The first 200 lines.
Apa itu?
- Astaga! Apa itu? - Ini gerakanku.
- Hentikan, itu memalukan. - Ini tidak memalukan.
Tunggu, aku akan mewawancaraimu.
Kau akan mewawancaraiku apa?
Aku tidak tahu.
Baiklah...
Baiklah, aku beranjak 11 tahun.
Dan Ayah berusia 130 tahun...
Akan berusia 131 dalam dua hari.
Jadi...
Ketika Ayah berusia 11 tahun...
Apa yang Ayah lakukan sekarang?
- Aku menyayangimu. - Aku menyayangimu.
Dah.
Hai, Semuanya, namaku Belinda...
akan jadi pemandu wisata beberapa minggu ke depan.
Aku baru saja dipindahkan dari Torremoli...
Dari Torremolinos!
Baiklah, aku...
Aku akan membantu kalian di Turki. Akan ada tujuh perhentian...
Namaku Belinda.
Dan aku baru pindah dari...
Torremolinos!
Torre... mo... li... nos!
Torremolinos...
- Tunggu sebentar, ya? - Ya.
Aku akan baik saja.
Ada yang akan datang.
Waktunya tidur?
Tidak.
Halo?
Kamar 501.
Ya, benar.
Aku memesan kamar dua ranjang, tapi kami hanya dapat satu.
Aku membayar dan dikonfirmasi oleh biro perjalanan.
Tak bisa diubah?
Oke, saatnya tidur.
Baiklah.
Baik, terima kasih.
Selamat malam.
Selamat tidur.
Hiburan video digital.
Jangan kena air, Soph, majalah itu mahal.
Maaf soal hotelnya.
Clive habis berlibur di sini.
Keadaan di rumah baik-baik saja?
Maksudmu?
Bagaimana hubungan antara kau dan ibumu?
Kurasa baik.
Bagus.
Ayah senang.
Kenapa? Apa yang Ibu katakan?
Dia tidak mengatakan apa-apa.
Terakhir kali kau bilang katanya tidak akur.
Aku tidak bisa menanyakannya saat aku meneleponmu.
Ya, benar.
Keadaan menjadi lebih baik.
Kenapa kau tidak ke sana dan memperkenalkan diri?
Ayah, tidak. Mereka anak kecil.
Kenapa Ayah tidak ke sana dan memperkenalkan diri?
Sophie, mereka sudah tua.
Jika kau biarkan sebentar, maka akan terkena cahaya.
Itu cukup pintar.
- Kau ingin es krim yang besar? - Ya, yang lebih besar dari kepalaku.
Itu mustahil, kepalamu sangat besar.
- Selesai? - Apa?
- Itu sedikit kasar. - Tidak, itu hanya fakta.
Kepalamu lebih besar dari kepalaku.
Aku tidak setuju akan itu. Lihat ukurannya.
Kepalamu lebih besar. Lihat?
Beri salam kepada ibumu.
Hanya itu yang akan kau berikan padanya?
- Aku menyayangimu. - Bilang kau merindukannya.
Aku rindu!
Lalu?
Dan selamat tinggal.
Lalu?
Dan Ayahku sangat luar biasa.
- Kenapa dia luar biasa? - Karena dia sangat...
Apa yang dia katakan?
Kulakukan ketika aku di rumah. Kelas dimulai pada hari Selasa, kan?
Baik.
Ya, keadaan baik. Kami tidak berada di hotel.
Kami tidak punya ponsel.
Ayah?
Dia baik-baik saja.
Ya ampun, dia melakukan gerakan ninja dalam gerakan lambat.
Kenapa dia terkadang begitu aneh?
Tapi dia baik-baik saja.
Baiklah. Aku menyayangimu, dah.
Ibu ingin bicara denganmu.
- Apa? - Ibu ingin bicara denganmu.
Baiklah.
Terima kasih, Sayang.
Hai.
Ingin tahu bagaimana kabarku?
Jadi, kau akan melakukan sesuatu?
Apa maksudmu?
Dengan George.
