin.
Semoha kita akan sering bertemu.
Baiklah.
Dialah orang dewasa pertama yang memperlakukanku layaknya manusia.
CEO BLUENET DITANGKAP ATAS TUDUHAN SUAP
PARK JOON-GYEONG
HUBUNGI AKU SETELAH KAU MEMBACA INI
Ibuku terkena masalah.
Tolong hubungi aku setelah membaca surel ini.
- Halo? - Bagaimana cuaca penerbangan malammu?
Aman.
Kurasa Mayor Park Joon-gyeong adalah informan anonim, seperti dugaanmu.
Unit Investigasi Khusus menangani kasus ini,
karenanya dia tak bisa dihubungi.
- Unit Investigasi Khusus? - Nanti kujelaskan jika kau sudah sampai.
Tidurlah. Kau pasti lelah.
Tidak. Sudah terlambat untuk tidur.
Karena Unit Investigasi Khusus yang menangani kasus CEO Yoon,
apakah kasusnya juga terkait Ketua Myung?
CEO Yoon ditangkap tanpa surat perintah karena…
TAHUN 2010
Ini adalah salinan catatan kerja dari sekretarisnya putra menteri.
Kau lihat tulisannya? "CEO Bluenet Yoo, 5.000"?
Ya, tapi apa maksudnya?
Kurasa kau lebih tahu dariku.
Ini, astaga.
Aku tak pernah memberinya uang ini.
Saat ini kau bukanlah saksi, melainkan tersangka.
CEO Yoon dituduh menyuap putra menteri, Son Seung-jin,
teman kuliahnya dengan mengirimkan 50.000 dolar padanya.
Penyidiknya saat itu adalah Hwang Gi-seok,
menantu Ketua Myung.
Menantu dari Ketua Myung?
Hwang Gi-seok sering mengarang cerita untuk menghalalkan segala cara.
Di lingkup kejaksaan, dia dikenal sebagai Chef Hwang.
Dia orang elit dan diyakini akan menjadi Jaksa Agung kelak.
Sasarannya sebenarnya adalah putra menteri.
Benar. Chef Hwang akhirnya menjeratnya.
Putra menteri yang didukung banyak pihak untuk menjadi gubernur
terpaksa mengundurkan diri dari pencalonan atas tuduhan suap.
Namun, CEO Yoon dibebaskan pada sidang pertama.
Investigasi pun menjadi tak jelas setelah pengunduran diri.
Lantas apa alasannya?
Apa kau yakin dia bunuh diri?
Aku baru mengirimkan video, tontonlah.
Aku tak bisa temukan penjelasan lain selain bunuh diri.
Kasusnya ditutup dengan bunuh diri karena depresi akibat investigasi.
Ini mustahil.
Mustahil dia melakukannya.
Sudah kuduga, kau memang petarung hebat.
Mari tetap menjadi anak buah Sang-tae sebelum membuat geng sendiri.
Kau bosnya dan aku tangan kananmu.
Enak saja jadi tangan kanan.
Nanti kita beli jaket mahal dari Italia lalu minum-minum di bar.
Atau minum kopi di hotel. Bagaimana? Kau tidak mau?
Biar kupikirkan dulu, dasar berengsek.
Diamlah.
Ayo, kita wujudkan sama-sama.
Apa kau punya pacar?
Mengapa tak memberitahuku?
Untuk apa bunga ini?
Bunganya sedang diskon, jadi…
Ini bunga mawar.
Aku belum pernah membeli bunga, jadi aku beli banyak.
No comments yet. Be the first to leave one.