En duva satt på en gren och funderade på tillvaron
The first 196 lines.
STUDIO 24 MEMPERSEMBAHKAN
SEEKOR MERPATI BERTENGGER DI SEBATANG DAHAN MERENUNGKAN KEHIDUPAN
BAGIAN TERAKHIR TRILOGI TENTANG MENJADI SEORANG MANUSIA
TIGA PERTEMUAN DENGAN MAUT
PERTEMUAN DENGAN MAUT NO. 1
PERTEMUAN DENGAN MAUT NO. 2
- Halo. - Hai.
Ibuku ada di sini, aku anak sulungnya.
Saudara-saudaramu ada di dalam, silakan bergabung dengan mereka.
Terima kasih banyak, aku sedikit terlambat.
- Tak apa. - Terima kasih banyak.
- Halo. - Halo.
Bagaimana keadaannya?
Dokter bilang tak akan terjadi apapun malam ini.
Jadi menurut dokter, kita bisa pulang.
Apa ini? Tas tangan?
Bagaimana Ibu bisa mendapatkannya?
- Siapa yang membawanya ke sini? - Aku.
- Kenapa? - Ibu yang menyuruh.
- Apa maksudmu? - Ibu yang menyuruhku.
Ibu pikir bisa membawa tas itu ke surga.
Ya, dia benar-benar ingin membawanya.
Kau terlihat mabuk.
Dan sikapmu selalu kasar.
Kalian tahu isi tas itu, 'kan?
Tentu.
Semua perhiasannya.
Arloji emas milik Ayah,...
...cincin kawin dan kancing manset.
Dan aku tahu ada sebuah amplop.
Isinya uang hasil penjualan mobil.
- $70.000 lebih! - Ya, aku tahu.
Tak bisa.
Kita tak bisa meninggalkan tas ini di sini.
- Kalian mengerti tidak? - Coba saja ambil.
Aku tahu Ibu akan masuk surga.
Ibu selalu baik...
...seperti Ayah.
Ayah sekarang ada di surga...
...menunggu Ibu.
Ayah tak diijinkan membawa arloji emasnya.
Sudah kubilang.
Ibu tak boleh membawa tas ini ke surga.
Tak boleh.
Tidak diperbolehkan.
Ibu akan mendapat perhiasan baru di surga.
Tak perlu membawa tas ini!
Bukan begitu caranya!
PERTEMUAN DENGAN MAUT NO. 3
Kelihatannya kurang baik.
Benar.
Apa ada gunanya jika memanggil helikopter?
Tidak.
Dia sudah meninggal.
Kami sudah berusaha menyelamatkannya...
...selama setengah jam.
Tak ada yang bisa dilakukan.
Dia benar-benar sudah meninggal.
Kalau begitu,...
...kita butuh tandu...
...dan membawanya ke kabin yang kosong.
- Jika ada kabin yang kosong. - Ada.
- Boleh aku bertanya? - Silakan.
Makanan ini mau diapakan?
Apa maksudmu?
Dia sudah membayarnya.
Pertanyaan bagus.
Makanan itu tak boleh dibayar dua kali.
- Coba tawarkan saja. - Baiklah.
Ada yang mau makanan ini?
Roti isi udang dengan segelas bir, gratis.
Aku mau birnya.
Silakan, pak.
Terima kasih banyak.
Ya.
Aku senang kau baik-baik saja.
Aku senang kau baik-baik saja!
Ya.
Halo.
Mungkin kau mengenali aku.
Mungkin beberapa orang mengenali aku.
Aku seorang kapten kapal, atau dulunya begitu.
Selama hampir 15 tahun...
...aku menahkodai salah satu feri terbesar.
Tapi sekarang tidak lagi.
Aku harus berhenti,...
...karena merasa pusing setiap kali meninggalkan pelabuhan.
Bisa dibilang semacam mabuk laut.
Jadi di sinilah aku sekarang.
Masalahnya adalah suami adikku,...
...saudara iparku, sebagaimana mereka menyebutnya,...
...sedang sakit.
Dia seorang tukang pangkas rambut, ini salonnya.
Aku berjanji...
...untuk membantunya sampai dia sembuh.
