The Secret of My Love

The Secret of My Love (내 남자의 비밀)

Download Indonesian Subtitle

Release info

내 남자의 비밀 The Secret of My Love E 21 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-10-24
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Han Ji Sup!

Jangan terlalu terkejut. Aku harus mencari angin.

Aku akan segera kembali.

Kamu kira apa yang kamu lakukan?

"Di gua"

"Di lembah"

"Menggali tambang"

"Hiduplah seorang penambang, seorang prospektor"

"Serta putrinya"

"Clementine"

"Sayangku"

"Sayangku"

"Ibu"

Halo?

Karena kini kamu menggunakan topeng Jae Wook, kamu tidak tahu takut?

Kembalilah sendiri

sebelum aku menyeretmu.

Sekarang juga.

Baik.

Astaga, masuklah.

Cucu nenek yang malang.

Astaga. Cucu nenek sudah pulang.

Maaf, Bu.

Ibu sudah kesal dan Hae Sol hanya memperparahnya.

Kamu sudah menemukan Hae Sol?

Ya. Dia menunggu ayahnya di halte bus.

Astaga. Anak malang ini pasti amat merindukan ayahnya.

Berikan kepada ayah.

Dia bisa tidur di kamar kami. Kamu beristirahatlah.

Tidak. Aku akan tidur dengannya malam ini.

Ayah tidurlah sekarang.

Maaf, Kak Suh Ra.

Aku akan lebih perhatian dengannya mulai sekarang.

Kudengar kamu menemukan Hae Sol? Hae Sol!

Dia tidur. Maaf, Sung Hae.

Aku amat bodoh. Pengangguran dan bahkan tidak bisa mengasuh.

Aku tidak pandai apa-apa.

Kenapa aku tidak bisa melakukan apa pun dengan benar?

Ini salahku. Jangan menyalahkan diri sendiri.

Sakit!

Jangan biarkan ini terjadi lagi.

Ibu akan mengusirmu dari rumah jika terjadi lagi, paham?

Maaf, Ayah.

Tidak apa-apa karena dia sudah ketemu.

Masuk dan istirahatlah.

Aku bahkan tidak hamil.

Kenapa aku selalu lapar?

Kak Dae Ra.

Kakak dengar kamu menemukan Hae Sol.

Anak itu sungguh suka berbuat onar.

Ajari dia lebih baik.

Jangan membuat keluarga menderita.

Kakak harus bilang begitu?

Kenapa melampiaskannya kepada kakak?

Teganya Kakak bilang begitu di depan anak kecil?

Kakak bilang yang mati biar mati dan yang hidup

harus terus hidup di depannya?

Kakak juga tidak mengarangnya, bukan?

Sampai kapan kamu akan merahasiakannya darinya?

Tahukah kamu betapa stresnya bungkam dan berbohong soal itu?

Hae Sol baru lima tahun.

Dia sudah gugup sesuatu mungkin menimpa ayahnya.

Haruskah Kakak bilang begitu?

Kakak tidak memikirkan akan seterluka apa dia?

Tentu. Kakak pantas mati.

Haruskah kakak memohon maaf? /- Kakak.

Kakak bukannya berbohong orang hidup dibilang mati.

Itu terceplos. Beraninya kamu memperlakukan kakak bak kriminalis?

Aku tahu Kakak tidak menyukaiku.

Aku paham perasaan Kakak.

Tapi Hae Sol masih kecil.

Hanya karena Kakak membenciku, tolong jangan benci dia juga.

Kakak tidak bisa menyukainya jika tidak ada perilaku baiknya!

Anak itu berandal.

Semua yang dia lakukan membuat kakak kesal. Kakak harus bagaimana?

Kakak akan segera menjadi ibu juga.

Teganya bilang begitu.

Apa? Lantas, kakak harus bilang orang mati masih hidup jika hamil?

Semua ibu seperti itu?

Mereka semua berbohong kepada anak dan memberi harapan palsu sepertimu?

Itu bisa mengubah apa?

Ayah! /- Dasar berandal!

Kamu bahkan tidak bisa menenangkan adikmu yang sekarang terluka.

Haruskah kamu bersikap amat buruk?

Aku hamil! Ayah lupa?

Setelah kamu melukai keponakan kecilmu seperti itu,

kamu kira kamu pantas menjadi seorang ibu?

Apa Hae Sol bukan keluarga kita?

Berhenti membicarakan Hae Sol!

Memangnya hanya anak-anak yang penting di keluarga ini?

Kakak.

Ayah kenapa melakukan itu?

Biarkan saja dia.

Ayah.

Ayah keterlaluan.

Bagaimana bisa dia menampar wanita yang sedang hamil?

Sayang. Aku akan menghadapi Ayah

dan membuatnya meminta maaf.

Jadi, berhentilah menangis.

Bagaimana jika bayi kita menjadi cengeng?

