The first 200 lines.
Halo?
- Samuel. - Mm-hmm?
Mereka mau uang mukanya kembali.
Oh, ya, itu... itu mengerikan.
Mereka sangat sabar pada kita.
Bertahun-tahun sabar.
Hmm, oh, ya, mm-hmm, perilaku yang mengerikan.
Kau mendengarkanku?
Ya, Veronique.
Mereka bisa mendapatkannya kembali.
Mereka tidak bisa mengambil kembali.
Aku punya anak.
Di mana kau sekarang?
Di rumah.
Aku baru di sana, Samuel.
Tunggu. Maksudmu rumah?
Ya.
Aku kembali untuk menyelesaikannya.
Ah, akhirnya.
Tak kan lama, aku janji.
Aku sedang mengerjakannya.
Halo?
Di beberapa negara, itu dianggap pembobolan.
Di negara-negara tersebut, mereka juga mengisi kulkas.
Bagaimana kau bisa masuk?
Aku sudah mengunci gerbang dan pintu.
Dengan kunci, sayang.
Mau kubuatkan sesuatu?
Ikan?
Tidak, aku vegetarian.
Permisi?
Ah!
Aku bisa buat sendiri.
- Kau... - Lalu, apa yang kau makan?
Daging vegetarian, sayur-sayuran, dan hal-hal semacam itu.
- Aku bisa melihatnya. - Kau tak perlu melihatnya.
Aku tidak perlu melakukan apa pun.
Kenapa kau tidak membukakan pintu pagi ini?
Aku tidur.
- Tidur? - Ya, aku tidur di tempat tidurku.
Kau anak-anak, kau tertidur.
Saat seusiamu, aku tidur empat jam setiap malam.
Dan saat itu pun, aku masih terjaga.
Itu Jimmy, tukang serba ada di kastil.
Kami harus mematikan air saat tempat itu dijual.
Dia pikir dia akan memperbaikinya, tapi, tentu saja,
tempat itu terjual dalam hitungan detik.
Sekali lagi, siapa kau, dan apa yang kau lakukan di dalam rumahku?
Aku Peggy.
Aku bersama keluarga terakhir yang punya tempatnya.
Sejujurnya, aku tidak pernah terpikir mereka akan menjualnya.
Ya, tidak ada yang bertahan selamanya.
Itu sutra?
Tidak.
Tidak, tidak menyangka begitu.
Aku mengatakan yang tidak orang katakan.
Baunya harum dan anggun, feminin.
Tidak ada salahnya.
Oh, tidak ada yang salah dengan itu sama sekali.
Kau juga kekurangan kayu.
- Tidak apa-apa. - Kau yakin?
- Ya, aku punya... - Aku tidak keberatan.
Tidak, aku bisa mengatasinya.
Ya, bagaimanapun juga, ini rumahmu.
Kau bisa melakukan apapun yang kau mau.
Kuharap begitu saat aku membelinya.
Cinta.
Apa?
Kau bilang tidak ada yang bertahan selamanya.
Begitulah cinta.
Semoga harimu menyenangkan, Peggy.
Sarapan?
Roti panggang pun boleh.
Kalau begitu, roti panggang.
Sekarang, di mana aku?
Bangun, Samuel.
Buku catatan.
Aku tidak akan meninggalkanmu.
- Aku akan selalu... - Apa yang kau lakukan di sini?
- Aku akan selalu... - Berhenti.
- Aku akan... - Hentikan.
Kau hanya akan berdiri saja di situ?
Sebenarnya aku tidak tahu harus berbuat apa.
Tidak ada siapa-siapa di sini, Samuel.
- Ada kau. - Aku tahu itu.
Seharusnya kau tidak melakukan itu.
Itulah sebabnya kau kembali, kan?
Tidak.
- Ya, benar. - Tidak juga.
Ya.
Kau tidak bisa bohong.
Kau tahu itu.
Membeli tempat ini.
Itu sebuah langkah.
Itu bodoh.
Itu... sesuatu.
Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Menjauh?
Aku tidak punya pilihan lain.
Kau selalu punya pilihan.