Dia memberi tahu Seb bahwa dia ingin...
Denganmu, maksudku.
Tidak dengan Seb, jelas.
Tadi malam, saat jalan pulang...
Aku bercumbu dengan Kenny...
Benar-benar di semak-semak belakang kolam.
Dan apa yang terjadi?
- Maksudmu? - Apa dia orgasme?
Ya... Maksudku, tentu saja.
Terkadang kau harus ubah gaya rambutmu ke belakang.
Kau benar-benar cantik dengan rambutmu ke belakang.
- Apa dia mendengar kita? - Biarkan, dia pasti berusia 9 tahun.
Itu bagus.
Aku turut bahagia.
Oke. Aku menyayangimu.
Ya.
Ya, pasti.
Dah.
Hei.
Kau tahu cara mainnya?
- Ini untuk memulai. - Aku tahu.
Nyalakan mesin.
- Kau ingin main lagi? - Soph, ayo pergi.
- Dah. - Dah.
Ini untukmu.
Ya, kau siap?
Baik. Ini dia.
- Kau tidak keberatan, Kawan? - Silakan.
Ini yang terakhir, oke?
Kalian ingin permainan ganda?
Ya, tentu.
Tanganmu di gips.
Tenang saja. Aku tidak kidal dan bermain dengan anak kecil.
Bikin santai saja.
- Kau ingin memulainya? - Ya.
Bagus.
Bagus.
- Siapa nama adikmu? - Sophie.
Nama yang bagus.
Sebenarnya aku ayahnya.
- Maaf, aku pikir... - Tak apa.
- Hotelnya bagus, ya? - Ya.
Kami menginap di sisi lain jalan...
di sebelah lokasi konstruksi.
Olly!
- Sialan, Sophie, mengesankan. - Jangan katakan "Sialan".
- Maaf, Kawan. - Tak apa.
Bagus.
Giliranku. Lihat, ya?
- Baik. Cukup, ayolah! - Tidak!
- Tidak. - Tidak!
Kau selalu merepotkan semua, seperti biasanya!
Putar.
Tidak, pertahankan... Aku tak akan lepaskan. Ulangi lagi.
Bukan begitu, kau hanya mendorong.
Dengar, kau harus putar.
Seperti ini.
Paham? Lagi.
Tidak. Baiklah pegang pergelangan tanganku.
Oke. Aku paham.
Bagian yang tipis sejajar sejauh jari-jari terhubung.
Kau memerhatikan?
- Lalu kau tarik sekuat mungkin. - Aw!
Ini serius, Sophie.
Lihat aku, penting bagimu mempelajari ini.
Mulai.
Tidak. Kau tidak memutarnya, kau hanya menarik.
- Lagi. Pegang pergelangan tanganku. - Aku tidak bisa.
Bagian yang tipis tempat jari-jari terhubung.
Paham? Lalu tarik sekuat mungkin.
Ini serius, Sophie.
Ini hal penting.
Agar kau bisa membela diri.
Jadi, jika seseorang coba menyakitimu...
kau dapat membebaskan diri dan melarikan diri.
Bagaimana kalau ada yang menyakitiku tanpa memegang tanganku?
Kurasa keren kita berbagi langit yang sama.
Apa maksudmu?
Yah, seperti...
kadang saat istirahat, aku melihat ke langit,
dan jika aku bisa melihat matahari,
aku rasa kita berdua bisa melihat matahari bersama.
Meskipun kita tidak di tempat yang sama
dan kita tidak bersama,
kita masih bisa melihatnya.
Kita berdua di bawah
langit yang sama, jadi...
Kita seakan bersama.
Satu. Menunduk.
Dua.
Tiga.
Empat.
- Empat setengah. - Berhenti!
Bisakah kita naik itu?
Kau terlalu muda, Sayang.
Hadirin sekalian,
yang megah, luar biasa, menakjubkan, satu tangan
Calum Aaron Patterson.
Bersiap untuk menonton...
Pertunjukan malam.
No comments yet. Be the first to leave one.