The first 200 lines.
Legenda Fei
Episode 11
A-Fei.
Ini Kak Xie.
Namun, aku tak bisa bergerak.
Energiku kacau lagi.
Apa yang terjadi?
Kenapa tangannya begitu dingin?
Dia sudah terluka, lalu terburu emosi.
Ditambah lagi, Tetua Duan memberinya energi.
Maka menjadi seperti ini.
Nyonya!
Nyonya, Baoshan kabur.
Dia bukan kabur membocorkan rahasia, 'kan?
Aku mengerti.
Bagaimana ini?
Kita tak boleh lama di sini.
Tetua, kami bawa A-Fei pergi dulu.
Tunggu.
Li Zheng menyuruhku datang untuk menolongmu.
Xie Meimei.
Pimpinan ke-3.
Cepat tangkap mereka.
Aku bawa kalian ke sana.
Kali ini pasti sungguhan. Pasti di sana!
Di dalam sana!
Cepat!
Pimpinan ke-3, sudah dicari, tak ada orang.
Mana orangnya?
Lapor, Pimpinan ke-3.
Jejak mereka sudah ditemukan.
Cepat!
Cepat lari!
A-Fei.
Maju!
Kalian pergi dulu.
Pergi!
Ayo.
Arak
Sini.
Duduk dulu.
Duan Jiuniang tak bisa melawan empat orang sendirian.
Aku harus segera sembuhkan lukaku.
Kau bantu aku berjaga dulu.
Tuan Muda.
Tuan Bai.
Tuan Muda.
Aku cari kalian ke arah Gerbang Barat.
Kalian sungguh di sini.
Aku sudah ikuti rencanamu,…
…menyuruh orang membagi pangan di Gerbang Timur.
Baik, kau ikut aku dulu.
Baik.
Tuan Bai.
Tolong bawa Nona Wu.
Cari cara keluar dari Gerbang Barat.
Bagaimana bisa kulakukan?
Kuserahkan pada Tuan Bai.
Tuan Muda, sekarang kau mempersulitku.
Aku tak berani menentang perintah Tuan Muda.
Namun, mohon Tuan Muda ingat.
Jika terjadi sesuatu pada Tuan Muda,…
…aku tak mampu menjelaskannya pada Pangeran.
Aku tak mau pergi.
Aku mau bersama dengan A-Fei.
Nona Wu, jika kau tetap di sini, hanya akan membuat kami tak fokus.
Kau tenang saja. Selama aku masih bernapas,…
…takkan kubiarkan sesuatu terjadi padanya.
Chuchu, pergilah.
Pergi.
Tinggalkan Gembok Abadi.
Bahaya jika kau bawa.
Kaulah Bibi Gila dari Kantor Daerah?
Kau yang gila.
Namun, kulihat kau sepertinya tak asing.
Kau siapa?
Jurus Kurong?
Kau Duan Jiuniang, ahli Kurong…
…yang waktu itu menerobos Desa Penjahat bersama Li Jinrong?
Desa Penjahat?
Pantas saja wajahmu begitu tak asing bagiku.
Dulu, saat perang di Desa Penjahat,…
…kau jenderal pengecut yang kukalahkan.
Orang yang kuinjak dan memanggilku Kakak itu…
…adalah kau, 'kan?
Sudah bertahun-tahun, kukira Jurus Kurong bermata dua…
…sudah lenyap dari dunia persilatan.
Tak disangka,…
…aku mendapat kesempatan membersihkan reputasiku di sini.
Bagus sekali.
Itu tergantung kau mampu atau tidak.
Majulah, Adik Kecil.
Dingin sekali.
A-Fei, bagaimana keadaanmu?
Dingin.
A-Fei, kau tak apa, 'kan?
Panas sekali.
Dingin dan panas.
Kenapa begitu menderita?
Sekarang seluruh tubuhmu sedingin es.
Namun, nadi pergelangan tanganmu sangat panas.
Ini waktu yang tepat bagi energi tubuhmu bersatu.
Kau juga tak bisa menggunakannya, untuk apa membawa pedang?
Mau menakuti orang?
Pedang ini adalah utangku padamu.
