The first 200 lines.
Desember 1997, Busan Di ruang perawatan kanker
Apa kau mau makan kue? Ini sangat lembut.
Pria yang baik sekali! Apa kau sudah menikah?
- Tidak, masih belum. - Kenapa belum? Kau begitu tampan!
- Apa ada masalah denganmu? - Kenapa kau berkata begitu?
Apa kau dengar itu? Bagaimana bisa mereka mengatakan itu padanya?
- Apa tak ada kamar khusus untuk pria? - Tak ada. Sabar saja.
Kita tak mungkin mendapatkan kamar ini tanpa bantuan Tae-woong.
- Aku mau pindah ke kamar kelas 2 untuk pria. - Harganya 300 dolar semalam!
Gajimu dipotong setengah karena krisis IMF. Kita disini saja.
Lebih baik disini. Kata orang, penderitaan senang ditemani.
Suasana hidup disini lebih baik.
Apa kau pernah mendengar nama Yoon Tae-woong?
Dia mendapat peringkat satu di ujian nasional 1991.
- Ya ampun! Benarkah? - Ya!
Kurasa aku pernah mendengar namanya...
Dia masuk ke Universitas Busan, kan?
Ya! Dia diterima di semua universitas top...
Tapi dia tinggal di Busan untuk mengurus adiknya.
Kenapa kami tak mengenalimu?
Ayo kita berolahraga. Ayo kita kelilingi kamar.
Lagipula aku akan mati. Untuk apa olahraga?
Apa yang kau bicarakan? Hasil tesnya bahkan belum keluar.
Ayo kita jalan dua kali. Kau akan lebih sehat.
Tanyakan ke suster apakah hasilnya sudah keluar.
Aku sudah bertanya berkali-kali! Jangan terlalu khawatir.
Kau akan baik-baik saja.
Dokter sudah memberitahumu, kan?
Apa dia mengatakan kabar buruk?
Jika memang begitu, aku pasti memberitahumu!
Kau harus memberitahuku yang sebenarnya.
Kau harus memberitahuku jika aku akan mati.
Jangan buat aku menjadi seperti orang bodoh.
Sung Dong-il, waktunya memeriksa tekanan darahmu.
Dia memeriksaku lagi. Perasaanku tak enak.
Tanyakanlah pada dokter.
Lee Il-hwa, kesini sebentar.
Apa kau menonton drama "The Men in the Neighborhood"?
Siapa yang tak menonton drama itu?
Aku tak bisa menonton episode semalam karena operasi suamiku.
Pasangan itu membuang anaknya dan lari ke desa.
Benarkah?
Ayo lupakan anak kita dan jalani hidup kita sendiri.
Benar. Anak itu tak berguna. Suamimulah yang terbaik.
Jika aku tahu aku akan begitu menyayangi suamiku seperti ini...
Aku pasti sudah operasi untuk membuat bagian bawahku lebih cantik.
- Kau ini! - Lupakan.
Bagaimana dengan suamimu?
Dia pasti sudah melakukan hal yang sama!
Jangan macam-macam. Waktunya makan siang.
Siap, beri salam!
Terima kasih!
- Kau ingin memutar sesuatu? - Aku lebih cepat darimu!
- Hey, Kelinci Eun! - Apa?
Kelinci Eun - sebutan untuk penggemar Eun Ji-won dari Sechs Kies
Kau ingin membuatku mendengarkan grup
yang bahkan tak punya 1000 fans?
- Hey, Istri Tony! - Apa?
Istri Tony - sebutan untuk penggemar Tony An dari H.O.T.
Apa kau tak tahu bahwa Sechs Kies memenangkan K-Pop Top 10 minggu ini?
Beritahu aku saat mereka memenangkan Golden Cup.
Apa kau tak malu?
Di konser Speed 0112, penggemar Sechs Kies hampir tak ada.
Balon-balon kuning di tengah seluruh balon putih...
Terlihat seperti telur goreng.
Apa kau bercanda?
H.O.T. itu sangat jelek. Sechs Kies jauh lebih tampan.
Jelek? Beritahu Jae-jin dan Jae-deok agar berhenti menggunakan dialek!
Beritahu Woo-hyuk! Kemarin dia menggunakan dialek di radio. Dia terdengar menyeramkan.
Beritahu Kang Sung-hoon untuk melakukan sesuatu pada bibirnya.
Beritahu Moon Hee-jun berhenti menempelkan rambut ke pipinya.
Dia tidak menempelkannya!
Jangan marah. Mereka tak layak untuk itu.
Sechs Kies hanya mengikuti H.O.T.
Apa? Apa katamu?
Stop! Stop!
Masuk!
Kau lebih baik dalam melempar three-point daripada Woo Ji-won!
Baiklah, ayo lepas. Kau berat.
Bagaimana lenganmu?
Masih sakit. Itulah kenapa mereka mendapatkan 10 poin!
Skornya sama meski Hak-chan bermain sendiri.
Berhenti mengejar bola dan lihat aku!
Aku jago main sepak bola...
Teman-teman!
Si-won bertengkar dengan Kelinci Eun! Hentikan mereka!
- Kelinci Eun? - Penggemar Eun Ji-won!
Apa yang kau lakukan? Hentikan dia! Si-won akan membunuhnya!
- Kenapa kau begini? - Apa? Apa!
- Stop, Si-won! - Dia datang! Dia datang!
- Stop! - Dia menyerangku duluan!
