Specials

Release info

세상에서 제일 예쁜 내 딸ㆍMother of MineㆍE25-E26-NEXT-VIU
세상에서 제일 예쁜 내 딸ㆍMy Prettiest Daughter In The WorldㆍE25-E26-NEXT-VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-05-05
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 25"

Bu Kang.

Beraninya kamu.

Aku menyukaimu.

Aku amat menyukaimu.

Han Tae Ju.

Sampai jumpa di kantor besok.

Memang kenapa kalau kamu bosku?

Kubilang aku menyukaimu.

Aku punya perasaan terhadapmu.

Kurasa aku mencintaimu.

Halo.

Kamu sudah bermalas-malasan, Anak Baru?

Datanglah pagi ke kantor.

Saat masih menjadi anak baru...

Halo, Bu Kang! - Ya, selamat pagi.

Tampaknya ini bukan pagi yang baik baginya.

Sebentar.

Bu Park...

Biar kulihat...

Ya, Ibu.

Mi Sun.

Kamu mengirim ibumu berlibur?

Apa?

Kamu menyuruh ibu mengurus Da Bin

selagi mengirim ibumu berlibur?

Aku tidak paham maksud Ibu. Liburan apa?

Kamu pura-pura?

Ibu melihat ibumu di bus tur.

Bus tur?

Benar.

Ibu bergegas mengejar bus Da Bin

dan melihat ibumu lewat naik bus tur

sebesar ikan paus.

Bagaimana bisa kamu melakukan ini terhadap ibu?

Lutut ibu sakit berusaha mengejar bus

untuk Da Bin di usia tua ini.

Bagaimana bisa kamu mengirim ibumu berlibur?

Kamu tidak boleh melakukan itu.

Bukan begitu. Aku tidak tahu dia pergi berlibur.

Lupakan saja.

Kamu kira ibu tidak mengenal kamu dan ibumu?

Kamu kira ibu tidak tahu kamu memberi tahu segalanya

kepada ibumu lewat telepon setiap hari?

Ibu tahu kamu dan ibumu menjelek-jelekkan ibu

dan Jin Soo di telepon setiap hari.

Kamu mau ibu percaya kamu tidak tahu itu?

Jangan mengada-ada.

Ibu!

Lupakan.

Kapan kamu pulang hari ini?

Kapan kamu pulang?

Segeralah pulang begitu pekerjaanmu selesai.

Kamu paham?

Kenapa tidak menjawab?

Baik, aku akan pulang.

Bagaimana bisa dia pergi berlibur tanpa memberitahuku.

Apa ibumu pergi berlibur?

Yang benar saja!

Astaga!

Astaga. - Aku amat bersemangat.

Lihat itu? - Lihat!

Ayo. - Ayo jalan.

Apa itu? - Lihat itu!

Sun Ja, cobalah ini. - Astaga.

Manis sekali. - Ya.

Biar kulihat. - Astaga.

Sakit! Hentikan. - Sun Ja!

Sun Ja. - Jangan ganggu aku.

Kalian menikmatinya? - Aku suka pemandian air panas.

Kulitku bercahaya.

Bahkan lalat akan tergelincir di wajahku.

Kamu benar.

Semua stres sirna. - Aku tahu, bukan?

Omong-omong, sudah lama sekali sejak Sun Ja terakhir datang.

Sudah 7 atau 8 tahun kita tidak bepergian, bukan?

Benar. - Kurasa begitu.

Ini kali pertamaku setelah Da Bin lahir.

Bagaimana bisa kamu akhirnya

meninggalkan kesayanganmu?

Hei! Hidupku bukan hanya soal mengurus dia.

Itu maksudku.

Dia mendedikasikan hidupnya untuk anak-anaknya.

Sekarang mereka mau dia berkorban untuk cucunya.

Anak-anak memang yang terburuk di dunia.

Bagaimana bisa mereka amat tidak tahu malu.

Biarkan saja.

Walaupun menyalahkan mereka, tidak ada yang berubah.

Itulah arti hidup.

Musim semi sudah datang.

Aku merasa nyaman.

Apa itu hidup?

Aku tidak peduli!

Aku kemari untuk menikmati udara musim semi.

Serta ini amat nyaman!

Udaranya amat segar dan bunganya indah.

Dia tampak amat senang. - Dia terkagum-kagum.

