The first 194 lines.
SMP Teikou
Klub bola basket SMP Teikou.
Dalam catatan cemerlang prestasi mereka,
terdapat lima pemain berbakat yang kehebatannya hanya bisa ditemukan setiap sepuluh tahun sekali,
yaitu "Kiseki no Sedai".
Ryota Kise.
Shintaro Midorima.
Daiki Aomine.
Atsushi Murasakibara.
Seijuro Akashi.
Dan yang jadi ancaman bagi mereka, SMA Seirin.
Dengan bayangan dan cahayanya.
pukul berapa sekarang? mari bergegas
what time is it? dassou
karena sepertinya kita terlalu santai
mattarishi sugitenda
tepuk tanganmu tanpa ragu
kassai nomi kuraou
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
ZainuddinAri
mempersembahkan
'kan kuciptakan berbagai irama cinta
I can makin' many love sensation
walau dengan getaran yang tak sempurna ini
fukanzen na vibration
bersyukurlah atas cinta yang sederhana
otegaruna renai ni kansha
dan lepaskan kecemburuan yang sakiti hati
mushizu ga zenryoku shissou
let's go!
let's go!
kebohongan hanya 'kan sebabkan kepiluan
makka na uso mo massao
apa yang sebaiknya kulakukan dalam keseharian ini?
whatcha' gonna do na hibi wo tell me why?
let's go!
let's go!
langit memang sewajarnya berwarna pilu
massao na sora wa mattou
ingin selalu kuulangi kesalahan yang sama
shippai kurikaeshitai ne
seumur hidupku hanya diisi dengan keragu-raguan
pinkiri no jinsei my life enryo gachi
namun permulaan yang sebenarnya kuinginkan
oshiteshirubeshi pin no kaikan
adalah permulaan yang murni
junsui na style
gapailah puncak, di dunia tanpa belas kasihan ini
teppen toraji yo wa tsune ni mujyou
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
takkan kubiarkan dirimu tersakiti lebih dari ini
kokora de ikkai kizutsukete
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
Akulah yang akan menang, Akashi.
Itu mustahil, Shintaro.
Aku yang selalu menang, adalah yang selalu benar.
Cepat sekali!
Nice pass!
Takkan kubiarkan lolos!
Kalau tiga saja cukup tidak, ya?
Dribble apa-apaan itu?
Mataku tak bisa mengikutinya!
Tidak.
Bolanya menghilang?
Aku Tak Tahu
Quarter 55
Cih. Dasar, apa-apaan ini?
Akan kukubur mereka. Hingga menangis minta ampun!
Anak kelas satu! Lantainya sama sekali belum bersih!
Jangan malas-malasan!
Ba-Baik!
Aduh, lagi-lagi kak Miyaji mengamuk. Seram!
Kalian juga, tahu! Jangan buang-buang waktu!
Ah, baik!
Ah, hari ini latihannya juga berat.
Kena marah juga, lagi. Kak Miyaji memang kakak kelas yang paling seram.
Kenapa, Shin?
Kalian sedang apa?
Kalian berdua, segeralah pulang ke rumah.
Ah, Kak Otsubo, bukankah kita dilarang untuk berlatih di luar jadwal saat tes sedang berlangsung?
Ah, Miyaji, ya?
Dia tak apa-apa. Soalnya dia sudah terima izin dari pelatih.
Karena nilainya bagus-bagus.
Wah. Tadinya kukira dia hanya orang yang seram.
Tapi, tak di sangka, ya? Ternyata dia sangat tekun.
Begitu, ya. Kalian tak tahu, ya?
Aku sendiri sudah biasa melihatnya seperti itu.
Apa Miyaji menyeramkan?
Banget. Bahkan Shin sampai mengompol beberapa kali.
Aku tak mengompol!
Ya, karena dia orang yang sangat keras.
Pada orang lain, maupun dirinya sendiri.
Sampai saat ini, dia berlatih lebih sering dibanding pemain lainnya,
sehingga saat musim panas kelas dua, dia diterima sebagai pemain reguler.
Dan dia dimasukkan ke tim inti sejak duduk di kelas tiga.
