The first 192 lines.
=Desainer Hati=
=Episode 36=
Kita berangkat besok, 'kan?
Kenapa denganmu?
Ingin bersamamu.
Sudah makan?
Sudah.
Bertengkar dengan Song Lin?
Jangan bahas dia.
=VIP Lounge=
Kak Qing, lihat.
Bukankah itu He Qin?
Siap He Qin?
Aktris yang sangat populer belakangan ini.
Aku juga ingin mewawancarainya di Milan.
Memang dia.
Kak Fang, bukankah kamu menyukainya?
Dia sungguh cantik.
Lebih cantik dari di televisi.
He Qin.
Benar.
Direktur Su, lama tidak bertemu.
-Kebetulan sekali. -Iya.
Kukenalkan,
ini desainer perusahaan kami, Zhou Fang.
Apa kabar.
Apa kabar.
Cantik sekali.
Jika kamu tidak bilang, kukira seorang artis.
Terima kasih.
Ayo kita foto bersama.
Bolehkah?
Baik.
Ayo.
Ayo, kufotokan.
Ayo.
1, 2, 3.
Sudah.
Terima kasih.
Ke Milan?
-Janji makan di Milan. -Tentu.
Baik.
-Sampai jumpa. -Sampai jumpa.
Kulihat.
Kutambahkan ekspresi.
Cepat post di Weibo.
Tandai He Qin,
kuminta dia re-post.
Tidak perlu repot, Direktur Su.
Ini marketing, sangat penting.
Cepatlah.
Benar kata Direktur Su.
Bantuan promosi He Qin,
akan lebih berguna dari kamu merancang 100 baju.
Terima kasih, Direktur Su.
=Zhou Fang= =Bertemu Guru He di bandara=
=Zhou Fang= =Bertemu Guru He di bandara=
Direktur Song.
Sekarang,
Wanfeng memasukkan anggota manajemen baru.
Kami bekerja seperti biasa sesuai permintaan Anda,
melatih anggota untuk dipekerjakan.
Tetapi sekarang bagian manajemen kita
sudah terlalu penuh.
Bukankah aku selalu bilang ingin melakukan hal baru?
Sekarang sudah saatnya menarik kalian kembali.
Direktur Song,
kukira Anda tidak menginginkanku lagi.
Direktur Song,
kami datang kapan pun Anda inginkan.
Tim kita semuanya ingin mengikuti Anda.
Kukatakan dulu kondisinya.
Dalam waktu ini,
Zuo dan tim teknologi
sudah menyelesaikan teknologi pengukuran baju online.
Sekarang yang perlu kita lakukan
adalah bagian pemasaran,
dan lebih ke komunitas pengguna.
Ini keahlian kalian.
Hanya saja,
sekarang dari versi komputer
berganti ke versi ponsel.
Tahu harus bagaimana, 'kan?
Tidak masalah.
Serahkan pada kami, Direktur Song.
Dan satu hal lagi,
aku menginvestasi beberapa perusahaan baru,
semuanya adalah industri baru.
Jadi karyawan lama Wanfeng,
jika ada yang ingin ganti lingkungan kerja,
mencoba industri yang baru, bisa hubungi aku.
Direktur Song,
apa ada perusahaan yang banyak kakak cantik?
Lihat kalian semua
sudah punya pasangan,
hanya aku sendirian.
Kamu tidak boleh pergi.
Kamu harus carikan kantor baru,
yang bisa menampung sekitar 200 orang.
Baiklah.
Apa maksudmu?
Keberatan? Tidak bersedia?
Bukan.
Kebetulan, dengan kesempatan ini,
aku bisa cari gedung kantor yang banyak kakak cantik.
Serahkan padaku.
Hal selanjutnya merepotkan kalian.
Baik, Direktur Song.
Kami pergi dulu.
Baik.
-Sampai jumpa. -Kuantar mereka.
-Sampai jumpa. -Pergilah.
Direktur Song,
begitu lama tidak bertemu, merindukanku tidak?
Tidak.
Bagaimana hubunganmu dengan Kak Fang?
Baik, sangat baik.
Bagaimana Luoluo di Amerika?
Cukup baik.
Apa nenek sehat?
Aku berencana mengunjunginya.
Kenapa tidak menjemputnya kemari saja?
Sudah tua,
tidak biasa di kota, lebih ingin di desa.
Aku tidak bisa memaksa.
Pergilah dengan tenang,
masalah gedung kantor,
serahkan padaku.
Serahkan padamu, paling baik.
Nenek.
Bibi Zhao.
Mari, berikan padaku.
Baik.
-Nenek Song. -Mana Nenek?
Cepat lihat siapa pulang?
Cucuku pulang.
Pulang.
Peluk.
Sehat?
Kalian berbincanglah,
aku masak dulu.
Baik.
Nenek sehat?
Aku sangat baik.
Aku baik-baik saja,
sangat sehat.
Memang sehat.
Iya, 'kan?
Nenek sudah tenang.
Baguslah.
Lama tidak pulang, rindu padaku?
Tentu.
Tetapi kalian anak muda sangat sibuk,
jangan memikirkan nenek terus.
Baik.
Nenek sangat baik di sini,
lihatlah rumah besar yang kamu bangun untukku.
Nenek sangat suka.
Baguslah.
Nenek senang, aku juga senang.
Oh iya, Luoluo sekolah ke luar negeri.
Apa dia telepon Nenek?
Luoluo
sering menelpon.
Dia bilang cukup terbiasa di sana.
Dia bilang ada anak yang bernama Shen Di.
Dia sangat menjaganya.
Dia mengatakan semua.
Nenek, saat Nenek senggang,
kita ke Amerika bersama, kubawa nenek jalan-jalan.
Aku tidak mau, terlalu jauh.
Ke Shanghai saja aku merasa jauh,
apalagi Amerika.
Sudah tua,
hanya ingin hidup tenang.
Aku di sini sangat baik.
Baik, yang penting Nenek senang.
Nanti aku masak untuk nenek.
Pacar yang mengajarimu?
Tentu saja.
Jika ada waktu, bawa dia kemari.
Aku ingin menemuinya.
Baik, tunggu kesibukannya selesai.
Baik.
Kali ini tinggal berapa hari?
Sampai Nenek senang.
Baik.
Kamu sudah pulang,
saat tidak sibuk, jalan-jalanlah keluar.
Udara di sini lebih bagus dari Shanghai.
Baik.
Tidak banyak kendaraan
No comments yet. Be the first to leave one.