Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 150 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-08-05
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Apa kamu menikmati makan siangmu? - Ya. Aku menikmatinya.

Porsi makanku sedikit dan aku sering makan.

Aku makan sebelum syuting,

tapi aku cepat lapar.

Entah kenapa aku sangat lapar

dan ternyata karena aku terlalu banyak bicara.

Ya. Kamu banyak bicara.

Di antara semua orang yang kulihat, kamu yang paling cantik.

"Dia malu"

- Dia tipe yang kusukai. - Aku

sering dipuji hari ini.

Aku juga tetap seorang wanita.

Aku juga tetap seorang wanita.

- Kamu tetap seorang wanita. - Aku tidak pernah

- merasa senang seperti ini. - Kamu tetap seorang wanita.

Kamu mengatakan dia mirip kamu.

"Karena itukah dia banyak memujinya?"

Seperti yang kalian tahu...

- Apa sudah dimulai? - Baru saja. Ya.

- Astaga. - Sudah dimulai.

- Benarkah? - Ya.

Bahkan yang kita bicarakan tadi akan ditayangkan.

"Sebenarnya sudah lama dimulai"

Kamu bilang suamimu tidak penuh cinta

seperti yang dipikirkan orang lain, dan itu juga akan tayang.

Apa?

Kamu sungguh membuatku terkejut.

Apa kamu benar-benar mulai bekerja saat SMP?

- Atau saat kamu SD? - Sejak kelas enam.

Kamu memulai debut tahun 1981.

Ya.

Kamu cukup cepat memulai debut.

Waktu itu, semua orang punya

- foto dirinya yang dilaminasi. - Ya.

Semua pria punya.

- Dia sepopuler itu. - Ya. Dia populer.

Aku penasaran. Apa anak-anakmu

tahu persis bahwa kamu dahulu populer?

Apa mereka tahu?

Kurasa mereka tidak tahu betapa populernya aku dahulu.

Mereka tidak mungkin tahu.

- Mereka hanya dengar soal itu. - Ya.

Saat putraku kelas empat, dia pulang dari kegiatan taekwondo.

Dia berlari kepadaku dan berkata,

"Ibu."

"Gadis di kelas taekwondo-ku tahu nama Ibu."

"Dia tahu Ibu dan Ayah."

Waktu itu, aku sadar mereka tidak tahu.

Kini saat kami keluar,

mereka berkata kepadaku, "Ibu, mereka memandangi Ibu."

Sekarang mereka melindungiku.

Sekarang anak-anakmu berperan menjadi pelindung.

- Benar. - Benar, bukan?

Aku masih ingat ini. "You Know What?"

- "It's a Secret". - "It's a Secret".

Aku ingat menonton film itu.

Kamu membintangi film itu bersama suamimu, bukan?

Ya.

"You Know What? It's a Secret"

Dia sangat tampan.

Dahulu dia sangat tampan.

"Hee Ra dan Soo Jong saat berusia 20-an"

- Dia cantik. - Perlukah kubahas soal kampus?

Momen ini lebih berharga bagiku.

Di sanakah kalian berdua bertemu?

Tidak, kamu bertemu sebelum itu.

Kalian saling kenal.

Ada sebuah acara berjudul "The Parade of Youth".

- Itu sebuah acara. - Kami jumpa sebagai pembawa acara.

Waktu itu aku murid SMA.

Lalu kalian berpacaran sekitar lima sampai enam tahun.

Saat aku penasaran apa aku

menyukai dia adalah

saat aku jadi mahasiswi senior.

Saat itulah aku makin menyukainya.

Sampai saat itu

aku sangat menyukainya.

Kalian selalu bersama.

Dia selalu menjagaku layaknya seorang kakak.

Ibuku juga memperlakukannya seperti putranya.

Lalu... Sebenarnya, dia tidak utarakan perasaannya padaku dahulu.

Dia melakukan itu kepada kakakku.

- Dia dengan hati-hati... - Apa?

Maksudku...

Maksudku bukan dia mengutarakan perasaannya kepada kakakku.

Astaga.

- Benar. - Ya.

Maaf.

- Aku... - Apa yang kamu bayangkan?

Aku menerima semua hal secara harfiah.

- Terkadang, aku bisa naif. - Aku tidak bilang itu benar.

Dia memberi tahu kakakku bahwa dia menyukaiku.

Dia tanya kakakku apa dia boleh mengutarakan perasaannya padaku.

Dan kakakku melarangnya mengutarakan perasaannya padaku.

Dia bilang aku sangat muda,

dan itu akan membuatku terkejut, dan malah kabur darinya.

Dia menyuruhku menunggu sampai aku lulus.

Kakakmu lebih tua berapa tahun?

