The first 200 lines.
Kakek!
Kakek, cobalah ini.
Aku?
Ya, aku Dongil Lee.
Ayah, ini aku.
Kau salah nomor.
Ayah! Ayah!
Aku tidak punya anak sepertimu.
Ayah....
Anggur merah cocok sekali dengan keju.
Apa? Kenapa mati?
Berdasarkan UU Perlindungan Anak, untuk sore hari,...
...akses usia di bawah umur ke tempat permainan dilarang.
Terima kasih.
Sudah pukul 10:00.
Tapi aku menang.
Kau tidak mau ikut?
Hari ini?
Ya.
Baiklah.
Permisi.
Hei, berhenti di sana sebentar.
Bagus.
Aku?
Berapa usiamu?
Apa maslahnya?
Apa kau pergi sekolah hari ini?
Kenapa kau tidak sekolah?
Kenapa?
Tolong kartu identitasnya kalau kau bukan siswa.
Apa?
Dia adalah adikku.
--Benar tidak? -Apa...
Kau siapa?
Jawab aku, kau adalah remaja, benar?
Aku cuma siswa SMA.
Apa ini?
Kenapa? Aku masih punya waktu tersisa.
Kau tidak apa-apa?
Memangnya aku siapa?
Itu baru saudaraku!
Sudah selesai. Kau di mana sekarang?
-Masuklah. -Ya, aku masuk.
Aku tak suka gaya mereka.
Jadi berapa mereka membayarmu untuk per jam?
80 sen!
Saat warnet ditutup sementara selama sebulan,
pelanggan tetap akan kembali nanti.
Ada moralitas komersial.
Kenapa mereka membuka bisnis yang sama di depan tempat usahaku?
Bisakah kami pulang sekarang?
Baiklah. Aku juga akan pergi.
Kerja yang bagus.
Akan kuberi kalian gratis 3 jam di kunjungan kalian nanti.
-Ya. -Ya.
Jadi kita tidak bisa bekerja untuk sebulan?
Kenapa kita harus khawatirkan itu?
Ya. Apa rencana hari ini?
Aku telepon Gaeul?
Kenapa telepon dia?
Kau tidak ingin aku menelponnya?
Kapan kau memanggil dia dan mereka datang ke sini?
Aku yang menelepon Gaeul.
Kalau mereka? Entahlah.
Sayang.
-Enak? -Enak sekali.
Jaehoon! Aku mau itu.
Kau bercanda?
Biar aku bayar.
Bu, berapa harga yang itu?
3 dolar?
Ini.
Terima kasih.
-Ambillah. -Baik.
Tidak perlu dikembalikan, sungguh.
Bicaralah padanya dengan benar, bodoh!
Jangan seperti itu, kasihan dia.
Dasar bodoh, dia bisa meluruskan pinggang!
Jangan bilang begitu. Makan saja.
Aku ingin pergi ke pantai.
Apa hubungan pantai dengan ini?
Lihat itu.
Aku ingin pergi kesana! Laut!
-Kau mau ikut? -Ya.
Tubuh gadis itu luar biasa, benar?
Kau punya SIM?
Mari pergi ke sana. Bagaimana?
Tidak ada tempat seperti itu di Korea, Bung.
Kenyangnya.
Ayo pergi.
Tidak ada gadis seperti itu di Korea.
Baunya seperti daging.
Apa kau baru makan daging?
Ya.
Anakku.
Sebaiknya aku pergi ke AS
Berapa lama?
Kenapa kau bersikap seakan tidak akan pulang lagi?
Dua bulan.
Sementara itu kau tinggal saja di rumah kakekmu.
Mengapa? Aku bisa tinggal di sini.
-Kau tidak percaya padaku? -Ya, aku tidak bisa percaya.
Lagipula kau tidak melakukan apapun.
Aku sering diasingkan di sekolah.
Itu tidak bisa dielakkan lagi.
Jadi kau tidak perlu pergi.
Itu kesepakatan.