Setidaknya, mencobanya.
Aku pernah belajar memangkas rambut saat di militer.
Itu sudah lama sekali, tapi aku mengingatnya sebagian.
Setidaknya aku akan mencobanya.
Berusaha semampuku.
Mau bagaimana lagi?
Halo?
Ya.
Aku senang kau baik-baik saja.
Kubilang aku senang kau baik-baik saja!
- Halo, Nathan. - Halo.
- Apa kabar? - Lumayan.
- Ada orang yang nasibnya jauh lebih buruk. - Benar.
Kupikir kau potong rambut?
Tidak jadi?
- Mungkin tidak. - Kenapa?
- Aku tak ingin membicarakannya. - Kenapa?
- Aku tak mau membicarakannya, mengerti? - Kenapa marah?
Aku tak marah.
Kau marah. Salah apa aku?
Kau bersikap cengeng lagi.
Salah apa aku?
Ada apa? Kenapa dia sedih?
Bukan apa-apa. Dia itu cengeng.
Mungkin aku bisa membelikannya bir?
Dia tak boleh minum sekarang. Kami akan mengunjungi konsumen.
- Apa pekerjaan kalian? - Di bisnis hiburan.
Kami menjual barang-barang unik.
Kami ingin membantu orang-orang mendapatkan kesenangan.
- Barang apa saja? - Gigi vampir.
Gigi vampir?
Sudah lama populer.
Kami juga menjual kantong tertawa.
Barang klasik.
Lalu ada barang baru yang sangat kami andalkan.
- Apa sebaiknya kutunjukkan padanya? - Ya, sebaiknya begitu.
Paman Gigi Satu.
Halo, ini Ove Bergius.
Apa kabar?
Aku hanya ingin memeriksa...
...tentang kemungkinan adanya kesalahpahaman.
Aku keliru mengenai tanggalnya.
Dan mungkin juga waktunya.
Aku menduga mungkin inilah penyebabnya.
Aku ada di luar restoran.
Aku sudah masuk dan bertanya beberapa kali...
...apa ada seseorang yang menelepon...
...untuk membatalkan janji.
Tapi mereka bilang tidak ada.
Pasti aku yang salah paham.
Sayangnya, mungkin saja begitu.
Nah...
...bisakah kau menegaskan jika akulah yang...
...membuat kesalahan tentang tanggalnya...
...dan mungkin juga waktunya?
Kau bisa meninggalkan pesan di mesin penerima pesanku...
...seandainya teleponnya tidak kuangkat.
Aku minta maaf karena telah merepotkanmu.
Aku tak bermaksud begitu.
Terima kasih banyak.
Sampai jumpa.
Ya?
Kami ingin menawarkan beberapa produk kami.
Baiklah.
Salah satu barang yang paling laris...
...adalah gigi vampir ini.
Dengan...
...taring ekstra panjang.
Tolong tunjukkan padanya.
Cukup.
Sudah cukup, dia sudah melihatnya.
Kenapa kau marah?
Dia sedikit sensitif.
Tidak, kaulah yang selalu bersikap kasar.
Lalu ada barang klasik ini,...
...kantung tertawa.
Selalu bisa menghadirkan gelak tawa di pesta-pesta,...
...baik di rumah maupun di kantor.
Kami ingin membantu orang-orang mendapatkan kesenangan.
Lalu ada barang baru yang sangat kami andalkan.
Paman Gigi Satu.
Masuk.
Permisi. Ini berapa?
Kurasa barang-barang ini tak cocok untuk kami.
Tapi terima kasih sudah mampir.
Terima kasih.
Tak ada pesan.
Mau tambah lagi?
Mau tambah lagi?
- Mau tambah lagi? - Ya, tentu.
- Dia kesulitan mendengar. - Seharusnya dia bersyukur.
Tak perlu mendengarkan semua omong kosong ini.
Sedang merasa murung, Gunnar?
Mau bagaimana lagi?
Dia pelanggan setia...
...selama 60 tahun lebih.
Dia sudah minum banyak sekali.
Ya, banyak sekali.
Apa jadinya hidup ini tanpa...
...minuman?
- Mengerikan sekali. - Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.