Bukannya dia tak punya bakat.
Hanya saja, dia telah berusaha banting tulang untuk sampai ke posisinya saat ini.
Kimura sendiri juga begitu.
Karena itulah, sebagai pemain reguler, mereka rasakan tanggung jawab yang lebih besar,
dan juga dihormati karena posisi mereka.
Meski mungkin, mereka memang agak terlalu kejam terhadap para adik kelas.
Di sisi lain, ada hal yang baik dari perbuatan-
Ah, benar juga.
Midorima, ini dari Miyaji.
Kau mencarinya, karena ini adalah benda keberuntungan untuk Oha-asa besok, 'kan?
Kipas penyanyi idola.
Apa-apaan itu? Oha-asa?
Kipas penyanyi idola? Omong-omong, apa ini kipasnya kak Miyaji?
Ya, itu penyanyi favoritnya, Miyumiyu.
Fa-Favorit?
Terima kasih banyak.
Omong-omong, penyanyi favoritku Mamiring Hara!
Dia berada di peringkat delapan!
Yang benar saja, Kak Otsubo juga?
Ya.
Apa kalian berdua juga sering datang ke konser?
Ya, sudah pasti.
Dia lolos!
Dribble yang luar biasa!
Sial!
Double clutch!
Dia benar-benar lincah!
Bolanya masuk!
Luar biasa! Dia lewati kedua pemain Shuutoku!
Omong-omong, dribble orang itu berisik.
Memang, semakin kuat dribble, maka akan semakin cepat.
Tapi, ini pertama kalinya kulihat dribble seperti itu.
Selain itu, entah kenapa, aku merasa ada yang aneh terhadap dribble itu.
Jangan dipikirkan. Ayo kita balas.
Ya.
Kalau tiga saja cukup tidak, ya?
Meski hanya sekilas, tapi, aku bisa melihatnya.
Tapi, tak kusangka, dia bisa lakukan hal seperti itu?
Dribble yang barusan itu... Dia hanya gunakan ketiga jarinya untuk sentuh bolanya.
Jadi, maksudnya dengan tiga,
adalah jumlah jari yang digunakannya untuk salurkan seluruh kekuatan tubuhnya!
Dengan kata lain,
masih ada dribble dengan dua tingkat yang lebih tinggi dari dribble barusan?
Yang benar saja?
Shuutoku
Rakuzan
Selisih angkanya semakin melebar, ya.
Nice pass!
Sakit tahu, dasar gorila berotot!
Ya! Terima kasih!
Itu bukan pujian!
Sial.
Meski kami berhasil cetak angka karena shoot dari Shin,
tapi, beda kekuatannya terlalu besar!
Bukan hanya kak Miyaji, bahkan kak Otsubo juga kalah dalam adu kekuatan?
Padahal Shin dijaga oleh dua orang, tapi, kak Kimura tetap kewalahan meski lawannya berkurang?
Akashi sendiri juga belum lakukan apa-apa.
Yang dilakukannya hanya mengoper ke posisi yang terbuka.
Meski begitu, kondisi kami sudah tertekan begini?
Jujur saja, selain dirimu, para pemain lain hanya jadi beban.
Maaf saja.
Apa maksudmu?
Memang, kami tetap kesulitan meski telah menjagamu dengan dua orang.
Tapi, keempat pemain lainnya sama sekali bukan apa-apa.
Terutama orang itu.
Kira-kira, sampai kapan dia bisa terus hadapi Kotaro?
Celaka!
Takkan kubiarkan!
Jangan besar kepala!
Sial, sial, sial!
Sejak kapan dia...
Wah, cepat sekali kembalinya.
Bagus!
Hanya jadi beban?
Bicara apa kau ini?
Screen?
Takkan kubiarkan!
Di tim ini ada pemain yang hanya jadi beban?
Aku tak tahu ada pemain seperti itu.
Wah, dia lakukan dunk!
Shuutoku tak mau mengalah!
Hoi, nice pass.
Midochin.
Itu dia!
Lemparan three-point super jauh!
Bagus!
No comments yet. Be the first to leave one.