The first 200 lines.
KONSER SENI KIM I-SEOL KOTA ARTIFISIAL
MENURUTMU APA PERAN IBU NEGARA?
Peran ibu negara?
Artinya aku harus menjawab pertanyaan
berasumsi suamiku, Jung Jun-hyeok, menjadi presiden.
Membantu presiden agar dia teguh memegang prinsipnya.
Aku yakin itulah peran dan tanggung jawab ibu negara.
Dia tertarik pada mereka yang dijauhi dan didiskriminasi.
Di dunia ini, ada banyak diskriminasi
yang tak terselesaikan.
Namun, kau tahu,
meski semua orang itu hidup menderita,
dunia terus berfungsi dengan baik.
Sebuah lelucon, bukan?
Sungguh absurd.
Silakan, lewat sini.
Aku akan menjelaskan.
Aula pameran 3, Nona Im So-yeon?
Hadir.
- Nona Shin Su-rim? - Ya.
- Nona Kim I-seol? - Ya.
Kalian bisa melihat rencana denah dan memeriksa masing-masing pos.
Ingatlah satu hal.
Pameran di area kalian bisa berubah.
Jadi, kalian harus menguasai
materi bacaan yang kami berikan.
- Ya. - Ya.
Ayo pindah ke aula berikutnya.
Ini izin yang kita dapatkan dari keluarga artis yang berduka.
Asuransi pameran, termasuk pengiriman.
Tampaknya kini orang hanya tertarik pada lukisan monokromatik,
dan itu membuatku sedikit kecewa.
Bagaimana kau mendapatkan ide untuk pameran ini?
Aku bangga sekali padamu.
Aku belajar dari yang terbaik, meski aku belum mengunggulinya.
Ilmuku masih jauh untuk mengejar keahllianmu.
Ini jurusan dan bakatmu. Jangan rendah hati.
Menyebalkan. Aku akan memberimu pelajaran.
Astaga, aku takut.
Ini untukmu.
Untuk apa ini?
Agar Kepala Jo terlihat bagus di depan kamera saat sidang dengar pendapat.
Agar kecantikan ini bersinar,
semoga permaisuri yang berkuasa memberinya izin.
Benar, bukan?
Beri aku waktu dua hari.
Aku akan mengurus semuanya.
Kau harus percaya padaku.
Tentu saja aku percaya.
Kau Yoon Jae-hui.
Mohon tanda tangan di sini.
Di sini.
Di mana Jae-hui? Belum datang?
Di mana dia sekarang?
Dia pasti terlambat
setelah rapatnya dengan kolektor untuk pameran.
Dengan siapa?
Bu Kwon Min-seon.
- Istri Jo Gang-hyeon? - Ya.
Tahukah dia hari ini pemakaman kakeknya?
Aku melihat jadwalnya setiap pagi.
Lalu dia sengaja terlambat?
Aku akan meneleponnya lagi.
Biarkan saja.
Satu-satunya bakatnya adalah bekerja keras.
Buatlah tampak cantik. Harus tampak cantik.
PANGGILAN TAK TERJAWAB DARI GO SEON-MI
Benar.
Setelah Gyu-seong selesai ujian tengah semester, ayo semua berkemah.
Aku bisa melihat Hyeon-u membuntutinya seperti anak anjing.
Kedengarannya bagus.
Dia semakin mirip ayahnya.
Bagus sekali dia mirip ayahnya.
Dia pria jantan,
dan dia jantan.
Kau suka pria jantan?
Min-seon, kenapa pintumu terbuka lebar?
Kau sedang bersama tamu.
Halo.
Kau datang tanpa meneleponku.
Kepala Jo akan mampir pulang kerja, jadi aku datang ambil makanan tambahan.
Aku membuat abalone panggang, tapi masakanku tak seperti masakanmu.
Permisi, boleh aku minta air?
- Tentu. - Ada apa?
Kau menjual ini?
Kenapa kau lakukan itu?
Min-seon, kau sedang butuh uang?
Berapa harganya?
Jika tidak mahal, aku bisa membelinya darimu.
Jangan sentuh lukisannya.
"Pulau Nanji"…
"Desa"?
"Pulau Nanji"…
PULAU NANJI DI PUNCAK MUSIM PANAS
"Pulau Nanji."
Jadi, ini Sangam-dong jaman sekarang!
Seharusnya aku beli tanah dulu.
Astaga, sayang sekali.
Astaga!
Inilah penampilannya. Inilah Sangam-dong.
Astaga.
Harap hati-hati.