Pekerjaan ini bisa menyita hidupku.
Aku harus pergi.
Tidak perlu pergi.
Kau harus membawaku pergi atau biarkan aku di sini sendiri.
Kau tidak tahu aku benci pria tua keras kepala itu?
-Kau juga membenci kakek. -Aku tidak benci dia.
Siapa yang bilang begitu?
Lupakan saja. Aku mau tidur.
"Akan ada pemeriksaan rumah.
"Aku beritahu kata sandi pintu pada mereka."
Jadi, kau meninggalkan anakmu untuk seorang wanita?
Bukan meninggalkan. Ini konsinyasi.
Setelah dewasa kau akan mengerti pemikiranku juga.
Yang benar saja!
Jadi kapan kau akan pergi?
Minggu depan.
Ms. Park.
Kau sudah lama menunggu?
- Kau datang seperti ini? - Ya!
Aku datang naik sepeda jadi aku lapar sekali.
Mari kita makan.
Baik.
Lewat sini.
Silakan pilih produk yang diinginkan
Kakek, tolong pesan untuk kami juga.
Kami tidak punya kartu.
Aku akan menggantinya.
Aku ingin paket burger ayam.
Aku ingin bulgogi.
-Burger udang mozza? Itu baru. -Ya, benar.
-Persik mangga! -Persik mangga!
-Kita sehati! -Lalu kita makan apa?
Kakek!
Apa? Dia pasti tuli.
Kalian mengenalku?
Kenapa kalian panggil aku kakek?
Aku tahu kau bukan kakekku.
Celana apa itu? Kelihatannya lucu.
Ya ampun!
Ayo potret!
Biar aku saja.
Di sini berisik.
Ini tempat remaja-remaja berkumpul, kenapa kalian ada di sini?
Ini tidak buruk, kurasa aku jadi lebih muda.
Ny. Yang, kau mau minum apa?
Tidak, tidak perlu.
Ngomong-ngomong, apakalian sudah dengar?
Apa? Apa yang terjadi?
Kalian pasti tahu gang sempit itu,...
lalu di ujung gang sempit itu...
Telah terjadi sesuatu di sana.
Aku bisa jadi gila.
Mari kita bicara di luar.
Ya Tuhan, aku tidak suka tempat ini!
Tapi makanannya masih ada.
Apa kalian tahu?
Beberapa hari lalu, kalian tahu ibunya Jungsik?
Dia diculik oleh orang-orang jahat di gang sempit itu.
Dia memang pamerkan kalung dan cincin di tubuhnya.
Ya Tuhan, lalu bagaimana?
Untunglah dia segera dibawa ke rumah sakit.
Aku baru saja dari rumah sakit. Dia kelihatan amat shok.
Jadi kalau kita sudah tua,
kita harus melindungi diri sendiri.
Kita harus olahraga juga!
Ya, Tn. Lee.
Kau yang masih muda. Bokongmu kelihatan segar.
Apa? Apa yang kau lakukan?
Astaga.
Kau tak perlu khawatir.
Ada apa?
Halo.
Aku Jaehoon Lee.
Apa?
Sudah lama kita tidak bertemu.
Kurasa kau pasti salah paham, jadi aku sudah siapkan ini.
Kemudian...
Ini dia.
Ini aku.
Aku baru mendapatkan SIM sebulan yang lalu.
Silakan diperiksa.
Kemudian?
Aku tidak punya tempat tinggal.
Ayah pergi ke Amerika. Rumah saat ini sedang disewakan.
Ayah menyuruhku tinggal di sini selama dua bulan...
...lalu aku dapat rumah sendiri.
Siapa yang bilang seperti itu?
Ayahku adalah anakmu, jadi aku adalah cucumu.
Apa kau tahu sudah berapa lama aku dan ayahmu tidak bertemu?
Kurasa kamar ini kosong. Tempat tidurnya nyaman.
Boleh aku gunakan kamar ini?
Omong kosong!
Keluar!
No comments yet. Be the first to leave one.