Darah... Aku akan membunuhmu hari ini!
Terima kasih, Yoon-jae!
Kakiku...
Ibu...
Eun Ji-won?
Dia sudah gila...
Jika kau membungkus seladanya seperti ini, akan mencegah gangguan pencernaan.
Pria Seoul memang berbeda! Kuharap suamiku seperti itu...
Dia itu playboy! Dia mencoba untuk tidur dengannya!
Apa salahnya? Mereka hanya akan punya bayi lagi!
Dokter, bagaimana hasilnya?
Bagus sekali. Kankernya tidak menyebar.
Kau bahkan tak memerlukan kemoterapi.
Benarkah? Itu bagus!
Kau berbohong.
Apa?
Kau berbohong, kan?
Untuk apa dia berbohong? Kau konyol.
Aku tak berbohong. Maka mulailah berolahraga!
Terima kasih, Dokter.
Aku akan memberitahu detilnya nanti.
Terima kasih!
Ayo kita berolahraga.
Selamat! Kau begitu beruntung.
Kau harus berolahraga dengan baik untuk mencegah tumor itu tumbuh kembali.
Terima kasih!
- Ya ampun. - Kau tak perlu malu.
Bahkan kentut tercium wangi saat mereka jatuh cinta.
Suamiku pasti marah jika aku seperti itu.
Jangan biarkan dia lolos! Pukul saja dia!
Akhir-akhir ini kau jadi sering cigukan.
Aku merasa tak enak badan.
Sayang? Sayang!
Dia mengidap kanker. Dia hanya punya 3 bulan.
Kanker? Itu tak mungkin. Dia sangat sehat!
Aku belum tahu tentang detilnya, tapi kurasa kankernya sudah stadium akhir.
Kita akan terlambat! Sekarang sedang jam macet.
- Sepertinya aku tak bisa pergi hari ini. - Kenapa?
Aku sudah berjanji pada Si-won bahwa aku akan mengantri dengannya.
Hari ini ada pertandingan besar! Kau akan menyesalinya.
Hey! Biarkan aku meminjamnya satu hari saja.
Bagaimana dengan tiket terakhir?
Aku akan pergi!
Ini adalah pertandingan basket! Apa yang kau tahu tentang basket?
Aku suka basket!
Si-won, pergilah dengan Joon-hee.
- Aku akan pergi menonton pertandingan. - Oke. Ayo kita pergi!
Kau benar-benar akan ikut? Jangan tertidur saat pertandingan.
Kubilang aku suka basket!
Kenapa kau seperti ini?
Itu hanya drama. Itu tak nyata! Kenapa kau begitu memperdulikannya?
Itu tetap berhubungan dengan kenyataan. Ada kebenaran dalam fiksi.
Pada akhirnya aku akan mati karena kanker.
Aku harus pergi ke gunung untuk menjadi petapa.
Lagi? Oper ke Heo-jae! Heo-jae!
Lempar! Masuk!
Heo-jae sangat hebat!
Dia terbang hari ini!
Dia bahkan tidak sedang mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Jika ia mengeluarkannya, pertandingan ini akan langsung selesai.
Kapan dia mengeluarkan kemampuannya?
Saat ia marah.
Tahun 1996, ada pertandingan melawan Cina.
Lengan kirinya patah.
Tapi dia mencetak 35 poin sendiri.
Dia bahkan tidak sedang mengeluarkan kemampuannya yang terbaik.
Tapi itu adalah tangan kirinya.
Dia kidal.
Wow...
Mereka sudah mencetak 6 poin?
Tunggu! Kenapa itu dibilang walking? Tidak mungkin!
Ini tidak masuk akal!
Sepertinya ia memang walking.
Dia berjalan 3 langkah. Itu memang walking.
Kau benar-benar mengetahui sesuatu tentang basket.
Mereka tak bisa menang dengan hanya satu pemain hebat!
KIA seharusnya membawa pemain yang lebih hebat.
Akan sulit menang tahun ini...
Ada dua macam foul: personal dan technical.
Game foul yaitu walking dan charging dribbling.
Dalam kasus vibration... violation...
Seorang pemain melempar dari sideline.
Apa yang kulakukan?
Siapa pemain favoritmu?
Bank Jaeil yang mana?
Apa Bank Jaeil juga punya tim basket?
Tidak, maksudku untuk tiket konser. Bank Jaeil yang mana?
- Yang di Nampo atau Seomyun? - Seomyun.
Aku harus pergi. Ibu Si-won memintaku membawa Si-won ke rumah sakit hari ini.
Aku baru ingat.
Bye.
- Hey, hey! Halangi Jung In-gyo! - Kau mengagetkanku.
- Berapa detik lagi? - Aku tak tahu!
Jun-hee! Kau masih hidup!
Bukankah kau pergi menonton pertandingan?
- Kenapa kau disini? - Aku datang untuk menemuimu, Jun-hee!
Hey, dia selalu mengekorimu akhir-akhir ini.
Hati-hati! Dia adalah perempuan yang berbahaya.
Mana mungkin dia mengekoriku?
Hey, berikan aku kue ikan.
Hidungmu seperti hidung anjing.
Aku suka kue Gyu-kyung. Aku tak tahu apa yang ini enak.
Semuanya sama.
Apa kau tak bosan duduk disini?
Tidak sama sekali.
Ini, pegang ini.
Hal-hal ini memang...
Pegang yang benar!
Seperti ini. Begini!
No comments yet. Be the first to leave one.