Mudah bagimu mengatakannya.
Bukan kau yang terjebak.
Maaf, itu tidak perlu.
Tidak apa-apa.
Jangan begitu.
Apa?
- Kau tahu. - Aku tahu?
- Niamh. - Apa?
Jadikan semuanya positif. Tidak boleh seperti itu.
Dunia tidak bekerja seperti itu, mengerti?
Kau tidak akan duduk?
Itu...
Ya.
- Aku suka jenggotmu. - Lebih mudah.
Cocok untukmu.
Aku... aku belum siap untuk ini.
Aku belum siap untuk ini.
Aku belum siap untuk ini.
Dengar, aku hanya mau...
Niamh?
Niamh?
Niamh, dengar, ini tidak lucu.
Niamh!
Niamh!
Halo, cuma ngecek.
Hm, kau bilang sedang dalam perjalanan.
Kau sudah sampai di kantor atau rumahku?
Selamat, omong-omong.
Aku bangga padamu.
Tunggu.
Aku belum pernah lihat orang membutuhkan waktu lebih dari sehari untuk membuka pintu sebelumnya.
Pasti ini rekor baru. Hmph!
Maaf, aku belum menyiapkan pidato penerimaan.
Aku Jimmy.
Samuel.
Aku tahu, pemilik barunya.
Kunciku hilang, kami minta yang lain.
Tidak.
Tidak, apa?
Satu set kunci rumahku hilang?
Bukan hilang, tapi salah tempat.
Ya, itu namanya hilang.
Ah, aku jadi melompati tembok.
- Kau sudah mengunci gerbangnya. - Gerbangku? Ya.
Agak ekstrem, menurutmu?
Tidak terlalu.
Hampir saja lututku terkilir.
Ya ampun, aku kaget mendengarnya.
Benarkah?
Baiklah...
Kau membiarkanku masuk,
atau kau harus melakukan pemeriksaan identitas?
Kalian anak-anak terlalu banyak tidur sekarang.
Beruntungnya aku jika aku bisa tidur tiga jam.
Aku dikelilingi oleh vampir.
Brengsek.
Bodoh, Jimmy, bodoh.
Ah!
Aku membawa bagian yang salah.
Oke.
Ah!
Aku harus kembali ke van.
Ya, dan aku harus kembali bekerja.
Setelah kau ikut denganku.
Aku perlu kau membuka gerbangnya agar aku bisa membawamu masuk ke dalam mobil van.
Aku tidak akan melompati tembok itu lagi.
Kau boleh mengambil kuncinya, jika kau suka.
Aku akan kehilangannya lagi.
Kita perlu mengenal satu sama lain.
Biar kutebak.
Kau kembali dari Amerika dengan setumpuk uang yang besar.
Aku punya saudara lelaki di Amerika.
New York, kota berangin.
Itu Chicago.
Apa?
Chicago kota yang berangin.
New York kota yang tidak pernah tidur.
Aku tidak tahu tentang itu.
Saat aku di sana, anginnya kencang sekali.
Ya, mungkin kau benar.
Aku yakin kau tidak akan pernah bisa menebak apa yang pekerjaannya.
Apa yang masih dilakukannya, hanya saja dia sendiri tidak melakukannya sekarang.
Dia menyuruh orang melakukan itu.
Sekarang dia punya perusahaan sendiri.
Menurutmu apa yang pekerjaannya?
Menurutku apa pekerjaan saudaramu di Amerika?
Dia tidak...
Dia menyuruh orang melakukan itu.
Kau tidak akan pernah dapatk.
Ya, aku yakin.
Jadi?
- Apa? - Aku tidak...
- A... - Satu tebakan.
- Aku tidak tahu. Aku tidak tahu. - Teruskan saja.
- Aku tidak tahu. - Satu tebakan.
Dia membunuh tikus.
Ada orang memberitahumu.
Ya, ada orang memberitahuku, saudaramu ada di kota berangin itu
punya bisnis membunuh tikus.
Peggy memberitahumu. Itu pasti Peggy.
No comments yet. Be the first to leave one.