Tenanglah demi kebaikan bayinya.

Ada apa? Kamu akan menakuti bayinya.

Tolong berhenti membicarakan bayi bodoh ini!

Bagaimana bisa dia amat kejam?

Aku tahu aku melahirkannya, tapi aku mau menamparnya.

Bahkan si Bungsu tidak begitu. Bagaimana bisa si Sulung berandal?

Aku seharusnya tidak menamparnya.

Kamu menamparnya?

Bagaimana bisa kamu menamparnya padahal dia sedang hamil?

Dia seperti ular.

Amat beracun kepada Suh Ra.

Aku kehilangan kendali.

Tidak. Kita harus bagaimana?

Ayah sudah tidur? Aku mau masuk.

Tentu. Masuklah.

Maaf mengganggu selarut ini.

Kamu belum tidur? Ini sudah larut.

Kenapa tidak bicara besok?

Ayah tidak merasa sudah bersikap terlalu keras?

Dia hamil. Ayah tidak perlu memukulnya.

Aku tahu kami menumpang di sini karena aku pecundang,

tapi Dae Ra pasanganku.

Apa kami bilang kebalikannya?

Dengar. Maaf soal itu.

Tidak akan ayah ulangi, jadi, tidurlah.

Serta Ibu, aku juga mau minta tolong.

Ibu juga?

Ibu selalu meneriaki Dae Ra dan menyepelekannya,

tapi dia akan segera menjadi ibu.

Tolong berhati-hati.

Apa ibu melakukannya tanpa alasan?

Bagaimana bisa kamu bilang begitu usai melihat perbuatannya?

Dia terus bertingkah seperti saudari tiri Cinderella.

Ibu tidak akan begitu jika dia bersikap seperti orang beradab.

Lihat? Karena Ibu begini,

dia terus berbuat onar.

Karena Ibu terus membandingkannya dengan Suh Ra...

Kamu melawan Ibu?

Aku tidak melawan Ibu. Ini kebenarannya.

Jika ini bukan melawan ibu, lalu apa?

Hentikan.

Kamu juga. Hentikan dan tidurlah.

Kami juga akan berhati-hati.

Jadi, pergilah dan tenangkan Dae Ra.

Baik. Aku akan memegang janji kalian dan pergi.

Dia bercanda? Mereka makin mirip.

Aku akan berhati-hati mulai kini, jadi, kamu juga harus begitu.

Mungkin karena kehamilannya. Dae Ra amat sensitif,

terutama terhadap Suh Ra.

Aku harus berterima kasih kepada siapa

karena masih hidup hari ini?

Jika tidak bertemu dengan Suh Ra waktu itu,

aku pasti sudah mati.

Tentu aku tahu itu.

Dari semua peruntungan,

kamu kehilangan pekerjaanmu tepat saat Suh Ra lahir

dan kita menyambung nyawa dengan pekerjaan di situs konstruksi

dan aku berdagang keliling.

Kita terlalu sibuk berusaha bertahan hidup

sampai tidak menyadari bayi kita terserang pneumonia.

Kita mengira itu demam dan dia akan membaik.

Kita meninggalkan bayi sakit itu

dengan Dae Ra yang masih kecil dan bekerja sepanjang waktu.

Kamu tahu,

kita yang membunuh Suh Ra.

Aku masih

mengingat hari itu dengan jelas.

Aku tersenyum lebar

karena menjual banyak hari itu. Saat tiba di rumah,

bayinya terbaring di sana,

nyaris tidak bernapas.

Aku membawanya ke rumah sakit dan mereka bertanya kepadaku

kenapa aku tidak membawanya sedikit lebih cepat

dan apa yang kulakukan sampai kondisinya separah itu.

Hentikan.

Aku tidak berhak menjadi orang tua

dan bilang kepada diriku sendiri, aku tidak punya alasan untuk hidup.

Aku berkali-kali mau bunuh diri. Aku menabrakkan diri ke mobil

dan melompat ke sungai beku.

Tapi hidupku yang terkutuk tidak mau berakhir.

Aku tidak bisa mati.

Saat itulah aku bertemu dengan ibu Hae Sol.

Kukira

mendiang Suh Ra kita mengirimkannya untuk menggantikannya.

Bayi itu amat lucu.

Aku tidak mau mati lagi. Aku sungguh mau hidup

karena mau menjadi ibu untuk anak manis itu.

Suh Ra sungguh lucu.

Tapi Dae Ra, wanita licik itu,

bahkan tidak tahu perasaan ibunya dan protes aku lebih sayang Suh Ra,

mengamuk.

Kapan dia akan dewasa?

Suatu hari dia akan belajar ketika menjadi seorang ibu.

Ya. Aku harus berusaha sebisaku.

Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Siapa tahu?

Mungkin terjadi keajaiban.

Maaf.

Kamu pergi ke mana?

The Secret of My Love subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Secret of My Love

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left