Bagaimana perasaanmu sekarang?
Seharusnya sudah tak masalah lagi.
Meski kedua jenis energi di tubuhku belum bersatu,…
…namun, dengan bantuan teknik dalam kitab moral,…
…energi Kurong yang kuat itu perlahan menjadi tenang.
Kitab moral?
Kitab yang Pendeta Chongxiao berikan itu.
A-Fei.
A-Fei, bukankah kau bilang kitab moral bisa membantu?
Kenapa muntah darah lagi?
Tadi, setelah kumuntahkan darah ini,…
…kurasa napas dalam tubuhku…
…menjadi jauh lebih banyak dari sebelumnya.
Pimpinan!
Semprot cairan racun!
Triknya begitu rendahan.
Bunuh Duan Jiuniang!
Semprot!
Gadis tengil yang cari mati!
Hari ini, aku harus meminta keadilan darimu!
Ini demi menenangkan Senior Chenfei, seluruh Keluarga Wu,…
…serta semua senior Klan-48 yang mati di tanganmu!
Kurasa kau cari mati!
Bagus sekali!
Aku dan Kak Li sudah bertarung begitu lama.
Tak disangka, Pemecah Salju sembilan gaya dan Jurus Kurong…
…ternyata bisa bersatu juga!
Cepat tolong aku. Tolong aku!
Canglang Yi
Canglang?
A-Fei!
Hua Rong
Jangan bunuh aku.
Jangan bunuh aku. Jangan bunuh aku!
Jangan bunuh aku!
Arwah para pahlawan, akhirnya bisa tenang hari ini.
Hua Rong
A-Fei!
Sepertinya harus segera pergi dari sini.
Membagi pangan di Gerbang Timur, memicu kekacauan.
Lalu, kabur dari Gerbang Barat.
Trik kalian untuk mengalihkan perhatian lumayan juga.
Dia adalah…
Gerbang Barat
Kau adalah…
Aku mengenalmu.
Kukira Jurus Kurong bermata dua sudah lama lenyap dari dunia silat.
Tak disangka, hari ini aku masih bisa melihatnya lagi…
…di tempat terpencil ini. Sungguh beruntung.
Bisa mati di tanganku termasuk suatu kehormatan bagimu.
Sayangnya, kau sudah gila.
Kau bilang apa?
Sebenarnya aku tak mau menindas orang gila.
Kenapa semuanya mengataiku gila?
Apa aku sudah gila?
Apa aku sudah gila?
Kutanya kau, apa aku sudah gila?
Kalian yang sudah gila!
Sudahlah.
Hari ini, asalkan kalian serahkan benda keramat Gelang Haitian,…
…maka aku akan membiarkan kalian hidup.
Kurangi omong kosongmu!
Lihat dulu sebenarnya siapa yang memberi ampun!
Tembak.
Tuan Muda Xie, jangan pedulikan aku!
Cepat pergi! Jaga A-Fei baik-baik!
A-Fei.
Ambil pedangmu.
Cepat!
A-Fei.
A-Fei!
Gerbang Barat
Pergi!
Chuchu, Tuan Bai, kalian pergi dulu.
Tuan Muda Xie, kita pergi bersama.
Tuan Bai, kau bawa Nona Wu pergi dulu.
Kami akan hadang mereka.
Baik hidup atau mati, aku akan menemaninya.
Cepat pergi.
Ayo.
Hua Rong
Jiuniang.
Cepat ikut aku pergi.
Kubawa kau pulang menemui Kakekku.
Denyut nadimu sangat tak stabil.
Biarkan Tuan Muda Xie membawamu pergi dulu.
Rumahku tak boleh sembarangan dimasuki.
Jika menolakku, tak ada lagi yang akan menerimamu.
A-Fei benar.
Nyonya Duan, hari ini ikut kami pulang ke Klan dulu.
Untuk apa masih bermusuhan?
Kau dan Kakekmu sama persis.
Apa akademi ternama kalian hanya bisa menghibur orang?
Li Zheng sudah 20 tahun meninggal.
Kau mau menipuku lagi?
No comments yet. Be the first to leave one.