Dia dua tahun lebih tua dariku.

Kakakmu dewasa.

Kakakku menyuruh dia menunggu.

Dia bilang aku

belum tertarik dengan pria

dan aku akan kabur.

Jadi, kakakku menyuruhnya menunggu.

Setelah waktu berlalu,

apa dia mengutarakan perasaannya kepadamu?

Tapi dia tidak pernah...

Tapi dia tidak pernah melamar secara resmi.

Aku hanya menduga aku akan menikahinya

saat aku lulus kuliah.

Aku didorong oleh kekuatan yang tidak kasat mata.

- Kamu hanya mengikuti arus. - Ya, aku mengikuti arus.

- Itulah yang terjadi. - Aku tidak paham.

Suamimu terkenal tampil dalam acara-acara romantis.

Karena itu dia mulai melakukan semua acara itu.

Apa karena dia tidak pernah melamar secara resmi?

Suatu hari, aku berkata padanya.

Aku bilang aku menikah tanpa lamaran resmi.

Saat aku beri tahu dia, dia pasti merasa menyesal.

Jadi, setelah kami menikah,

dia mulai membuat banyak acara.

Selama 27 tahun, Soo Jong

menurut pandangan orang lain,

sangat penuh kasih sayang. Dia juga sangat konsisten.

Bagaimana dia sekarang? Sesayang apa dia?

Dia masih tetap sama.

Dia masih tetap sama.

Dia masih tetap sama.

Apa kamu masih berbunga-bunga?

- Aku? - Ya.

- Aku? - Ya.

Dia terdengar sangat terkejut. "Aku?"

Maksudku...

"Aku? Apa Soo Jong membuatku berbunga-bunga?"

Sejujurnya,

- aku tidak berbunga-bunga lagi. - Kamu tidak merasakannya.

- Tapi aku masih mencintainya. - Tentu saja.

Mencintainya dan berbunga-bunga adalah hal yang berbeda.

Jika kamu terus berbunga-bunga, kamu akan mati.

- Ya? - Tentu saja.

Dia pernah mengatakan ini padaku.

Katanya dia masih berdebar-debar saat memegang tanganku

dan bertanya apa aku tidak merasa jantungku berdebar.

Setelah diam sejenak, aku berkata,

"Jika jantungku tidak berdetak, aku pasti mati."

- Jantungku selalu berdetak. - Benar.

Tapi itu menjawab pertanyaannya.

Aku hanya mengubah topik obrolan dengan setengah bercanda.

Aku ingin jujur. "Aku masih mencintaimu."

- "Tapi aku tidak berbunga-bunga." - Kamu tidak berbunga-bunga.

- Itu jujur. - Dia akan sakit hati.

Benar.

"Hari hujan yang dingin di musim panas"

Itu Won Hee.

"Perubahan Temanku"

"Uiryeong, Provinsi Gyeongsang Selatan?"

Uiryeong. Itu di Provinsi Gyeongsang Selatan.

"Sedang apa dia di Uiryeong?"

"Kenapa dia membawa sebuket bunga?"

Aku tidak boleh membawa masuk bunganya, ya?

Kamu tidak boleh.

Boleh kutinggalkan di sini?

- Halo. - Selamat datang.

"Apa ini"

"Aula konser?"

"Apa ini tempat dudukku?"

"Kenapa dia datang ke konser di Uiryeong?"

"Terkejut"

Apa?

- Apa ini? - Kenapa kamu memakai kacamata?

Penglihatanku buruk. Apa kamu akan tampil?

Apa ini?

Kenapa kamu pakai tuksedo?

"Teman kuliah Won Hee, Aktor Lee Chul Min"

- Itu Lee Chul Min. - Itu Lee Chul Min.

Jika datang ke konser seperti ini, kamu harus berpakaian rapi.

Kamu memakai tuksedo. Kamu menghadiri seremoni penganugerahan?

Astaga, kamu ketinggalan zaman.

- Setidaknya pakai dengan benar. - Apa tidak lurus?

Baru-baru ini mereka membintangi drama yang sama.

Benar.

- Aku rabun jauh. - Baiklah.

Banyak orang datang walaupun hujan.

Kamu benar.

- Kita harus mematikan ponsel. - Ya.

Sudah mulai.

"Antusias"

"Konser apa itu?"

"Konser orkestra?"

Ini konser klasik.

Ini konser orkestra.

"Kagum"

"'Thus Spoke Zarathustra' oleh Richard Strauss"

Ini dia.

"Sang konduktor masuk"

"Kim Hyun Chul?"

Tunggu.

Apa itu Hyun Chul?

"Kim Hyun Chul adalah konduktornya?"

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left