The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Saat Sekutu menduduki Istanbul,
Jenderal Prancis d'Espèrey yang juga menaklukkan Makedonia
bersama mereka.
D'Espèrey meminta kuda putih.
Kuda seputih salju,
seperti yang ditunggangi Mehmed sang Penakluk ke Istanbul.
Dia menunggangi kuda itu di sepanjang Jalan Pera
dan berhenti di Konsulat Prancis.
Di jalan ini, tak pernah ada
kegembiraan, kebahagiaan, kerumunan besar sebelumnya.
Jadi, siapa yang bersorak untuk Jenderal?
Non-muslim, yang disebut rakyat di negara ini,
orang-orang yang telah hidup bersama kita selama berabad-abad.
Bagaimana menurut kalian?
Saat Jerman menduduki Paris tahun 1940,
seorang komandan Jerman mengusir d'Espèrey dari istananya.
Pria malang itu terdiam saking sedihnya.
Tak ada yang menerimanya karena takut.
Jadi, dia mati mengenaskan di jalanan.
Jadi, apa pesan moral dari cerita ini?
Waktu.
Waktu tak memaafkan.
Beberapa warga non-muslim mengeluhkan pajak kekayaan.
Menurut mereka, itu tak adil.
Bagaimana menurutmu?
Harus kuakui,
itu membuat posisi kami sulit,
tapi kami mendukung ne…
Mendukung negara bagian?
Hari itu, saat mereka bersorak untuk sang jenderal,
tak ada satu pun yang mendukung negara ini.
Baik orang Yunani,
Armenia,
atau pun kalian.
Kami tidak begitu.
Kami akan mengambil isi brankas itu.
Pasti ada banyak di sana yang belum kau laporkan.
Kau akan ditahan karena penggelapan pajak,
Salomon Aseo.
Agar semua orang tahu Turki tak akan tertipu lagi,
kau akan dikirim ke kamp kerja paksa untuk dijadikan contoh.
Akan tiba saatnya
yang terdengar di Jalan Besar hanyalah suara orang-orang Turki.
THE CLUB
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Hentikan EOKA!
Hentikan EOKA!
Hentikan EOKA!
Hentikan EOKA!
Hentikan EOKA!
Kenapa mereka berdemo?
Ingat gedung yang kutunjukkan?
Agar itu menjadi milikku.
Teman-teman, ikuti saja Bahtiyar.
Jangan tersesat.
Kalau tersesat, kembalilah ke desamu.
Baiklah. Ayo.
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Hentikan. Kau akan memprovokasi mereka.
Mereka sudah terprovokasi. Kau tak lihat?
Ini akan kacau.
Jika kau bilang begitu, maka benar.
Kau tak butuh kami untuk membuat kekacauan,
tapi aku butuh kau.
Aku akan dipindahtugaskan.
Entah ke mana.
Asyik sekali.
Ikutlah denganku.
Aku mungkin bukan teman perjalanan terbaik.
Mari kita coba bersama dahulu.
Jika berhasil, kau pindah.
Diana…
Maksudku, jika bisa diusahakan…
Tak ada yang bisa saling memahami seperti kita.
Mereka bisa?
Tidak.
Halo!
Pelan-pelan! Jangan ditekan.
Bagaimana Paris? Bagus?
Paris, Sayang! Kita akan ke sana secepatnya.
Tn. Selim, sudah semua.
Terima kasih.
Kau akan suka yang kuberikan!
Kau bawa apa?
Aku sangat merindukanmu.
Sangat!
Tanganku kotor.
Aku membuat dolma. Kau datang lebih awal.
Kau tak akan percaya apa yang kubawa.
Ini dia.
Ini juga kuning.
Sayang, kita tanya teman kita soal warnanya setelah dia lahir.
Kalian sudah berteman?
Tentu.
Aku akan mengadopsinya.
Aku punya apa untukmu?
Ini.
Cantik sekali!
Mari kubantu.
Aku tak akan muat.
Biar Ibu lihat.
Ibu akan lebarkan belakangnya sedikit,
supaya pas.
Kami juga akan memberimu rambut bob.
Kalau begitu, cepatlah.
Dia mengunjungi kelab besok.
Bagaimana bisa?
Orhan dapat penghargaan besok.
Entah aku akan dapat apa,
tapi Raşel akan datang,
karena aku punya kejutan indah untuknya.
Apa itu?
Kau akan lihat besok.
Ibumu dan aku akan bersiap sekarang.
Di mana mereka?
Di sini!
- Ini dari Prancis. - Indah sekali!
Nona-nona, berikan kostum kalian kepada Matilda.
Kita akan mengubahnya.
Warna apa?
Cukup!
Tenang. Kalian akan cocok dengan penampilanku.
- Matilda! - Sudah, tenang.
Baiklah. Tunggu. Akan kutangani.
Satu per satu. Aku harus buang air kecil dahulu.
Kenapa kau di sini? Kau tak boleh ke belakang panggung.
Dia tak boleh memakai itu.
- Kenapa? - Terlalu mencolok. Orang akan bereaksi.
Ini bukan keputusanmu. Jangan ikut campur.
Ini bukan soal belakang panggung, tapi bintangnya.
Bicaralah dengannya baik-baik. Bujuk dia.
Bahaya jika Tn. Orhan terlibat. Dia sudah cemas.
- Nominasi, seremoni… - Tak mau.
Dengarkan aku sekali ini.
Lepaskan.
Ibu, aku harus pergi.
Besok hari penting.
Aku dapat penghargaan, ingat?
Ibu ada di sana untuk nominasi. Ibu bilang Ibu bangga.
Ibu, ayolah.
Ayo.
Minum ini.
Ibu, ayolah.
Tak mau. Itu membuatku mengantuk.
Aku tak bisa meninggalkan Ibu. Minumlah dan istirahat.
Tidak. Ayahmu akan datang dan membawa kita pulang.
Kita sudah di rumah. Minumlah.
Kita tak di rumah!
Ini bukan rumah kita. Ini bukan Bunda Maria.
Itu sebabnya Tuhan tak bisa mendengarku.
Minum saja.
Tidak!
Ibu!
Minumlah.
Minumlah.
Maaf.
Istirahatlah, Ibu.
SIPRUS MEMBARA!
Rumahnya bagus.
Pasti uangnya banyak.
Padahal belum lama.
Dia Selim Songür.
Rekamannya terjual habis.
Ada hal lain.
Dia membawa banyak hadiah dan koper dari Paris.
Begitu banyak hingga harus menyewaku untuk membawanya.
Bukannya aku iri. Aku berharap dia sukses, tapi…
Apa hubungan dia?
Hubungan dia?
Apa dia main wanita?
Karena ada wanita dan seorang gadis di rumah itu.
Pasti pelayannya.
Bukan, Bung. Gadis itu hamil besar.
Mereka tak terlihat seperti pelayan.
- Ini tehnya. - Kau terlambat.
- Terima kasih. - Bisa antar kami?
Bisa antar kami?
Terima kasih.
Halo!
Kau tampak hebat.
- Paris bagus untukmu. - Terima kasih.
- Sedikit oleh-oleh dari Paris. - Kau baik sekali.
Dengan satu syarat.
Baptis ini dengan album baruku.
Aku janji.
- Duduklah. - Terima kasih.
Jadi, besok adalah hari penting.
Ya. Banyak yang akan berubah besok.
Dalam arti positif.
Kita akan berkembang.
Kita akan mewujudkan impian kita.
Kalau begitu, dengar.
Aku sudah berkeliling Paris.
Aku jamin,
No comments yet. Be the first to leave one.