Royalteen

Royalteen (Royalteen: Arvingen)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Royalteen NF-RT-01:48:54
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2023-06-18
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Tamat riwayatmu! Kau dengar aku?

Selamat pagi.

Ibu buatkan roti lapis, tapi buatlah sesuatu untuk makan siang.

Ya, baik.

Bukankah lagu itu agak berlebihan?

Tidak, Ibu rasa itu sempurna.

Begitu?

Senang menyambut hari pertama?

Ya dan tidak.

- Cepatlah. - Ya, aku tahu.

Semua murid harus tiba sebelum mereka. Menarik sekali!

Tidak juga.

Ingat jangan gunakan "kau" kepada mereka.

Lantas apa?

Katakan "Yang Mulia".

- Astaga. Yang benar saja. - Ya!

Ibu cek di Google. Itu benar.

Setelah beberapa saat, silakan katakan apa saja,

tapi jaga etika, kau tahu.

Mereka terbiasa diperlakukan istimewa. Mereka pasti rapuh.

- Terutama si pangeran… - Rapuh? Yang benar saja.

Dia pewaris takhta.

Lihat ini. Apa ini rapuh?

Pangeran Berengsek. Serius?

- Bagus. - Ini tidak bagus!

- Tampaknya dia bersenang-senang. - Astaga.

Kau tahu? Ibu rasa Lena seharusnya senang

dia mendapat kesempatan yang tak didapat remaja lain.

Lagi pula, ibunya, sang ratu, sakit.

- Beliau mengidap sindrom keletihan. - Ya.

Ibu membacanya di majalah.

- Ibu yakin dia juga menderita. - Ya, tentu.

Pasti menyulitkan.

Aku harus berangkat.

- Oke. - Dah.

- Bergembiralah. - Ya.

Nanti Ibu suruh susumu memasukkan makerelnya ke kulkas.

Ya, boleh juga.

Panggil mereka "Yang Mulia"!

Tidak.

- Apa ekspektasimu tahun ini? - Semoga ini menyenangkan.

Apa Ratu…

Aku bersemangat. Senang bertemu yang lain lagi.

Permisi.

- Di mana ruang kelas 2-B? - Di sana.

Terima kasih.

Gunnar, kau sungguh teler.

Tidak.

- Kau teler. - Tidak.

Semalam kau teler!

Tidak. Kalian bercanda?

Serius, ayo sadarlah.

Kau yang harus sadar. Kau pingsan tadi.

Kau terlalu mabuk untuk ingat, berbaring di lantai selama 30 menit.

- Kau tak bisa dibangunkan. - Sepuluh menit, maksimal.

- Setengah jam. - Tapi bukan karena aku mabuk.

Senang mendengar kalian bergembira. Bagus sekali.

Hai. Kau Lene?

Senang bertemu denganmu.

Aku Ove. Selamat datang di kelas.

Semua akan baik-baik saja.

Berkatilah Tanah Air!

Maaf kami terlambat.

Kalle harus merapikan rambutnya dulu.

Tampak bagus, Kalle!

- Harus, ya? - Perlu dua jam.

Mungkin 2,5 jam.

- Hai. - Kalle.

- Lena. - Hai, Lene. Salam kenal.

Lena.

Namaku Lena, dengan "A".

Seperti lagu "Ayo, Lena".

Apa?

- Lagu Håkan Hellström. - Oke.

Ayo, Lena

Lupakan saja. Ibuku memutarnya pagi ini.

Dia menyukai lagu itu.

Entah apa maksudmu, tapi halo, Lena. Salam kenal.

Semuanya, silakan duduk agar kita bisa mulai.

Margrethe, kau suka pulpennya?

Ini darimu?

Aku melihatnya dan terpikir dirimu,

karena kau seorang putri.

- Oke, semuanya. - Terima kasih.

Ya!

Ini menyenangkan.

Aku ingin menyambut kalian di hari pertama tahun ajaran ini.

Melihat kalian di sini

membuatku berpikir liburan musim panas kita terlalu singkat.

Kita kedatangan murid baru tahun ini.

Namanya Lene. Dia duduk di sebelah Karl Johan.