Sudah lama sejak aku menikmati sakura.

Aku sibuk mengurus Da Bin

sampai tidak sadar waktu sudah berlalu.

Aku hanya tahu itu musim semi saat membeli pakaian musim semi.

Aku hanya tahu itu musim panas saat membeli sandal.

Aku hanya tahu itu musim gugur karena ulang tahun Da Bin.

Saat aku mulai batuk,

kuharap musim dingin segera berakhir.

Astaga! Cukup.

Lupakan Da Bin selama kamu di sini.

Itu terlalu memusingkan? - Ya!

Tapi aku senang kita datang

sebelum bunganya layu. - Kamu benar!

Astaga! - Aku suka.

Aku amat bersemangat. - Ayo.

Cepat!

Minggir. - Minggir.

Minggir. - Ke kanan lagi.

Cukup. - Senyum!

Senyum ke kamera. - Senyum!

Tolong lihat kemari.

Satu, dua, tiga.

Senyum lebih lebar!

Bilang cheese! Satu, dua, tiga.

"Toko Buku dan Penerbitan Dol Dam Gil"

Bagaimana aku tahu?

Ibu sudah pergi saat aku bangun.

Aku tahu dari Paman.

Bagaimana bisa dia pergi tanpa bilang.

Kakak berdebat dengan Ibu.

Katanya dia tidak mau bicara dengan Kakak lagi.

Dia tidak mau menjawab telepon sampai kembali.

Katanya jangan ganggu kebebasannya.

Kebebasan? Konyol.

Yang lain akan mengira

dia dipaksa bekerja.

Itu memang pemaksaan. - Apa katamu?

Dia mengurus rumah dan Da Bin.

Sudah jelas itu pemaksaan.

Hei!

Aku mau bekerja dahulu. Dah.

Yang benar saja.

Kenapa Ibu tidak mengangkat telepon?

Aku akan bicara cepat, jadi, dengarkan baik-baik.

Ibu berlibur.

Dia sudah pergi saat aku bangun.

Aku tahu ini dari Paman dan Ibu tidak bisa dihubungi.

Dia melarang kita meneleponnya

karena dia mau menikmati kebebasannya, paham?

Itu bagus.

Kakak memang berniat mengajaknya berlibur.

Kakak akan melakukan itu saat dia kembali.

Apa? Bukankah Kakak terlalu sibuk?

Kakak mau istirahat sebentar lagi.

Apa? Istirahat?

Apa terjadi sesuatu?

"Surat Pengunduran Diri"

Kak. - Menulislah dengan giat.

Hei, Mi Ri.

Apa-apaan?

Ada apa, Pak?

Nona Kang.

Bolehkah kamu bicara di telepon

untuk alasan pribadi selama jam kerja?

Maaf. Aku terus ditelepon kakakku.

Aku akan berhati-hati.

Bagaimana kamu bisa menulis seperti itu?

Apa kamu bahkan bisa fokus?

Lantas bagaimana?

Aku juga tidak bisa mengurangi jumlah kakakku

atau memutus hubungan dengan mereka.

Pokoknya, ini peringatan.

Tolong fokus di pagi hari

selagi kita menjernihkan pikiran.

Baik, Pak.

Mi Hye, kamu tidak melihat tonik herbal paman?

Maksud paman,

paman memesan tonik herbal untuk tubuh paman yang menua.

Paman minum 22 dari 30 saset sampai kemarin.

Seharusnya ada 8 saset lagi.

Tapi ini tidak ada.

Kamu meminumnya?

Paman tahu kamu suka tonik herbal.

Kamu yang paling mencurigakan.

Mi Hye, kamu meminumnya atau tidak?

Katakan.

Nona Kang!

Maaf.

"Surat Pengunduran Diri"

"Surat Pengunduran Diri"

Pak Kim, aku mau menemui CEO sebentar.

Tentu.

Astaga, aku mengantuk.

Bagaimana jika kita minum kopi bersama?

Tae Ju, buatkan kopi untuk kami.

Tae Ju!

Apa dia baru saja mengabaikan seniornya?

Dia bertingkah aneh hari ini.

Astaga.

Bu Kang.

Apa yang kamu lakukan?

Kita harus bicara.

Aku mau mendapat persetujuan dari CEO.

Mother of Mine subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left