Setelah dia pergi, mohon hubungi aku.
- Tentu. - Tunggu sebentar.
Siapkan air mandinya dengan ini.
Dia akan merasa lebih baik.
Ya, aku akan melakukannya.
Ada hal lebih penting daripada apakah Jo Gang-hyeon menjadi
jaksa penuntut umum.
Sekretaris senior kepresidenan.
Siapa akan mengisi posisi kosong sekretaris senior?
Jo Gang-hyeon akan minta tolong siapa secara rahasia?
Itu akan berdampak pada pemilihan presiden berikutnya.
Bagaimana?
Jo Gang-hyeon dulu miskin.
Lalu?
Itulah caranya meraih kepercayaan rakyat.
Dia paling menjanjikan karena tidak memihak siapa pun.
Maksudku, siapa Jo Gang-hyeon?
Dia tak akan puas hanya dengan menjadi jaksa penuntut umum.
Jadi maksudmu adalah
tujuan terbesarnya adalah menjadi ketua CIO?
- Tepat. - Dan dia butuh
- bantuan sekretaris senior? - Ya.
Apa imbalannya untuk mereka?
Itu…
Seseorang akan membantunya mengamankan posisi dengan gratis?
Apa ini? Badan amal?
Jika kau tahu orang seperti itu, buatkan rapat untukku dengannya.
Baiklah. Ayo bekerja.
Baiklah.
- Ya. - Kabari perkembangannya.
Baiklah.
Jun-hyeok.
Apa perkataanku tak sopan?
Tidak. Teruskan kerja baikmu.
Spekulasimu mungkin tak menjadi berita,
tapi kau mempermudah kami untuk mendekati topiknya.
- Akan mengarah ke petunjuk. - Baiklah.
Maaf, Jun-hyeok.
Berita utama di program berita masih kosong.
Kau akan memberikan berita besar?
Aku tak yakin.
Kita lihat nanti. Teruskan kerja baikmu.
Baik, Jun-hyeok.
Mohon jelaskan pada Bu Seo.
Ya, baiklah. Jangan khawatirkan itu.
Kapan-kapan kita harus main golf,
lalu makan sup nasi sapi favoritmu.
Baiklah.
Ya, kita harus melakukannya. Pergilah.
Sampai jumpa.
Kau menakutiku.
Apa?
- Kenapa? Apa? Sekarang bagaimana? - Apa?
Pada akhirnya, ini masalah keluargamu.
Jangan terlalu kasar padaku.
Lupakanlah.
Ini bahkan bukan pertama kalinya.
Hei, Tuan Jung.
Jangkar Berita Jung?
Astaga.
Sulit sekali bekerja sama denganmu.
Mohon permisi.
- Bu Seo? - Ya?
Bu Lee.
Kenapa berita utama di program berita masih kosong?
Itu laporan berita Tuan Jung. Bahkan kepala tak tahu.
Apa Jun-hyeok punya informasi tentang dia?
Pengaruh Tuan Jung bertambah di ruang berita
dengan kepopuleran dan reputasinya.
Meski begitu, hierarki harus dihormati.
Ya, tentu saja.
Ternyata kau benar.
Jika perintahnya tak berarti,
haruskah dia menduduki posisi itu?
Apa rasanya dinominasikan menjadi jaksa penuntut umum?
Bagaimana kau siap untuk sidang dengar pendapatnya?
Aku berencana menjawab dengan tulus.
Apa yang paling penting sebagai jaksa penuntut umum?
SEGERA TIBA, FAKTUR MENYUSUL
Aku yakin keinginan rakyat adalah reformasi kejaksaan.
Itu harus dilakukan,
dan terutama,
seorang jaksa penuntut umum haruslah seorang individu yang tak bisa dikorupsi.
Aku akan akan menunjukkan semua yang bisa kulakukan di topik itu.
- Ini Yoon Jae-hui. Di mana? - Kau punya hubungan dengan pemerintah.
Mohon buat artikel yang bagus.
- Ya. - Reformasi…
Dia ada?
Sudah lama tak bertemu, Bibi Ji-yeong.
Jae-hui, kau
gadis yang cukup keras kepala.
Kau menantu Grup Sungjin,
tapi kau belum tahu
cara memberi salam pada tetuamu.
Seharusnya kau menutup mulut dan menunggu hingga tetua memandangmu.
Apakah itu sulit?
Kau telah menjadi bagian keluarga selama sepuluh tahun,
tapi kau masih belum belajar.
No comments yet. Be the first to leave one.