Bagi yang belum berkenalan, silakan lakukan sekarang.

Hai, Lene.

- Hai, Lene. - Halo.

Halo.

Lena.

- Apa? - Namanya Lena.

Dia dinamai dari lagu Håkan Hellström.

Ya, kau benar. Lihat itu.

Lena. Aku minta maaf karena salah ucap, Lena.

Jelas salah. Lena, Lena, Lena.

Oke, baiklah…

Tahun ini, aku akan mengajar…

- Hei. - Halo, Sayang.

Kita butuh susu.

- Bagaimana? - Lumayan.

Bagaimana mereka?

Kau bilang "Yang Mulia"?

Bu…

Mereka punya pengawal?

Mereka habiskan pajak kita untuk itu.

Jangan mulai bergaya republikan.

- Aku yakin Raja baik. - Aku merasa seperti keluarga kerajaan.

- Aku yakin beliau baik. - Ini sangat tidak demokratis.

- Mereka tak punya kuasa. - Itu cuma…

"Penting bagi kerajaan untuk berhubungan dengan rakyat."

- Oke. Siapa yang mengucapkannya? - Putri Diana.

- Kau menyukainya. - Tentu.

- Dah! - Mau berolahraga?

- Ya. - Ajak Theodor bersamamu.

Aku ingin berlari.

Itu akan memberimu dorongan.

Kami harus pergi ke toko pangan.

- Hai. - Baiklah, kita butuh popok.

Tamat riwayatmu.

Yang benar saja.

Kau kedinginan?

Pakai topi ini.

Aku bawa selimut. Mau kupakaikan?

Tak apa-apa.

Lena?

Berolahraga di bukit juga?

Tempat terbaik di Nordmarka.

Kau bukan sedang berolahraga.

Siapa bayi ini?

Adikku.

Kami menuju Ullevålseter, lalu ponselku mati,

kemudian kereta bayinya tersangkut, lalu kami harus pulang.

Aku belum pernah lari di sini.

Oh, begitu. Kalian agak keluar jalur.

Jadi, aku agak

tersesat.

Sudah berjalan jauh?

Dari Jalan Grevling, dekat lapangan tenis.

Lapangannya tepat di sini.

Kau bisa ke arah sana.

Ya.

Oke.

Kau benar.

- Bagus. - Ya.

Seru, ya?

Sudah.

Halo, Nak.

Terima kasih atas bantuanmu.

Sama-sama.

Apa pun agar tak perlu berlari lagi.

Jangan digaruk.

Jangan. Perhatikan.

Jangan bergerak.

Sudah.

Lihatlah.

Masih utuh.

Aku benci serangga.

Jika merasa gatal atau ada ruam,

periksakan dokter.

Tapi seharusnya kau baik-baik saja.

Bisanya tak perlu diisap?

- Seperti gigitan ular? - Ya.

Kutu dan kobra berbeda.

Sudah kuduga.

Sebagai ucapan terima kasih, mari kuantar ke pesta di hari Jumat.

Pesta?

Ya, pesta kolam renang di rumah Ingrid. Semuanya datang.

Aku tak bisa besok, jadi…

Tak apa. Pestanya hari Jumat.

Itu maksudku.

Karena?

Ada PR dan kami kedatangan tamu.

Omong-omong,

aku perlu foto penyelamatku.

Bawalah baju renang.

Inilah dia. Si selebritas.

Hai, Lena. Kita belum berkenalan dengan benar. Aku Ingrid.

Salam kenal.

- Astrid. - Lena.

- Hai. Aku Fanny. Salam kenal. - Lena.

Bagaimana kalian saling kenal?

Siapa?

Kau dan Kalle?

Kami kenal di kelas.

Oh, begitu. Lalu kalian berjalan-jalan ke hutan bersama?

- Tampaknya seru. - Kau merencanakannya atau…

Tidak, aku cuma mengajak adikku jalan-jalan

dan kami tersesat.

Sebenarnya itu menakutkan.

Fotonya membuat itu tampak menyenangkan.

Itu cuma soal kutu.

Dia digigit kutu dan agak panik,

jadi aku membantunya.

More Indonesian subtitles for Royalteen

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left